4 Tahun di Asrama, Ochantika Dapat Banyak Hal Berharga

4 Tahun di Asrama, Ochantika Dapat Banyak Hal Berharga

Ochantika Nn Ronaldo, anak yang masih berusia 17 namun sudah cukup lama ikut tinggal di asrama. Ochantika merupakan putri dari pasangan Bapak Ronaldo Cosalan dan Ibu Nurdiah yang lahir pada 10 Mei 2004. Dia memiliki 2 saudara kandung dan 3 saudara tiri karena sang ibu menikah lagi dengan Akhmad Farid yang kemudian menjadi ayah sambungnya.

Dulunya tempat tinggal Ochantika berada  di Karawang. Kemudian, sejak mulai masuk SMK yakni sekitar tahun 2018, Ochantika mulai pindah ke asrama. Salah satu alasan mengapa dia kemudian masuk ke dalam asrama adalah untuk meringankan kedua orangtuanya.

“Awalnya diajak saudaraku, yang waktu itu jadi kepas di asrama curug, karena waktu itu keuangan yg belum stabil, dan semua anak mamah sama ayah sekolah, jadi aku didaftarkan untuk masuk asrama, karena untuk meringankan juga.”

Sebelum masuk ke asrama, kehidupan Ochantika memang sudah cukup sulit. Sebab dia hanya tinggal seorang diri, tidak bersama dengan orang tuanya. Kehidupan sehari-harinya dijalani dengan keadaan yang jauh dari kata cukup.

“Sebelum di asrama aku tinggal di karawang dengan saudaraku.  Aku tidak tinggal dengan mama dari kelas 8, keseharian ku ya seperti anak anak lain, sekolah, main, kerjain pekerjaan rumah, begitu seterusnya. Kalo sekolah pun kadang ga bawa uang jajan kan, dulu tuh mama ngasih 50 ribu untuk satu minggu, jadi kadang kalo belum di kasih tuh ya tanpa uang jajan ya kadang puasa juga, tapi kalau makan alhamdulillah, saudaraku semuanya baik, dikasih.”

Namun semenjak masuk ke asrama, kehidupan Ochantika kemudian berubah secara drastis. Dia bisa merasakan apa saja yang sebelumnya belum pernah dirasakan.

“Sejak di asrama kerasa banget sih perbedaan nya, setiap hari makanan selalu ada, uang jajan selalu ada, sekolah di tempat yang bagus, bertemu dengan orang orang dari berbagai latar belakang yang berbeda, hidup aku tuh berubah,bisa merasakan yang namanya makan makanan enak, mcd, jco,kfc , dll. Bahkan aku bisa ngerasain yg namanya pegang uang banyak, dulu aku pegang uang paling banyak itu 150k,  gaboong, itupun pas lebaran doang.”

Kesan Bahagia, seru, sedih, amazing, dan semuanya sangat dirasakan Ochantika ketika sudah di asrama. Tidak hanya mendapat banyak pengalaman, dia juga dapat mengembangkan bakat hingga memperoleh banyak prestasi.

“Jadi banyak pengalaman yang luar biasa, bakat aku pun bisa tersalurkan sejak masuk asrama, ya banyak kejadian-kejadian luar biasa lah yang terjadi di asrama. Kalau prestasi yang aku dapat saat di asrama sih ga begitu banyak, aku banyak ikut lomba itu dari pas MI sampai MTs, jadi pas SMK  cuma sedikit tapi  ya alhamdulillah,  aku pernah juara 2 lomba tilawah quran. Juara 2 lomba film terbaik, itu aku bikin satu kelas, di situ aku sebagai penulis naskah dan clipper,  dan alhamdulillah 3 tahun sekolah selalu dapat peringkat 3 besar. 

Alhamdulillah Musyawarah Wilayah II FOZ Banten Resmi Digelar, Berikut Struktur Kepengurusannya

Alhamdulillah Musyawarah Wilayah II FOZ Banten Resmi Digelar, Berikut Struktur Kepengurusannya

Pada hari Kamis tanggal 17 November 2021 Laznas Sahabat Yatim Indonesia telah menghadiri acara terkait Musyawarah Wilayah II. Acara tersebut diselenggarakan langsung oleh FOZ (Forum Organisasi Zakat) Indonesia. Dan bertempat di Aula Pengurus Wilayah Muhammadiyah Banten Jl. Ustad Uzaer Yahya No.10, Serang, Kec. Serang, Kota Serang, Banten 42116

Selain dari Laznas Sahabat Yatim masih ada beberapa lembaga lainnya yang turut diundang. Ada yang berasal dari Lembaga Amil Zakat dan ada juga yang berasal dari yayasan. Diantaranya seperti Berbagi Peduli, Laz Rydha, Laznas NH, PZU Banten, YAKESMA, Pelopor Peduli, Yatim Mandiri, Laznas Sahabat Yatim, DT. Peduli, YBM BRI, Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, dan LAZ Harfa dan lain-lain.

