Kisah Penggembala Kambing Yang Jujur, Abdullah Bin Mas’ud

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Pada zaman saat ini rasanya sulit sekali untuk menemukan orang yang mempunyai sifat kejujuran. Walaupun ada mungkin hanya satu banding 1000 orang yang memiliki sifat tersebut. Pada zaman Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sendiri hanya ada segelintir orang yang mempunyai sifat seperti ini. Padahal dengan memiliki sifat yang baik seperti ini akan membuka kan pintu rezeki yang melimpah untuk diri mereka sendiri. Nah berikut Ini adalah salah satu rangakaian dari sejarah atau cerita zaman nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam yang memiliki banyak nilai penting.

Yah ini merupakan kisah dari Abdullah bin Mas’ud yang terkenal dengan seseorang yang memiliki sifat yang jujur. Abdullah bin Masud adalah orang jujur yang menggembala kambing pada masa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Dia menggembala kambing milik dari seorang petinggi Quraisy uqbah bin Abi mua’ith. Abdullah menggembala kambing milik petinggi Quraisy dari pagi sampai sore. Hingga pada suatu hari ketika menjaga ternaknya terdapat 2 orang laki-laki paruh baya yang menghampiri abdullan.

Kedua laki-laki tersebut terlihat sedang menahan haus dan kelelahan. Kemudian mereka berdua memberi salam kepada Abdullah bin Masud dan memintanya untuk memerahkan susu kambing yang yang di gembala itu. Akan tetapi abdullah menolak memberikan susu karena bukan milik sendiri. mendengar jawaban dari Abdullah, kedua laki-laki tersebut tak memberikan bantahan apapun meski mereka sangat kehausan. Akan tetapi mereka sangat senang dengan sifat jujur yang yang abdullah tanamkanΒ 

Ternyata kedua orang tua tersebut adalah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam serta sahabatnya yaitu abu bakar as Siddiq. Pada hari itu Rasulullah serta abu bakar as-siddiq pergi ke pergunungan Mekah untuk melihat perlakuan kejam dari kaum Quraisy.

Kemudian Rasulullah bertanya kepada pengembala kambing apakah ada kambing betina yang belum dikawinkan dan kemudian Abdullah menjawab ada. Seketika Abdullah mengajak Rasulullah serta sahabatnya untuk melihat seekor kambing betina yang masih muda yang kemudian kaki kambing tersebut diikat. Rasulullah menyuapkan tangan ke tubuh kambing sembari berdoa kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Dan seketika itu turun rizki dari Allah yang mana susu kambing tersebut mengalir dengan sangat banyak. Abu bakar sesegera mungkin mengambil suatu batu cekung yang digunakan untuk menampung air susu dari hasil perahan. Seketika Abdullah sangat takjub dan terkejut menyaksikan hal yang luar biasa tersebut. Karena kambing tersebut sebelumnya belum pernah mengeluarkan air susu namun di depan matanya kambing itu justru mengeluarkan air susu yang sangat banyak dan bisa dinikmati bersama. Semenjak peristiwa yang menakjubkan itu kemudian Abdullah memeluk agama anakan menjadi salah satu penghafal Alquran terbaik. 

Jujur dalam Islam adalah salah satu sifat yang sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari manusia. Sifat ini sudah ada pada diri seseorang akan tetapi alangkah baiknya jika dilatih sejak masih anak-anak agar terbiasa saat beranjak dewasa nanti. Secara umum jujur adalah salah satu sifat yang membutuhkan kesesuaian sikap antara perkataan yang diucapkan dengan perbuatan yang kita lakukan.

Seseorang bisa dikatakan telah jujur apabila ia sudah mengucapkan sesuatu sudah sesuai dengan apa yang sebenarnya dan disertai dengan tindakan yang seharusnya. Seseorang yang menanamkan sifat kejujuran pada dirinya akan memperoleh manfaat yang baik dalam kehidupannya.

