Begini Cara Mengatasi Putus Asa

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Bismillaahirrohmanirrohim. Begini Cara Mengatasi Putus Asa. Segala puji bagi Allah, Rabb pemberi segala nikmat dan menakdirkan segala sesuatu dengan penuh hikmah. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Seorang muslim tidak diajarkan untuk putus asa, karena orang yang berputus asa itu godaan dan bisikan syaitan. Jika kita melakukan kesalahan , kita langsung bertobat, kalau khilaf lagi, terus bertobat. Selama kita masih diberi nafas di dunia ini pintu taubat masih terbuka sangat lebar . dan saat kita merasakan penyesalan , itu adalah nikmat yang paling nikmat dan indah yang  Allah Ta’ala berikan kepada kita.

Saat kalian sudah bekerja keras dan sudah sampai maksimal , tapi hasilnya tidak bisa maksimal dan tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Yang pertama harus dilakukan mengadu lah kepada Allah subhanahu wa ta’ala, perbanyak ibadah, selalu yakin , apa yang terjadi saat ini semua itu sudah atas kehendak Allah dan juga sudah allah takdirkan untuk kita.

Disaat kita putus asa, serahkan lah semua permasalahan kita kepada allah ta’ala dan kita tetap berikhtiar. Dan ingatlah cerita tentang  isteri nabi Ibrahim yang bernama siti Hajar, di tinggalkan oleh nabi Ibrahim di padang masyar bersama nabi Ismail kecil , atas perintah Allah subhanahu wa ta’ala. Siti Hajar merasa kehausan dan beliau selalu berikhtiar berlari –lari bolak balik menuju shofa marwah selama 7 kali. Dan beliau tidak berputus asa, karena sudah batas kemampuan beliau, Siti Hajar berdoa kepada Allah. Dan doanya di kabulkan  dari kaki nabi Ibrahim kecil keluar air, yang sampai sekarang air tersebut  dikenal dengan air zam-zam.

Dari cerita tersebut kita sebagai umat islam bisa mengambil hikmahnya, kalau kita tidak boleh putus asa dengan apa yang Allah janjikan, semua yang bertaqwa dan beriman kepada Allah pasti akan memudahkan semua permasalahan kita di dunia. Allah Ta’ala Berfirman yang artinya

“ Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan(tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum kami menciptakannya.Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.(kami jelaskan yang demikian itu)supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu,dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan –Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi embanggakan diri “ (QS. Al Hadidi :22-23)

Wallahualam Bishawab

Related Posts

Leave a Comment

Tangan di Atas Lebih Baik daripada Tangan di Bawah

Perjalanan hidup akan lebih indah dan bermakna ketika kita mampu berbagi. Jadikan kebiasaan berbagi untuk bantu sesama. Yuk sedekah sekarang, biar berkah!