Selain untuk mempererat tali silaturahmi antar sesama lembaga, tujuan diselenggarakannya acara tersebut adalah untuk pembentukan organisasi Forum Organisasi Zakat wilayah Banten. Setelah melalui pembahasan yang cukup panjang akhirnya hasil pertemuan tersebut kemudian disepakati. Jika struktur inti baru  telah dibentuk dan disepakati bersama. Adapun struktur kepengurusan yang baru tersebut terdiri atas ketua, sekretaris dan bendahara dengan rincian sebagai berikut:

  1. Ketua = Bpk. Bobby Satria dari LAZNAS Sahabat Yatim
  2. Sekretaris = Bpk. Abdul Azis dari Sedekah Harian
  3. Bendahara = Bpk. Mokhlas Pidono dari Dompet Dhuafa Banten

Sebelumnya diketahui FOZ merupakan sebuah lembaga yang berbentuk yayasan, namun setelah adanya Mukernas I (Musyawarah Kerja Nasional status tersebut diganti. Dimana sebelumnya adalah yayasan dan diubah menjadi asosiasi. Selanjutnya beralihnya badan hukum dari yayasan menjadi asosiasi dicatatkan di akta notaris sebagai suatu perkumpulan. Badan hukum perkumpulan inilah yang kemudian dimiliki oleh FOZ dan telah dicatatkan dalam lembaran negara.

Sesuai dengan visi dari FOZ yakni menjadi asosiasi Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) yang amanah dan profesional guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya reformasi pada struktur kepengurusan yang baru, diharapkan FOZ wilayah II Banten bisa lebih berkembang dan amanah. Serta tentunya juga bisa menebar kebermanfaatan yang lebih luas lagi untuk para masyarakat yang membutuhkan.

Pererat Tali Silaturahmi dan Kerjasama, LAZNAS Sahabat Yatim Indonesia Lakukan Kunjungan ke PPPA Daarul Qur’an

Pererat Tali Silaturahmi dan Kerjasama, LAZNAS Sahabat Yatim Indonesia Lakukan Kunjungan ke PPPA Daarul Qur’an

Pada tanggal 21 Oktober 2021 lalu, Tim LAZNAS Sahabat Yatim Indonesia telah melakukan kunjungan ke Kantor PPPA Daarul Qur’an. Lokasinya berada di Kawasan Bisnis CBD Ciledug, Jl. HOS Cokroaminoto N0. 21 RT.001/RW.001 Karang Tengah Kec Karang Tengah Kota Tangerang Banten.  Kunjungan tersebut merupakan bentuk silaturahmi agar tali persaudaraan antara LAZNAS Sahabat Yatim dengan PPPA Daarul Qur’an tetap terjaga.

PPPA Daarul Qur’an sendiri merupakan salah satu lembaga pengelola sedekah yang sudah lama berkhidmat pada pembangunan masyarakat. Adapun sistem pengelolaan sedekah yang digunakan oleh PPPA Darul Qur’an adalah berbasis Tahfidzul Qur’an. Dan hal tersebut sejalan dengan salah satu tujuan yang ingin dicapai oleh LAZNAS Sahabat Yatim Indonesia. LAZNAS Sahabat Yatim Indonesia ingin mengembangkan program kelas tahsin, dimana nantinya kelas tersebut bisa digunakan untuk belajar anak asuh baik bagi mereka yang mukim maupun anak asuh yang non mukim.

Selain untuk mempererat tali silaturahmi antar sesama lembaga filantropi, kunjungan ini juga bertujuan untuk membuka jalan kerjasama antara LAZNAS Sahabat Yatim dengan PPPA Daarul Qur’an. LAZNAS Sahabat Yatim Indonesia Berharap agar kedepannya pengelolaan Tahfidz Qur’an bisa sukses dan besar seperti pengelolaan Tahfidz yang diterapkan di  PPPA Daarul Qur’an.

PPPA (Program Pembibitan Penghafal Al-Qur’an) Daarul Qur’an didirikan oleh Ustadz Yusuf Mansur pada tahun 2003. PPPA Daarul Qur’an didirikan untuk menciptakan para kader-kader penghafal Al-Qur’an yang awalnya hanya mengasuh beberapa santri saja. Namun saat ini perkembangan PPPA Daarul Qur’an sangat pesat hingga sudah menampung ribuan santri yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Meski hanya berawal dari Musholla Bulak Santri yang sempit, namun PPPA Daarul Qur’an memiliki visi dan cita-cita yang besar. Dari awal PPPA Daarul Qur’an berkonsentrasi untuk membangun kesadaran masyarakat dengan menggunakan program-program yang tujuannya membibit dan mencetak para penghafal Al-Qur’an. Hingga akhirnya kesadaran masyarakat semakin meluas dan membuat payung kelembagaan menjadi kuat dan profesional yang dikukuhkan dalam akta notaris.

