Di balik senyumnya yang lembut, tersimpan perjuangan panjang seorang ibu bernama Ibu Astuti Purwaningsih (46). Penyintas kanker payudara stadium 4 ini masih terus berjuang demi bertahan hidup, sekaligus memikirkan masa depan kedua buah hatinya. Di tengah kondisi kesehatan yang kian melemah, beliau tetap menggenggam keyakinan bahwa Allah memiliki rencana terbaik untuk dirinya dan keluarga.
Ibu Astuti tinggal di Sinduadi, Mlati, Sleman, DIY. Sebagai ibu tunggal, ia harus menghadapi kenyataan pahit. Anak pertamanya baru saja bekerja sebagai buruh laundry demi membantu kebutuhan keluarga, sementara anak keduanya masih duduk di bangku kelas II SD. Kondisi rumah yang rusak dan bocor menambah beban pikirannya, terutama ketika hujan turun dan air masuk ke dalam rumah.
Dulu, Ibu Astuti sempat berjualan soto untuk menyambung hidup. Namun karena harus rutin kontrol ke rumah sakit dan menjalani kemoterapi, warung kecilnya terpaksa tutup dalam beberapa bulan terakhir. Kini, ia bertahan hidup dari kebaikan orang-orang yang peduli.
Melihat kondisi tersebut, Sahabat Yatim hadir memberikan bantuan sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moral. Penyaluran bantuan ini menyasar 1 jiwa penerima manfaat, yakni Ibu Astuti, agar dapat meringankan beban kebutuhan harian dan pengobatan yang harus dijalani.
“Meskipun sudah masuk stadium 4, tetapi saya yakin Allah memiliki rencana yang baik. Pasti ada jalan untuk bisa sembuh,” ungkapnya penuh harap.
Melalui bantuan ini, Sahabat Yatim berharap dapat menghadirkan secercah ketenangan di tengah ujian berat yang beliau hadapi. Karena setiap dukungan, sekecil apa pun, adalah penguat bagi pejuang kehidupan seperti Ibu Astuti untuk terus bertahan dan menatap hari esok dengan harapan.