Banjir yang melanda Desa Matang Telah, Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, Sumatera Utara, menyisakan duka dan kesulitan panjang bagi warga. Di tengah keterbatasan pascabanjir, Sahabat Yatim kembali menghadirkan aksi nyata melalui program Tebar Gizi – Makan Berkah pada 16 Februari 2026.
Sebanyak 200 jiwa menerima manfaat dari kegiatan ini. Bantuan berupa paket makanan siap saji dibagikan langsung kepada warga terdampak, khususnya keluarga prasejahtera, lansia, dan anak-anak. Di masa tanggap darurat, ketika banyak dapur tak lagi bisa mengepul dan persediaan bahan makanan hanyut terbawa air, bantuan pangan menjadi kebutuhan yang sangat mendesak.
Relawan Sahabat Yatim turun langsung ke lokasi, memastikan setiap paket tersalurkan tepat sasaran. Dengan langkah penuh kepedulian, mereka menyapa warga satu per satu, menyerahkan makanan hangat yang menjadi penguat di tengah situasi sulit. Raut lelah yang sebelumnya terlihat perlahan berubah menjadi senyum haru dan ucapan syukur.
Program Makan Berkah ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan darurat, tetapi juga meringankan beban psikologis warga. Kehadiran relawan menjadi simbol bahwa mereka tidak sendiri. Ada kepedulian, ada solidaritas, dan ada tangan-tangan kebaikan yang terus bergerak.
Bagi Sahabat Yatim, Tebar Gizi bukan sekadar distribusi makanan. Ini adalah wujud nyata komitmen untuk mendampingi masyarakat terdampak bencana hingga bangkit kembali. Setiap paket yang dibagikan membawa harapan baru, menguatkan semangat untuk melewati masa sulit bersama-sama.
Semoga bantuan yang tersalurkan menjadi keberkahan bagi 200 penerima manfaat di Matang Telah, serta menjadi amal jariyah yang terus mengalir bagi para donatur. Bersama, kita bisa menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan di tengah ujian.