Inilah seharusnya yang dilakukan seorang muslim ketika sakit

Inilah seharusnya yang dilakukan orang sakit
Inilah seharusnya yang dilakukan orang sakit
Inilah seharusnya yang dilakukan orang sakit
    1. Hendaknya orang yang sakit merasa ridha dengan ketatapan Allah ta’ala, bersabar atasnya serta berprasangka baik kepada Allah bahwa ketetapan Allah itu pasti baik. Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

عجبا لأمر المؤمن إن أمره كله خير وليس ذاك لأحد إلا للمؤمن إن أصابته سراء شكر فكان خيرا له وإن أصابته ضراء صبر فكان خيرا له

“Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin. Semua perkara (yang menimpanya) adalah kebaikan baginya dan tidaklah hal ini terjadi kecuali hanya pada diri seorang mukmin. Jika dia tertimpa kebahagiaan dia bersyukur maka hal ini adalah baik baginya. Dan jika tertimpa musibah dia bersabar maka itu juga baik baginya.” (HR. Muslim)

Nabi shallallahu’alaihi wasallam juga bersabda,

لا يموتن أحدكم إلا وهو يحسن الظن بالله عز و جل

“Janganlah salah seorang diantara kalian mati kecuali dalam keadaan berprasangka baik kepada Allah Ta’ala”. [1]

    1. Hendaknya seseorang memposisikan dirinya antara rasa khauf (takut) dan raja’(harap). Takut akan adzab Allah karena dosa-dosanya dan harapan mendapatkan rahmat-Nya.

Dari Anas radhiallahu’anhu bahwasanya Nabi shallallahu’alaihai wasallam suatu ketika menjenguk seorang pemuda yang sedang sekarat. Kemudian beliau bertanya kepadanya, “Bagaimana keadaanmu?”

Pemuda tersebut menjawab, “Demi Allah wahai Rasulullah aku sangat mengharapkan rahmat Allah namun aku juga takut akan dosa-dosaku .”

Maka Nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Tidaklah terkumpul pada hati seorang hamba perasaan seperti ini (menggabungkan rasa khauf dan raja’) kecuali Allah akan beri apa yang ia harapkan dan Allah amankan dia dari apa yang ia takutkan.” [2]

    1. Sekalipun sakit yang dideritanya bertambah parah akan tetapi tetap tidak diperbolehkan untuk mengharapkan kematian berdasarkan hadits Ummul fadhl radhiallahu’anha,

Bahwasanya Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam masuk menemui mereka sementara itu Abbas, paman Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam sedang mengeluh, diapun berharap segera mati kemudian Rasulullah shallallahu’alai wasallam berkata,

‘Wahai Pamanku! Janganlah engkau mengharap kematian. Karena sesungguhnya jika engkau adalah orang yang memiliki banyak kebaikan dan (waktu kematianmu) diakhirkan maka kebaikanmu akan bertambah dan itu lebih baik bagimu. Begitu juga sebaliknya, jika engkau orang yang banyak keburukannya dan (waktu kematianmu) diakhirkan maka engkau bisa bertaubat darinya maka ini juga baik bagimu. Maka janganlah sekali-kali engkau mengharapkan kematian’ . [3]

Imam Bukhari, Muslim, dan Baihaqi dan selain mereka telah mengeluarkan hadits dari Anas secara marfu’ diantaranya berbunyi, “Jika seseorang terpaksa untuk melakuakannya maka hendaknya ia berkata,

اللَّهُمَّ أَحْيِنِى مَا كَانَتِ الْحَيَاةُ خَيْرًا لِى، وَتَوَفَّنِى إِذَا كَانَتِ الْوَفَاةُ خَيْرًا لِى

‘Ya Allah, hidupkanlah aku (panjangkan usiaku), jika hidup itu lebih baik bagiku dan matikanlah aku jika kematian itu lebih baik bagiku’“. [4]

    1. Jika orang yang sakit tersebut memiliki tanggungan kewajiban kepada orang lain yang belum tertunaikan, dan dia mampu untuk menunaikannya maka hendaknya ia segera menunaikannya. Namun jika tidak, hendaknya ia menulis wasiat tentang kewajiban yang belum ia tunaikan karena Nabi shallallahu’alaihi wasallam telah bersabda,

