(021) 5312 6107

kata orang tua jaman dulu: cerita siti chuntari

Parenting

kata orang tua jaman dulu – baca sebelumnya cara orang jaman dulu melahirkan : cerita siti chuntari

Siti Chuntari (70)
ibu 3 anak, nenek 7 cucu dan 11 cicit

Anak-anak yang sebentar-bentar panas, batuk-pilek dan diare dianggap sebagai tanda akan tumbuh besar..

Atau akan memiliki kemampuan baru. Sebagai pertolongan pertama kalau mereka batuk, saya buatkan minuman dari daun saga dengan sirih. Mencret diatasi dengan “norit” buatan sendiri dari sangrai beras gosongyang diseduh air dan diminumkan. Setelah Defi, saya melahirkan dua anak lagi, Sri podang dan Wibisono.

Adalah wajib menerapkan nilai-nilai yang dianut dan dianggap penting kepada anak-anak..

Misalnya, anak-anak harus menjawab “ndalem” bila dipanggil. Anak perempuan tidak boleh duduk bertumpang kaki. Di meja makan harus duduk di tempat yang telah ditentukan, tidak boleh menempati kursi ayahnya. Mengambil makanan harus ayah lebih dulu. Setiap siang anak-anak harus tidur. Saya menerapkan hukuman ketika mereka di SD, yaitu melarang mereka main jika terlambat datang dari sekolah. Kalau mau tidur saya mendongeng dan menyanyikan lagu-lagu seperti “Padamu Negeri “dan “lndonesia Raya”. Untuk anak-anak perempuan, saya belikan miniatur perlengkapan dapur dari gerabah. Anak laki-laki saya belikan mobil-mobilan buatan Jerman yang tidak cepat rusak kalau dibanting-banting.

kata orang tua jaman dulu: cerita siti chuntari

Saya biasakan anak-anak makan dirumah..

Untuk sarapan mereka selalu makan roti dengan isi yang berganti-ganti. Makan siang dan malam berupa nasi dengan sayur dan lauk lengkap. Jajan hampir tidak pernah, karena saya selalu menyediakan makanan kecil buatan sendiri seperti kue atau bolu. Sebagai anak-anak mereka pernah juga penasaran ingin mencicipi jajanan harum manis seperti teman-temannya. Waktu pedagang harum manis keliling lewat depan rumah dengan suara klontang klontang-nya yang khas, anak-anak saya bohongi kalau itu peler, yang suka mengambil anak-anak. ltu membuat mereka takut. Jadi kalau pedagang harum manis lewat mereka berlarian masuk rumah, hahaha!

Diakhir pekan atau liburan, kami ialan-jalan dan piknik…
Tujuannya ke Pantai Bina Ria diAncol, Kebun Binatang atau Kebun Raya Bogor. Naik mobil dengan bekal lengkap dari rumah. Kadang-kadang anak-anak saya alak ke toko buku atau Taman Bacaan, menyewa komik karangan Hans Christian Andersen seperti Putri Salju, yang saya bacakan sebelum tidur. Televisi belum ada dan siaran radio pun masih terbatas. Sesekali kami makan di luar rumah -salah satu tempat makan langganan adalah Mie Majestik. Untuk cucu dan cicit saya sekarang tentu tersedia beragam tempat bermain dan tempat makan,tapi makan Mie Majestik itu tetap menjadi kenangan tak terlupakan

Semoga menginspirasi

Majalah Ayahbunda


error: Content is protected !!