Ini dia makanan untuk anak yang sakit perut

anak sakit perut

makanan untuk anak yang sakit perut  – Anak sedang diare? muntah-muntah? atau sembelit? ada makanan yang dapat membantunya lebih baik loh.. yuk baca..

  • Diare

Pada saat si kecil diare, yang harus Anda perhatikan adalah, dia minum cukup banyak air. Karena, diare yang terus menerus akan membuat anak kehilangan banyak cairan tubuh. Bila cairan tubuhnya tidak segera diganti. dalam waktu singkat, si kecil bisa mengalami dehidrasi (kehilangan cairan tubuh).

Sebab, pada anak seusia ini. air masih menjadi 70% dari komponen penyusun tubuh. Hal ini yang menyebabkan bayi dan anak usia ini sangat rentan terhadap dehidrasi. Sebaiknya, bubuhi garam oralit pada air yang Anda berikan untuk mengganti mineral-mineral tubuhnya yang hilang bersama aliran yang keluar pada waktu buang air besar.

Jumlah cairan yang harus diperoleh kembali oleh tubuh si kecil sekitar 25 ml untuk setiap kilogram berat badan anak. Kalau diare yang dialami hanya terjadi sekali dalam empat hingga enam jam, maka Anda boleh memberinya makanan lunak, antara lain nasi lembek atau pisang yang dikerok. Anda tidak dianjurkan memberikan jus atau buah-buahan lainnya sampar kotoran si kecil kembali normal (padat).

Hal yang sama juga berlaku untuk susu. Selama satu hingga dua hari, si kecil sebaiknya diberi susu yang  diencerkan atau susu khusus untuk diare. Kemudian secara bertahap susu dikentalkan sampai kembali seperti semula. Begitu pula dengan makanan. Mulailah dengan makanan lunak dalam porsi yang kecil, tetapi diberikan dalam rentang waktu pendek, misalnya enam kali dalam sehari.

Penyebab diare lain yang Juga sering dialami anak balita adalah ketidakmampuan tubuh untuk mencerna sejenis gula yang terdapat di dalam susu (intoleransi), yakni laktosa. Gejala yang muncul mirip dengan alergi makanan, antara lain diare, sakit perut, perut kembung.

Makanan untuk anak yang sakit perut

  • Muntah-muntah

Demam dan batuk pilek yang sudah lanjut, kerap kali akan diikuti dengan muntah-muntah. Kalau si kecil baru saja muntah, Anda jangan langsung memberinya makan atau minum dengan maksud mengganti jumlah cairan dan makanan yang keluar.

Berilah waktu satu hingga dua jam agar keadaan perutnya pulih kembali. Setelah anak muntah, cobalah untuk memberinya sedikit minum untuk menghilangkan rasa tidak enak bekas muntah. Bila dia tidak memuntahkan air tersebut tunggu l5-20 menit. kemudian berilah si keciI minum lagi. Selanjutnya, secara bertahap, tingkatkan jumlah cairan yang Anda berikan kepadanya, sekitar 50 ml.

Biarkan beberapa jam, agar tubuhnya mendapat kesempatan menyerap cairan tersebut. Kalau ternyata anak tidak memuntahkan carran itu. Anda dapat mencoba untuk memberikan makanan lunak. Namun. bila dia masih belum dapat menerima cairan hentikan pemberian makan untuk beberapa saat. Kini, cobalah untuk memberinya cairan-cairan yang ringan saja, misalnya air putih, sirup, air madu, atau sup bening. Cairan tubuh yang hilang akibat si kecil muntah-muntah, dapat Anda ganti dengan memberinya cairan garam oralit.

  • Sembelit

Ada satu hal yang perlu Anda ingat jika si kecil kebetulan mendapat obat antibiotik untuk mengatasi demam. batuk-pi1ek, maupun diare. Antibiotik akan membunuh semua bakteri “baik” yang bermanfaat untuk membantu proses pencernaan makanan di dalam usus maupun lambung. Nah, untuk membantu mempertahankan kadar bakteri “baik” tersebut di dalam tubuh si kecil. Anda bisa memberinya yogurt dalam jumlah yang tidak terlalu banyak.

Selain itu, apabila anak mengalami sembelit, atasilah dengan memberinya banyak air putih atau jus buah. Hentikan pemberian jenis makanan berlemak dan yang manis manis. Gantilah jenis makanan itu
dengan buah-buahan, sayuran, atau bubur sereal. Tapi, jangan memberinya dalam jumlah berlebihan. Sebab, hal itu akan membuat sistem pencernaan si kecil terpaksa bekerja “mati-matian” untuk menguraikannya.

Majalah Ayahbunda

Warehousing & Storage
Services

Careful storage of your goods

View details

Custom Transport
Solutions

Complex logistic solutions for your business

View details