mitos dan fakta tentang asi

kapan bayi mulai memahami sebab akibat

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

kapan bayi mulai memahami sebab akibat

kapan bayi mulai memahami sebab akibat – Menurut piaget, pada tahap perkembangan sensomotorik ini bayi mulai menemukan dua hal pada dirinya, yaitu:ia bisa menyebabkan sesuatu teryadi dan kejadian itu bisa mengenai dirinya. Kesadaran akan dirinya sebagai penyebab dan penanggung akibat membawanya pada sebuah pendekatan baru dalam menjalani hidupnya. Bayi tahu bawa ada sesuatu di luar pengelihatan dan pendengarannya. ia merasa tidak biasa dengan kehadiran orang Lain atau lingkungan yang belum dikenalnya. ini menjadi tanda bahwa ia mengalami peningkatan dalam hal kemampuan berpikir dan mengalami pertumbuhan kesadaran bahwa ada kemungkinan, entah baik atau buruk, yang bisa teryadi. Pada tahap sebelumnya, bayi menemukan akibat pada lingkungan dan mengulangi akibat-akibat itu tanpa tahu akibatnya lebih lanjut Di tahap sensomotorik ini, bayi dapat merumuskan tujuan dan kemudian melakukan sesuatu yang berarti untuk mencapai tujuan itu. ia belajar membedakan tindakan yang bermakna dari tindakan yang menghasilkan sesuatu.

Ia mulai mengkaitkan antara sebab dan akjbat. Di usia 6 – 9 bulan, ketika Anda menyalakan lampu karena ia mencakari tepian tempat tidur, misalnya, ia menyimpulkan bahwa nyala lampu terjadi karena ia mencakari tepi tempat tidurnya. Tetapi kalau ia melihat bahwa Anda menekan tombol untuk menyalakan lampu, ia dapat menyimpulkan secara lebih ilmiah, bahwa tombol itulah penyebabnya. Di samping itu, ketika kemampuan perseptualnya mencapai tingkat kematangan di usia 4 – 6 bulan, semakin banyak hal yang dilihat mendorong ia ingin tahu dan lebih responsif pada apa yang ditemukannya. Rasa ingin tahunya ini mendorongnya untuk bereksplorasi. Bila Anda perhatikan, di sekitar usia 6 atau 7 bulan, dia bisa duduk tenang mengamatr apa yang dia temukan. Sedangkan di sekitar usia 8 -12 bulan, perkembangan kognitif yang paling utama adalah tingkah lakunya yang semakin bertujuan. Kalau dia merangkak, dia memiliki tujuan untuk, misalnya, mengambil mainan di lantai atau menuju ke pelukan ayah.

INGIN TAHU

Rasa ingin tahu bayi usia 6 – 9 bulan sangat besar. Berbeda dengan anak kucing atau anak anjing, bayi manusia punya insting yang bisa diandalkan. Dari insting ini ada dua hal penting: pertama, dengan sedikit pengetahuan berdasarkan nsting, bayi manusia dit;ntun untu., belaja’ pengetahuan. Bayi pada usia in betul-betul menggunakan waktunya untuk bekerja keras: mencari taHu, menguji, meniru dan menyimpan pengetahuan-pengetahuan intelektualnya. Kedua, ketika ia melakukan semua itu, ia hampir tanpa kesadaran insting bahwa apa yang ia lakukan bisa menyebabkan kerugian bagi dirinya sendiri atau sekelilingnya. Ia juga bisa menyusun pemahaman adanya hubungan pada setiap benda. Anda bisa melihatnya
memukul-mukul tutup gelas atau meletakkan cangkir plastik di atas cawan. Gerakan tangannya yang asimetris dimulai sejak ia mengangkat benda di
satu tangan dan membantingnya dengan tangan lain. la juga sudah sangat paham bahwa orang-orang dan benda-benda berada di tempat yang berbeda meskipun a tidak melihatnya. la mulai paham bahwa ketika Anda meninggalkan ruangan atau rumah, Anda tidak hilang selamanya. Kesadaran akan hal itu bisa semakin kuat bila ia dilatih dengan bermain sembunyi-sembunyian. Misalnya, benda-benda yang disembunyikan di balik kain. atau Anda bersembunyi di bawah selimut.

