Lebih Baik Mana Antara Kambing Betina Atau Kambing Jantan Untuk Aqiqah?

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Tak sedikit orang yang dibuat bingung, tentang jenis kelamin kambing yang akan dipilih untuk acara aqiqah. Apakah lebih baik kambing betina atau jantan, apalagi bagi yang pertama kalu menggelarnya untuk buah hati tercinta.

Supaya tidak salah dan tetap ikut aturan yang sudah ditetapkan sesuai syariat Islam, ada baiknya Anda mengetahui semua hal terkait hal tersebut. Berikut ini penjelasan lengkapnya, untuk dijadikan tambahan wawasan bagi Anda.

Bolehkah Aqiqah Dengan Kambing Betina?

Secara syariat, tidak ada ketentuan baku tentang jenis kelamin kambing aqiqah. aqiqah anak perempuan kambing jantan atau betina juga tidak masalah, yang pasti sesuai dengan ketentuan yang sudah disampaikan oleh Rasulullah SAW melalui sabdanya. 

Diriwayatkan melalui HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Jannah, hadits tersebut berbunyi:

ุฃูŽู†ูŽู‘ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุฃูŽู…ูŽุฑูŽู‡ูู…ู’ ุนูŽู†ู’ ุงู„ู’ุบูู„ูŽุงู…ู ุดูŽุงุชูŽุงู†ู ูˆูŽุนูŽู†ู’ ุงู„ู’ุฌูŽุงุฑููŠูŽุฉู ุดูŽุงุฉูŒ

Artinya:

โ€œSesungguhnya Rasulullah SAW memberi perintah kepada mereka, Aqiqah untuk anak lelaki adalah dua ekor kambing, dan anak perempuan sebanyak satu kambing,โ€

Pada Hadits tersebut tidak ada ketegasan soal jenis kelamin, jadi bisa disimpulkan bahwa mau menggunakan kambing berjenis kelamin jantan atau betina tetap sah. Selama prosedur aqiqah yang dilakukan, sudah sesuai dengan yang ditetapkan.

Mulai dari waktu Aqiqah, hingga kriteria kambingnya secara postur, dan umur yang bisa dipilih sebagai jadi hewan yang disembelih pada acara aqiqah.

Ternyata Ini Syarat Utama Kambing Aqiqah Sebenarnya

Biar Anda tidak salah pilih, berdasarkan syariat Islam ada beberapa syarat utama yang harus dipenuhi. Baik itu aqiqah kambing jantan atau betina untuk anak laki-laki yang jumlahnya dua ekor, maupun untuk perempuan yang jumlahny satu ekor.

  • Usia

Untuk usia kambing yang boleh dijadikan kurban saat Aqiqah adalah satu tahun, penentuan umur ini sudah dijelaskan melalui Al-quran dan hadits sahih.

  • Kriteria

Kriteria tubuh dan kondisi lainnya yang perlu diperhatikan adalah, kambing tersebut tidak bisa dipilih jika memiliki salah satu atau beberapa kondisi cacat. 

Diantaranya yaitu dalam kondisi sakit yang bisa terlihat jelas dari fisiknya, kemudian tidak punya daging yang cukup atau kurus dengan kondisi daging pembungkus tulang. Lalu, mengalami kebutaan sebelah yang sudah teridentifikasi saat akan membeli.

Terakhir adalah, pincang atau tidak mampu berjalan sempurna dan sangat terlihat secara kasat mata.

  • Hewan Lain

Jika Anda tidak bisa mendapatkan kambing, ada hewan lain yang dapat dipilih berupa sapi dengan usia minimal dua tahun, domba dengan usia minimal enam bulan, unta dengan usia lima tahun.

  • Dimasak

Untuk dapat membagikan daging aqiqah kepada orang lain, dianjurkan untuk memasaknya terlebih dahulu menjadi makanan yang siap disantap. Misalnya, dijadikan kari kambing atau gulai kambing, dengan cara memasak yang benar.

  • Waktu Aqiqah

Sesuai dengan hadits sahih riwayat Abu Dawud, Tirmidzi, dan beberapa lainnya disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda bahwa untuk penyelenggaraan Aqiqah adalah di hari ketujuh setelah seorang bayi dilahirkan.

  • Sunnah Saat Aqiqah

Selain syarat kambing Aqiqah jantan atau betina yang perlu dipenuhi, ada juga sunnah yang sebaiknya sekaligus dilakukan ketika melakukan acara syukuran kelahiran anak tersebut. 

Diantaranya, mencukur rambut anak tersebut untuk pertama kalinya sekaligus memberikan nama terbaik untuknya.

Ketika syarat dan sunnah sudah dilaksanakan, tentu kesempurnaan ibadah Aqiqah akan lebih terasa. Anda sebagai orang tua, juga pastinya puas karena sudah melakukan hal-hal yang dianjurkan oleh agama.

