Bolehkah Makan Daging Aqiqah Kita Sendiri? Ini Hukumnya

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Mungkin semua umat muslim sudah tahu tentang aqiqah dan bagaimana tata cara pelaksanaannya. Aqiqah bisa dikatakan sebagai bentuk kegiatan yang dilakukan untuk menebus anak. Aqiqah merupakan bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam islam dengan mengorbankan atau menyembelih hewan atas lahirnya jabang bayi dengan selamat ke dunia ini berdasarkan syariat islam.

Hewan yang disembelih adalah hewan kambing yang banyaknya berdasarkan jenis kelamin bayi. Penting dipahami bahwa pada dasarnya daging aqiqah menjadi sebuah hal yang pada dasarnya penting diperhatikan.

Bagi yang mampu untuk mengaqiqahi anaknya atau berkecukupan, makaharsusegerahkarena hukummnya wajib bagi yang mampu atau sunnah muakkad. Waktu untuk melaksanakan aqiqah yaitu 7 hari setelah hari kelahirannya atau 7, 14, 21 hari, dan lainnya. Pelaksanaannya Tersebut berdasarkan hadits yang intinya menyatakan bahwa meIaksanakan aqiqah seteIah keIahiran anak seIama hari ke 7, ke 14, ke 21.

Untuk hewan yang akan diaqiqahkan persyaratannya sana dengan hewan qurban, yaitu tidak ada yang cacat atau sakit dan Untuk usianya minimal setengah hingga satu tahun. Bagi orang tua yang bayinya seorang laki-laki maka menyembelih kambing atau domba sebanyak dua ekor. Dan satu ekor kambing atau domba bagi anak perempuan.

Syarat untuk melaksanakan aqiqah mengenai hewannya sama halnya dengan syarat berkurban. yang artinya hewannya tidak mengalami cacat sedikitpun. Banyak pertanyaan mengenai Hukum Makan Daging Aqiqah dalam islam?

Hukum Memakan Daging Aqiqah Bagi yang Beraqiqah & orangtuanya

Hukum Makan Daging Aqiqah

Untuk memakan daging aqiqah ada beberapa golongan untuk memakan daging aqiqah anaknya, yang pertama Aqiqah Sunnah. Yang artinya siapa saja diperbolehkan untuk memakan daging yang di aqiqahkan, termasuk kedua orang tuanya. Sehingga hukumnya sama dengan hukum melaksanakan berqurban.

Hukum ini berdasarkan yang dijeslaskan oleh Ibnu Hajar a-Haitami di Fatawa a-Qubroh yang isinya,”Dari ketentuan ini (mengaqiqahi anak seperti berqurban untuk dirinya sendiri), maka diperbolehkan baginya (ayah) memakan daging aqiqah tersebut seperti halnya diperbolehkan memakan daging qurban dari dirinya sendiri.”

Berdasarkan pemjelasan dari kategori tersebut tentunya menjawab pertanyaan Bolehkah Makan Daging Aqiqah Anak Sendiri yang selama ini sering dipertanyakan. Tetapi kategori yang kedua tidak membolehkan orang tua memakan daging aqiqah anaknya, yaitu kategori Aqiqah Nadzar.

Pada kategori ini kedua orang tua telah bernadzar atau menyanggupi untuk mengaqiqahi anaknya. Berarti ia dan juga orang yang wajib dinafkahinya (termasuk ibu dari anak yang diaqiqahi),disaran makan daging yang tersebut, seperti hanya dalam berqurban. Sedangkan untuk kategori yang ketiga, yaitu aqiqah wasiat dimana ada seseorang yang berwasiat kepadanya, maka orang tersebut dan orang yang berkeckupan atau kaya dilarang untuk memakan daging aqiqahnya.

Pembagian Daging Aqiqah

Pelaksanakan aqiqah tidak hanya menyembelih hewannya saja, tetapi juga membagikannya yang sesuai dengan syariat islam. Sehingga kedua orang tua harus mengerjakan aqiqah dengan benar supaya sah.

Lalu bagaimana dengan pebagian dagingnya? Dalam melaksanakan aqiqah orang yang meakukannya juga berhak sepenuhnya untuk dirinya memakan dagingnya. Hal tersebut dikarenakan tidak ada daging yang melarangnya. Alangkah lebih baiknya daging aqiqah dibagikan sesuai dengan syariat islam.

Berdasarkan kategori beraqiqah di atas orang tua Boleh Makan Daging Aqiqah Anak sendiri. LaluΒ  untuk DAging Aqiqah untuk Siapa Saja? dalam pembagian daging aqiqah dibagi menjadi tiga, yaitu 1/3 untuk dirinya sendiri atau keluarganya, 1/3 untuk fakir miskin, dan 1/3nya lagi untuk diberikan ke jiran/tetangga, sanak saudara, dan lainnya. Dengan pembagian tersebut dapat diihat dengan jelas bahwasanya keluarga dan diri sendiri bisa memakan dagingnya.