Ada beberapa hadits tentang jujur yang ada dalam Alquran. Yang pertama Allah berfirman dalam surat Al maidah ayat 8 yang mana diperintahkan kepada orang-orang yang beriman agar selalu membiasakan dirinya untuk selalu menegakkan kebenaran dalam melakukan kegiatan dunia ataupun akhirat dengan rasa ikhlas. Yang kedua dalam surat at-taubah ayat 119 diterangkan jika orang-orang yang beriman akan memenuhi perintah Allah untuk selalu bertaqwa serta merasa takut kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Yang berikutnya ada Al ankabut ayat 3 yang menunjukkan perbedaan antara orang yang yang yang benar beriman serta orang-orang yang memiliki iman yang dusta dengan cara cara menempatkan kepada mereka yang menyerupai suatu ujian dan cobaan. Selain dari hadits ada beberapa kisah tentang kejujuran yang bisa kita ambil hikmah dan pelajarannya

Macam-Macam Jujur Jika Dilihat Dari Bentuknya

Ini yang Menjadikan Rasulullah Kecil Berhenti Mengembala Kambing -  Islami[dot]co

Jujur dalam segi niat

Niat adalah salah satu makna yang disertai dengan maksud dan keinginan. Suatu amal apabila tidak disertai dengan niat maka tidak akan sah dan tidak akan diterima amal tersebut. Dengan niat bisa menentukan besar kecilnya dari amalan yang akan kita kerjakan. Hal ini sesuai dengan hadist yang berbunyi sesungguhnya tiap-tiap amalan itu tergantung pada niat dan seseorang hanya akan mendapatkan apa yang ia niatkan.

Al fudhail berkata dalam hadistnya jika Allah hanya menginginkan niat dan keinginan darimu apabila amalan dilakukan karena Allah itulah yang dinamakan ikhlas dan berarti tidak ada amalan untuk selain Allah sang pemilik alam.

Jujur dalam segi perkataan

Ini adalah salah satu bentuk kejujuran yang sangat populer di kalangan masyarakat pada umumnya. Ya jujur dalam perkataan adalah salah satu bentuk kejujuran yang paling terkenal di masyarakat. Orang yang jujur dalam perkataan akan selalu memperoleh kepercayaan dari orang lain. Selain mendapatkan kepercayaan dari orang lain pastinya akan dikasihi oleh Allah subhanahu wa ta’ala sang pemilik alam. akan tetapi jika seseorang itu sering berdusta maka orang lain tidak akan mempercayainya lagi. 

Jujur dalam segi berjanji

Ini adalah salah satu cerminan dari seseorang yang mempunyai sifat jujur. Yang mana orang yang mempunyai sifat jujur pasti akan menepati janjinya kepada siapapun meskipun kepada seorang anak kecil. Ada hadis riwayat Ahmad mengatakan barangsiapa berkata kepada anak kecil kemarin saya beli kurma ini kemudian dia tidak memberinya maka dia telah melakukan kebohongan.

Dan Allah subhanahu wa ta’ala memberikan ujian kepada orang yang selalu jujur untuk menepati janjinya. Bahkan banyak ulama yang rutin dalam melakukan dakwah tentang kejujuran untuk menegakkan kejujuran dalam kehidupan masyarakat.

Jadi sudah jelas jika kejujuran dalam Islam itu perlu atau wajib untuk kita tegakkan. Karena dengan jujur akan mendapatkan banyak manfaat atau keutamaan bagi diri sendiri tentunya. Keutamaan jujur yang pertama di sini akan memperluas pergaulan kita karena dengan jujur kita akan disenangi oleh orang. Keutamaan yang kedua dalam kehidupan bermasyarakat akan damai dan tentram karena terbiasa untuk berperilaku jujur. Dan yang terakhir itu akan memperoleh Ridha dari Allah subhanahu wa ta’ala karena jujur adalah salah satu perilaku yang akan selalu membawa kebaikan.

Itulah cerita tentang kejujuran yang banyak sekali hikmah yang bisa diambil. Semoga dari kisah teladan tentang kejujuran di atas akan semakin meningkatkan keimanan kita untuk selalu berkata jujur atau berperilaku jujur kepada siapapun.

Related Posts

Leave a Comment

Tangan di Atas Lebih Baik daripada Tangan di Bawah

Perjalanan hidup akan lebih indah dan bermakna ketika kita mampu berbagi. Jadikan kebiasaan berbagi untuk bantu sesama. Yuk sedekah sekarang, biar berkah!