kapan bayi mulai memahami sebab akibat

Di rentang usia ini pula bayi lebih tajam kepeduliannya untuk mengamati keberadaan benda-benda, meskipun ia tidak dapat melihatnya. la akan mencari sebuah benda yang ia jatuhkan. la juga dapat mengenali mainan yang sangat diakrabinya, meskipun mainan itu tersembunyi. Ia mulai memahami bahwa ia dapat membuat sesuatu terjadi. Misalnya, mainan yang disembunyikan di bawah selimut, bisa dikeluarkan. Segera ia akan tahu bahwa kalau mainan tidak teraih, ia bisa meraih selimut, dan dengan menarik selimut, ia bisa menemukan mainannya. Tampaknya kegiatan itu
sepele, tetapi sebetulnya ia mencapai sesuatu yang sangat berarti. Pertumbuhan pengetahuannya memungkinkan bayi mempergunakan situasi baru yang sudah pernah dipelajarinya di tempat lain. ia membentuk pemahaman hubungan antara bendabenda. Cangkir diletakkan di atas cawan, atau tutup gelas diletakkan di atas gelas.

Keinginan untuk menyelidiki berbagai hal memang mulai menonjol pada usia kira-kira 6 bulan. Si kecil suka mengocok benda apa pun yang dipegangnya dan mencari tahu benda apa yang bisa mengeluarkan bunyi dan benda apa yang tidak. Kadang-kadang ia akan mengira bahwa benda yang dipukulnya mengeluarkan bunyi, namun kemudian setelah memukul beberapa kali, ia akan menyadari bahwa tangannyalah yang membuat suara tersebut; maka ia mencoba membuat suara pada benda yang lain. Bentuk-bentuk yang tidak sama sangat menstimulasi dan tidak mudah ditebak bagi si 6 bulan. Dia tidak selalu yakin apakah gerakan benda yang ada di hadapannya merupakan gerakan makhluk bernyawa atau tidak. Misalnya, ia belum bisa membedakan, apakah mainan di samping tempat tidurnya yang bisa mengeluarkan bunyi itu, makhluk bernyawa atau tidak. Jadi, jangan heran jika Anda mendapatkan si kecil sedang bercakap-cakap dengan mainan tersebut.

Si keciljuga senang melihat Anda melakukan perubahan. Misalnya, ketika Anda menutup dan membuka pintu kamar, atau ketika Anda menyalakan
dan mematikan lampu. Perubahan yang Anda hasilkan bisa menjadi permainan yang menarik baginya. Untuk itu, Anda perlu menyediakan berbagai mainan. Namun tidak berarti harus membelikannya. Berbagai benda di sekitar anak seperti panci atau sendok kayu dapat dijadikannya mainan yang mengasyikkan sambil bereksplorasi. Melarang anak untuk memukul-mukul panci tentulah kurang bijaksana. Sebab dengan melakukan hal ini ia tidak hanya belajar membedakan bunyi, tetapi juga membedakan bahan-bahan yang digunakannya untuk memukul, mengapa menimbulkan bunyi yang berbeda. Berilah anak kesempatan untuk memenuhi rasa ingin tahunya ini.

MENGAMATI DAN MENCATAT

Di usia 9 – 12 bulan, sudut pandang terhadap dirinya mulai berkembang. ia sudah dapat melihat perbedaan benda-benda kecil dan besar, tergantung. Jauh dekatnya. la juga sudah dapat mengantisipasi, kapan ia akan makan. Dengan mencium bau makanan dan bunyi-bunyian saat makanan disiapkan, ia tahu bahwa sudah waktunya makan. Dengan mempelajari antisipasi, ia juga belajar menunggu sesuatu, meskipun dengan tidak sabar. Kegiatannya untuk bereksplorasi mengarah pada mengelompokkan mainan dan benda-benda lain. Bayi secara teratur meneliti jarak dan ukuran,
mencatat berbagai perbedaan, antara cangkir dan gelas, misalnya. la juga belajar bahwa benda kecil bisa dimasukkan ke dalam benda lain yang
lebih besar, dan tidak sebaliknya Dan, tutup harus diputar untuk sampai pada posisi tertentu agar bisa dibuka. Ia juga sudah paham bahwa bila suatu benda disembunyikan di bawah selimut, ia tidak perlu mencarinya dibawah bantal, misalnya. la luga sudah belajar bahwa cara terbaik untuk memecahkan masalah adalah minta tolong orang lain untuk melakukannya. Paling tidak, beberapa kali dalam sehari, si 12 bulan ini pura-pura tidak berdaya dan minta perhatian untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Tentunya, Anda harus memberinya bantuan untuk hal-hal yang belum dapat dilakukannya sendiri. Tetapi jangan melakukan apa saja yang sebetulnya sudah dapat dilakukannya, meskipun lebih mudah bila Anda yang
melakukannya. lni untuk mengajarkan padanya bagaimana berpikir dan melakukan sendiri apa yang bisa dilakukannya.

