(021) 5312 6107

Cara Mendidik Anak Laki Laki Sesuai Ajaran Rasulullah

Parenting
Cara Mendidik Anak Laki Laki Sesuai Ajaran Rasulullah

Cara Mendidik Anak Laki Laki – Anak merupakan karunia dari Allah SWT yang dititipkan kepada setiap orang. Sebagai orang tua sudah menjadi kewajiban dalam menjaga anak dengan sebaik-baiknya. Memenuhi segala kebutuhan jasmani maupun rohaninya dengan baik. Serta juga dapat memberikan pendidikan sebagai bekal dalam masa depannya kelak supaya sanga anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang berakhlakul kharimah dan cerdas.

Sebagaimana yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW, bahwa beliau memberikan contoh yang baik dalam cara mendidik anak laki laki. Beliau juga dikenal sebagai seorang yang penyabar dan penyayang. Tidak suka membentak anak ataupun memarahinya. Namun beliau sangat tegas dalam hal agama.

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, Rasulullah Shallallau ‘Alaihi Wasallam berasabda: “Sebaik-baik kalian adalah (suami) yang paling baik terhadap keluarganya dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku.” (HR.Tirmidzi).

Cara Mendidik Anak Laki Laki

Nah, berikut ini beberapa cara mendidik anak laki laki Rasulullah SAW yang perlu anda contoh.

1. Tidak Mengekang Anak Bermain

Tidak Mengekang Anak Bermain

Dalam hal cara mendidik anak laki laki, Rasulullah memang merupakan seorang yang tidak mengekang anak. Beliau juga suka melihat anak tersebut bermain dengan teman-temannya. Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam sebuah hadist berikut ini:

Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Pada suatu hari aku melayani Rasulullah. Setelah tugasku selesai, aku berkata dalam hati, ‘Rasulullah pasti sedang istirahat siang.’ Akhirnya, aku keluar ke tempat anak-anak bermain. Aku menyaksikan mereka sedang bermain. Tidak lama kemudian, Rasulullah datang seraya mengucapkan salam kepada anak-anak yang sedang bermain. Beliau lalu memanggil dan menyuruhku untuk suatu keperluan. Aku pun segera pergi untuk menunaikannya, sedangkan beliau duduk dibawah sebuah pohon hingga aku kembali.” (HR. Ahmad).

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata: “Aku dahulu pernah bermain boneka di sisi Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam. Aku memiliki beberapa sahabat yang biasa bermain bersamaku. Ketika Rasululah shallallahu ‘alaihi wa salam masuk dalam rumah, mereka pun bersembunyi dari beliau. Lalu beliau menyerahkan mainan padaku satu demi satu lantas mereka pun bermain bersamaku.” (HR. Bukhari).

2. Mengajarkan Ilmu Tauhid

Mengajarkan Ilmu Tauhid

Ilmu tauhid merupakan salah satu ilmu mengenai ketuhanan. Ilmu tersebut sangat penting untuk diajarkan kepada anak mulai dari dini. Sebagaimana yang telah dilakukan oleh Rasulullah bahwa beliau juga mengajarkan kepada anak-anaknya untuk dapat mengucapkan Lailaha illaallah yang berarti tidak ada Tuhan selain Allah. Serta Allah itu Mah Esa.

Dijelaskan dari Ibn Abbas, Rasullullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bukalah lidah anak-anak kalian pertama kali dengan kalimat “Lailaha-illaallah”. Dan saat mereka hendak meninggal dunia maka bacakanlah, “Lailaha-illallah. Sesungguhnya barangsiapa awal dan akhir pembicaraannya “Lailah-illallah”, kemudian ia hidup selama seribu tahun, maka dosa apa pun, tidak akan ditanyakan kepadanya.” (sya’bul Iman)

3. Mengajarkan Ilmu Agama

Mengajarkan Ilmu Agama

Rasulullah SAW juga selalu mengajarkan ilmu agama kepada anak-anaknya mulai dari usia dini. Sebab jika anak tersebut tidak dididik mulai dini maka dapat terpengaruh terhadap pergaulan yang bebas serta menjadi salah langkah. Ilmu yang diajarkan Rasulullah ini sangat luas. Dan hal tersebut diajarkan dengan proses bertahap dan tidak serta-merta.

4. Mengajarkan Tata Cara Sholat

Mengajarkan Tata Cara Sholat

Rasulullah juga bersabda: “Perintahlah anak-anak kalian untuk shalat ketika mereka berusia tujuh tahun dan pukullah mereka jika enggan melakukannya pada usia sepuluh tahun, dan pisahkanlah tempat tidur mereka.” (HR. Ahmad).

