Riba Dalam Perspektif Qur’an & Sunnah

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Riba Dalam Perspektif Qur’an & Sunnah.  Riba mempunyai definisi dalam bahasa yaitu ziyadah(tambahan)  dna dalam pengertian lainnya riba mempunyai arti tumbuh dan membesar.   Ada  pendapat untuk menjelaskan Riba, umumnya diambil dari benang merah yang dimana  ditegaskan kalau Riba adalah penarikan tambahan, baik proses jual beli  ataupun hutang piutang secara batil ataupun bertentangan  dengan prinsip muamalah dalam Islam.

Jenis- Jenis Riba

Riba di dalam islam dibagi menjadi dua kelompok  yaitu Riba hutang piutang dan Riba Jual beli.

Riba hutang piutang juga  dibagi dua lagi yaitu :

Riba Qardh.  Yang dimana Manfaat atau kelebihan tertentu yang terdapat syarat  bagi penghutang.( Muqtaridh)

Riba Jahiliyyah  yang dimana hutang yang di bayarkan lebih dari pokok  bagi peminjam  yang tidak mampu  membayar hutang pada waktu yang telah ditetapkan.

Riba jual beli juga dibagi dua yaitu:

Riba  Fadhl.  Yang dimana pertukaran  barang sejenis dengan takaran atau kadar yang beda, namun barang yang dipertukarkan  itu termasuk dalam jenis barang ribawi.

Riba Nasi’ah. . merupakan penangguhan  dalam penerimaan jenis barang ribawi yang ditukarkan dengan jenis barang ribawi lainnya.

Jenis –Jenis Barang Ribawi

Barang ribawi    pertama : seperti emas dan perak, baik itu dalam bentuk uang maupun dalam bentuk yang lainnya

Kedua : bahan makanan pokok, , yaitu beras, gandum, dan jagung, serta bahan makanan tambahan  seperti sayur-sayuran dan buah –buahan.

Riba Hukumnya Haram

Islam menghalakan bagi umat Nya untuk menambah  harta dengan cara berdagang. Allah Memuji  seseorang yang melakukan perjalanan di dunia  dengan berdagang. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

Yang artinya:  “  Dan Orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah”. ( QS. Al Muzzammil [73]:20).

 Namun Islam membendung jalan setiap orang untuk mengembang kan hartanya dengan jalan riba. Islam mengharamkan riba  yang banyak ataupun sedikit. Islam mencela orang Yahudi yang  mempraktekkan riba padahal kitab suci mereka melarang  melakukannya.

Ayat Alquran tentang Riba yang diturunkan  Allah subhanahuwataala di dalam surat al baqarah :

“ Hai orang –orang yang beriman ,  bertaqwalah  kepada Allah dan Tinggalkan sisa riba jika kamu orang-orang yang beriman . Maka jika kamu tidak mengerjakan , maka ketahui lah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat, maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak dianiayai.” ( QS . Al-Baqarah[2]:278-279).

Rasulullah menyatakan perang kepada riba dan orang yang memungut riba ,  yang dimana bahwa riba sangat berbahaya bagi Masyarakat.

Wallahualam Bishawab.

Related Posts

Leave a Comment

Tangan di Atas Lebih Baik daripada Tangan di Bawah

Perjalanan hidup akan lebih indah dan bermakna ketika kita mampu berbagi. Jadikan kebiasaan berbagi untuk bantu sesama. Yuk sedekah sekarang, biar berkah!