“Barang siapa yang pernah menganiaya saudaranya baik terhadap kehormatannya atau hartanya maka hendaknya ia selesaikan (permasalahan tersebut) hari ini (di dunia), sebelum dia dituntut untuk menunaikannya, ketika sudah tidak ada lagi dinar maupun dirham (hari kiamat). Jika ia memiliki (pahala) amalan shalih maka akan diambil sesuai dengan tingkat kedzalimannya dan jika ternyata ia tidak memiliki pahala kebaikan maka keburukan (baca: dosa) orang yang terdzalimi tersebut akan ditimpakan kepadanya.” [5]

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda, “Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut itu?

Mereka (para sahabat ) menjawab, ‘Orang yang bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak punya dirham dan harta’.

Beliau shallallahu’alaihi wasallam bersabda, ‘Sesungguhnya orang yang bangkrut diantara umatku kelak adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa (pahala) shalat, puasa dan zakat, akan tetapi dia pernah mencela orang yang ini, memfitnah yang itu, memakan harta si ini, menumpahkan darah orang itu dan memukul orang yang ini. Maka mereka diberi kebaikannya…, jika kebaikannnya telah habis sebelum lunas apa yang menjadi tanggungannya maka kesalahan (baca: dosa) mereka (orang yang terdzalimi) akan dipikulkan kepadanya lalu ia pun dilemparkan kedalam neraka.’” [6]

Juga sabda Nabi shallallahu’alaihi wasallam, “Barangsiapa yang mati masih memiliki hutang maka disana (akherat) kelak tidak ada dinar dan dirham namun yang ada hanyalah kebaikan dan keburukan”. [7]

Dan Imam Thabrani (Al-Kubra) meriwayatkan dengan redaksi,

Hutang itu ada dua macam. Barang siapa yang mati dengan membawa hutang namun ia berniat (saat masih hidup) untuk melunasinya maka aku adalah walinya kelak. Dan barangsiapa yang mati membawa hutang namun ia tidak ada niat untuk melunasinya maka orang inilah yang akan diambil kebaikannya kelak di saat tidak dinilai dinar dan dirham. “[8]

Jabir bin Abdillah radhiallahu’anhuma berkata, “Pada masa perang uhud, suatu malam ayahku memanggil diriku dan berkata,

‘Aku tidaklah bermimpi kecuali menjadi orang pertama yang terbunuh diantara para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan aku tidaklah meninggalkan untukmu sesuatu yang lebih mulia dari pada diri Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam. Dan sesungguhnya aku memiliki hutang maka lunasilah. Dan aku wasiatkan kepadamu, berbuat baiklah kepada sesama saudaramu.’ Maka jadilah beliau orang yang terbunuh pertama kali…”[9]

    1. Dan seharusnya (orang yang sakit-pen) bersegera untuk membuat wasiat (seperti halnya wasiat Abdullah radhiallahu’anhu diatas-pen). Berdasarkan sabda Nabi shallallahu’alaihi wasallam,

“Tidaklah pantas bagi seorang muslim melewati malam-malamnya sementara dirinya ingin mewasiatkan sesuatu kecuali wasiat tersebut telah tertulis di sisinya.”

Ibnu Umar berkata, “Tidaklah aku melewati malam-malamku sejak aku mendengar sabda Nabi shallallahu’alaihi wasallam tersebut kecuali tertulis wasiat di sisiku.”[10]

    1. Dan kewajiban (orang yang sakit) adalah berwasiat kepada keluarga dekat yang bukan ahli waris. Berdasarkan firman Allah ta’ala,

كُتِبَ عَلَيْكُمْ إِذَا حَضَرَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ إِنْ تَرَكَ خَيْرًا الْوَصِيَّةُ لِلْوَالِدَيْنِ وَالأقْرَبِينَ بِالْمَعْرُوفِ حَقًّا عَلَى الْمُتَّقِينَ

“Diwajibkan atas kalian, apabila maut menjemput kalian, jika dia meninggalkan harta, berwasiat untuk kedua orang tua dan karib kerabat dengan cara yang baik, (sebagai) kewajiban bagi orang-orang yang bertakwa.”(QS. Al-Baqarah: 180)

