Ini Alasan Kenapa Tinggi Hati Dapat Menghancurkan Hidup Anda!

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Dalam KBBI, pengertian sombong adalah sikap terlalu menghargai diri sendiri atau disebut juga dengan congkak. Seseorang yang sombong selalu merasa paling tinggi dalam segala-galanya dan menganggap rendah makhluk lain. 

Orang yang memiliki sikap sombong menganggap hidupnya paling sempurna. Padahal kenyataannya, kesombongan tidak mendatangkan kebaikan secuil pun tetapi kehancuran baik selama hidup maupun di akhirat kelak. Mengapa demikian? Berikut 10 alasannya. 

10 Alasan Menjauhi Sombong yang Dapat Menghancurkan Hidup

  1. Selalu Merasa Tidak Puas

Orang yang tinggi hati merasa bangga atas apa yang dimiliki namun sejatinya mereka tidak akan pernah menemukan kepuasan. Bagi seseorang yang rendah hati, merasa bangga berarti senang dan bersyukur atas sebuah pencapaian. 

Namun, berbeda halnya dengan orang yang sombong. Mereka tidak mengenal yang namanya bersyukur dan selalu terobsesi dengan sesuatu yang lebih sempurna. Kesombongan telah membuat mereka lupa bahwa manusia memiliki keterbatasan. 

Kepuasan yang selalu mereka kejar tidak akan mendatangkan kebahagiaan dalam hidup. Justru, merekalah yang akan dihancurkan oleh perbuatan diri sendiri. Terlebih, orang yang sombong tidak mau menerima nasihat karena merasa selalu benar.  

  1. Merasa Gelisah Setiap Hari 

Percayalah, memelihara kesombongan tidak akan membuat hidup Anda indah apalagi berkah. Kegelisahan tidak akan pernah absen menggelayuti. Orang yang sombong selalu khawatir akan hidupnya kalau-kalau tidak sesuai dengan apa yang ia sudah rencanakan. 

Kegelisahan juga disebabkan oleh rasa takut disaingi oleh orang lain. Mereka membenci orang lain yang lebih sukses karena menganggap hanya merekalah yang berada pada derajat paling tinggi. 

Buat apa berbangga atas diri sendiri secara berlebihan kalau hanya menyebabkan kegelisahan dalam hidup. Ujung-ujungnya, hidup akan berantakan karena kesombongan yang tertanam dalam diri. 

  1. Kesusahan dalam Hidup

Selanjutnya, akibat sombong adalah kesusahan dalam hidup yang tiada akhir. Orang yang sombong merasa memiliki segalanya untuk membuat hidup mereka bahagia. Kenyataannya justru kesusahan yang didapat. 

Karena sombongnya tersebut, Allah menempatkan hatinya pada ketidakbahagiaan. Mereka selalu mengejar dunia yang tidak ada apa-apanya bagi Allah. Orang yang sombong tidak pernah sekalipun mempedulikan kehidupan kekal yang Allah janjikan. 

Kesusahan, kepedihan dan ketidakbahagiaan yang didapat dari kesombongannya, akan bertahan tidak hanya di dunia tetapi sampai akhirat kelak. 

  1. Penuh Keirian

Orang yang sombong sangat mudah iri dengan apa yang orang lain miliki. Terlebih hal yang berbau kekayaan, jabatan dan ketenaran. Sebab, orang yang memiliki kesombongan ingin dirinyalah yang menjadi pusat perhatian. 

Makhluk lain dianggap berada pada posisi yang lebih rendah dibanding dirinya sehingga tidak berhak atas semua itu. Keirian akan berujung pada ketidaktenangan sebab mereka hidup tanpa rasa bersyukur sedikit pun. 

  1. Tidak Pernah Tulus sehingga Dijauhi Orang Lain 

Sikap sombong menyebabkan orang tersebut tidak pernah tulus kepada orang lain. Mereka selalu pamrih atas semua yang dilakukan untuk orang lain. Sebab, mereka gila akan pujian dan pengakuan-pengakuan hebat dari orang lain. 

Ketulusan lahir dari hati yang baik dan penuh penghargaan kepada orang lain. Hal tersebut sama sekali tidak muncul dalam diri orang yang sombong. Baginya tidak ada orang yang perlu dihargai selain dirinya sendiri. 

Alhasil, mereka dijauhi oleh orang lain. Sekalipun ada yang mau mendekat, pasti hanya para penjilat yang datang ketika ada maunya saja. Tidak ada yang benar-benar mau berteman dengan orang sombong. 

  1. Pergaulan yang Sempit 

Alasan ini berhubungan dengan ketidaktulusan orang yang sombong. Banyaknya orang yang menjauhi, tentu saja menyebabkan pergaulan para orang sombong tidak luas. 

Sekalipun ada, pasti circle tersebut hanya berisi orang yang sama sombongnya dan saling bersaing satu sama lain. Padahal, manusia adalah makhluk sosial yang jelas membutuhkan orang lain. Akan lari ke mana kalau tidak ada yang bisa dimintai tolong ketika susah? 