MASA PENTING PERKEMBANGAN BAHASA

Meskipun banyak bayi belum bisa mengucapkan kata sebelum usianya 1 tahun, 6 bulan merupakan usia yang sangat penting untuk perkembangan bahasanya. Bayi belajar bahasa jauh sebelum ia bisa bicara. Mula-mula bayi harus mendengar pembicaraan orang lain dan belajar memahami apa maksud si pembicara. Hanya sebentar saja, ia dapat menyebutkan kata-kata yang berarti. Bila Anda meluangkan cukup waktu untuk melatrh anak berbicara dengan memintanya menirukan katakata yang Anda ucapkan, ingatlah bahwa Anda tidak sedang melatih seekor burung beo. Bunyi-bunyi yang ditirukan, tidak akan menladi kata-kata yang berguna, kecuali terangkai menladi kalimat. Untuk melatihnya berbicara, ajaklah ia berbicara sesering mungkin dan biarkan ra mendengarkan. Beri kesempatan untuk meraba-raba makna kata yang didengarnya. Banyak orang mengira bahwa bayi belajar berbicara dengan neniru. Sehingga mereka pun menganggap bahwa bayi belajar bicara dalam rangka mengatakan apa yang ia inginkan dan ia rasakan. Proses meniru merupakan bagian terkecil dalam perkembangan bahasa. Karenanya, seperti yang dapat kita lihat, banyak kata-kata dan kalimat pertama anak yang tidak bisa ditiru. Dua hal utama yang diteliti dalam sebuah penelitian adalah, bagaimana dan mengapa anak belajar berbahasa. Penelitian paling kuno yang pernah dilakukan Chomsky dan Lenneburg menyimpulkan banwa manusia memang dilengkapi dengan kemampuan berbahasa, bahwa anak punya kemampuan untuk belajar bahasa masyarakat di tempat ia tinggal.

MENGULANG SUARA

Perkembangan bahasa pada bayi mulai tampak pada usia kira-kira 6 bulan. Di usia ini, ketika ia mulai berceloteh dan bersuara, ia seolah-olah
merasakan suaranya. Ia tampak begitu menikmati suaranya, karena ia menggunakan intonasi suara dan pola yang sama dengan yang Anda gunakan. Ia sering mengeluarkan bunyi-bunyian yang ditujukan kepada orang dewasa, berhenti sejenak bila orang menanggapinya atau seolah-olah menjawab perta nyaannya. Bayi akan terus menerus melakukannya sepanjang Anda menanggapinya, memandangnya dan berbicara kepadanya. Ia tidak dapat
berbicara dengan Anda blla Anda tidak ada di hadapannya atau tidak bisa menanggapi ketika Anda berteriak dari ruang Lain. Akan sangat menyenangkan dan dapat membantu bila Anda selalu dapat menanggapi ocehannya. Aktivitas ini akan segera berakhir sebelum ia kemudian berbicara dengan benar. Anda bisa melakukan pengamatan terhadap aktivitas yang lucu dan menarik yang dilakukan sekarang dengan kemampuan bicara yang dimilikinya di bulan-bulan mendatang. Apa yang diucapkannya memang hanya bunyi-bunyi yang belum ada artinya, seperti “mamama”, “nyanyanya,, dan sebagainya, Kadang-Kadang menyelinginya dengan tertawa atau terkekeh-kehe Di usia ini ia membangun perbendaharaan kata pasif, yaitu kata-kata yang artinya ia ketahui, tapi tidak dapat ia gunakan. Di usia kira-krra 7 bulan, bayi mengalami peningkatan pada kesiagaan kemampuan memproduksi suara percakapan. Ia mulai memandang ke arah ruangan dan mencari-cari dengan matanya biia Anda memanggilnya dari tempat terpisah. Ia akan melihat ke arah asal suara, bahkan ke radio juga. Bersiap-siaplah menanggapinya dengan percakapan segera setelah ia menemukan siapa yang memanggilnya.

