Jangan Menghardik Anak Yatim, Ini Alasannya

Menghardik-Anak-Yatim-Disebut-Pendusta-Agama-Benarkah-1

Jangan Menghardik Anak Yatim, Ini Alasannya, Secara umum, anak yatim adalah anak yang ditinggalkan oleh orang tuanya (meninggal). Menurut pandnagan Islam, anak yatim memiliki keistimewaan tersendiri. Begitu mulianya mereka sehingga umat Muslim dianjurkan untuk dapat berperan aktif menyantuni kehidupan para yatim. Bukan tanpa alasan, orang orang yang mencintai anak yatim, akan memperoleh pahala yang setimpal.

Allah melarang umat muslim untuk menghardik anak yatim yang disampaikan melalui QS. Ad-Duha Ayat 9

فَاَمَّا الۡيَتِيۡمَ فَلَا تَقۡهَرۡؕ

Fa am mal yatiima fala taqhar

“Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang”.

Dalam ayat tersebut, sudah sangat jelas bahwa tindakan menghardik atau menyakiti anak yatim merupakan tindakan yang dilarang oleh Alla SWT dan sesuatu yang dilarang jika tetap diperbuat, akan menimbulkan dosa yang akan ditebus di kehidupan akhirat.

Doa anak yatim adalah doa yang pasti didengar oleh Allah SWT, baik itu doa kebaikan maupun doa keburukan yang diakibatkan oleh hati yang terluka. Allah menganjurkan kita untuk menyayangi anak yatim disampaikan melalui 

وَاِذَا حَضَرَ الۡقِسۡمَةَ اُولُوا الۡقُرۡبٰى وَالۡيَتٰمٰى وَالۡمَسٰكِيۡنُ فَارۡزُقُوۡهُمۡ مِّنۡهُ وَقُوۡلُوۡا لَهُمۡ قَوۡلًا مَّعۡرُوۡفًا

“Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir beberapa kerabat, anak-anak yatim dan orang-orang miskin, maka berilah mereka dari harta itu (sekedarnya) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.”

Keutamaan Menyayangi Anak Yatim

Menyayangi anak yatim mungkin tidak akan memberikan dampak yang jelas di dunia, namun di sisi Allah, menyayangi anak yatim memiliki banyak keutamaan, seperti apa yang disebutkan  Rasulullah SAW dalam haditsnya.  

Sangat Dekat dengan Rasulullah di Surga Kelak

Di surga kelak, kedekatan Rasulullah dengan seorang hambanya yang menyayangi anak yatim diibaratkan dengan 2 jari, yaitu jari telunjuk dan jari tengah, dalam arti cukup dekat di antara keduanya. Dari Sahl bin Saad r.a. dari Nabi SAW, beliau mengatakan, “Aku dan orang yang mencukupi kehidupan (memberi nafkah hidup) anak yatim (akan) berada di surga seperti ini.”  Sahl berkata, Rasulullah memberi isyarat dengan jari yang menunjukkan jari telunjuk dan jari tengahnya.  (H.R. Bukhari)

Mendapat Berkah Rumah Baik dari Allah SWT

Dijelaskan oleh Rasulullah bahwa rumah orang Islam yang baik adalah yang di dalamnya terdapat yatim. Tentunya anak yatim tersebut harus diperlakukan baik oleh penghuninya. “Sebaik-baik rumah kaum Muslimin ialah rumah yang terdapat di dalamnya anak yatim yang diperlakukan (diasuh) dengan baik, dan seburuk-buruk rumah kaum Muslimin ialah rumah yang di dalamnya terdapat anak yatim tetapi anak itu diperlakukan dengan buruk.’’ (HR Ibnu Majah)

Tidak Mendapat Siksaan di Hari Kiamat

Allah membebaskan siksaan bagi hamba-Nya yang menyayangi anak yatim. Rasulullah SAW bersabda: “Demi Yang Mengutusku dengan hak, Allah tidak akan menyiksa pada hari kiamat nanti orang yang menyayangi anak yatim, lemah lembut pembicaraan dengannya, menyayangi keyatiman dan kelemahannya.” (HR. Thabrani dari Abu Hurairah). (Imam Ath-Thabrani, Al-Mu’jam Al-Ausath, VIII/346. Hadis no. 8828).

Meskipun secara tidak langsung kita tidak dapat menyayangi dan memelihara anak yatim, setidaknya kita dapat membantu meringankan beban mereka dengan menyisihkan sebagian pendapatan untuk bersedekah. Seberapapun jumlah dan nilai yang saudara sedekahkan, pastinya akan sangat membantu mereka yang membutuhkannya.

Bagi saudara yang ingin bersedekah namun tidak punya waktu untuk menyalurkannya, silakan amankah kepada sahabat yatim indonesia yang dengan sukarela membantu saudara yang ingin meringankan beban anak anak yatim di indonesia.

Warehousing & Storage
Services

Careful storage of your goods

View details

Custom Transport
Solutions

Complex logistic solutions for your business

View details