  1. Dibenci oleh Allah 

Kesombongan dalam Islam jelas sesuatu yang sangat hina sampai-sampai Allah membenci sikap tersebut. Surat dalam Al Quran yang menyinggung tentang kesombongan adalah Luqman ayat 18 dan An Nahl ayat 23. 

Dijelaskan bahwa Allah melarang manusia bersikap sombong dan angkuh di muka bumi. Selanjutnya, disebutkan dengan jelas bahwa Allah tidak menyukai manusia yang sombong dan berbangga atas dirinya sendiri. 

Dalam Islam, golongan orang yang sombong memiliki derajat yang sejatinya sangat rendah. Sebab, sombong merupakan sikap meremehkan sesama manusia dan menolak setiap kebenaran yang ada. 

Padahal seorang Muslim harus memiliki kepercayaan penuh pada kebenaran yang Allah tunjukkan. Tidak boleh ada perdebatan mengenai apa yang Allah dan Nabi Muhammad telah tetapkan, seperti tertuang pada surat Al Ahzab ayat 36 dan Ghafir ayat 56.  

  1. Hatinya Dimatikan oleh Allah 

Tahukah Anda hati bisa terkunci dan mati? Jika Allah menghendaki, maka tidak ada suatu kemustahilan. Salah satu penyebab terkuncinya hati adalah kesombongan. 

Dalam surat Mukmin ayat 35 dijelaskan bahwa orang yang sombong dan berlaku sewenang-wenang akan dikunci hatinya oleh Allah selamanya. Padahal hati merupakan sumber kebaikan. 

Seorang Muslim yang memiliki hati bersih maka perilakunya pun akan mengikuti. Sekali hati sudah terkunci, maka sama saja dengan hidupnya sudah berakhir karena tidak ada lagi kebenaran yang bisa masuk. 

Hati yang dimatikan karena kesombongan akan membuat hidup selalu sengsara. Bahkan bisa jadi Allah akan memberikan hukuman ketika masih di dunia. Seperti yang termuat dalam hadistt tentang kesombongan yang diriwayatkan oleh Muslim, nomor 3766. 

Dalam hadist tersebut dijelaskan bahwa Rasulullah menegur orang yang makan dengan tangan kiri dan memerintahkannya untuk makan dengan tangan kanan. Namun, orang tersebut menolak kebenaran yang disampaikan Rasul karena kesombongannya. 

Sebagai ganjaran, orang tersebut sama sekali tidak bisa mengangkat tangannya untuk sampai ke mulut. Kisah tersebut membuktikan betapa tercelanya sikap sombong sehingga harus dijauhi. 

  1. Kekal di Neraka Jahanam 

Allah memberikan kesempatan manusia hidup semata hanya untuk beribadah kepada-Nya. Namun, karena kesombongan tumbuh subur dalam diri, hidup orang tersebut sejatinya sudah hancur dan kelak akan mendapat balasan di neraka jahanam.

Banyak hadist yang memuat hal tersebut dengan jelas. Salah satunya adalah hadist yang diriwayatkan oleh Muslim, nomor 91. 

Dalam hadist tersebut disebutkan bahwa tidak akan masuk surga orang yang sombong sekalipun kesombongan yang tertanam dalam hati seukuran biji sawi. 

Selanjutnya, hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim menjelaskan bahwa Rasulullah pernah bersabda mengenai siapa yang menjadi penduduk neraka. Beliau menyebutkan orang yang kasar, rakus dan sombong. 

Siksa di neraka jahanam sangatlah pedih dan sekali seseorang dimasukan ke dalamnya, maka tidak ada yang bisa keluar dari sana. Seperti yang termuat dalam surat Mukmin ayat 76. 

Dalam surat tersebut, Allah menyampaikan firman-Nya mengenai seburuk-buruk tempat kembali yang kekal bagi manusia yang sombong. Tempat tersebut tidak lain adalah neraka jahanam. 

  1. Pengikut Iblis yang Terkutuk

Anda pasti mengetahui tentang kisah kesombongan iblis, bukan? Ketika Allah memerintahkan untuk sujud kepada Nabi Adam, iblis menolak dengan mentah-mentah. 

Dalam surat Al Baqarah ayat 34, Allah secara tegas menyebut iblis sebagai golongan yang kafir karena telah takabbur atau sombong menolak perintah Allah. 

Manusia yang memiliki kesombongan sama saja menjadi pengikut iblis. Sama sekali tidak ada keberkahan dalam hidup dan kelak di akhirat pun, Allah tidak akan mengajak mereka berbicara. 

Betapa mengerikannya hidup seseorang di dunia maupun akhirat kelak sebagai akibat kesombongan yang ia miliki dalam hati. Sudah seharusnya sebagai orang Muslim untuk menjauhi sikap tersebut dan meminta perlindungan kepada Allah. 

Related Posts

Leave a Comment

Tangan di Atas Lebih Baik daripada Tangan di Bawah

Perjalanan hidup akan lebih indah dan bermakna ketika kita mampu berbagi. Jadikan kebiasaan berbagi untuk bantu sesama. Yuk sedekah sekarang, biar berkah!