Tidak hanya membangun gerakan Rumah Tahfidz di dalam negeri saja, namun PPPA Daarul Qur’an juga memperluas program-programnya hingga luar negeri. Sahabat mari kita berdoa semoga kedepannya LAZNAS Sahabat Yatim Indonesia bisa seperti PPPA Daarul Qur’an dalam melebarkan kebaikan-kebaikan terutama dalam program berbasis Tahfidzul Qur’an di Indonesia.

Peduli Korban Bencana Tanah Longsor Deli Serdang, Laznas Sahabat Yatim Indonesia Beri Bantuan Sembako

Peduli Korban Bencana Tanah Longsor Deli Serdang, Laznas Sahabat Yatim Indonesia Beri Bantuan Sembako, pada tanggal 13 November 2021, LAZNAS Sahabat Yatim Indonesia telah melakukan kunjungan ke Deli serdang untuk memberikan sedikit bantuan kepada para korban tanah longsor. Hal ini merupakan bentuk kepedulian LAZNAS Sahabat Yatim Indonesia terhadap bencana alam tanah longsor yang menimpa masyarakat Desa Rumah Kinangkung Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara pada 11 November 2021 lalu.

LAZNAS Sahabat Yatim Indonesia menyalurkan bantuan logistik berupa sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan warga desa. Khususnya untuk para korban tanah longsor yang saat ini harus tinggal di posko penampungan.

Bencana tanah longsor yang terjadi di Deli Serdang tentu menjadi peristiwa yang sangat memilukan sekali, terutama untuk para korban. Oleh sebab itu, LAZNAS Sahabat yatim Indonesia berharap semoga warga Desa Rumah Kinangkung senantiasa tetap sehat serta kedepannya bisa bangkit kembali dan sukses.

Diketahui sebelumnya, bencana tanah longsor telah melanda pemukiman warga di daerah Desa Kinangkung, Kecamatan Sibolangit, Kecamatan Deli Serdang. Bencana tanah longsor tersebut terjadi lantaran dipicu akibat tingginya curah hujan sejak sore hari. Peristiwa yang terjadi pada malam hari sekitar Pukul 23.00 itu mengakibatkan banyak bangunan rusak karena tertimbun longsor. Mulai dari rumah warga, gedung serba guna, masjid, hingga jambur.

Tim SAR pun segera menuju ke lokasi setelah mendapatkan laporan adanya bencana tanah longsor di daerah tersebut. Akibat bencana itu, rumah-rumah warga terutama yang terletak di pinggiran tebing juga rusak parah tertimpa material longsor. Sedangkan jumlah korban jiwa pada bencana ini sebanyak 2 orang, dengan perincian 1 orang selamat dan satu orang lagi masih dalam proses pencarian.Hingga kini, tim SAR yang tergabung dari TNI, Polri, BPBD serta warga sekitar terus melakukan pembersihan material longsor di sekitar lokasi bencana. Beberapa alat berat pun juga sudah diturunkan demi mempercepat proses pencarian korban yang belum ditermukan dan evakuasi material longsor.

Laznas Sahabat Yatim Indonesia Menyelenggarakan Webinar Dengan Tema “Cara Mudah Hitung Zakat Tahunan”

Laznas Sahabat Yatim Indonesia Menyelenggarakan Webinar dengan Tema “Cara Mudah Hitung Zakat Tahunan”

Seperti yang diketahui bahwa perintah berzakat sudah terdapat di dalam Al-Quran pada surah Al-Baqarah ayat 43 yaitu “Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk”.

Kemudian perintah zakat tersebut juga terdapat di bagian ayat lainnya, bahkan diulang hingga 32 kali. Hal tersebut menunjukkan bahwa menyisihkan harta itu sangat penting untuk orang-orang yang memang membutuhkan meskipun hanya sedikit.

Adapun salah satu dari lima kewajiban umat islam yang harus ditunaikan adalah membayar zakat tersebut. Banyak sekali orang yang berbondong-bond di bulan Ramadhan untuk menunaikan kewajibannya tersebut.

Hukumnya Membayar Zakat

Pada bulan ramadhan sendiri, ada dua jenis zakat yang umumnya ditunaikan antara lain zakat fitrah dan zakat mal. Zakat fitrah sendiri wajib dikeluarkan oleh orang islam baik yang tua maupun muda. Sedangkan untuk zakat mal disebut juga dengan zakat harta, dimana sifatnya wajib dikeluarkan bagi mereka yang memang sudah memenuhi syarat untuk wajib berzakat.

