Waspada !! Anak balita ternyata bisa mengalami kebotakan. Ini dia penyebabnya!

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

penyebab kebotakan pada balita – 3% Anak balita di Amerika Serikat yang datang ke ruang praktik dokter , anak mengalami kebotakan atau rambutnya menipis akibat rambut rontok berlebihan.

Kebotakan kini tak hanya dialami oleh orang dewasa atau lanjut usia. Anakanak pun makin banyak yang mengalaminya. Bahkan, anak balita Di Amerika Serikat, dalam 5 tahun terakhir ini, anak balita yang mengalami kebotakan meningkat sebanyak lebih dari 2 juta anak.

penyebab kebotakan pada balita

Ada empat jenis kebotakan yang paling sering dialami anak balita yaitu:

1.Kelainan autoimun

2.Kurap di kulit kepala (tinea capitis)

3.Kebotakan Sementara(tellogen effluvium) adalah jenis kebotakan yang kerap dialami oleh anak umur z-6 tahun. lni merupakan kelainan atau gangguan dalam siklus hidup rambut. Setiap folikel rambut memiliki fase pertumbuhan yang lama, antara z hingga 6 tahun. Setelah itu, folikel akan berada pada tahap transisi yang singkat, sekitar 3 minggu, sebelum memasuki tahap degeneratif atau penuaan untuk diganti dengan rambut yang baru.

Tahap akhir sehelai rambut disebut tahap telogen atau dorman. Dalam keadaan normal, folikelakan mempersiapkan tumbuhnya rambut baru sebagai pengganti pada saat rambut lama sedang dalam masa “diam.” Karena ada gangguan dalam siklus pembentukan, rambut baru yang seharusnya berumur panjang dipicu untuk masuk ke dalam tahap telogen jauh lebih cepat dari yang seharusnya. Akibatnya, terjadilah kerontokan rambut yang mengaki batkan kebotakan.

Penyebabnya: gangguan sistem metabolisme pengatur Siklus hidup rambut yang menyebabkan umur rambut jauh lebih pendek. Helaian-helaian rambut baru mudah patah atau rontok sehingga tidak ada pengganti rambut “tua”. Penyebab lainnya adalah obatan-obatan yang digu nakan oleh penderita demam tinggi, infeksi berat, lupus, penyakit tiroid, stres, dan defisiensl sejumlah zat seperti zat besi (Fe), zat seng (Zn), biotin dan asam lemak.

Atasi dengan: mengobati penyebabnya. Namun, tidak ada pengobatan yang efektif. Rambut dapat tumbuh kembali secara spontan dalam waktu 6 bulan.

Cegah dengan: menghindari manipulasi rambut, seperti menyisir atau mengikat rambut secara kasar dan berlebihan.

4. Trauma rambut

Trauma rambut bentuknya macam-macam. Di antaranya disebabkan oleh penataan dan pemakaian benda hiasan, seperti terlalu sering memakai bando,topi dan mengikat rambut terlalu kencang. Selain itu juga karena menggunakan senyawa kimia, misalnya, berganti-ganti mereka sampo. Trauma lain yang memicu terjadinya kebotakan adalah gangguan obsesif-kompulsif, yang dalam istilah psikologi disebut trikhotiIomama. Sebuah kebiasaan menarik-narik rambut, memutar-mutar,
dan mencabutnya karena ia merasa bosan atau gelisah.

Penyebabnya adalah perlakuan yang salah pada rambut, penggunaan bahan kimia dan gangguan perilaku.

Atasi dengan menghentikan kebiasaan yang salah dalam menata rambut anak, memakai topi dan bando secara terus menerus. Hentikan juga kebiasaan anak menjambak rambut sendiri dengan mengalihkannya pada kegiatan lain.

Cegah dengan memperbaiki kebiasaan yang salah dalam menata rambut anak. Boleh-boleh saja mengikat rambut, tapi tidak setiap hari dan tidak terlalu kencang. Ajak anak melakukan berbagai aktivitas yang menyenangkan dan beri mereka rasa aman dan nyaman agar tidak bosan dan gelisah.

Majalah Ayahbunda

Related Posts

Leave a Comment

Tangan di Atas Lebih Baik daripada Tangan di Bawah

Perjalanan hidup akan lebih indah dan bermakna ketika kita mampu berbagi. Jadikan kebiasaan berbagi untuk bantu sesama. Yuk sedekah sekarang, biar berkah!