Macam-macam zakat beserta hukum dan ketentuannya

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Bismillahirrohmanirrohim. Macam-macam zakat beserta hukum dan ketentuannya. Zakat  merupakan rukun islam dan juga sebagai kewajiban seorang umat muslim disaat Ramadhan  dalam menyalurkan zakat fitrah. Tetapi perlu diketahui  zakat ada dua  macam.  Berikut penjelasannya.

  1.       Zakat Fitrah

Sudah umum dan banyak masyarakat tahu dengan yang namanya zakat fitrah tetapi definisi zakat fitrah masih sangat awam mereka ketahui. Zakat fitrah adalah kewajiban ber zakat  yang dikeluarkan bagi umat Muslim  di bulan suci Ramadhan dan di salurkannya mendekati hari raya idul fitri. Harta yang di bayarkan pada zakat fitrah ini berupa Makanan pokok yang berada di daerah masing-masing. Dan  besaran zakat yang dikeluarkan  3,5 liter (2,5 kilogram). Untuk di Negara Indonesia  ini makanan pokoknya nasi, oleh karena itu yang dikeluarkan saat berzakat fitrah berupa Beras.

  1.       Zakat Maal

Selain zakat fitrah yang paling jarang masyarakat tahu  yaitu zakat maal. Zakat Maal atau sama juga disebut  zakat harta merupakan zakat yang dikeluarkan berpatokan  dengan pendapatan atau penghasilan yang di dapat dari  yang halal seperti hasil pertambangan,hasil laut,hasil perniagaan,hasil pertanian,hasil ternak,hasil temuan, emas dan perak.  Setiap jenis penghasilan   saat menentukan zakat maal  ,sudah memiliki perhitungannya sendiri.

Di Indonesia sendiri   memiliki pengertian zakat yang di dalam Undang-Undang(UU) tentang pengelolaan zakat Nomor 38 Tahun 1998, pengertian zakat maal adalah sebagian harta yang disisihkan oleh seorang Muslim atau badan yang dimiliki seorang Muslim yang diatur sesuai dengan ketentuan agama untuk  disalurkan atau diberikan kepada yang berhak menerimanya.

 Undang-Undang Nomor 38 Tahun 1998, menjelaskan juga tentang zakat fitrah  adalah sejumlah bahan pokok yang dikeluarkan atau dikeluarkan di saat bulan ramadhan yang di laksanakan  bagi setiap Muslim dan orang yang ditanggungnya, yang memiliki mereka  memiliki kewajiban makan pokok  untuk sehari pada hari raya idul fitri.

Ketentuan dalam mengeluarkan zakat fitrah  per orang = 3,5 liter x  harga beras per liter. Misalnya: harga beras yang biasa di beli untuk makan  di dalam keluarga nya seharga Rp. 10.000 per liter , jadi zakat fitrah  yang wajib dibayarkan per orang Rp. 35.000,- . kalau menghitung zakat dengan ukuran berat . zakat fitrah per orang= 2,5 kg x harga beras per kg.

Untuk ketentuan mengeluarkan zakat maal , cara menghitungnya  = 2,5% x Jumlah penghasilan /harta yang disimpan selama 1 tahun. Menghitung nisab zakat maal = 85 x harga emas pasaran per gram.

Misalnya  : abi mempunyai tabungan  Rp. 150 juta, deposito Rp 300juta,  total harta yang dimiliki Rp.450 juta. Jumlah hartanya sudah di miliki sejak setahun yang lalu.

Misal harga 1 gram emas Rp.50 ribu, jadi  nisab zakat maal = 85 x Rp 500 rb = Rp.42.500 rb.  Harta abi sudah melebihi nisab. Jadi abi wajib mengeluarkan zakat maal sebanyak  Rp.450 jt x 2,5% = Rp.11.250 rb per tahun.

Wallahualam Bisahawab

Related Posts

Leave a Comment

Tangan di Atas Lebih Baik daripada Tangan di Bawah

Perjalanan hidup akan lebih indah dan bermakna ketika kita mampu berbagi. Jadikan kebiasaan berbagi untuk bantu sesama. Yuk sedekah sekarang, biar berkah!