Selain itu, ada juga yang dinamakan zakat penghasilan. Zakat ini bias dibayarkan per bulan atau juga boleh tahunan. Begitu banyak jenis zakat yang ada. Hal ini menandakan bahwa Allah sudah memberikan kita begitu banyak peluang untuk beribadah salah satunya menunaikan zakat tersebut.

Dari berbagai penjelasan diatas, Anda pasti sudah tahu bahwa kewajiban membayar zakat sini sudah melekat bagi setiap pemeluk agama islam. Zakat sendiri bias mensucikan diri dari berbagai sifat-sifat yang tercela seperti kikir, rakus, tamak, dan loba.

Oleh karena itu, sebagai umat muslim maka jika Anda mempunyai harta ataupun kekayaan dengan nilai tertentu, maka Anda sudah memiliki kewajiban untuk menunaikan zakat. Zakat ini berbeda dengan sedekah serta infak.

Sedekah dan infak sendiri sifatnya adalah sukarela tanpa paksaan dari siapapun. Sementara zakat sifatnya wajib. Lalu bagaimanakah cara menghitung zakat tersebut dan membayarkannya?

Webinar Cara Mudah Hitung Zakat Tahunan

Sebagai salah satu lembaga amal, maka Laznas Sahabat Yatim Indonesia menyelenggarakan sebuah webinar yang dilaksanakan secara online lewat Zoom Meeting. Webinar ini telah dilaksanakan pada hari Rabu, 3 November 2021 yang dimulai pada pukul 10.00 – 12.00 WIB.

Adapun tema yang berhasil diangkat oleh Laznas Sahabat Yatim Indonesia mengenai “Cara Mudah Hitung Zakat Tahunan”. Untuk memeriahkannya maka Laznas Sahabat Yatim Indonesia menghadirkan pemateri yaitu Bapak Arifin Purwakananta selaku Direktur Utama BAZNAS RI. Kemudian tak lupa didampingi oleh moderator berpengalaman yaitu Kak Dodi Hidayatullah dari Group Adam.

Tujuan dari kegiatan ini yaitu tentunya Laznas Sahabat Yatim Indonesia ingin memberikan pengetahuan lebih kepada karyawan internal dan masyarakat umum terkait pentingnya membayar segala macam bentuk zakat di Lembaga yang sudah berlabel LAZ, selain itu juga diberikan cara mudah menghitung zakat agar para Amilin bisa dengan mudah menghitung seberapa besar zakat yang harus dibayarkan oleh donatur.

Karena sudah diberikan informasi terkait perhitungan zakat dengan mudah, Laznas Sahabat Yatim juga memberikan informasi terkait pembayarannya yang mudah yaitu melalui aplikasi sedekahlagi.com yang bisa di unduh di Playstore atau Appstore serta di fasilitasi kalkulator zakat yang bisa diakses di web sahabat yatim www.sahabatyatim.com.

Dengan berbagai kemudahan diatas tentunya tidak ada lagi alasan untuk tidak membayar zakat. Apalagi setelah mengetahui bahwa hukum membayar zakat itu adalah wajib. Diharapkan dengan adanya webinar ini bias membantu masyarakat yang hendak membayarkan zakat.

Laznas Sahabat Yatim Indonesia Berhasil Raih Penghargaan sebagai Fundraising Program Yatim Terbaik Pada Indonesia Fundraising Award (IFA)

Laznas Sahabat Yatim Indonesia Berhasil Raih Penghargaan sebagai Fundraising Program Yatim Terbaik Pada Indonesia Fundraising Award (IFA)

Institut Fundraising Indonesia (IFI) adalah lembaga training, consulting, dan publishing yang bergerak di bidang fundraising. IFI telah didirikan oleh Arlina F. Saliman dan M. Arifin Purwakananta sejak tahun 2013 lalu. Dimana mereka sangat berpengalaman sekali di dunia fundraising.

Hal tersebut berawal dari gagasan pendiri yang merasa resah akan minimnya kaderisasi sumber daya manusia, khususnya di bidang fundraising. Selain itu didirikannya IFI juga karena masih banyak Lembaga social yang tidak mau berkembang karena strategi fundraising sendiri yang masih kurang tepat.

Indonesia Fundraising Award 2021

Sebagai bentuk apresiasi dari IFI, maka Institut Fundraising Indonesia (IFI) memberikan beberapa penghargaan kepada Lembaga yang sudah berani untuk berkiprah dalam kegiatan sosial kemanusiaan di Indonesia dengan menyelenggarakan Indonesia Fundraising Award 2021.

Harapan IFI adalah dengan adanya penghargaan ini maka diharapkan mampu untuk mendorong berbagai Lembaga sosial kemanusiaan lainnya agar termotivasi melakukan fundraising.

