Inilah Jadwal pemberian asi yang tepat untuk bayi Anda

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Jadwal pemberian asi yang tepat – Seorang ibu yang baru pertama kali melahirkan sering mempertanyakan bagaimana mengatur penjadwalan makan bagi bayi. Sebenarnya, Anda tidak perlu susah-susah mengatur suatu jadwal yang perlu dipegang pada bulan-bulan pertama. Karena, pada usia ini belum ada manfaatnya menerapkan disiplin pada si kecil. Kelak, jika ia sudah berusia di atas tiga buIan, biasanya ia sudah mempunyai jadwal sehari yang teratur.

Yang perlu Anda ingat, menyusui setiap kali diinginkan bayi berarti memenuhi kebutuhan tumbuh kembang bayi sepenuhnya. Selain itu, menyusun tanpa jadwal pada minggu minggu pertama akan mencegah terjadinya pembengkakan payudara sang ibu.

Pada akhir bulan pertama setelah kehamilan, bila bayi berkembang dengan baik den pesat. ia dengan sendirinya akan minta disusui antara 31/2 – 4 jam sekali, atau kurang lebih 6 kali sehari. Namun, bayi yang lebih kecil biasanya lebih tenang jika disusui lebih sering tiap tiga jam sekali atau kira-kira 7-8 kali sehari.

Dari penjelasan diatas dapat dilihat bahwa frekuensi menyusui bertambah pada hari-hari pertama, kemudian menurun dan akan berkurang lagi sampai minimal enam kali sehari. Sama seperti pada bulan pertama, pada bulan kedua bayi pun hanya minum ASI. Hanya saja kini jarak waktu minumnya lebih panjang minimal tiga jam atau bahkan lebih.

Pada akhir bulan kedua. kebanyakan bayi cukup menyusu 6-8 kali, karena pada malam hari sebagian bayi tidak perlu disusui lagi. Bila si kecil terbangun lalu menangis tengah malam dan tidak bisa ditenangkan, cobalah untuk menyusuinya, karena kemungkinan ia lapar.Kembali bekerja setelah habis cuti melahirkan hendaknya tidak menghalangi kegiatan Anda menyusui bayi. Susuilah bayi pada pagi hari sebelum berangkat ke kantor, dan pada sore hari setelah kembali ke rumah.

 Jadwal pemberian asi yang tepat

Selama di kantor keluarkan ASI setiap 2 atau 3 jam atau setiap saat pavudara terasa penuh. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan pompa atau tangan. Masukkan ASI kedalam botol atau wadah steril khusus untuk menyimpan ASI. Saat ini. di pasaran tersedia wadah steril dengan lapisan khusus yang tidak merusak komponen dasar ASI.

Bila diletakkan dan clisimpan di tempat yang baik (suhu kamar). kualitas ASl dapat bertahan dengan baik dan tidak berubah selama 6-8 jam. Karena itu, bila keadaan di kantor memungkinkan, simpanlah ASI yang sebelumnya sudah dimasukkan dalam wadah khusus tadi. ke dalam freezer atau lemari pembeku. Di sini ASI bisa bertahan selama 2-3 bulan. Seandainya tidak bisa di freezer, ASI bisa climasukkan dalam lemari es. Di lemari es ASl bisa bertahan selama 48 jam. Bila ASI tidak dimasukkan dalam wadah khusus, atau hanya di dalam botol susu biasa (namun tetap dalam kondisi steril), di dalam lemari pendingin ASI bisa bertahan 24 jam.

Apabila ASI dimasukkan ke dalam lemari pendingin, sebelum diberikan pada bayi di rumah, hangatkan dulu. Ambil ASI secukupnya. Misalnva, dari 240 ml ASl yang tersedia cukup ciihangatkan sebanyak 120 ml dengan cara merendam wadah penyimpan ASI dalam panci berisi air hangat (suhu tidak lebih dari 60 derajat C) dengan waktu paling lama 30 menit. Jangan merebus atau mendiclihkan ASI karena dapat merusak zat gizi misalnya protein, yang terkandung didalamnya.

Majalah Ayahbunda

Related Posts

Leave a Comment

Tangan di Atas Lebih Baik daripada Tangan di Bawah

Perjalanan hidup akan lebih indah dan bermakna ketika kita mampu berbagi. Jadikan kebiasaan berbagi untuk bantu sesama. Yuk sedekah sekarang, biar berkah!