Hotel Bergaya Klasik Di Jawa Barat

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Hotel Bergaya Klasik Di Jawa Barat

Hotel Bergaya Klasik Di Jawa BaratĀ Hotel bersejarah tak mesti terkesan megah mewah, bahkanĀ lebih tercitra bersahaja, homey,Ā meriyatu akrab dengan lingkungan sekitar, tetapi tetap memancarkan garisĀ kuat. Kiat mempertahankan detail danĀ pernik arsitektur interior penanda zaman yangberpadu serasi dengan pengadaan layanan kebutuhan tamu masa kiniĀ adalah seni. Tamu tetaplah sang raja.

Hotel Bergaya Klasik Di Jawa Barat
Hotel Bergaya Klasik Di Jawa Barat

BANDUNG JAWA BARAT
Grand Hotel Preanger Hal pertama dariĀ hotel yang sejak 1987 dikelola Aerowisata Hotels, Garuda Indonesia Group,Ā ini yang segera menarik perhatian adalah tetangganya, kantor Dinas PekerjagnĀ Umum Provinsi JawaBarat. Di mukarfuaĀ ada Tugu Kilometer Bandung “0.00”‘Ā (KM. BD O.O0) didampingi mesin gilasĀ perata dan pengeras jalan yang masihĀ berbahan bakar kayu. Grand Hotel Preanger bermula dari herbeg (Pesanggrahan, penginapan) yang berdiri pada 1825Ā di titik awal 1.000 km Groote Postweg,Ā Jalan Raya Pos Anyer-Panarukan (1809)Ā yang diperintah Gubernur JenderalĀ Herman Willem Daendels. CPE Loheyde, mantan anak buah Daendels, laluĀ mendirikan toko wine dan Hotel ThiemĀ (1856) di muka herbeg yang melayaniĀ Priangan Planters (pemilik perkebunan di Priangan) itu.

Sayang, toko iiu bangkrut karena terlalu sering diutangi danĀ kepemilikan pun beralih ke WHC vanĀ Deeterkom (L897) yang memadukan bangunan jadi bergaya Indische Empire StijlĀ bersentuhan Greek RevivaL TerciptalahĀ Hotel Preanger.Ā Pemugaran pada 1919 -1929 diserahkanĀ pada biro arsitek CP Wolff Schoemaker

yang lalu mempercayakan sang muridĀ Ir Soekarno merancang paviliun HotelĀ Preanger dengan facade yang perwajahan terilhami ragam hias Inca-Maya diĀ Hotel Imperial Tokyo karya Frank Lloyd wright. Karya Mrright itu menekankanĀ fungsi, paduan tepat skala dan proporsi.Ā Grand Hotel Preanger menjadi satuĀ dari delapan gedung landmark BandungĀ berdasarkan undang-undang bendaĀ cagar budaya. Penambahan menaraĀ sembilan lantai hingga seluruhnya menampung 187 kamar memperta-hankanĀ Executive Rooms di sayap Asia AfrikaĀ dan Naripan dengan bangunan dan pernik interior asli seperti daun pintu danĀ pegangan pintu.

Area telepon umumĀ dekat ruang-ruang pertemuan denganĀ tegel, keramik dinding, kaca patri mirip museum Bank Indonesia dan MuseumĀ Bank Mandiri di Jakarta Kota Toea.Ā Di akhir abad ke-19, hotel ini menjualĀ paket wisata 50 sen untuk melancongĀ 3 km dengan andong ke PemandianĀ Cihampelas (Zweembad) yang sayangnya pada awal 2010 diruntuhkan untuk apartemen, menikmati koffie-melk (kopi susu) di Dago Theehuis, dan main sampan di Situ Aksa, Bandung Barat. Hotel iniĀ dulu masyhur dengan Rijsttafel (nasi komplit) dengan 25 macam lauk dan sayur. Kini, tersohor dengan sajian tiramisu kukus.