Disebabkan tujuan dari fundraising itu sendiri adalah untuk menciptakan sebuah kemandirian organisasi atau Lembaga tertentu.

IFI juga mengharapkan kegiatan ini bisa mendorong ketertarikan anak mudah untuk terjun ke dunia sosial kemanusiaan sehingga bisa terciptanya kaderisasi sumber daya manusia (SDM).

Tidak hanya itu, penghargaan ini juga akan mendorong berbagai Lembaga sosial untuk mengelola kelembagaannya secara profesional serta transparan. Dengan begitu, maka publik akan percaya pada setiap program yang dikampanyekan lembaga.

Hal tersebut langsung diungkapkan oleh Arline F. Saliman selaku Direktur IF “Berharap lembaga sosial kemanusian bisa terdorong lebih profesional dan transparan dalam mengelola lembaganya dengan ajang tahun kedua ini. Harapan lainnya adalah supaya lembaga sosial lebih termotivasi melakukan fundraising.”

Laznas Sahabat Yatim Indonesia Raih Penghargaan IFA

Adapun kegiatan Indonesia Fundraising Award (IFA) kembali dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 4 November 2021 lalu di Hotel Arosa Bintaro.

Kegiatan ini dimeriahkan oleh Direktur Indonesia Fundraising serta dihadiri oleh berbagai Lembaga sosial kemanusiaan yang ada di Indonesia.

Acara pun berlangsung sangat sukses dan lancar. Semua Lembaga merasa sangat bersyukur dengan keberadaan IFA ini karena bisa menjadi pemicu semangat mereka untuk terus mengembangkan lembaganya masing-masing.

Laznas Sahabat Yatim Indonesia berhasil memenangkan nominasi sebagai “Fundraising Program Yatim Terbaik”. Laznas sangat bersyukur sekali bisa menjadi salah satu Lembaga sosial yang mendapatkan apresiasi langsung dari Institut Fundraising Indonesia (IFI).

Hal tersebut diungkapkan oleh CEO Laznas Sahabat Yatim Indonesia, Bobby Satria, “Ini juga merupakan tantangan untuk Sahabat Yatim dan tentunya untuk kita semua sebagai pekerja di dunia zakat dan fundraiser untuk terus bergerak dan memberi manfaat untuk masyarakat Indonesia khususnya anak yatim”

Serah Terima Penyaluran 1443 Mushaf Al-Qur’an dari Laznas Sahabat Yatim Indonesia Kepada JNE

Serah Terima Penyaluran 1443 Mushaf Al-Qur’an dari Laznas Sahabat Yatim Indonesia Kepada JNE

Pandemi yang kini masih melanda Indonesia memang menjadi cobaan berat bagi kita semua. Apalagi berbagai kegiatan menjadi terhambat, termasuk seperti proses belajar mengajar. Ratusan hingga ribuan masyarakat Indonesia telah menjadi korban dari penularan virus Covid-19.

Sehingga hal ini juga berdampak langsung terhadap munculnya yatim-yatim baru yang jumlahnya bahkan mencapai ribuan. Terkait hal ini maka Laznas Sahabat Yatim Indonesia pun juga ikut turun tangan.

Rasa peduli Laznas Sahabat Yatim Indonesia diwujudkan dalam bentuk pengadaan mushaf Al-Qur’an bagi para hafidz dan hafidzah yang tersebar di seluruh penjuru.

Tentunya Laznas Sahabat Yatim Indonesia telah melakukan pendataan sebelumnya siapa sajakah yang berhak menerima Al-Qur’an ini. Memang semuanya memiliki hak yang sama, namun dilihat lagi siapa yang kira-kira lebih membutuhkan.

Hal ini mengingat kondisi pandemi yang masih berlangsung, sehingga ada diantara mereka yang alqurannya mungkin tidak mumpuni lagi.

Kemudian jika ingin membaca Al-Qur’an di masjid, tidak semua masjid memiliki persediaan Al-Qur’an yang cukup. Tak hanya di masjid saja, bahkan pesantren juga ada yang kebutuhannya akan Alquran masih perlu kita cukupi.

Meskipun, Laznas Sahabat Yatim Indonesia memiliki fokus pada pembinaan serta pemberdayaan yatim. Namun tidak hanya terfokus pada anak yatim saja, tetapi juga pada hafidz serta hafidzah di seluruh pelosok negeri.

Oleh karena itulah, pada hari Kamis tepatnya tanggal 28 Oktober 2021 lalu Laznas Sahabat Yatim Indonesia memutuskan untuk melakukan pengiriman sebanyak 1443 mushaf Al-Qur’an ke seluruh pelosok negeri di Indonesia.

