Siapa yang Termasuk Kaum Dhuafa? Ini Penjelasannya

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Salah satu jenis amalan dalam agama islam yang memberikan banyak manfaat adalah bersedekah. Namun, ke mana kita harus bersedekah dan apakah sudah tepat sering menjadi pertanyaan bagi banyak orang. Anda bisa bersedekah pada golongan kaum dhuafa.

Arti dari kata dhuafa adalah lemah, maksudnya adalah orang-orang yang lemah dan memerlukan pertolongan serta bantuan. Kaum dhuafa tidak harus selalu orang yang miskin saja, tetapi ada beberapa contoh kaum dhuafa atau orang-orang yang termasuk kaum dhuafa.

Pengertian Dhuafa

Untuk melakukan sedekah, memang akan sangat dianjurkan untuk bersedekah pada kaum dhuafa. Arti dhuafa itu sendiri adalah lemah, yang merujuk pada golongan strata sosial di dalam hidup di garis kemiskinan, ketidakberdayaan, kelemahan, penderitaan, dan bentuk ketidakberuntungan lainnya.

Kategori dhuafa juga bisa dilihat dari kelemahan dalam hal psikis, finansial maupun fisik. Arti atau makna lemah dalam kata dhuafa, bukan berarti tidak mau atau malas berusaha. 

Namun karena adanya keterbatasan atau kesulitan yang membuat mereka tak punya pilihan, selain bergantung pada bantuan dari orang lain. Arti lemah dalam kategori kaum dhuafa bisa dibedakan menurut sudut pandang berikut ini:

  • Lemah Pikiran

Artinya adalah orang-orang yang kurang cerdas, bukan berarti tidak mau menuntut ilmu tetapi memang lemah secara pikiran.

  • Lemah Ekonomi

Merupakan orang-orang yang kurang mampu secara finansial dan tak mampu memenuhi kebutuhan setiap harinya, karena adanya tekanan dalam keadaan. Bukan karena tak mau mencari nafkah atau malas.

  • Lemah Fisik atau Kurang Tenaga

Misalnya disebabkan oleh sakit atau usianya yang sudah lanjut usia, cacat secara fisik, dan sebagainya. Bukan karena lemah fisik karena sengaja bermalas-malasan saja.

Orang-orang yang Termasuk Golongan Kaum Dhuafa

golongan Kaum Duafa

Apa itu kaum dhuafa, merupakan pertanyaan yang biasanya ditanyakan oleh banyak orang. Jawabannya adalah orang yang dianggap lemah dalam beberapa bidang tertentu, maka yang termasuk ke dalam kaum dhuafa diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Anak Yatim

Anak-anak yang sudah ditinggal ayahnya meninggal ketika usianya belum baligh disebut dengan anak yatim. Pada usia tersebut, seharusnya anak-anak itu mendapat bimbingan dan kasih sayang secara khusus dari ayahnya.

Termasuk dukungan dalam bentuk materi, sehingga jika anak itu sudah ditinggal ayahnya sebelum usia baligh anak itu masuk dalam kategori anak yatim. 

Nabi Muhammad SAW telah menjanjikan surga, bagi mereka yang dengan ikhlas menggantikan posisi orang tua anak yatim dengan memberikan segala kebutuhan anak tersebut.

  1. Janda dan Orang-orang Miskin

Ketika seorang wanita yang telah menikah kemudian kehilangan suaminya, maka hilang juga tumpuannya dalam mencari nafkah. Janda seperti itulah yang harus dibantu dan disebut dengan kaum dhuafa.

Sama halnya dengan orang miskin yang masuk ke dalam kategori kaum dhuafa. Orang yang miskin artinya orang yang tak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya, termasuk tanggungannya yang berupa anak dan istrinya juga.

Banyak juga orang miskin yang memiliki pekerjaan, tetapi jumlah penghasilan mereka tidak mencukup kebutuhan sehari-hari atau dalam jumlah yang sangat sedikit. 

Nabi Muhammad SAW juga bersabda dalam sebuah hadist, barangsiapa yang mau menyisihkan sebagian hartanya untuk kaum dhuafa seperti janda-janda dan orang miskin, maka pahalanya sama dengan berjuang di jalan Allah SWT.

  1. Orang-orang Fakir

Apabila orang yang miskin adalah orang yang mempunyai penghasilan secara umum, tetapi kebutuhannya masih belum terpenuhi dengan baik maka orang fakir memiliki kondisi yang jauh lebih parah dari orang miskin.

Orang fakir merupakan orang yang hidupnya sangat sengsara, tak punya harta sama sekali dan juga tak punya tenaga untuk mencari nafkah.

