(021) 5312 6107

Tata Cara Khutbah Jumat | Syarat, Rukun dan Sunnahnya

SYIAR

Tata Cara Khutbah Jumat – Khutbah adalah salah satu rukun dari sholat jumat yang dapat disebut dengan khutbah jumat. Sebelum para jamaan melakukan sholat jumat, maka sebelumnya diwajibkan untuk mendengarkan dua jenis khutbah yang akan dikumandangan oleh seorang khatib pada saat setelah adzan sholat jumat dikumandangkan.

Arti daru Khutbah Jumat sediri merupakan perkataan yang akan disampaikan oleh seorang khatib di atas mimbar pada saat sholat jumat akan dilangsungkan yang berisi mengenai berbagai nasihat islami kepada para jamaah yang hadir dalam sholat jumat tersebut.

Yang ada di dalam khutbah jumat tersebut telah terdapat beberapa syarat serta rukunnya. Apabila dalam khutbah jumat ini tidak memenuhi rukun dan syaratnya maka khutbah jumat tidak sah dan shilat pun juga tidak sah. Tata cara khutbah jumat juga harus penuhi agar sholat jumat dapat menjadi sah.

Khutbah dalam sholat jumat ini adalah salah satu bagian rukun yang sangat penting serta tidak dapat di pisahkan dengan tata cara pelaksanaannya. Seorang khatib akan melakukan tugasnya ketika diberi tugas dalam mengisi khutbah jumat.

Hal pertama yang harus dilakukan yaitu mencari berbagai pembahasan untuk khutbah tersebut kemudian disampaikan kepada para jamaah. Tentunya isi dalam khutbah tersebut bermanfaat bagi para jamaah.

Berikut ini syarat, rukun dan tata cara khutbah jumat yang harus anda ketahui.

Ketentuan Khutbah Jumat

tata cara khutbah jumat

Khutbah Jumat ini harus disampaikan oleh seorang khatib dengan monolog. Khatib tersebut harus menyampaikan beberapa materi khutbah kepada para jamaa. Sedangkan para jamaah hanya cukup mendengarkan dengan hidmat tanpa diberikan kesempatan dalam tanya jawab.

Pada saat khutbah tersebut disampaikan, para jamaah jumat harus hidmat serta tenang agar materi khutbah tersebut dapat didengarkan secara baik oleh para jamaah.

Dalil yang menyebutkan tata cara khutbah jumat yaitu ditulis oleh Jabir bun Samurah di dalam hadis.

Seorang khatib dapat menyampaikan khutbahnya apabila memenuhi syarat serta rukunnya sebagai berikut:

Syarat Khotib Jumat

Tata Cara Khutbah Jumat

Khutbah merupakan salah satu hal yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan khutbah jumat. Syarat bagi khotib yaitu muslim, telah balig, laki-laki, rajin beribadah, berakal sehat, tidak suka berbuat tercela serta berbuat dosa, suvi, baik badan hingga pakaiannya serta menutup aurat.

Syarat Khutbah Jumat

Seorang khatib yang sudah memenuhi persyaratannya, dapat menyampaikan materi khutbah jumat. Khutbah Jumat tersebut kemudian disampaikan dalan dua bagian diantaranya yaitu khutbah pertama serta khutbah kedua.

Kedua khutbah tersebut dapat dilakukan dengan cara berangkai. Syarat khutbah jumat yaitu sebagai berikut.

  • Waktu Khutbah Jumat tersebut dimulai pada saat setelah memasuki waktu zuhur, yaitu setelah tergelincirnya matahari.
  • Khutbah Jumat tersebut disampaikan secara berdiri apabila seorang khatib mampu.
  • Duduk di antara dua khutbah.
  • Khutbah harus disampaikan dengan menggunakan suara yang keras serta jelas agar dapat didengar oleh para jamaah sholat jumat.
  • Khutbah tersebut harus disampaikan dengan cara tertib.

Rukun Khutbah Jumat

Rukun khutbah adalah salah satu ketentuan untuk dipenuhi oleh seorang khatib pada saat khutbah jumat tersebut berlangsung agar khutbahnya dianggap sah. Rukun khutbah diantaranya yaitu:

  • Khatib membaca bacaan Hamdalah atau memuji Allah pada khutbah yang pertama serta kedua.
  • Khatib kemudian membacakan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW pada saat khutbah pertama dan kedua.
  • Selanjutnya khatib berwasiat kepadi diri sendiri dan para jamaah jumat supaya bertaqwa kepada Allha, baik saat khutbah pertama dan kedua.
  • Khatib kemudian membaca ayat Al-Quran dalam salah satu dari dua khutbah jumat tersebut.
  • Khatib mendoakah seluruh para kaum muslimin dalam khutbah yang kedua.