Dilakukannya pendistribusian Al-Qur’an karena mengingat pada beberapa pelosok negeri ada masjid dan pesantren yang bahkan tidak memiliki Al-Qur’an yang layak lagi. Selain itu, pengadaan mushaf Al-Qur’an tentunya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia akan Al-Qur’an.

Tentu saja untuk menyukseskan pengiriman ini, Laznas Sahabat Yatim telah melakukan kerja sama bersama salah satu kurir yaitu JNE Express untuk mempermudah penyalurannya. Kolaborasi terjalin dengan sangat baik bahkan pihak kurir JNE juga sangat bersemangat menerima kabar gembira ini.

Kemudian diharapkan kegiatan ini bisa membantu para Hafidz dan hafidzah di pelosok negeri dengan memberikan Al-qur’an secara gratis. Sehingga diharapkan dengan adanya penyaluran Alquran ini membuat mereka lebih bersemangat lagi dalam menghafal dan mempelajari Al Quran.

Disebabkan adanya keterbatasan untuk bisa berkunjung ke seluruh pelosok negeri, maka penyaluran ke tempat-tempat pelosok akan dibantu oleh para relawan SSY (Saya Sahabat Yatim) agar para penerima manfaat bisa langsung menggunakan Al-qur’an tersebut.

Kemudiaan saat Al-Qur’an telah diterima para hafidz dan hafidzah, mereka begitu antusias sekali dan langsung bersemangat. Kebahagiaan ini bisa langsung dilihat dari aura yang dipancarkannya.

Laznas Sahabat Yatim mengucapkan banyak terimakasih atas kesediaan JNE Express dan relawan SSY dalam membantu menyalurkan mushaf Al-Qur’an ini. Sehingga kegiatannya bisa berlangsung dengan lancar dan tujuan pun tercapai dengan sangat baik.

Kemudian yang paling utama sekali untuk para donatur yang telah berkontribusi dalam mewujudkan pengadaan mushaf Al-Qur’an ini. Insya Allah setiap kata dan juga lantunan ayat suci yang dibaca oleh para hafidz dan hafidzah pahalanya akan mengalir kepada kita semua.

Meskipun Anda hanya menyumbang beberapa persen saja, namun hal kecil tersebut akan terlihat sangat besar bagi orang yang membutuhkannya, sama halnya dengan kegiatan ini. Semoga di mana pun kita berada, kebaikan selalu mengiringi kita semu

Perayaan  Hari Santri Nasional dan Penyaluran Bantuan Alat Salat Untuk Santri Tahfidz

Perayaan  Hari Santri Nasional dan Penyaluran Bantuan Alat Salat Untuk Santri Tahfidz

Setiap tanggal 22 Oktober kini diperingati sebagai Hari Santri Nasional. Keputusan ini dikeluarkan pada tahun 2015 lalu melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015. Penetapan Hari Santri ini merupakan bentuk apresiasi untuk perjuangan serta dedikasi semua para santri yang telah berjuang melawan Belanda dalam Agresi Militer II.

Tidak hanya itu, peringatan Hari Santri Nasional juga merupakan bentuk penghargaan atas dideklarasikannya Resolusi Jihad oleh Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari yang sudah mewajibkan seluruh umat islam untuk semangat dalam melawan penjajah.

Semangat perjuangan tersebut tentunya akan selalu ada dan memang harus ditanamkan hingga ke anak cucu nantinya. Sebab fitrahnya kita sebagai manusia yaitu merdeka dari para penjajah.

Maka dari itu, pada tanggal 23 Oktober 2021 lalu Laznas Sahabat Yatim Indonesia melaksanakan peringatan Hari Santri Nasional untuk pertama kalinya di Pesantren Tahfidz Kp. Parung Panjang atas Jl. Raya Karekel Rt 1 Rw 8 Leuwiliang Kab. Bogor Jawa Barat.

Tujuan diadakannya acara ini untuk memberikan semangat lebih terutama untuk  santri para penghafal qur’an agar semakin giat belajar dan menghafal qur’an, karena tidak sedikit santri yang memiliki fasilitas yang minim dari segi pakaian atau perlengkapan salatnya.

Kegiatan ini tentunya dimeriahkan dengan adanya kedatangan Ustadz Hilman Fauzi sebagai penceramah. Kemudian tidak lupa juga Laznas Sahabat Yatim Indonesia mengundang stakeholder setempat seperti kepala desa, Kepala camat, perwakilan dari MUI dan banyak lainnya.

Pada kegiatan ini, Laznas Sahabat Yatim Indonesia memiliki dua agenda penting yaitu perayaan Hari Santri nasional dan penyaluran bantuan seperangkat alat sholat.

Pada saat kegiatan perayaan Hari Santri Nasional, Ustadz menyampaikan beberapa hal yang berhubungan dengan peringatan Hari Santri Nasional itu sendiri.

