You are here:

Apakah Orang Yang Berkurban Mendapat Bagian?

Pada dasarnya, Qurban dilakukan dengan cara menyembelih hewan ternak seperti sapi, kambing, domba dan lainnya. Daging dari setiap hewan yang dikurban nantinya akan dibagikan secara gratis kepada pihak atau golongan orang yang membutuhkannya salah satunya seperti fakir miskin.

Lantas bolehkan bagi orang yang melaksanakan qurban mengkonsumsi atau mengambil bagian atas daging dari hewan yang telah dikurbankan.? 

 

Berapa Bagian Untuk Orang yang Berkurban?

Agar pelaksanaan qurban yang akan dilakukan sah secara agama, ada baiknya bagi setiap orang yang hendak melaksanakannya memahami terlebih dahulu beberapa hal terkait Qurban termasuk juga dengan jumlah jatah yang boleh untuk dikonsumsi.

 

1. Jatah sepertiga

Dalam kitab Fathul Qarib tentang qurban, “seseorang yang berkurban dianjurkan memakan daging kurban sepertiga atau lebih sedikit dari itu.” Dan dalam kitab ini juga menjelaskan bahwa seseorang yang berkurban dilarang untuk menjual daging atau bagian apapun dari hewan yang dikurbankan, jatah sepertiga itu hanya untuk dikonsumsi.

Mengonsumsi daging kurban juga ditekankan oleh Rasulullah , Beliau bersabda “Makanlah dan berilah makan kepada fakir miskin dan simpanlah.”

 

2. Satu sampai tiga suap

Dalam kitab Fath al-Mu’in menjelaskan hal yang lebih utama adalah menyedekahkan keseluruhan daging kurban kecuali satu suapan dengan niatan mengharap berkah dengan mengonsumsi daging tersebut. Bagian yang dikehendaki adalah hati. Jika seseorang yang berkurban disunnahkan mengonsumsi daging untuk memperoleh keberkahan dan sisanya disedekahkan.

 

3. Sebagian disedekahkan

Beberapa ulama Mazhab Syafi’i memperbolehkan shohibul qurban untuk mengonsumsi  seluruh daging kurban, dan bagian kecilnya diberikan kepada fakir miskin. Hal ini dijelaskan dalam kitab al-Fatawa al-Kurba :

“Tujuan kurban yakni mengalirkan darah hewan beserta wujud belas kasih kepada orang-orang miskin, dengan memberikan bagian minimal dari hewan kurban yang tidak signifikan.”

Dengan berkurban tentu tujuannya untuk bersedekah kepada fakir dan miskin, maka dari itu sebaiknya orang yang berkurban tidak mengambil bagian daging hewan terlalu banyak.

 

Hikmah Berkurban Dalam Islam

1. Amalan yang dicintai Allah

Berkurban adalah salah satu amalan yang sangat dicintai oleh Allah SWT.

Dari ‘Aisyah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah pada hari nahr manusia beramal suatu amalan yang lebih dicintai oleh Allah daripada mengalirkan darah dari hewan qurban. Ia akan datang pada hari kiamat dengan tanduk, kuku, rambut hewan qurban tersebut. Dan sungguh, darah tersebut akan sampai kepada (ridha) Allah sebelum tetesan darah tersebut jatuh ke bumi, maka bersihkanlah jiwa kalian dengan berkurban.” (HR. Ibnu Majah no. 3126 dan Tirmidiz no. 1493. Hadits ini adalah hadits yang dho’if kata Syaikh Al Albani)

 

2. Mendapat banyak kebaikan

Dengan berkurban, maka kita akan mendapatkan banyak kebaikan. Hal ini telah dijelaskan Rasul dalam sebuah riwayat.

Dari Abu Daud dari Zaid bin Arqam dia berkata, “Para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah maksud dari hewan-hewan kurban seperti ini?” beliau bersabda: “Ini merupakan sunnah (ajaran) bapak kalian, Ibrahim.” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, lantas apa yang akan kami dapatkan dengannya?” beliau menjawab: “Setiap rambut terdapat kebaikan.” Mereka berkata, “Bagaimana dengan bulu-bulunya wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Dari setiap rambut pada bulu-bulunya terdapat suatu kebaikan.” (HR. Ibnu Majah no. 3127. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini dho’if jiddan)

 

3. Meraih ketakwaan yang lebih tinggi

Kurban adalah bentuk ketaatan dan kecintaan kita pada Allah SWT. Dengan berkurban, maka kita kan meraih ketakwaan yang jauh lebih tinggi. Allah Ta’ala berfirman,

 “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (QS. Al-Hajj: 37)