5. Mengajarkan Ibadah Puasa

Mengajarkan Ibadah Puasa

Salah satu sahabat perempuan Rasulullah shalehah berkata: “Kami menyuruh puasa anak-anak kami. Kami buatkan untuk mereka mainan dari perca. Jika mereka menangis karena lapar, kami berikan mainan itu kepadanya hingga tiba waktu berbuka.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

6. Mengajarkan Bacaan Doa-doa Harian

Mengajarkan Bacaan Doa-doa Harian

Rasulullah SAW juga sering melatih anak-anaknya untuk selalu membaca doa harian. Misalnya yaitu doa keluar-masuk toilet, doa bercermin, doa sebelum dan sesudah makan serta doa keluar rumah dan masih banyak lagi. Ini sangat penting supaya diri kita akan tetap dijaga oleh Allah serta terlindungi dari berbagai bahaya.

7. Mengajarkan Anak Berbakti Kepada Orang Tua

Mengajarkan Anak Berbakti Kepada Orang Tua

Rasulullah SAW juga mengajarkan anaknya untuk berbakti kepada orang tuanya.

Diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha: “Aku tidak pernah melihat seseorang yang lebih mirip dengan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam cara bicara maupun duduk daripada Fathimah.” ‘Aisyah berkata lagi, “Biasanya apabila Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat Fathimah datang, beliau mengucapkan selamat datang padanya, lalu berdiri menyambutnya dan menciumnya, kemudian beliau menggamit tangannya hingga beliau dudukkan Fathimah di tempat duduk beliau. Begitu pula apabila Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam datang padanya, maka Fathimah mengucapkan selamat datang pada beliau, kemudian berdiri menyambutnya, menggandeng tangannya, lalu menciumnya.” (Dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani).

8. Menganyomi Dengan Baik

Menganyomi Dengan Baik

Rasulullah SAW selalu menganyomi anak-anaknya. Menganyomi disini artinya yaitu memberikan perhatian, merawat dan menjaga hingga anak tubuh dewasa.

“Barangsiapa yang mengayomi dua anak perempuan hingga dewasa. Maka ia akan datang pada hari kiamat bersamaku.” Kemudian Anas bin Malik berkata: Nabi menggabungkan jari-jari jemari beliau.” (HR Muslim).

9. Mencintai Dan Bergantung Pada Allah

Mencintai Dan Bergantung Pada Allah

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Nak, aku akan memberimu beberapa pelajaran: peliharalah Allah, niscaya Dia akan balas memeliharamu. Peliharalah Allah, niscaya kamu akan menjumpai-Nya dihadapanmu. Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah, dan jika kamu meminta pertolongan, mohonlah kepada Allah. Ketahuilah, sesungguhnya andaikata manusia bersatu-padu untuk memberimu suatu manfaat kepadamu, niscaya mereka tidak akan dapat memberikannya kepadamu, kecuali mereka telah ditakdirkan oleh Allah untukmu.”

10. Tidak Memisahkan Anak dan Ibunya

Tidak Memisahkan Anak dan Ibunya

Abu Ayyub lalu mengatakan, bahwa Rasulullah pernah bersabda, “Barang siapa memisahkan antara seorang ibu dan anaknya, niscaya Allah akan memisahkan antara dia dan orang-orang yang dicintainya pada hari kiamat.” (HR. Tirmidzi).

11. Memberikan Hadiah

Memberikan Hadiah

Rasulullah pernah membariskan Abdulullah, Ubaidillah dan sejumlah anak-anak pamannya, Al Abbas, dalam suatu barisan, kemudian beliau bersabda: “Siapa yang paling dahulu sampai kepadaku, dia akan mendapatkan (hadiah) ini. Mereka pun berlomba lari menuju tempat Rasulullah berada. Setelah mereka sampai di tempat beliau, ada yang memeluk punggung dan ada pula yang memeluk dada beliau. Rasulullah menciumi mereka semua serta menepati janji kepada mereka.” (Majmu’uz Zawaid).

12. Mengajarkan Batasan Pergaulan

Mengajarkan Batasan Pergaulan

Cara Rasulullah SAW dalam mendidik anaknya yaitu juga meliputi pergaulan. Beliau mengajarkan bahwa mengenai berbagai batasan berteman antara perempuan dan laki-laki, mengenai pentingnya untuk menjaga pandangan, mengenai besarnya perbuatan zina dan masih banyak lagi.

13. Bersikap Lemah Lembut Kepada Anak

Bersikap Lemah Lembut Kepada Anak

Walaupun Rasulullah SAW tersebut merupakan seorang pemimpin umat islam. Namun beliau juga tidak pernah sombong atau semena-mena kepada keluarganya. Beliau selalu menunjukkan akhlak yang lemah lembut dan baik. Kepada anaknya, beliau sering memanggil dengan sebutan yang indah, mengusap kepala merekan dan menggendongnya.

Aqra’ bin Habis, pemuka Bani Tamim mengaku, “Demi Allah, aku mempunyai 10 orang anak, tetapi tak satu pun kuciumi di antara mereka.” Nabi pun memandangnya dan berkata, “Barang siapa yang tidak mengasihi, ia tidak akan dikasihi.


error: Content is protected !!