Pedoman jadwal dan cara pemberian makan pada bayi

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Pedoman jadwal dan cara pemberian makan pada bayi – Bayi, yang masih memiliki refleks alami mengisap, perlu waktu untuk membiasakan diri dengan makanan lumat, khususnya dalam hal mempelajari keahlian baru yaitu menelan. la harus mempelajarinya tahap demi tahap. Bayi harus belajar mengarupkan mulut setelah makanan masuk ke dalam mulut dan memindahkan makanan dari bagian depan mulut ke bagian belakang dengan lidah, lalu menelannya.

Sehubungan dengan hal itu, sejak awal tetapkanlah jadwal makan bayi Anda. Pilih waktu yang sama setiap hari. agar si kecil terbiasa. Jika anak selalu makan tepat pada waktunya, umumnya ia tidak akan mengalami masalah sulit makan di kemudian hari.

Bila pemberian makanan lumat dimulai sebelum bayi berusia enam bulan, sebaiknya diberikan setelah bayi minum susu. Dengan demikian, nafsu makan anak tidak terganggu,dan ia mau minum susu sejumlah yang sebenarnya ia butuhkan. Sedangkan bila pemberian makanan dimulai pada usia enam bulan lakukan pada saat sebelum ia diberi susu atau pada saat ia sudah merasa lapar. Yang penting, jumlah makanan ini harus diberikan secara bertahap. Sampai akhirnya kelak, satu porsi makanan lumat dapat menggantikan satu kali pemberian ASl.

Cara pemberian makanan lumat pada bayi, antara lain dapat dilakukan sebagai berikut. Mula-mula, bayi diberi sesendok kecil pisang ambon matang yang dikerok. Pisang dapat Anda kerok dengan sendok plastik kecil dan usahakan bagian seratnya jangan sampai terkerok. Jika setelah makan pisang bayi tidak mengalami sembelit atau diare pemberian makanan ini boleh berangsur-angsur ditambah sampai satu buah pisang tetapi tetap harus dikerok.

Selain pisang, bayi usia empat bulan dapat diberi jeruk atau sari tomat atau pepaya yang dihaluskan. Setelah itu, ia juga sudah boleh drberikan biskuit khusus untuk bayi yang dihancurkan dengan susu atau air putih. Suapilah sesendok demi sesendok. Pertama kali, berikan setengah
potong saja. Bila ia suka, Anda boleh menambahnya.

Pedoman jadwal dan cara pemberian makan pada bayi

Apabila bayi bisa melalui tahap perkenalan pertama ini dengan lancar, pada saat ia berusia enam bulan Anda bisa mulai memperkenalkan bubur susu. Mula-mula berikan bubur susu yang encer, kemudian sedikit demi sedikit dikentalkan. Demikian pula dengan jumlahnya. Mula mula berikan satu sendok kecil, kemudian secara bertahap ditambah.

Sebelum memberikan makanan pada bayi, cucilah tangan Anda sampai bersih. Ambil sedikit bubur dengan ujung sendok bayi dan taruh di atas punggung tangan untuk memeriksa suhunya. Makanan bayi sebaiknya bersuhu kamar atau hangat.

Tempelkan sendok berisi sedikit bubur pada bibir bayi dan biarkan si kecil mengisap makanan tersebut.
Jika ia tampak menyukainya, Anda bisa terus memberikan bubur tersebut sampar habis. Tetapi jika ia melepehkannya, bersihkan mulutnya dengan lap bersih dan cobalah ulangi lagi. Pada saat-saat pertama diperkenalkan pada makanan padat, bayi memang suka melepeh makanan, karena sesungguhnya ia masih dalam tahap belajar dan melakukan hal tersebut secara refleks.

Memang, selera dan kebutuhan makan masing-masing bayi berbeda. Tetapi umumnya, pada awalnya bayi mau menerima 1-2 sendok teh makanan. Jadi, Anda bisa menyiapkan makanan sebanyak 1 sendok makan atau I5 ml. Jlka ia telah semakin besar Anda dapat memberikan porsi yang lebih banyak. Hentikanlah pemberian makanan tersebut bila ia telah memberi tanda cukup, atau sudah kurang tertarik 1agi. Jika perlu, Anda dapat melengkapinya dengan setengah porsi susu. Intinya, biarkanlah si kecil menikmati acara makannya. Hindari memberinya makan di waktu ia tampak amat 1eiah. Yakinkan bahwa bayi Anda merasa nyaman, baik di kursi makannya atau di pangkuan Anda. Lakukanlah komunikasi dan kontak mata. Cara ini bisa menimbulkan selera makannya. Tunjukkan bahwa pengalaman barunya ini akan menyenangkan. Jika pengalaman pertama ini menyenangkan, untuk selanjutnya segalanya akan menjadi lebih mudah.

Majalah Ayahbunda

Related Posts

Leave a Comment

Tangan di Atas Lebih Baik daripada Tangan di Bawah

Perjalanan hidup akan lebih indah dan bermakna ketika kita mampu berbagi. Jadikan kebiasaan berbagi untuk bantu sesama. Yuk sedekah sekarang, biar berkah!