Tips Membuat Planning untuk mempunyai anak

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Tips Membuat Planning untuk mempunyai anak

planningMembuat planning untuk mempunyai anak adalah keputusan yang paling menentukan dalam hidup Anda. Tidak ada keputusan lain yang secara jangka panjang memiliki pengaruh dan ‘imbalan’ yang lebih besar daripada keputusan ini.

Ada orang yang merasa yakin bahwa mereka siap untuk memiliki anak. Namun, ada juga yang merasa tidak yakin tentang pengaruh kehadiran bayi terhadap gaya hidup atau hubungan mereka dengan pasangannya. Selain itu, banyak pasangan sering kali berbeda pendapat tentang kapan waktu yang tepat untuk menjadi orang tua.

Mendiskusikan semua hal tersebut sangatlah penting. Anda juga sebaiknya mengajukan pedanyaan-pertanyaan mendalam kepada diri Anda sebelum mulai melangkah. Pastikan Anda dan pasangan benar-benar terbuka dan saling jujur mengenai harapan dan ketakutan masing-masing.

KEINGINAN MEMPUNYAI ANAK

Membicarakan alasan-alasan mengapa Anda menginginkan anak bisa membantu Anda melihat dengan jelas semua asumsi yang Anda miliki tentang peran seorang anak dalam kehidupan Anda nantinya. Misalnya, apakah Anda melihat seorang anak sebagai penambah kebahagiaan hidup, ataukah sebagai pengisi kekosongan emosional yang Anda rasakan? Apakah Anda berharap anak akan bisa memperkuat hubungan Anda dengan pasangan Anda, atau bahkan bisa merekatkan kembali hubungan yang sudah retak dan goyah?

Mengandung untuk mengatasi masalah dalam hubungan Anda atau hanya karena Anda menginginkan seseorang untuk dicintai bukanlah langkah yang bijaksana. Apabila hubungan Anda dengan pasangan Anda sedang tegang, kehadiran bayi justru akan memperburuk keadaan. Kurang tidur dan lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan di rumah dengan segera akan membuat Anda menjadi mudah marah.

Merawat bayi bisa membuat Anda merasa sangat kesepian apalagi bila tidak ada pasangan terkasih di sisi Anda. Banyak orang membesarkan anak-anak mereka seorang diri dan berhasil melakukannya dengan baik. Namun, idealnya dukungan hubungan yang kuat dan penuh cinta akan membantu Anda menghadapi tantangan-tantangan dalam membesarkan seorang anak.

MELANGKAH SEBAGAI ORANG TUA

Salah satu hal paling penting yang harus Anda dan pasangan pertimbangkan adalah kesiapan untuk menyambut kehadiran ‘orang baru’. Apakah Anda cukup yakin dengan perasaan Anda masing-masing sehingga mampu merawat seorang bayi yang tidak berdaya dan sepenuhnya bergantung kepada Anda berdua?

Pikirkan juga apakah pasangan Anda adalah pribadi yang Anda inginkan untuk menjadi orang tua. Apakah menurut Anda pasangan Anda itu cukup dewasa, cukup baik, penuh kasih sayang, cukup cerdas, dan sensitif untuk menjadi rekan Anda dalam membesarkan anak? Dan satu lagi, apakah pasangan Anda adalah pribadi yang Anda inginkan untuk menjadi orang tua Anda sendiri? Pertanyaan terakhir ini tidak perlu dijawab, Anda hanya perlu membayangkannya.

GAYA HIDUP

Sebelum mulai mencoba hamil, diskusikan visi Anda masingmasing mengenai bagaimana kehidupan Anda nantinya ketika sudah ada seorang anak di rumah. Pertimbangkan juga beberapa masalah praktisnya. Apakah rumah Anda merupakan tempat yang cocok untuk seorang anak, ataukah Anda harus pindah rumah? Apakah Anda berencana untuk tetap di rumah bersama bayi Anda untuk beberapa tahun pertamanya?

Apabila ya, apakah suami Anda sudah siap menjadi pencari nafkah tunggal sementara waktu? Apabila karir merupakan hal yang penting bagi Anda, pikirkan apakah Anda bisa mendapatkan cuti selama beberapa waktu tanpa merusak prospek masa depan Anda. pertimbangkan juga bagaimana Anda akan mengatasi bertambahnya pengeluaran. Memiliki anak berarti berkurangnya pendapatan karena harus mengurangi waktu kerja atau membayar seseorang untuk merawat bayi Anda.

Pikirkan bagaimana kira-kira kehidupan Anda dalam lima atau sepuluh tahun mendatang. Apakah keinginan Anda dalam hal rumah dan karir sesuai dengan keinginan pasangan Anda? Apakah Anda berdua sudah sepakat dengan visi kehidupan masa depan bersama?

Dari semua hal di atas, tidak satu pun yang bisa menjadi faktor penentu apakah Anda akan mulai mencoba membangun keluarga. Namun, mendiskusikan hal-hal tersebut bisa membantu membentuk satu gambaran tentang apa yang Anda berdua rasakan mengenai langkah membentuk keluarga, dan apakah Anda berdua perlu mengubah gaya hidup.

JALINAN DUKUNGAN

Keluarga dan teman dekat bisa menjadi pendukung utama ketika Anda memiliki bayi, khususnya di bulan-bulan pertama ketika Anda baru mulai beradaptasi dengan gaya hidup baru. Sebaiknya Anda mendiskusikan dengan pasangan peran-peran apa saja yang bisa dipegang oleh keluarga dari kedua belah pihak untuk membantu Anda berdua. Apakah Anda punya teman atau kerabat pendukung yang tinggal di dekat rumah? Jika tidak, apakah Anda perlu untuk pindah rumah?

MENGAMBIL KEPUTUSAN

Akhirnya, hanya Anda dan pasangan Anda yang tahu apakah sekarang adalah saat yang tepat untuk mulai mencoba memiliki anak. Pikirkan keputusan tersebut secara matang, dan dengarkan suara hati Anda.

Dengarkan juga pendapat pasangan Anda dan pastikan Anda benar-benar mendengar apa yang ‘sebenarnya, dikatakan pasangan Anda, bukannya apa yang ingin Anda dengar. Akan sangat mudah membayangkan bahwa tujuan pasangan Anda sama dengan tujuan Anda, tapi kenyataannya tidak selalu demikian. Memiliki anak merupakan satu komitmen jangka panjang dan Anda berdua harus yakin bahwa inilah yang Anda inginkan.

sumber: Meningkatkan kesuburan untuk kehamilan (seri Ayahbunda)

Related Posts

Tinggalkan komentar

Tangan di Atas Lebih Baik daripada Tangan di Bawah

Perjalanan hidup akan lebih indah dan bermakna ketika kita mampu berbagi. Jadikan kebiasaan berbagi untuk bantu sesama. Yuk sedekah sekarang, biar berkah!