Selama usia ini, bayi sudah dapat mengendalikan’perlengkapan, suaranya untuk mengulangi berbagai bunyi. Mungkin Anda mendengarnya mengucapkan kata “ba-bai, ,,mammam”. Lambat laun ekatai ini semakin terpisah satu sama lain, dengan berkurangnya sambungan diantaranya. Bila hal-hal tersebut terjadi, biasanva terladi di akhrr bulan ketujuh, bunyinya akan semakin nyata, seperti ‘,ma-ma,, tapi belum berarti ditujukan kepada ibunya Mungkin ia hanya sedang nenanggapi orang lain, atau sedang protes.Pada masa ini ia semakin menikmati
bunyi-bunyi yang dikeluarkannya. Secara ekstensif, ia akan bersuara, kecuali pada periode tertentu ketika ia berkonsentrasi pada keterampilan motorik baru. Ini menunjukkan bahwa ia senang dengan rentang suara yang luas, dari mendekut sampai mengoceh gembira. Secara terarur oay, juga mencoba meniru-niru suara yang dikeluarkan orang dewasa. Anda atau pengasuh anak Anda bisa mengatakan kalimat singkat, bicara lebih perlahan, mengajukan pertanyaan dan mengulangi kata-kata, serta menaikkan pitch (frekuensi) suara ketika berbicara dengan anak, Meskipun bayi masih belum mempunyai pemahaman terhadap konsep-konsep yang abstrak, tetapi ia peduli pada suara nada serta menangkap kata-kata, Ia juga belajar arti kata “tidak” dari tekanan nada suara. Perbanyaklah bicara dengannya karena ia selalu mendengarkan dengan seksama. Bila mungkin, gunakan kalimatkalimat sederhana sebanyak-banyaknya.

MULAI MEMAHAMI ARTI KATA

Di usia kira-krra 8 bulan, Anda akan melihat bahwa bayi mengalami peningkatan mimik pada setiap suku kata yang Anda ucapkan. Meskipun
kadang-kadang suku kata kedengarannya tidak mungkin, bisa menjadi mungkin dengan versinya sendiri, sebagaimana ia dengar. Tpi ia belum belajar memperbaiki bunyinya. Selama pertumbuhan kemampuan meniru vokal, hal baru yang disukainya adalah perubahan ekspresi.Sekarang ia juga sudah paham arti kata “panas”, tetapi dengan nada yang tinggi, sambii melihat contoh. Anda bisa memberinya contoh dengan mengulurkan tangan pada benda panas dan menariknya kembali saat terasa sakit. Kalau Anda menandai bayi Anda mengeluarkan suku kata tertentu dikaitkan dengan benda atau situasi tertentu, ia sedang mencoba bicara untuk pertama kalinya. Misalnya Ia mengatakan, “ba-ba” sambil menunjuk botol susunya. Meskrpun bayi akan mencoba dengan satu atau dua kata,ia belum sungguh-sungguh bicara sebelum usianya 1 tahun. Di usia yang kedelapan bulan ini, bayi sudah paham arti kata “tidak,,, yang dikaitkannya dengan gelengan kepalanya berkali-kali. Kita perlu mencatat bahwa menggelengkan kepala lebih mudah bagi bayi. Untuk sampai pada kata iyai, kita masih harus menunggu beberapa bulan lagi. Namun ia sudah bisa mengatakan “da-da” atau “bum” saat ia menjatuhkan benda, dan meniru bunyi beberapa binatang.

