Meneladani Kedermawanan dari Kisah Sahabat Rasulullah Usman Bin Affan

Sahabat-Nabi

Usman merupakan salah satu khalifah ketiga yang berkuasa pada tahun  644 sampai 656 yang juga Khulafaur Rasyidin dengan kekuasaan yang paling lama. Sama seperti yang lainnya terdahulu, beliau juga salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW. Yang setia.

Utsman adalah seorang anak terlahir dari ibu yang bernama Arwa Binti Kurayz yang berasal dari suku Abdshams. Dan ayahnya bernama Affan bin Abi al-‘As yang berasal dari suku Umayyah. Kedua suku yang berbeda tersebut adalah suku yang terpandang dan kaya di Quraisy, Mekkah.

Beliau dicatat sebagai seseorang yang tahu caranya menulis dari banyaknya orang di Mekkah yang berjumlah 22. Ini merupakan sepenggal kisah dari sahabat Rasulullah yang patut kita teladani.

Ayah beliau meninggal di usianya masih muda saat sedang berpergian ke luar negeri sehingga pergi meninggalkan Usman dengan segala warisannya yang banyak. Beliau meneruskan pekerjaan ayahnya, yaitu sebagai pedagang yang sukses dalam kata lain menjadi pedagang yang kaya raya dan pandai dalam masalah perekonomian. Walaupun menjadi seorang pedagang yang kaya raya tidak membuat beliau mempunyai sifat sombong.

Usman lahir pada tahun 574 Masehi dari kaum Bani Umayyah seperti yang tadi sudah dijelaskan. Utsman Bin Affan adalah khalifah yang pertama kali melakukan perluasan Majid Nabawi di Madinah dan Masjid al-Haram di Mekkah. Hal tersebut dikarenakan semakin tahun semakin meningkat umat muslim yang menunaikan ibadah haji yang merupakan rukun silam ke lima.

Kisah Utsman Bin Affan dan Gelarnya yang Perlu Diketahui

Kesetiaan dan Istiqamah dalam Beragama kisah utsman

Biografi Usman Bin Affan

Sebelum membaca mengenai kisah dari sahabat Nabi Muhammad SAW. Ketahuilah terlebih dahulu seluk beluk atau biografi beliau. Sebagai seorang pedagang yang sukses beliau menjadi pribadi yang dermawan, bahkan awal dakwah islam, beliau memberikan sumbangan atau bantuan kepada yang membutuhkannya. Rasulullah menggambarkan sahabatnya yang satu ini adalah pribadi yang sangat jujur dan rendah hati jika dibandingkan dengan kaum muslimin lainnya.

Dalam suatu riwayat mengatakan bahwa Aisyah bertanya kepada Nabi Muhammad SAW. Kenapa saat Usman masuk beliau duduk sedangkan saat Abu Bakar dan Umar masuk tidak duduk. Rasulullah pun menjawab beliau malu kepada Usman yang dimana para malaikat saja malu kepadanya.

Khalifah Utsman bin Affan pada saat perang Dzatiriqa dan Perang Ghatfahan berlangsung yang dipimpin Nabi Muhammad SAW. Beliau dipercaya untuk menjadi wali kota Madinah. Selama masa jabatan beliau banyak mengganti gubernur wilayah yang beliau rasa kurang cocok yang diganti dengan orang-orang yang dianggapnya lebih tepat.

Kedermawanan Utsman Bin Affan tidak hanya dalam bersedekah waktu itu saya ataupun memperluas masjid di mekkah dan Madinah. Beliau juga berperan penting pada saat adanya Perang Tabuk yang harus melawan bangsa Romawi. Saat perang tersebut terjadi beliau mempersiapkan 300 ekor unta dan 1.000 ekor dinar yang berasal dari hartanya dijadikan sebagai bekal untuk perang.

Bahkan Utsman tidak akan berpikir dua kali untuk mengeluarkan hartanya demi kebaikan  semua umat muslim. Seperti yang dilakukan beliau membeli sumur di Madinah yang pemiliknya orang Yahudi beliau membelinya demi kebaikan umat islam.

Peran Usman dalam Perang Tabuk

Karena harga jual yang diberikan orang Yahudi tersebut amat sangat tinggi sehingga umat islam tidak mampu untuk membelinya. Hal tersebut meresahkan dan pada akhirnya  sampai ke Nabi Muhammad yang kemudian menyerukan supaya para sahabatnya memecahkan masalah tersebut. Dan menyatakan siapa yang membeli sumur tersebut dan mewakafkannya kepada umat islam, kelak di akhirat nanti akan mendapatkan minuman di surga yang banyaknya sama dengan air sumur tersebut.