    1. Diperbolehkan baginya berwasiat sepertiga dari hartanya dan tidak boleh lebih dari itu. Namun yang lebih utama seseorang berwasiat kurang dari sepertiga harta. Berdasarkan hadits Saad bin Abi Waqash radhiallahu’anhu beliau berkata,

“Aku pernah bersama Nabi shallallahu’alaihi wasallam di haji wada’. Aku jatuh sakit dan hampir saja mendekati kematian. Maka Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam menjengukku. Akupun bertanya, ‘Wahai Rasulullah sesungguhnya aku memiliki banyak harta dan tidak ada yang mewarisinya kecuali seorang putriku. Maka bolehkah aku berwasiat dua pertiganya?’

Beliau menjawab, ‘Tidak boleh.’

Aku berkata, ‘Bagaimana jika separuh hartaku?’

Beliau menjawab, ‘Tidak boleh.’

Aku bertanya lagi, ‘Bagaimana jika sepertiga harta?’

Beliau menjawab, ‘Iya sepertiga harta dan sepertiga itu sudah banyak. Wahai Saad, sungguh jika engkau meninggalkan ahli warismu dalam keadaan kaya itu lebih bagimu dari pada meninggalkan mereka dalam keadaan miskin, dengan mengemis kepada manusia. Wahai Saad tidaklah engkau menafkahkan sesuatu, sementara engkau mengharap wajah Allah kecuali engkau akan diberi pahala karenanya. Sampai sesuap makanan yang engkau letakkan di mulut istrimu.’” [seorang perowi berkata, “Maka sepertiga itu boleh”] [11]

Dan Ibnu Abbas radhiallahu’anhu berkata, “Aku senang jika manusia mengurangi wasiatnya, kurang dari sepertiga sampai seperempat hartanya. Karena Nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda, ‘Sepertiga itu sudah banyak.’”[12]

    1. Ketika berwasaiat, hendaknya dipersaksikan oleh dua orang muslim yang adil. Jika tidak ada maka dua orang yang bukan muslim, dengan terlebih dahulu diminta untuk bersumpah, jika dia ragu atas persaksian mereka berdua. Sebagaimana penjelasan dalam firman Allah tabaraka wa ta’ala,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا شَهَادَةُ بَيْنِكُم إِذَا حَضَرَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ حِينَ الْوَصِيَّةِ اثْنَانِ ذَوَا عَدْلٍ مِنْكُمْ أَوْ آخَرَانِ مِنْ غَيْرِكُمْ إِنْ أَنْتُمْ ضَرَبْتُمْ فِي الْأَرْضِ فَأَصَابَتْكُمْ مُصِيبَةُ الْمَوْتِ تَحْبِسُونَهُمَا مِنْ بَعْدِ الصَّلَاةِ فَيُقْسِمَانِ بِاللَّهِ إِنِ ارْتَبْتُمْ لَا نَشْتَرِي بِهِ ثَمَنًا وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَى وَلَا نَكْتُمُ شَهَادَةَ اللَّهِ إِنَّا إِذًا لَمِنَ الْآثِمِينَ (106) فَإِنْ عُثِرَ عَلَى أَنَّهُمَا اسْتَحَقَّا إِثْمًا فَآخَرَانِ يَقُومَانِ مَقَامَهُمَا مِنَ الَّذِينَ اسْتَحَقَّ عَلَيْهِمُ الْأَوْلَيَانِ فَيُقْسِمَانِ بِاللَّهِ لَشَهَادَتُنَا أَحَقُّ مِنْ شَهَادَتِهِمَا وَمَا اعْتَدَيْنَا إِنَّا إِذًا لَمِنَ الظَّالِمِينَ (107) ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يَأْتُوا بِالشَّهَادَةِ عَلَى وَجْهِهَا أَوْ يَخَافُوا أَنْ تُرَدَّ أَيْمَانٌ بَعْدَ أَيْمَانِهِمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاسْمَعُوا وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ (108)