  1. Muallaf

Orang yang baru memeluk agama islam dan disebut dengan mualaf, juga termasuk ke dalam golongan kaum dhuafa. Meskipun misalnya secara fisik dan harta keadaannya mencukupi tetapi, jika dilihat dari segi keimanan maka mereka disebut lemah.

Maka dari itu mereka memerlukan bantuan juga baik dalam bentuk materi ataupun non materi.

  1. Budak atau Hamba Sahaya

Budak atau hamba sahaya merupakan orang yang dianggap sangat lemah. Mereka juga tidak mempunyai kemerdekaan ataupun kebebasan dalam mengatur diri dan hidupnya. Biasanya para budak atau hamba sahaya ini tidak memiliki harta.

Walaupun mereka memiliki tenaga, tetapi mereka hanya bisa menggunakan tenaganya demi kebutuhan orang yang memiliki mereka. Namun sekarang sistem perbudakan di negara manapun sudah dihapuskan.

  1. Korban Bencana Alam

Orang-orang yang terkena musibah atau orang yang termasuk korban bencana alam, juga termasuk kaum dhuafa. Mereka kehilangan harta benda bahkan jiwa yang mereka miliki, misalnya kehilangan anggota keluarga karena bencana alam tersebut.

Maka korban bencana alam juga merupakan kaum dhuafa yang harus dibantu baik secara materi ataupun non materi.

  1. Kaum Difabel atau Cacat Fisik

Seseorang yang memiliki kecacatan secara fisik, atau disebut dengan kaum difabel juga termasuk ke dalam golongan dhuafa yang harus disantuni. 

Dalam memperoleh penghasilan, orang-orang yang difabel atau cacat fisik ini biasanya tidak sanggup atau memiliki keterbatasan. Apalagi jika keluarganya juga tidak mendukung orang tersebut dalam mendapatkan penghasilan.

Orang yang lemah dalam aspek fisik ini juga termasuk ke dalam kategori dhuafa yang harus dibantu.

  1. Lansia atau Orang Lanjut Usia

Orang-orang yang termasuk lansia dengan usia yang sudah lanjut, biasanya tidak memiliki tenaga yang cukup baik dalam menghasilkan uang atau mendapat penghasilan. 

Untuk itu, lansia yang seperti ini juga wajib dibantu dalam memenuhi kebutuhan pokoknya dan hidupnya secara finansial. Bersedekah kepada lansia juga sangat baik, apalagi jika Anda memperlakukan mereka seperti orang tua sendiri.

  1. Orang dengan Jenis Penyakit Tertentu

Orang-orang yang mengalami jenis penyakit tertentu dan dianggap lemah secara fisik, juga termasuk ke dalam golongan dhuafa karena biasanya mereka tak sanggup memenuhi kebutuhannya dengan bekerja.

Apalagi jika penyakitnya terbilang parah dan membutuhkan bantuan untuk bisa menyembuhkan penyakitnya. Ditambah lagi jika orang dengan penyakit ini, merupakan orang yang berasal dari keluarga tidak mampu atau keluarga miskin.

  1. Buruh atau Pekerja Kasar

Seseorang yang bekerja sebagai buruh di pasar misalnya, atau merupakan pekerja kasar juga bisa diberi sedekah. Mereka memang memiliki sumber penghasilan, tapi biasanya jumlah penghasilannya tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Walaupun secara fisik dianggap mampu menghasilkan uang, tetapi buruh juga termasuk ke dalam kategori lemah secara finansial sehingga termasuk kaum dhuafa.

  1. Rakyat Kecil yang Tertindas

Rakyat kecil yang tertindas ini tidak harus mereka yang hidupnya sengsara karena ekonomi buruk, tetapi orang-orang seperti ini contohnya adalah orang-orang di Palestina yang mengalami peperangan dan penjajahan dari Israel.

Mereka adalah orang-orang yang tertindas, tak punya kebebasan dan masih dijajah hingga saat ini. Maka rakyat kecil tersebut juga termasuk ke dalam golongan dhuafa.

Jika Anda sudah tahu golongan manusia apa saja yang termasuk ke dalam kaum dhuafa, maka Anda bisa membagikan sebagian harta berlebih yang Anda miliki pada orang-orang tersebut. 

Related Posts

Leave a Comment

Tangan di Atas Lebih Baik daripada Tangan di Bawah

Perjalanan hidup akan lebih indah dan bermakna ketika kita mampu berbagi. Jadikan kebiasaan berbagi untuk bantu sesama. Yuk sedekah sekarang, biar berkah!