Selanjutnya bagaimana cara membagikan dagingnya mentah atau harus di masak terlebih dahulu. Orang yang beraqiqah bebas menentukan apakah daging yang akan dibagikan mentah atau sudah dimasak. Tetapi  ini orang lebih banyak yang memasaknya daripada mentahnya untuk dibagikan. Dan olahan menunya terserah orangnya.

Orang yang diaqiqahi pun diperbolehkan untuk mencicipi menunya karena sejauh ini tidak ada dalil yang melarang untuk memakannya. Pertanyaan Boleh Memakan Daging Aqiqah Sendiri yang selama ini banyak dipertanyakan atau tidak sudah diketahui bagaimana hukumnya.

Hajatan Menggunakan Daging Aqiqah

Daging aqiqah diblehkan dijadikan acara sh0hibul hajat, dengan mengadakan majlis yang dihadiri para tetangga atau lainnya yang kemudian diberikan daging aqiqah yang sudah di masak Jika megadakan aacara tersebut tetap itujuannya berbeda tentunya dilarang. Dan bila yang mengadakannya sh0hibul hajat, si penerima daging aqiqah diperb0lehkan karena memiliki hak sepenuhnya mengenai dagingnya.

Pelaksanaan dan Hikmah dibalik Aqiqah

daging aqiqah

Setelah mengetahui tentang pembagian dan hukum aqiqah dan Boleh Makan Daging Aqiqah Anak atau tidak juga harus mengetahui cara melaksanakannya dan hikmah dibalik kewajiban mencakukan aqiqah untuk anak. Dalam pelaksanaannya tentu harus dilakukan dengan benar sesuai syariat islam supaya sah.

Sama halnya berkurban saat ingin menyembelih hewannya. Dilanjutkan dengan membaca sholawat Nabi dan disembelih yang nantinya dagingnya bisa langsung dibagikan. Anak bisa dicukur atau p0t0ng rambutnya dan diberikan nama.

Sedangkan untuk hikmah aqiqah diantaranya, mengerjakan sunnah Nabi dalam mengimani NAbi Ibrahim dan ISmail. Menjaga bayi supaya terhindar atau tidak dibuntuti setan dan iblis, mensyukuri atas lahirnya se0rang anak dengan selamat. TErnyata juga lepaskan anak dari tanggungan atau jaminan, membentengi ikatan kedamaian dan kekerabatan antar masyarakat sekitar.

Dalil-dalil di DaIam Hadist Mengenai Aqiqah

Melakukan sunnah Rasul tentunya tidak akan luput dari penjelasan Dalil-dalil Hadist. Dari Riwayat Hakim menyatakan bahwa RAsullah pernah mengaqiqahi hasan dan Husain di hari ke tujuh setelah keahirannya, beliau memrintakan untuk membersih kan kotoran yang ada di kepadanya dengan cara mencukurnya.

Sedangkan di dalam hadist riwayat Abu Dawud,Β  Rasulullah SAW pernah bersabda yang intinya yaitu mengatakan bahwa setiap anak tergadai atau tergantung sehingga menebusnya dengan cara aqiqah, mencukur rambutnya dan meberinya nama. Sedangkan untuk memakan daging aqiqah sudah bercantum dalam al-quran surat Al-Hajj ayat 28. Dan terdapat tiga kategri yang sdah dieaskan diatas perbedaannya sehingga bisa membedakannya bisakah untuk memakannysa atay tidak.

ltulah penjelasan singkat mengenai aqiqah dan bagaimana hukum memakan dagingnya dan cara membagikannya kepada siapa yang telah disebytkan. Sehingga dapat disimpulkan bahwasanya tidak ada yang tidak boleh makan daging aqiqah karena sampai sekarang belum ada larangan untuk tidak memakan dagingnya, baik untuk yang beraqiqah ataupun orang tuanya.

Jika sejak bayinya lahir dan mempunyai rezeki lebih segerahlah mengaqiqahi anaknya dan jika belum memiikinya tunggulah sampai saatnya tiba. Karena ini sunnah muakkad yang wajib dikerjakan bagi orang yang mampu yang harus mensegerahkannya. Dengan mengetahi cara melaksanakan aqiqah dengan benar semoga bisa sah meIakukannya sesai dengan syariat, dan Juga bisa merasakan manfaat atau hikmah dibalik sunnah muakkad yang wajib dikerjakan.

Related Posts

Leave a Comment

Tangan di Atas Lebih Baik daripada Tangan di Bawah

Perjalanan hidup akan lebih indah dan bermakna ketika kita mampu berbagi. Jadikan kebiasaan berbagi untuk bantu sesama. Yuk sedekah sekarang, biar berkah!