BANDUNG JAWA BARAT

Savoy Homann Bidakara Hotel Dikelola: Bidakara Hotel sejak 2000, hotel iniĀ dirintis sejak 1871 sebagai homestay dari bangunan bambu yang kemudian dimbangkan jadi gaya Romantic Neogothic oleh A Homann yang pindah dari jerman pada 1870. Pada 1937-1939, hotel ini. dirancang ulang oleh AF Aalbers menjedi berwajah sekarang, Art Deco paduanĀ ragam gaya Eropa masa lampau,Ā maya, Aztec, China, Modern berbentuk Geomoetris kuat dan sederhana. Hotel .ini diinapi pemimpin negara peserta Konferensi Asia Afrika I/1955. PeralatanĀ rakan yang digunakan saat konferensi yang diselenggarakan di gedung seberang hotel itu masih dapat disaksikan.Hotel Bergaya Klasik Di Jawa Barat

Peda 2008 ada penambahan 4 menaraĀ berbentuk kotak berga5ra minimalis Ā depan 3 lantai, belakang 4 lantai, denganĀ lorong menyambung pada iantai 1 dan 2 hingga kini menampung 185 kamar.Ā di sayap 1-3 yang menghadap Jalan AsiaĀ  Afrika, setiap lorongnya dihiasi lukisanĀ dan foto Bandoeng Tempo Doeloe dengan mebel kayuĀ jati kuno.

Meski menekankan sebagai hotel untuk fejalan bisnis, hotel yang pernah dinapi Charlie Chaplin ini tiap Mei-JuniĀ menggelar paket liburan sekolah, antaraĀ lain dengan kunjungan ke Saung Angklung Udjo dan tiap Minggu ada andongĀ mengelilingi Jalan Asia Afrika yang bersejarah. Beberapa tahun berselang, cucuĀ A Homann datang berkunjung sembariĀ membawa dokumentasi video pembangunan hotel. Sampai kini, selalu adaĀ tamu yang berkunjung untuk bernostalgia. Kenangan indah tak pernah mati.

BOGOR JAWA BARAT
Hotel Salik the Heritage Berawal dariĀ Bellerue-Dibbets Hotel yang.dibangunĀ pada 1856 sebagai hotel yapg khususĀ ditujukan bagi kalangan istAha dan dimiliki keluarga Belanda yang berkerabatĀ dengan Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Selama Pendudukan Jepang, hotel berkamar 54 ini difungsikan sebagaiĀ markas Kempetai, polisi militer Jepang:Ā Di masa Kemerdekaan RI, 1948, ditabalkanlahĀ nama baru bagi hotel ini denganĀ mengambil tempatnya berdiri, kaki Gunung Salak, menjadi Hotel Salak.

Sejak 1991, Hotel Salak didorong menjadi hotel berbintang pendukung wisataĀ khusus, ditunjang letak strategis di seberang Kebun Raya Bogor dan IstanaĀ Bogor dengan bangunan Kolonial bersejarah. Ketika krisis moneter melandaĀ Indonesia, 1998 – 2o00, Hotel Salak justru memugar menjadi Hotel Salak TheĀ Heritage tanpa mengubah arsitektur asliĀ di bangunan depan, kini menampungĀ 120 kamar.

Secara berkala, hotel ini menawarkanĀ paketwisata seputar Bogor, baik ke tempat yang sudah tersohor macam ke Kebun Raya Bogor, maupun wisata industriĀ rumahan seperti ke Kampung SepatuĀ Ciomas, dan wisata sejarah ke PrasastiĀ Batu Tulis. Hotel ini juga menggelarĀ pameran budaya dan festival hidanganĀ khas Bogor, terutama di musim liburanĀ sekolah, Juni-Juli.

 

ayooo ke bandung melihat hotel hotel bagus”Hotel Bergaya Klasik Di Jawa Barat”….!!!!

Related Posts

Leave a Comment

Tangan di Atas Lebih Baik daripada Tangan di Bawah

Perjalanan hidup akan lebih indah dan bermakna ketika kita mampu berbagi. Jadikan kebiasaan berbagi untuk bantu sesama. Yuk sedekah sekarang, biar berkah!