Hadiahkan Alat Sholat Baru, Mukena untuk Janda Lansia

Hadiahkan Alat Sholat Baru, Mukena untuk Janda Lansia

Apakah Anda pernah beribadah menggunakan alat sholat yang tidak layak pakai lagi? Tentunya peristiwa seperti ini tidak akan dialami oleh semua orang. Namun mukena untuk janda lansia yang satu ini perlu kita sokong kebutuhannya. Sebab sudah seharusnya mukena yang dikenakan ini lebih bagus.

Janda lansia yang dimaksud adalah Nenek Umi. Dia menggunakan mukena yang sebenarnya sudah harus diganti dengan baru. Namun, karena penghasilannya masih jauh dari kita cukup membuatnya untuk mengurungkan niat membeli mukena tersebut.

Sulitkan Kehidupan Janda Lansia Ini

Untuk keperluan sehari-hari saja ia belum bisa menyanggupinya, apalagi untuk membeli mukena yang harganya tidak murah. Nenek Umi harus menabung dulu untuk waktu yang cukup lama agar bisa memilikinya.

Umat muslim pastinya akan selalu merasa semangat dan bahagia saat ingin bertemu sang pencipta di setiap sujudnya. Hal ini jugalah yang dirasakan oleh Nenek Umi. Tak pernah sedikitpun ia mengeluh dengan keadaan yang harus diterimanya sekarang.

Selain sulitnya ekonomi yang dirasakan lansia dhuafa ini, kondisi tubuhnya juga kurang baik. Sebab kakinya sedang sakit dan terluka akibat jatuh di kamar mandi. Selain itu tangannya juga keseleo hingga bengkok.

Akan tetapi, dia selalu berusaha kuat dan tegar dengan cobaan yang diberikan. Meskipun harus tertatih-tatih saat menahan sakit. Bahkan tidak pernah sekalipun terbesit untuk mengurungkan niatnya dalam menunaikan solat 5 waktu.

Bagaimanakah Keseharian Nenek Umi?

Sangat disayangkan sekali karena saat ini Nenek Umi hanya tinggal sendiri di rumahnya. Sementara suaminya juga telah meninggal dunia dan anak-anaknya pun sudah berkeluarga. Bayangkan saja kepada siapa lagi ia akan mengadu? Sebab hidupnya yang kini hanya sebatang kara.

Kondisinya yang sangat memprihatinkan ini membuatnya harus berjuang sendiri untuk bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Meskipun demikian, ia masih tetap selalu bersyukur karena Allah masih memberikanku kesempatan untuk beribadah.

Tenaga memang sudah tidak kuat lagi namun bukan berarti ia tidak bisa menyempurnakannya sholatnya dengan baik. Itulah prinsip yang selalu dipegang oleh Nenek Umi. Ia sama sekali tidak mau terus berlarut-larut

Kegiatan sehari-hari Nenek Umi hanya jalan-jalan kecil saja. Di sela-sela waktu ia juga sering

menyempatkan dirinya untuk memasak jika masih sanggup. Sehingga penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan saja dan itu pun sebenarnya juga belum cukup.

Mukena untuk janda lansia tidak hanya diperlukan Nenek Umi saja. Akan tetapi, masih banyak lansia dan masjid di berbagai pelosok Indonesia yang belum memiliki alat sholat yang layak. Sebab mayoritas pekerjaan mereka hanya bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari saja.

Bagi Anda mungkin untuk memiliki alat sholat yang bagus bukanlah sesuatu yang sulit dan Anda bisa dengan mudah mendapatkannya. Namun lain halnya bagi orang-orang yang sudah lansia tersebut.

Marilah Berdonasi, Ringankan Beban Janda Lansia

Maka dari itu, untuk meringankan beban mereka agar bisa mendapatkan alat sholat yang layak. Maka Anda bisa berdonasi lewat campaign kitabisa.com. Nanti Anda bisa gunakan berbagai metode pembayaran untuk mulai berdonasi dan juga telah ada petunjuknya disana. Donasi ini akan terus dibuka sampai bisa mencukupi nominal yang tertera di campaign.

Marilah kita sama-sama menyisihkan sebagian rezeki untuk memberikan bantuan mukena untuk janda lansia ini. Agar bisa mendapatkan mukena yang layak serta mencukupi kebutuhan lainnya. Kadang hal tersebut memang hanya terlihat sedikit bagi kita, namun sebenarnya itu adalah sesuatu yang besar bagi mereka.

Ketika Memiliki Mukena Baru Tak Lagi Mudah

“Kami hidup bersama keluarga yang sangat sederhana, tapi kami bersyukur memiliki ayah dan ibu yang baik dan perhatian,” ujar Siti dengan senyuman lembut menghiasi wajahnya. Tiada tampak kegusaran dalam dirinya. Menghadapi sejurus tanda kematian dari benda-benda yang seharusnya menopang kesehariannya.

Siti sendiri adalah seorang santriwati berumur 12 tahun yang kini tengah menempuh pendidikan formalnya di Pesantren Darussalam. Bersama sang adik bernama Mira (11 tahun), keduanya terpaksa menghadapi kerasnya kehidupan, untuk beribadah sekalipun.

“Setiap hari kami sholat dzuhur secara bergantian, karena keluarga kami hanya memiliki satu buah mukena, itu pun kondisinya sudah sangat lusuh,” ungkap Mira melanjutkan perbincangan ungu padat ini.

Andai Anda tahu apa alasan sesungguhnya, latar belakang kehidupan Siti dan Mira lah yang menjadi jawabannya. Benar saja. Siti berkata, “Kondisi bangunan rumah kami masih memakai bilik. Bapak dan ibu kami, ya, seorang petani. Pendapatan tidak lebih dari Rp 1 juta per bulan, jadi setiap hari kami makan ubi bakar. Makanya kami tak mampu membeli mukena baru seperti teman-teman yang lain.”

Tak mau berlarut-larut dalam kenestapaan, Siti dan Mira menerima kondisi mereka dengan lapang dada. Ketika sedang shalat, misalnya, mereka tak malu menggunakan mukena lusuh milik bersama itu. Bagi Siti dan Mira, mengenakan mukena lusuh itu merupakan bentuk bakti terbaik terhadap orang tua yang telah berjuang keras menafkahi mereka.. 

“Kami tetap menjaga mukena berharga ini, membawanya dalam setiap sujud sholat dan doa. Semoga Allah selalu melindungi orang tua kami dan memberi rezeki berlimpah kepada keluarga kami. Dan kami pun bisa membeli mukena baru dan shalat berjamaah sekeluarga,” pungkas Mira.

Selain Siti dan Mira, masih ada ribuan santri yatim dhuafa lainnya yang mengenakan mukena, sarung, atau baju koko dalam kondisi layak pakai. Entah karena faktor ekonomi keluarga, kondisi pesantren, atau penyebab-penyebab lainnya. Yang pasti mereka sangat membutuhkan uluran tangan kita. Agar bisa sholat berjamaah secara khusyuk disertai rasa nyaman.

Untuk membantu peribadatan ribuan santri yatim dhuafa tersebut, Anda bisa ikut berdonasi di laman Kitabisa.com. Donasi akan terus dibuka selama informasi ini dikandung kepala Anda.