Cara mengajarkan anak pola makan yang baik dengan memberi contoh

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Cara mengajarkan anak pola makan yang baik– Membiasakan pola makan yang baik memang bukan “pekerjaan” mudah. Apalagi bila hal ini ingin Anda terapkan pada anak-anak, yang kemampuan nalarnya masih sangat terbatas. Karena itu, penjelasan Anda perihal pentingnya pola makan sehat yang mendetil akan sulit ia terima. Akan lebih baik bila Anda dan pasangan memberi contoh bagaimana pola makan yang baik.

Misalnya saja, kalau selama ini Anda tak suka makan ikan atau sayur, cobalah ubah kebiasaan Anda ini. Atau, setidaknya jangan tunjukkan perasaan tidak suka pada jenis makanan tersebut dihadapan si kecil. Karena, pada dasarnya anak adalah peniru ulung. Ia akan mudah sekali mengikuti kebiasaan Anda sehari-hari.

Mengingat sulit makan adalah masalah yang paling sering terjadi, maka untuk meningkatkan selera makan anak, tak ada salahnya bila sesekali Anda mengajaknya turun ke dapur Atau, seperti juga kita yang kadang-kadang bosan dengan suasana makan di rumah, mengapa tidak mencoba makan di luar rumah sebagai alternatif atau ciptakan suasana lain dengan makan di alas tikar ala kenduri, misalnya.

Perubahan suasana seperti ini biasanya akan menggugah selera makan si kecil dan juga seluruh anggota keluarga. Sebelum menuntut anak agar kreatif, sesungguhnya kreativitas ini harus dimulai dari diri kita sebagai orang tua. Dan hal ini bisa Anda lakukan untuk meningkatkan selera makan pada anak yang sulit makan.

Bukan hanya suasana, kadang-kadang anak enggan makan karena bosan dengan hidangan yang itu-itu juga. Nah, mengapa tidak menciptakan kreasi hidangan baru? Mungkin dari resep lama namun penampilannya baru. Aneka hiasan yang unik dan lucu pada hidangan si kecil biasanya akan menggugah selera makan mereka. imajinasi dan kreativitas Anda juga bisa Anda terapkan bila si kecil tidak suka pada satu jenis makanan tertentu. Misalnya saja, si kecil tidak suka sayuran, tapl menyukai telur dadar. Anda bisa mencampur sayuran dalam telur dadar. Si kecil akan makan dengan lahap, karena ia tidak menyadari bahwa di dalam telur dadar favoritnya terdapat sayuran yang sebetulnya tidak ia sukai.

Cara mengajarkan anak pola makan yang baik

Bagaimana dengan anak yang mengalami kegemukan? Selain, lagi- Iagi, contoh dari Anda untuk berpola
makan sehat, sebaiknya Anda juga lebih banyak mengolah hidangan berbahan dasar sayuran dan buah, ketimbang lemak. Dengan berbekal pengetahuan gizi, Anda bisa menciptakan hidangan-hidangan baru yang tepat bagi kondisi tubuh dan usianya.

Memang, tidak semua pasangan muda memiliki waktu dan minat untuk menciptakan resep baru. Namun, hal ini hendaknya tidak menjadi kendala bagi Anda untuk tetap menyediakan hidangan sehat, lezat dan bergizi bagi anggota keluarga Anda, khususnya si kecil yang sedang dalam masa tumbuh kembang. Anda bisa memanfaatkan aneka resep yang ada dalam buku dan majalah. Yang perlu diingat, sesuaikan hidangan yang hendak Anda dah dengan usia si kecil, berdasarkan keterampilan makannya.

Jangan terburu-buru memberi makan bayi usia 3 bulan dengan makanan padat, misalnya, karena sistem pencernaannya belum siap. Begitu pula dalam memodifikasi resep, sesuaikan bahan makanan yang hendak Anda berikan pada bayi sesuai dengan kesiapan pencernaan dan keterampilan makannya. Akan lebih baik lagi bila Anda mengetahui berapa kalori hidangan yang Anda sajikan untuk si kecil, agar ia mendapatkan asupan gizi yang sesuai dengan kebutuhannya.

Banyak kasus anak kegemukan, misalnya, terjadi karena ketidaktahuan orang tua perihal gizi prima. Mereka menganggap bahwa anak yang gemuk adalah anak yang sehat. Padahal, pendapat tersebut tentu saja tidak tepat, karena bahaya gangguan kesehatan seperti diabetes akan mengintai anak-anak yang mengalami obesitas.

Nah, setelah Anda memiliki bekal pengetahuan gizi prima untuk tumbuh kembang bayi dan anak balita, dilengkapi dengan aneka resep yang tersedia, kini tinggal satu langkah Iagi usaha Anda untuk mengoptimalkan gizi si kecil. Yakni, mempraktekkan semua ilmu Anda tersebut. Selamat menerapkan
pola hidup sehat pada keluarga Anda!

Majalah Ayahbunda

Related Posts

Leave a Comment

Tangan di Atas Lebih Baik daripada Tangan di Bawah

Perjalanan hidup akan lebih indah dan bermakna ketika kita mampu berbagi. Jadikan kebiasaan berbagi untuk bantu sesama. Yuk sedekah sekarang, biar berkah!