Site icon Sahabat Yatim

Cara Gampang Menyelesaikan Soal Ujian Hidup

ujian hidup

image by freepik

Cara Gampang Menyelesaikan Soal Ujian Hidup – Hidup sama saja dengan sekolah. Ini karena ada biaya sekolah, juga ada biaya hidup. Ada pelajaran sekolah, ada juga pelajaran hidup. Ada ujian sekolah, ada juga ujian hidup. Sehingga ada soal ujian sekolah dan ada juga soal ujian hidup.

Bedanya kalau soal ujian sekolah bisa bocor, tetapi kalau soal ujian hidup tidak bisa bocor. Demikian juga dengan cara menghadapi soal ujian, Kalau ujian sekolah bisa nyontek, tetapi kalau ujian hidup tidak bisa nyontek. Benar, kan?

Dua Jenis Soal Ujian Hidup

Hidup harus dihadapi dengan sabar dan syukur supaya mudah untuk menjawab soal ujian hidup yang selalu datang setiap saat di depan kita. Namanya juga sekolah, anggaplah biasa saja ketika menghadapi soal ujian. Walaupun mungkin yang datang kali ini benar-benar soal ujian yang berat.

Tidak usah merasa tertekan atau panik, itulah sabar menghadapi soal ujian hidup. Demikian juga ketika kita mendapat soal ujian yang lain. Yaitu soal ujian yang menggiurkan: kenikmatan. Kita harus mensyukurinya.

Semua yang hidup di dunia akan menerima 2 jenis soal ujian hidup dari Allah. Soal ujian ‘susah’ dan soal ujian ‘senang’. Banyak orang yang mengira kalau ujian dari Allah itu hanya berupa hal-hal yang tidak enak saja. Misalnya, ditagih hutang gak bisa bayar, kecelakaan, sakit, diputus sama gebetan, ditipu orang, dan sebagainya. Padahal, soal ujian dari Allah itu, bisa juga berupa kesenangan.

Usaha lancar, meraup banyak untung, lamaran diterima, doa dikabulkan, naik jabatan, dipuji orang, dan seterusnya. Itu semua juga merupakan bentuk lain dari soal ujian dari Allah. Oleh sebab itu, antara sabar dan syukur harus terangkum dalam satu paket.

Sabar diperlukan untuk menghadapi soal-soal ujian berupa kesusahan. Sedangkan syukur adalah jawaban untuk menghadapi soal-soal ujian berupa kesenangan. Oleh karena itu, orang yang benar-benar bisa bersabar pasti mudah untuk bersyukur. Juga sebaliknya, mereka yang pandai bersyukur akan mudah sekali untuk bersabar ketika menghadapi soal ujian yang tidak menyenangkan.

Sekolah kehidupan mengajarkan kita bersikap yang benar dalam menghadapi soal ujian hidup. Karena sikap yang benar adalah jawaban yang benar untuk menyelesaikan soal ujian hidup itu. Sedangkan sikap yang salah berarti kehilangan skor. Artinya, kita tidak menjawab soal ujian dengan benar. Coba perhatikan apa yang terjadi bila jawaban kita salah, dan apa yang terjadi bila jawaban kita benar. Perhatikan apa akibatnya!

Bagaimana Menjawab Soal Ujian Hidup?

Seperti halnya sekolah, kalau kita dapat menjawab soal dengan benar, kita akan menerima ijazah sebagai tanda lulus ujian. Tetapi apabila kita kesulitan untuk menjawab, dan akhirnya salah, maka soal ujian akan terus diulang. Ini karena kita belum lulus ujian.
Berikut ini akan kami paparkan lebih jelas tentang masalah ini. Agar kita dapat mempersiapkan diri dengan baik dan benar pada saat soal ujian dihadapkan kepada kita.

1. Ketika ujian kesusahan datang menerpa

Tiba-tiba saja soal ujian yang tidak menyenangkan datang kepada kita. Ia datang seperti badai yang tiba-tiba mengamuk dan menyambar apa saja yang sedang asik kita nikmati. Jika respons kita terhadap soal ujian itu tidak benar. Maka akibatnya akan menjadi fatal dan akan sangat merugikan kita sendiri.

Sebesar apapun soal ujian datang, harus dihadapi semata-mata sebagai ujian. Semata-mata sebagai ujian itu artinya, kita tidak terlena oleh masalah yang sedang terjadi. Bukankah yang namanya soal ujian itu hanyalah sesuatu yang bersifat percobaan, sesuatu yang tidak benar-benar terjadi. Kurang lebih seperti sebuah permainan atau game

Kalau kita menjadi panik dan kehilangan pertahanan diri, kita akan terbawa hanyut oelh permasalahan itu. Sehingga soal ujian tadi menyiksa kita, “ ah! Mati aku!”. Hal itu akan mengakibatkan masalah semakin membesar, bukannya menjadi ringan. Malah akan semakin sulit menemukan jalan keluar.

Maklum saja, orang panik biasanya kehilangan akal, karena kepanikan menguasai dirinya. Padahal, masalah justru akan mudah teratasi kalau kita bersikap lebih tenang. Sehingga soal ujian dapat kita jawab dengan sikap yang benar dan mudah menemukan jalan keluar.

Pengaruh Kepanikan dan Ketenangan terhadap Alam Bawah Sadar

Mengapa demikian? Ini karena pikiran alam bawah sadar kitalah yang menentukan. Mau segera menyelesaikannya ataukah memperpanjangannya?

