Site icon Sahabat Yatim

Alasan mengapa fast food tidak baik untuk kesehatan anak

mengapa fast food tidak baik untuk kesehatan – Fast food hanya mengandung sedikit serat, Memang, si kecil bisa mendapatkan serat dari sop sayuran, jagung rcbus. atau selada Tapi itu pun relatif rendah nilai gizinya, karena sayuran tersebut sudah mengalami proses pemanasan dan pendinginan beberapa kali dan dalam jangka waktu yang lama.

ldealnya, zat gizi yang diperoleh si kecil dalam sehari memiliki komposisi berupa 55-67% karbohidrat, 20-30% lemak, dan 13-15 % prorein. Komposisi serupa ini merupakan gizi seimbang. Kebutuhan gizi yang seimbang itu dapat Anda penuhi dengan menanamkan pola makan yang baik kepada si kecil sejak awal.

Caranya, antara lain, dengan tidak terlalu sering mengajaknya makan di restoran fast food. Selain itu jangan membiasakan memberikan hadiah atau menebus rasa bersalah Anda dengan membehkannya makanan. Dengan demikian, diharapkan anak terhindar dari ketidak seimbangan gizi. mengkonsumsi fast food satu sampai dua kali dalam seminggu masih dianggap aman. Tapi lebih dari itu, bukan tidak mungkin akan berdampak kurang baik bagi kesehatan tubuh si kecil, di samping akan memicu timbulnya masalah kegemukan (obesitas).

mengapa fast food tidak baik untuk kesehatan

Keseimbangan masukan zat gizi pada si kecil, memang tidak hanya diperoleh dalam satu kali makan, melainkan dari keseluruhan makanan yang dikonsumsinya, baik dalam sehari maupun dahm seminggu.
Karena itu bila si kecil sudah mengkonsumsi cukup banyak protein pada siang hari, sebaiknya beri dia sayuran dan buah-buahan pada saat makan malam. Atau sekali-sekali tak ada salahnya mengajak si kecil membuat aneka hidangan fast food sendiri di rumah.

Bagaimanapun jenis makanan yang satu ini memang menarik buat anak. Dengan mencoba membuat sendiri hamburger dan pizza, nugget ayam, atau sandwich di rumah. Anda dengan leluasa mengurangi dan menambahkan zat gizi lainnya sehingga menjadi makanan padat gizi yang seimbang.

Mengolah masakan sendiri sesungguhnya tidak menghabiskan banyak waktu. Kiatnya, sebelum memasak, Anda bisa minta tolong pembantu untuk menyediakan, mengupas, memotong bahan makanan sesuai dengan jumlah bahan yang tertera pada resep masakan. Sesudah semua tersedia, Anda tinggal mengolahnya dan dalam waktu singkat makanan akan terhidang. Nah. masakan yang Anda “olah” dengan cinta ini, hasilnya tentu berbeda dengan hasil olahan buatan orang lain.

Majalah Ayahbunda

 

Exit mobile version