Khalifah Usman bin Affan mendengar hal tersebut yang kemudian langsung pergi ke orang Yahudi yang punya sumur tersebut. Dengan kepandaian di bidang ekonomi yang dimiliki beliau berhasil bernegosiasi dengan orang Yahudi dengan harga sumur yang diberikan sebesar 12.000 dirham. Walaupun sumurnya belum sepenuhnya menjadi hak Usman karena harus bergantian dengan pemilik sebelumnya, yaitu orang Yahudi. Sumur tersebut menjadi milik Utsman satu hari dan hari berikutnya orang Yahudi dan begitu seterusnya.

Hari dimana sumur Utsman bin Affan  tersebut menjadi miliknya menyerukan kepada umat islam supaya mengambil air sebanyak mungkin. Hal tersebut berlangsung lama sehingga membuat orang Yahudi tadi memberikan penawaran kepada Usman agar membeli sumurnya secara penuh, kemudian beliau mengeluarkan uang sebesar 8.000 dirham untuk melunasi sumur dan memiliki hak sepenuhnya.

Setelah menjadi sumur Usman seutuhnya, beliau benar-benar menjalankan tujuan awal membelinya. Sehingga umat islam dengan bebas mengambil air dari sumur Usman karena sudah diwakafkan. Setiap saat umat islam bebas mengambil air dari sumur yang diberi nama Sumur Raumah.

Sifat dan Gelar Beliau

Sahabat Nabi yang Kaya ini memiliki sifat yang terpuji dan patut diteladani. Walaupun mendapatkan warisan harta sepeninggal ayahnya beliau tidak menjadi besar kepala, tetapi sifat yang membuat Nabi pun memujinya. Contoh sikap Dermawan beliau adalah tidak berpikir dua kali untuk mengeluarkan atau membantu umat Islam dengan Kekayaan Usman bin Affan.

Jika itu di jalan Allah SWT. Banyak yang beliau sedekahkan bahkan saat perang. Beliau juga termasuk orang yang sederhana walaupun bergelimangan harta, selalu jujur dan rendah hati yang digambarkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW.

Beliau juga menjadi pemimpin yang cerdas, terbukti mengeluarkan ide bagus tentang polisi keamanan, memperluas masjid. Dan beliau juga memiliki sifat yang tegas, terbukti memberhentikan gubernur yang dirasa kurang cakap dengan orang yang tepat. Itulah Sifat Utsman bin Affan yang patut diteladani di kehidupan ini.

Sedangkan Gelar Utsman bin Affan sendiri adalah Zunnurain yang memiliki arti pemilik dua cahaya. Gelar tersebut disebabkan beliau menikahi dengan dua anak dari Nabi Muhammad SAW pertama bernama Ruqayyah yang menikah dengan utbah bin abi lahab sedangkan yang kedua bernama Ummu Kulsum yang menikah dengan Utaibah bin Abi Lahab. Tetapi saat Rasulullah h3ndak menyampaikan risalahnya abu lahab memerintah kan anaknya untuk menceraikan istrinya. Sehingga anak dari Nabi Muhammad SAW masih perawan atau suci.

Ada dua versi yang menyebabkan beliau mendapatkan gelar tersebut, yang di atas versi  pertamanya. Dam untuk versi pertamanya adalah beliau seorang yang senantiasa setiap malam selalu membaca Al-Quran. Jadi, Usman bin Affan memiliki dua gelar, yaitu Khulafaur Rasyidin dan Dzun Nur’Rain.

Itulah kisah dari Sahabat Nabi yang Kaya dan Dermawan dengan harta berlimpah yang harus kita teladani. Walaupun menjadi orang yang kaya dan sukses harus tetap rendah hati dan jangan ragu untuk mengeluarkan hartanya atau disedekahkan. Terlebih lagi untuk kebaikan umat islam yang berada di jalan Allah SWT. Seperti yang dilakukan beliau tanpa ragu mengeluarkannya saat perang dan juga membeli sumur demi kebaikan semuanya.

Warehousing & Storage
Services

Careful storage of your goods

View details

Custom Transport
Solutions

Complex logistic solutions for your business

View details