Duka mendalam menyelimuti masyarakat Indonesia atas insiden kecelakaan kereta api yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Senin (27/4/2026). Kecelakaan maut yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line tersebut mengakibatkan 14 orang meninggal dunia serta 84 penumpang mengalami luka-luka.
Dengan sigap tim-tim gabungan rescue cepat tanggap termasuk tim Rescue Sahabat Yatim bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Bersama tim gabungan lainnya, relawan bahu membahu melakukan proses evakuasi, membantu penanganan korban luka, serta memastikan kebutuhan darurat para penyintas dapat segera terpenuhi.

Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidi, menyampaikan bahwa kecelakaan bermula saat taksi hijau tertabrak kereta di perlintasan JPL 85 sekitar pukul 09.00 WIB. Insiden tersebut memicu gangguan jalur yang berujung tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di area Stasiun Bekasi Timur. Untuk mempercepat evakuasi, pihak KAI melakukan pemotongan pada rangkaian kereta yang mengalami kerusakan parah agar jalur operasional dapat segera kembali normal.
Seluruh korban telah dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Sementara itu, proses evakuasi terus dilakukan oleh petugas dan tim relawan dari berbagai unsur.
Sahabat Yatim turut menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban yang meninggal dunia. Semoga para korban luka segera diberikan kesembuhan, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan menghadapi ujian ini.
Dalam setiap bencana dan musibah, Sahabat Yatim akan terus hadir untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Karena kemanusiaan selalu membutuhkan langkah cepat, hati yang peduli, dan tangan yang siap menolong.