Jika kita tenang, alam bawah sadar kita akan merasa bahwa soal ujian ini mudah untuk diselesaikan. Jalan keluar dari permasalahan pasti akan ditemukan dan masalah akan segera selesai. Sehingga apa yang dipikirkan oleh alam bawah sadar kita itu akan memberi sugesti positif pada otak untuk mencari solusi dari permasalahan yang mudah ini. Akhirnya, masalah kita benar-benar selesai.

Akan tetapi bila kita panik, kecewa, marah, maka alam bawah sadar kita merasa bahwa soal ujian itu sangat sulit diselesaikan. Bahkan mustahil untuk mencari jalan keluarnya. Maka alam bawah sadar kita pun memberi sugesti negatif tersebut pada otak. Sehingga soal ujian yang sedang kita hadapi rasanya semakin rumit dan semakin menjadi-jadi. Semakin dipikirkan semakin membuat kepala pecah. Ini bahayanya.

2. Ketika ujian kesenangan datang menghampiri

Lalu, bagaimana jika yang datang adalah soal ujian kesenangan? Bukankah ini begitu mudah dihadapi? Tinggal nikmati saja semua kesenangan itu. Mudah, kan?

Sayangnya tidak semudah itu. Bahkan konon, ujian inilah yang paling berat. Bagaimana mungkin? Ini karena orang yang diberi soal ujian kesenangan biasanya tidak menyadari bahwa dirinya sedang menghadapi ujian.

Ibaratnya, seorang anak sekolah yang mengerjakan soal dengan ogah-ogahan karena tidak mengetahui bahwa itu adalah soal ujian. Bahkan, ia tidak mengerjakan sedikit pun soal-soal tersebut. Ia malah asyik mengobrol dengan temannya. Ketika sang guru meminta jawaban soal tersebut dikumpulkan, ia baru menyadari kelalaiannya itu. Penyesalan besarlah yang dirasakannya.

Begitu pula dengan ujian kesenangan. Bila kita terlena dengan semua yang ada, kenikmatan itu dapat menjerumuskan kita. Misalnya, usaha yang kita lakukan mendapatkan bintang jatuh, tiba-tiba dalam waktu tertentu melejit dengan pesat. Keuntungan berlipat, bergulung, dan kita menjadi sangat sukses. Ini juga soal ujian, kalau kita tidak pandai bersyukur, maka kita tidak lulus dari ujian ini.

Ujian Kenikmatan dan Bahaya Tidak Bersyukur

Misalnya, Anda diberi nikmat kekayaan yang berlimpah. Karena kekayaan Anda itu, banyak orang yang datang meminta sumbangan dari Anda. Karena merasa risih dengan kehadiran mereka, Anda enggan menemui mereka. Sampai ngumpet segala. Setiap ada yang datang meminta sumbangan, pembantunya disuruh bilang kalau Anda sedang tidak ada. Padahal, sebenarnya sedang ngumpet di kamar.

Bagaimana kira-kira rasanya main petak umpet seperti ini? Pasti tidak nyaman. Selalui dihantui rasa tidak tenang. Dan bawaannya curigaan terus kepada orang-orang. Setiap orang yang datang menghampiri, dicurigai ada maunya.

Ketika perasaan kita tidak nyaman, bahkan sudah memiliki prasangka buruk pada orang lain, maka alam bawah sadar kita menganggap benar-benar tidak nyaman. Bahkan, prasangka-prasangka buruk pada orang lain pun menjadi kenyataan.

Orang-orang yang menghampiri hanya mengincar harta Anda saja. Tidak ada yang tulus berteman dengan Anda. Entah kemudian apa yang terjadi, Anda pun jatuh bangkrut. Maka hilanglah nikmat Allah itu akibat Anda tidak bersyukur. Ingatlah, pikiran dan perkataan itu merupakan doa.

3. Enjoy saja

Enjoy saja. Itulah sikap yang benardalam menghadapi semua soal ujian hidup ini. Ketika ujian susah datang, kita tetap tenang dengan bersabar. Dan ketika soal ujian senang yang datang, kita tambah senang denga bersyukur.

Berdasarkan hukum ketertarikan, yang populer disebut Law of Attraction, alam bawah sadar kita akan menarik hal-hal yang sejenis. Perasaan hati yang senang akan menarik kesenangan datang menghampiri kita secara kebetulan. Dan juga sebaliknya, bila perasaan hati kita susah, maka akan menarik hal-hal negatif yang menyusahkan datang kepada kita secara tidak disadari alias kebetulan.

Sekolah hidup adalah sekolah dalam kehidupan. Banyak orang yang pandai di sekolah formal, tetapi tidak pandai dalam sekolah kehidupannya. Kesuksesan seseorang tidak ditentukan oleh tingginya kecerdasan pikirnya, karena kecerdasan intelektual hanya berpengaruh sekitar 12% bagi keberhasilan hidup. Selebihnya ditentukan oleh kecerdasan emosi dan spiritual. Sekolah hidup mengajarkan kita untuk cerdas emosi dan cerdas spiritual melalui soal-soal ujian yang kita bicarakan tadi.

Semoga kita dapat bersikap dengan benar dalam menhadapi soal ujian hidup yang kita terima dari Allah SWT. Sehingga kita dapat menikmati kemenangan hidup yang senantiasa kita impikan. Semoga Allah meridai setiap langkah kita. Aamiin.

Exit mobile version