Tentunya sebagai generasi masa depan, meskipun kini sedang berada di tengah pandemic para santri harus tetap bangkit, baik itu bangkit dari ekonomi, berkarya, berdaya, dan terus tumbuh untuk menebarkan kebaikan dimanapun.

Saat pelaksanaan kegiatan ini, acara berlangsung dengan lancar dan sangat sukses. Semua santri pun sangat senang dengan kedatangan Laznas Sahabat Yatim Indonesia serta Ustadz dalam memberikan tausiahnya kepada para santri.

Kemudian di akhir acara, maka dilaksanakan agenda selanjutnya yaitu penyaluran bantuan seperangkat alat salat yang dilakukan secara simbolis kepada santriwan dan santriwati sebanyak 50 pcs.

Para santri juga sangat antusias sekali ketika mereka menerima bantuan seperangkat alat sholat. Kebahagian langsung tampak dan terpancar dari wajah masing-masing santri ini.

Sementara sisa dari bantuan ini akan disalurkan secara berkala pada beberapa titik, tepatnya yaitu ke seluruh pesantren di pelosok indonesia di antaranya Balikpapan, Jawa tengah, Jawa timur, Sulawesi, Sumatera dan lainnya.

Pandemi yang tak kunjung berakhir memang akan menjadi hambatan yang tentunya akan turut mempengaruhi kehidupan Pesantren, terutama bagi para santri.

Tidak hanya kebutuhan khusus untuk isoman ketika terpapar Covid-19 saja, kebutuhan lainnya seperti logistik, perlengkapan mengaji, serta kebutuhan santri lainnya harus tetap dipenuhi agar tidak menurunkan produktivitas mereka. Oleh karena itulah, penyaluran bantuan ini dilakukan Laznas Sahabat Yatim Indonesia.

Adapun harapan dari Laznas Sahabat Yatim Indonesia yaitu dengan adanya perayaan Hari Santri Nasional ini semoga bisa mengembalikan semangat para santri untuk terus berjuang sebagai penghafal Alquran.

Harapan lain juga dikemukakan bahwa dengan adanya bantuan tersebut, dapat meringankan beban finansial bagi pihak Pesantren. Sehingga Pesantren pun mampu menyediakan berbagai fasilitas yang layak untuk semua para santri

Hadiahkan Alat Sholat Baru, Mukena untuk Janda Lansia

Hadiahkan Alat Sholat Baru, Mukena untuk Janda Lansia

Apakah Anda pernah beribadah menggunakan alat sholat yang tidak layak pakai lagi? Tentunya peristiwa seperti ini tidak akan dialami oleh semua orang. Namun mukena untuk janda lansia yang satu ini perlu kita sokong kebutuhannya. Sebab sudah seharusnya mukena yang dikenakan ini lebih bagus.

Janda lansia yang dimaksud adalah Nenek Umi. Dia menggunakan mukena yang sebenarnya sudah harus diganti dengan baru. Namun, karena penghasilannya masih jauh dari kita cukup membuatnya untuk mengurungkan niat membeli mukena tersebut.

Sulitkan Kehidupan Janda Lansia Ini

Untuk keperluan sehari-hari saja ia belum bisa menyanggupinya, apalagi untuk membeli mukena yang harganya tidak murah. Nenek Umi harus menabung dulu untuk waktu yang cukup lama agar bisa memilikinya.

Umat muslim pastinya akan selalu merasa semangat dan bahagia saat ingin bertemu sang pencipta di setiap sujudnya. Hal ini jugalah yang dirasakan oleh Nenek Umi. Tak pernah sedikitpun ia mengeluh dengan keadaan yang harus diterimanya sekarang.

Selain sulitnya ekonomi yang dirasakan lansia dhuafa ini, kondisi tubuhnya juga kurang baik. Sebab kakinya sedang sakit dan terluka akibat jatuh di kamar mandi. Selain itu tangannya juga keseleo hingga bengkok.

Akan tetapi, dia selalu berusaha kuat dan tegar dengan cobaan yang diberikan. Meskipun harus tertatih-tatih saat menahan sakit. Bahkan tidak pernah sekalipun terbesit untuk mengurungkan niatnya dalam menunaikan solat 5 waktu.

Bagaimanakah Keseharian Nenek Umi?

Sangat disayangkan sekali karena saat ini Nenek Umi hanya tinggal sendiri di rumahnya. Sementara suaminya juga telah meninggal dunia dan anak-anaknya pun sudah berkeluarga. Bayangkan saja kepada siapa lagi ia akan mengadu? Sebab hidupnya yang kini hanya sebatang kara.

Kondisinya yang sangat memprihatinkan ini membuatnya harus berjuang sendiri untuk bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Meskipun demikian, ia masih tetap selalu bersyukur karena Allah masih memberikanku kesempatan untuk beribadah.