Dimana Bisa Mendapatkan Kambing Aqiqah

Samping melihat kambing Stok Foto, Samping melihat kambing Gambar Bebas  Royalti | Depositphotosยฎ

Banyak tempat yang bisa dipilih untuk mendapatkan kambing untuk aqiqah, baik yang masih hidup maupun dagingnya yang sudah siap untuk dibagikan. Beberapa yang bisa dijadikan alternatif adalah:

  • Peternak Kambing Terdekat

Anda bisa datang langsung ke tempat peternak kambing, untuk memilih mana kambing yang nantinya akan disembelih untuk aqiqah anak tercinta. 

Cari rekomendasi dari orang terdekat atau kenalan, yang sudah pernah menggelar acara aqiqah. Supaya rekomendasi yang didapatkan, lebih akurat dan Anda bisa mendapatkan kambing terbaik sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan.

  • Beli Via Online

Saat ini dunia digital juga sudah sangat maju, dimana teknologi memungkinkan orang untuk mencari apapun melalui internet termasuk kambing Aqiqah. 

Coba cek toko online atau website yang menjual kambing tersebut, kemudian Anda bisa mengecek jenis kambing yang disediakan.

Ada toko online, yang menyediakan fasilitas penyembelihan hingga pendistribusian hewan Aqiqah secara langsung. Ini akan sangat memudahkan Anda, terutama yang tak punya banyak waktu untuk mencari sendiri kambing yang tepat.

Salah satu yang bisa dijadikan pilihan adalh Sahabat Yatim, yang menyediakan fasilitas pembelian kambing Aqiqah dengan kualitas premium. Soal distribusi dan hal lainnya, bisa didiskusikan langsung asalkan tidak melanggar ketetapan dalam Syariat Islam.

Bagaimana Cara Memberikan Daging Kambing Aqiqah yang Sudah Disembelih?

Ada perdebatan yang sering timbul, tentang bagaimana cara yang tepat untuk memberikan daging kambing Aqiqah. Ada yang menyebutkan, bisa didistribusikan dalam bentuk daging segar sama halnya dengan daging Qurban saat hari raya Idul Adha.

Tapi, tak sedikit pula yang mengungkapkan bahwa pemberian daging tersebut sebaiknya dilakukan setelah daging diolah menjadi bentuk makanan tertentu. Lantas mana yang tepat?

Jika merunut kepada Imam Syafiโ€™i, daging yang diberikan dalam bentuk mentah maupun yang sudah dimasak. Tidak ada aturan khusus tentang hal itu, sehingga Anda bisa memilih mana cara terbaik untuk mendistribusikannya.

Siapa yang Berhak Diberikan Daging Kambing Aqiqah

Ketika Anda memutuskan untuk memilih aqiqah kambing betina dalam bentuk mentah atau matang, tentu harus jelas siapa yang berhak menerima daging tersebut. Berikut ini, beberapa anjuran tentang orang yang berhak menerima pemberian daging kambing tersebut.

  • Mustahiq

Yaitu orang yang masuk dalam kategori penerima zakat, bisa dari kalangan manapun yang pasti memenuhi kriteria untuk menerima berbagai jenis zakat. Hal ini, sama dengan orang yang berhak menerima daging kurban saat hari raya Idul Adha.

  • Miskin

Adalah orang yang masih memiliki pekerjaan dan harta, namun tidak mencukupi untuk pemenuhan kebutuhannya setiap hari. Biasanya data orang-orang ini bisa didapat melalui perangkat masyarakat, baik di tingkat RT,RW, kelurahan, kecamatan, dan lainnya.

  • Fakir

Merupakan kelompok orang yang tak punya pekerjaan dan penghasilan, sehingga sangat bergantung kepada bantuan orang lain.

  • Anak Yatim dan yang Menetap di Panti Asuhan

Anak-anak yang sudah tidak memiliki ayah lagi dan harus dibesarkan oleh ibunya, bisa juga dititipkan oleh ibu ke panti asuhan. Termasuk juga anak-anak terlantar yang berada di bawah penjagaan panti asuhan

  • Penghuni Panti Jompo

Sama halnya dengan panti asuhan, para orang tua yang tinggal di panti jompo karena alasan apapun. Makanya, Anda banyak mendengar informasi bahwa aqiqah banyak dilakukan di panti asuhan atau jompo. Alasannya, penghuni panti tersebut memang layak menerima daging aqiqah.

Selain itu, keluarga, kerabat, hingga tetangga Anda juga punya hak yang sama untuk menerima daging segar atau olahan jenis kambing untuk Aqiqah begitu juga Anda sebagai penyelenggara acara.

Dengan mengetahui berbagai informasi tentang apakah Aqiqah harus kambing jantan atau betina, lengkap dengan dimana membeli hingga siapa yang menerima. Maka Anda tak perlu ragu lagi untuk memilih kambing untuk disembelih.

Tinggal memastikan sesuai dengat syarat yang sudah ditentukan, beli melalui tempat terbaik dan salurkan dengan cara terbaik pula

Related Posts

Leave a Comment

Tangan di Atas Lebih Baik daripada Tangan di Bawah

Perjalanan hidup akan lebih indah dan bermakna ketika kita mampu berbagi. Jadikan kebiasaan berbagi untuk bantu sesama. Yuk sedekah sekarang, biar berkah!