Hai orang-orang yang beriman, apabila salah seorang kamu menghadapi kematian, sedang dia akan berwasiat, maka hendaklah (wasiat itu) disaksikan oleh dua orang yang adil di antara kamu, atau dua orang yang berlainan agama dengan kamu, jika kamu dalam perjalanan di muka bumi lalu kamu ditimpa bahaya kematian. Kamu tahan kedua saksi itu sesudah shalat, lalu mereka keduanya bersumpah dengan nama Allah jika kamu ragu-ragu. ‘(Demi Allah) kami tidak akan membeli dengan sumpah ini harga yang sedikit (untuk kepentingan seseorang) walaupun dia karib kerabat, dan tidak (pula) kami menyembunyikan persaksian Allah.Sesungguhnya kami kalau demikian tentulah termasuk orang-orang yang berdosa.’ Jika diketahui bahwa kedua (saksi itu) berbuat dosa, maka dua orang yang lain di antara ahli waris yang berhak yang lebih dekat kepada orang yang meninggal (memajukan tuntutan) untuk menggantikannya, lalu keduanya bersumpah dengan nama Allah, ‘Sesungguhnya persaksian kami lebih layak diterima daripada persaksian kedua saksi itu, dan kami tidak melanggar batas, sesungguhnya kami kalau demikian tentulah termasuk orang-orang yang menganiaya diri sendiri`. Itu lebih dekat untuk (menjadikan para saksi) mengemukakan persaksiannya menurut apa yang sebenarnya, dan (lebih dekat untuk menjadikan mereka) merasa takut akan dikembalikan sumpahnya (kepada ahli waris) sesudah mereka bersumpah. Dan bertakwalah kepada Allah dan dengarkanlah (perintah-Nya). Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.(QS. Al-Maidah: 106-108)

    1. Adapun wasiat kepada orang tua dan anggota keluarga yang menjadi ahli waris maka hal ini tidak diperbolehkan. Karena hukum ini telah dihapus dengan ayat-ayat waris. Disamping itu, Nabi shallallahu’alaihi wasallam telah menjelaskannya ketika berkhutbah di haji wada’. Beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala telah memberikan kepada tiap orang yang memilki hak (warisan) jatahnya masing-masing. Karena itu, tidak ada wasiat untuk Ahli waris.”[13]
    2. Diharamkan merugikan orang lain ketika berwasiat. Seperti berwasiat agar sebagian ahli waris tidak mendapatkan haknya atau melebihkan jatah warisan (dari yang seharusnya) kepada sebagian ahli waris. Allah ta’ala berfirman,

لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا تَرَكَ الْوَالِدَان وَالْأَقْرَبُونَ وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَالْأَقْرَبُونَ مِمَّا قَلَّ مِنْهُ أَوْ كَثُرَ نَصِيبًا مَفْرُوضًا (7)

Bagi laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan keduaorangtu dan kerabatnya dan bagi perempuan ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan kedua orangtua dan kerabatnya. Baik sedikit ataupun banyak menurut bagiian yang telah ditetapkan.”(QS. An-Nisa : 7)

Dalil lain adalah sabda Nabi shallallahu’alaihi wasallam,”Janganlah berbuat yang merugikan. Barangsiapa merugikan maka Allah akan merugikan dirinya dan barangsiapa yang menyusahkan orang lain maka Allah akan menyusahkannya.” [14]

    1. Wasiat yang mengandung kedzaliman adalah wasiat yang batal dan tertolak. Berdasakan sabda Nabi shallallahu’alaihi wasallam“Barangsiapa yang mengada-adakan dalam urusan kami (perkara agama) yang bukan bagian darinya maka ia tertolak.”[15]

Dan juga berdasarkan hadits Imran bin Hushain, “Bahwasanya ada seorang laki-laki memerdekan enam budak saat menjelang kematiannya [tidak ada harta lain yang ia miliki kecuali budak-budak tersebut]. Datanglah ahli warisnya dari arab badui kemudian memberitahukan kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam tentang apa yang ia perbuat. Maka Nabi pun bertanya, ‘Apa benar dia berbuat demikian?’ Lantas beliau juga menegaskan, ‘Kalau saja kami mengetahui tentang hal ini insyaallah kami tidak akan mensholatinya.’ Tarik kembali budak-budakmua, lalu merdekakan dua orang saja, sementara empat sisanya tetap menjadi budak.’ “[16]