Agar khutbah tersebut dapat sah, maka harus memenuhi berbagai macam rukun di atas. Jika agar lebih sempura, maka harus memperhatikan amalan sunah berikut ini:

Sunah Khutbah

Sunah Khutbah yaitu diantaranya :

  • Khatib terlebih dahulu duduk pada saat setelah salam pembuka sampai muazin selesai mengumandangkan azan.
  • Khutbah sebaiknya dilakukan di atas mimbar atau sebuah tempat yang lebih tinggi.
  • Memulai khutbah dengan mengucapkan salam.
  • Khutbah tersebut disampaikan menggunakan bahasa jelas, singkat, sederhana dan jangan terlalu pendek atau panjang.
  • Khatib sebaiknya menghadap ke arah para jamaah.
  • Membaca Surah Al-Ikhalas pada saat duduk antara dua khutbah.
  • Tertib dalam mejalankan semua rukun khutbah.
  • Khatib kemudian segera turun pada saat sesudah membacakan khutbah dan baru kemudian ikamat.

Tata Cara Khutbah Jumat

Tata cara khutbah jumat yang harus dipersiapkan pada saat akan pelaksanaan yaitu sebagai berikut :

Persiapan Khutbah

Kita sering menemukan pada saat khatib tersebut akan menyampaikan khutbah maka para jamaah tidak hidmat pada saat mendengarkan materi tersebut. Oleh karena itu, seorang khatib harus melakukan berbagai persiapan sebagai berikut:

1. Persiapan Jasmaniah

Khatib sebaiknya tetap menjaga kondisi tubuhnya agar khutbah tersebut dapat disampaikan dengan baik dan lancar. Kondisi yang tidak sehat dapat mengakibatkan penampilan serta penyampaian khutbah tidak maksimal.

2. Persiapan Rohaniah

Persiapan ini yaitu menyiapkan kondisi mentalnya. Seorang khatib harus mempunyai mental yang bagus pada saat berkhutbah. Kondisi tersebut sangat berpengaruh terhadap kesempurnaan dalam penyampaian khutbah.

3. Persiapan Materi Khutbah

Untuk mendukung penampilan pada saat melakukan khutbah, maka seorang khatib harus dapat mempersiapkan materi khutbah. Siapkan materi dengan baik dan memenuhi sistematika dalam khutbah. Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyusun materi khutbah:

  • Menentukan serta membuat sebuah tema atau topik untuk khutbah. Topik tersebut sebaiknya mempunyai sifat yang aktual supaya dalam menarik perhatian para jamaah jumat.
  • Membuat sistematika materi khutbah jumat.
  • Membahas mengenai meteri khutbah jumat dengan kontekstual serta disesuaikan dengan sebuah situasi serta kondisi jenis waktu yang bersangkutan.
  • Penguasaan materi yang cukup oleh khatib.
  • Menghimpun berbagai macam dalil sesuai dengan jenis materi khutbah jumat.
  • Menggunakan bahasa yang dapat dipahami dan bahasa yang jelas.

Pelaksanaan Khutbah

Dalam meningkatkan sebuah pemahaman mengenai ketentuan dalam khutbah jumat ini, maka perlu diketahui beberapa urutan khutbah jumat berikut :

  • Khatib harus berdiri serta mengucapkan salam terlebih dahulu.
  • Pada saat azan dikumandangkan, maka khatib duduk dan mendengarkannya.
  • Khutbah Jumat dimulai dengan mengucapkan kalimat hamdalah.
  • Membaca dua kalimat syahadat.
  • Membaca shalawat Nabi Muhammad.
  • Menyampaikan wasiat takwa.
  • Menjelaskan materi khutbah anda dan membacakan ayat atau dalil Al-Quran dan hadis Rasulullah.
  • Mengakhiri khutbah dengan kesimpulan serta mengajak dalam meningkatkan ketakwaan.

Setelah khutbah yang pertama di tutup kemudian khatib duduk sejenak. Selanjutnya khatib berdiri kembali untuk melakukan atau menyampaikan khutbah yang kedua.

  • Khutbah kedua khatib membaca hamdalah dan melanjutkan khutbah kedua. Hukum membacanya wajip pada saat khutbah yang pertama belum sempat dibacakan. Jika saat khutbah yang pertama sudah dibacakan maka hukumnya menjadi sunnah.
  • Khatib membacakan doa bagi umat islam.
  • Khatib turun mimbar kemudian muadzin mengumandangkan iqamah sholat jumat.
  • Melakukan sholat jumat dua rakaat dengan berjamaah dan mengeraskan bacaan sholatnya.

error: Content is protected !!