You are here:

Tata Cara Menyembelih Ayam Menurut Islam

tata cara menyembelih ayam

tata cara menyembelih ayam-Dalam Islam, menyembelih atau memotong hewan yang akan dikonsumsi tidaklah dilakukan secara sembarangan, sebab kesalahan dalam menyembelih hewan dapat membuat daging hewan yang hendak dikonsumsi menjadi haram.

 

Tata Cara Menyembelih Ayam Menurut Islam

Sebelum menyembelih hewan ternak, ada baiknya jika terlebih dahulu memenuhi syarat syarat penyembelihan. Berikut beberapa diantaranya.

  1. Alat penyembelihan harus tajam, yang dapat mengalirkan darah, berdasarkan sabda Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Rafi’ bin Khadij. Ia berkata:

Artinya: “Ya Rasulullah sesungguhnya kami besok akan berhadapan dengan musuh dan kami tidak mempunyai pisau (untuk sembelih). Maka Nabi saw bersabda: Apa saja yang bisa mengalirkan darah dan disebutkan atasnya nama Allah, makanlah (sembelihan tersebut) apabila yang dipakai untuk penyembelihan itu bukan dengan gigi dan kuku. Dan saya akan menerangkan itu kepadamu. Adapun gigi itu adalah tulang dan adapun kuku itu adalah pisau menurut kaum Habasyah.” [HR. Ahmad dan al-Baihaqi]

  1. Menyebutkan nama Allah atau membaca basmalah saja, berdasarkan firman Allah SWT dalam surat al-An’am (6): 121;

Artinya: “Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu; dan jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik.”

  1. Memotong tenggorokan dan dua urat leher dalam satu gerakan.
  2. Penyembelih adalah seorang muslim berakal yang sudah baligh. Madzhab Hanafi membolehkan penyembelih adalah seorang ahli kitab.

 

Posisi juru sembelih dan posisi ayam yang disarankan

Posisi juru sembelih menghadap kiblat kemudian ayam digantung terbalik dengan posisi dada menghadap juru sembelih. Tangan kiri juru sembelih digunakan untuk memegang kepala ayam dimana ibu jari menekan jakun ayam ( larynx) dan tangan kanan proses melakukan penyembelihan.

Cara jakun seperti ini untuk mencegah agar sayatan tidak terlalu dekat dengan kepala dan ibu jari dari pisau, dengan demikian ketiga saluran dapat tersayat dengan sempurna.

 

Posisi juru sembelih dan posisi ayam yang kurang tepat

Posisi juru sembelih dan posisi ayam menghadap kiblat (ayam digantung pada kaki dengan posisi membelakangi juru sembelih). Pada posisi ini, kepala ayam harus diputar ke searah jarum jam agar leher dapat dijangkau oleh pisau. memutar leher dan kepala seperti ini tidak sesuai dengan ihsan penyembelihan karena kemungkinan penyebab leher ayam terpelintir serta penyebab dislokasi antar tulang leher.  

Selain itu, pada pemotongan dengan metode ini, sering sekali dijumpai ada satu buluh darah yang tidak terpotong yaitu arteri carotis kanan karena letaknya jauh terhadap pisau. Sayatan yang terlalu ke atas dapat pangkal lidah sehingga semua saluran yang wajib terpotong masih utuh.