Tenaga memang sudah tidak kuat lagi namun bukan berarti ia tidak bisa menyempurnakannya sholatnya dengan baik. Itulah prinsip yang selalu dipegang oleh Nenek Umi. Ia sama sekali tidak mau terus berlarut-larut

Kegiatan sehari-hari Nenek Umi hanya jalan-jalan kecil saja. Di sela-sela waktu ia juga sering

menyempatkan dirinya untuk memasak jika masih sanggup. Sehingga penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan saja dan itu pun sebenarnya juga belum cukup.

Mukena untuk janda lansia tidak hanya diperlukan Nenek Umi saja. Akan tetapi, masih banyak lansia dan masjid di berbagai pelosok Indonesia yang belum memiliki alat sholat yang layak. Sebab mayoritas pekerjaan mereka hanya bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari saja.

Bagi Anda mungkin untuk memiliki alat sholat yang bagus bukanlah sesuatu yang sulit dan Anda bisa dengan mudah mendapatkannya. Namun lain halnya bagi orang-orang yang sudah lansia tersebut.

Marilah Berdonasi, Ringankan Beban Janda Lansia

Maka dari itu, untuk meringankan beban mereka agar bisa mendapatkan alat sholat yang layak. Maka Anda bisa berdonasi lewat campaign kitabisa.com. Nanti Anda bisa gunakan berbagai metode pembayaran untuk mulai berdonasi dan juga telah ada petunjuknya disana. Donasi ini akan terus dibuka sampai bisa mencukupi nominal yang tertera di campaign.

Marilah kita sama-sama menyisihkan sebagian rezeki untuk memberikan bantuan mukena untuk janda lansia ini. Agar bisa mendapatkan mukena yang layak serta mencukupi kebutuhan lainnya. Kadang hal tersebut memang hanya terlihat sedikit bagi kita, namun sebenarnya itu adalah sesuatu yang besar bagi mereka.

Ketika Memiliki Mukena Baru Tak Lagi Mudah

“Kami hidup bersama keluarga yang sangat sederhana, tapi kami bersyukur memiliki ayah dan ibu yang baik dan perhatian,” ujar Siti dengan senyuman lembut menghiasi wajahnya. Tiada tampak kegusaran dalam dirinya. Menghadapi sejurus tanda kematian dari benda-benda yang seharusnya menopang kesehariannya.

Siti sendiri adalah seorang santriwati berumur 12 tahun yang kini tengah menempuh pendidikan formalnya di Pesantren Darussalam. Bersama sang adik bernama Mira (11 tahun), keduanya terpaksa menghadapi kerasnya kehidupan, untuk beribadah sekalipun.

“Setiap hari kami sholat dzuhur secara bergantian, karena keluarga kami hanya memiliki satu buah mukena, itu pun kondisinya sudah sangat lusuh,” ungkap Mira melanjutkan perbincangan ungu padat ini.

Andai Anda tahu apa alasan sesungguhnya, latar belakang kehidupan Siti dan Mira lah yang menjadi jawabannya. Benar saja. Siti berkata, “Kondisi bangunan rumah kami masih memakai bilik. Bapak dan ibu kami, ya, seorang petani. Pendapatan tidak lebih dari Rp 1 juta per bulan, jadi setiap hari kami makan ubi bakar. Makanya kami tak mampu membeli mukena baru seperti teman-teman yang lain.”

Tak mau berlarut-larut dalam kenestapaan, Siti dan Mira menerima kondisi mereka dengan lapang dada. Ketika sedang shalat, misalnya, mereka tak malu menggunakan mukena lusuh milik bersama itu. Bagi Siti dan Mira, mengenakan mukena lusuh itu merupakan bentuk bakti terbaik terhadap orang tua yang telah berjuang keras menafkahi mereka.. 

“Kami tetap menjaga mukena berharga ini, membawanya dalam setiap sujud sholat dan doa. Semoga Allah selalu melindungi orang tua kami dan memberi rezeki berlimpah kepada keluarga kami. Dan kami pun bisa membeli mukena baru dan shalat berjamaah sekeluarga,” pungkas Mira.

Selain Siti dan Mira, masih ada ribuan santri yatim dhuafa lainnya yang mengenakan mukena, sarung, atau baju koko dalam kondisi layak pakai. Entah karena faktor ekonomi keluarga, kondisi pesantren, atau penyebab-penyebab lainnya. Yang pasti mereka sangat membutuhkan uluran tangan kita. Agar bisa sholat berjamaah secara khusyuk disertai rasa nyaman.

Untuk membantu peribadatan ribuan santri yatim dhuafa tersebut, Anda bisa ikut berdonasi di laman Kitabisa.com. Donasi akan terus dibuka selama informasi ini dikandung kepala Anda.