Pemahaman bayi terhadap kata-kata dan gerak tubuh semakin
meningkat di usia kira-kira 10 bulan. Kalau kita tanya, “Mana piring?” la sudah dapat menunjukkannya. ia Anda terdorong ingin memamerkan kemampuan bayi Anda, jangan lakukan di tempat yang sangat umum, karena ia hanya menanggapi pertanyaa Anda pada tempat dan orang-orang yang sudah dikenalnya Penelitian Piaget menunlukkan bahwa bayi usia kira-kira 1 1 bulan bermasalah dengan jumlah. Ketika Piaget mengatakan “pa-pa”, bay akan menirukannya. Ketika Piaget mengatakan “pa”, si bayi juga meniru. Tetapi ketika Praget mengatakan “papapapapapa”, si bayi hanya b sa mengatakan, “papapa”. Sejalan dengan perkembangan kemampuan otaknya, kemampuan berbahasanya pun mengalami perubahan. Kemampuan mengocehnya menjadi lebih rumit, sehubungan dengan belajar menggunakan huruf hidup dan huruf mati pada suku kata. Ada bayi yang banyak sekali b cara selama setahun pertama. Tetap sekarang uini ada pendapat bahwa bayi lebih cepat bicara bukan tanda bahwa ia cerdas. Sebab, banyak bayi yang mempunyai perbendaharaan kata pasif Artinya, meskipun ia tahu nama berbagai macam benda, tetapi ia tidak bisa menyebutnya Di samping itu, mereka juga bisa mengikuti perintah sederhana. Misalnya, “Ke sini”, “Jangan, ya”, atau “minta mainannya.

Ketika ia sudah paham arti kata dan kalimat, in merupakan saat yang baik untuk menambah perbendaharaan katanya dengan, “tolong”, dan iterima kasihi. Ketika bayi mulai berb cara dengan baik sikap manis yang sederhana ini akan menladi bagian dari pembicaraannya sehari -hari . Meskipun ia mulai suka membukabuka buku, tetap sebenarnya ia belum bisa benar-benar menikmatinya. Jangan mencoba melatihnya menyebutkan kata atau kalimat dari buku yang ‘dibacanya’. la hanya senang melihat gambar dan mendengarkan Anda membacakannya. Biarkan ia membukabuka halaman buku sesuka hatinya, dan biarkan ia memandangi gambar-gambar sampai ia puas Jangan paksa
ia menyelesaikan semua halaman buku saat itu. Kira-kira dr awal usia 12 bulan, bayi akan mernahami banyak hal yang dikatakan kepadanya tentang kegiatannya sehari-hari. Sedangkan di akhlr bu an keduabelas, a akan memiliki perbendaharaan kata dan dapat mengatakan sampar dua kata, d selingi dengan bahasanya sendir yang cepat, yang tidak bisa kita pahami.

Untuk meningkatkan kemampuan berbicara dan berbahasa pada bayi, jangan mengharapkan bayi Anda belajar bicara dari banyak orang lain atau lebih banyak dari pengasuhnya daripada Anda sendin. Bayi belajarbanyak arti kata dengan mendengar berkali-kali dalam kalimat yang berbeda dan dengan ntonasi suara yang beragam, ekspresi walah dan bahasa tubuh si pembicara. Semakin anak akrab dengan orang yang mengalaknya bicara, ia akan lebih mudah memahaminya.menggunakan jasa pengasuh anak. Perhatikan baik-baik tutur kata dan pilihan kata-kata yang digunakannya. Apakah sesuai dengan yang Anda harapkan? lelaskan kepada pengasuh anak harapan Anda terhadap perkembangan bahasa bayi Anda. Jangan segan-segan meminta pengasuh anak untuk menggunakan tutur kata dan perbendaharaan kata yang baik saat berbicara pada s apa pun. Demik an
pula pada pembantu rumah tangga, tukang cuci dan juru masak di rumah Anda.

Related Posts

Leave a Comment

Tangan di Atas Lebih Baik daripada Tangan di Bawah

Perjalanan hidup akan lebih indah dan bermakna ketika kita mampu berbagi. Jadikan kebiasaan berbagi untuk bantu sesama. Yuk sedekah sekarang, biar berkah!