Site icon Sahabat Yatim

Tumbuh kembang anak yang optimal lewat gizi

Tumbuh kembang anak yang optimal lewat gizi – Kalau kondisi gizi seorang calon ayah atau ibu tidak baik, maka kualitas sperma dan sel telurnya pun tidak sebaik mereka yang memiliki kondisi gizi prima. Artinya, hasil pembuahan (konsepsi) yang terjadi mungkin tidak seperti yang kita harapkan.

Misalnya saja, terjadinya gangguan pada pertumbuhan dan perkembangan otak jaringan akibat kurang yodium. Begitu pula bila si ibu mengalami malnutrisi (kurang gizi), bukan tidak mungkin bayi yang dilahirkannya juga mengalami gizi buruk dengan berat badan lahir rendah. memang. kondrsi bayi yang seperti itu bisa dipengaruhi faktor lain, seperti genetika atau bawaan. Namun, dengan persiapan gizi prima sejak masa prakonsepsi, masalah-masalah ketidakoptimalan tumbuh kembang janin akibat gizi, bisa dihindari atau setidaknya dikurangi.

Tumbuh kembang anak yang optimal lewat gizi

Mengapa masalah gizi prima ini sangat penting di masa kehamilan dan balita? Tidak lain karena pada masa inilah laju pertumbuhan dan perkembangan otak seseorang beracla pada titik tertinggi. Yakni, ketika janin berusia 15-20 minggu dan usia 30 minggu sampai ia dilahirkan dan berusia 18 bulan. Bila pada saat ini janin dan bayi tidak memperoleh gizi yang memadai. maka tumbuh kembang yang tidak optimal adalah taruhannya. Kita semua tentu tidak menginginkan hal ini bukan?

Gizi prima tentu saia bukan cuma soal menghindari malnutrisi, Over nutrition atau kelebihan gizi juga tak boleh dibiarkan Pada masa ibu hamil. misalnya bila ia mengalami kelebihan lemak, maka bap yang dilahirkan pun akan mengalami kelebihan berat badan. Selain mempersulit persalinan, bayi yang kelebihan berat badan pun memiliki risiko gangguan kesehatan seperti diabetes (kadar gula darah dalam tubuh tinggi). Itu sebabnya, prinsip gizi prima tidak lain adalah pengkonsumsian bahan makanan
yang beragam dengan komposisi zat gizi seimbang ldealnya. zat gizi yang diperoleh dalam sehari memiliki komposisi berupa 55-67% karbohidrat, 20-30% lemak, dan 13- 15% protein.

Majalah Ayahbunda

 

Exit mobile version