Anak berbakat tapi tidak berprestasi dipelajaran.. Bagaimana sikap orang tua yang benar?

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

anak berbakat tapi tidak berprestasi – Jika anak bersikap menentang, atau tidak menaruh perhatian dalam pelajaran, apakah anak harus menyesuaikan dirinya dengan situasi ini?

Anak berbakat yang bersikap memberontak akhirnya justru akan menjadi anak underachiever, tidak berprestasi sesuai dengan potensi yang dimilikinya, dan tidak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
Sebaliknya lingkungan yang perlu menyesuaikan diri pada kebutuhan anak berbakat. Hal ini menunjukkan adanya masalah dari pihak luar diri anak, misalnya kurikulum, guru atau buku teks yang tidak sesuai dengan yang dibutuhkan anak berbakat.

anak berbakat tapi tidak berprestasi

Bagaimana sikap yang harus diambil jika sekolah membosankan?
Apakah anak trerbakat juga akan padam belajarnya? Hal ini cukup sering terjadi, bahwa mereka tidak mempedulikan nilai yang akan diraihnya. Seringkali mereka dapat menyelesaikan tugas dengan cepat, namun kurang cermat. Mereka memilih melakukan hal lain seperti membaca buku tentang topik yang ia sukai dari pada membaca ulang pekerjaan sekolah.  Mereka sering mendapat nilai jelek karena tidak peduli, bukan karena tidak mengerti mengenai pelajaran tersebut.

Apakah anak berbakat sangat peduli terhadap masalah global, lingkungan sekitarnya, lingkungan orang dewasa, sosial politik yang berlangsung?
Salah satu ciri umum yang dimiliki anak berbakat adalah bahwa mereka adalah global thinkers, mampu melihat secara keseluruhan permasalahan, dengan kerangka berpikir dasar filosofis sebelum mereka bertindak sangat detil. Mereka lebih berorientasi pada konsep, kepada tindakan yang mempunyai dampak terhadap lingkungannya.

Anak berbakat ingin melakukan temuan-temuan, untuk memenuhi kebutuhan intelektual dan emosional nya. Untuk memenuhi kebutuhan ini, orang tua maupun lingkungan sekolah perlu banyak memberikan kegiatan yang menunjukkan adanya saling keterkaitan antara orang satu sama lain, dan bagaimana benar-salahnya. Jadi aspek empati, penalaran moral, dan rasa keadilan yang merupakan karunia Tuhan terbesar dalam diri anak berbakat perlu dikembangkan melalui program sekolah yang berstruktur.

Anak berbakat biasanya fokus dan memiliki tujuan karir?
Hal ini tidak benar, dan justru sering menjadi masalah bagi anak berbakat itu sendiri. Mereka mempunyai kemampuan dan minat yang beragam, sehingga memerlukan bimbingan untuk menemukan karir mereka di usia dewasa. Remaja berbakat seringkali dilanda tekanan jika sudah harus memilih karir yang ditekuni.

Demikianlah beberapa hal yang perlu diketahui dalam hal mengembangkan bakat anak secara optimal. Lingkungan sangat berpengaruh bagi mereka. Artinya jangan memberi kritik, celoteh yang menjatuhkan semangat dan menurunkan moral, tetapi buatlah suasana lingkungan yang aman secara psikologis. Biarkanlah anak berbakat berkembang sesuai dirinya.

Anakku vol.1 6/15

Related Posts

Leave a Comment

Tangan di Atas Lebih Baik daripada Tangan di Bawah

Perjalanan hidup akan lebih indah dan bermakna ketika kita mampu berbagi. Jadikan kebiasaan berbagi untuk bantu sesama. Yuk sedekah sekarang, biar berkah!