    1. Karena pada umumnya yang terjadi dikalangan manusia saat ini adalah membuat aturan dalam agama mereka (baca : bid’ah), terutama terkait (tata cara) mengurus jenazah, maka sudah menjadi suatu kewajiban bagi seorang muslim untuk berwasiat, agar jenazahnya diurus jenazahnya dan dikafani sesuai dengan sunnah nabi. Sebagai realisasi firman Allah ta’ala,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدَادٌ لا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu,penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”(Qs. At-Tahrim :6)

Oleh karena itu banyak diantara kalangan sahabat Rasulullah shallallahu’alaiihi wasallam berwasaiat akan hal ini. Dan atsar tentang mereka sebagaimana yang kami (penulis ) sebutkan sangatlah banyak. Akan tetapi tidak mengapa jika diringkas sebagiannya, yaitu:

a. Dari Amir Ibn Saad bin Abi Waqqas bahwasanya bapaknya pernah berkata ketika sedang sakit yang mengantarkan kepada kematiannya, “Buatkanlah untukku liang lahat dan letakkanlah batu merah dibagiannya. Sebagaimana yang dilakukan kepada Nabi shallallahu’alaihi wasallam.”[17]

b. Dari Abu Burdah berkata, “Abu Musa radhiallahu’anhu pernah berwasiat di saat beliau sekarat,”Jika kalian berangkat membawa jasadku maka perceptalah langkah kaki kalian, janganlah kalian mengiringkan jenazahku dengan tempat bara api (dupa), janganlah kalian jadikan sesuatupun berada diatas lahadku yang bisa menghalangiku dengan tanah, dan janganlah membuat bangunan di atas kuburku. Dan aku bersaksi sungguh aku berlepas diri dari wanita yang mencukur rambut, menampar pipi dan merobek-robek tatkala mendapat musibah. Para sahabat bertanya, ‘Apakah engkau pernah mendengar hal ini dari Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘Ya, dari Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam.’“[18]

Maraji’: Ahkamul Janaiz wa Bida’uhu (hal. 11-18), Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, Maktabah Al-Ma’arif, Riyadh.
Penerjemah: Tim Penerjemah Muslimah.or.id
Murojaah:  Ust Ammi Nur Baits

Catatan Kaki:
[1] Kedua hadis diatas diriwayatkan Imam Muslim, Baihaqi dan Imam Ahmad.

[2] Hadits ini dikeluarkan oleh Imam At-Tirmidzi dengan sanad hasan, Ibnu Majah, Abdullah bin Ahmad dalam Zawaid Az- Zuhd (24-25) dan Ibnu Abi Dunya dalam At-Targhib (4/141). Lihat pula dalam Al-Misykah (1612).

[3] Hadits ini dikeluarkan oleh Imam Ahmad (6/339), Abu Ya’la (7076), dan Al-Hakim (1/339) beliau berkata, “Hadits ini shahih dengan syarat dua syaikh (Imam Bukhari dan Imam Muslim).” Hal ini disepakati oleh Imam Adz-dzahabi, hanya saja beliau menegaskan hadits ini sesuai syarat Imam Bukhari saja.

[4] Hadits ini dikeluarkan dalam Al-Irwa’ (683).

[5] Hadits ini dikeluarkan oleh Imam Bukhari dan Al-Baihaqi (3/369) dan selain beliau berdua.

[6] HR. Muslim (8/18).

[7] Hadist ini dikeluarkan Al-Hakim (2/27) dan teks (hadits ini) milik beliau, Ibnu Majah, Ahmad (2/ 70-82) dari dua jalan dari IbnuUmar. Hadits pertama shahih sebagaimana penilaian Al-Hakim dan telah disepakati oleh Adz-Dzahabi. Hadits kedua hasan sebagaimana penilaian At-Tirmidzi (3/34).

[8] Hadits Shahih sebagaimana yang telah lalu. Dan dengan hadits Aisyah yang akan datang pada akhir bab.

[9] Hadits ini dikeluarkan oleh Imam Bukhari (1351).

[10] HR. Bukhari, Muslim, Ash-habussunan dan selainnya.

[11] Hadits ini dikeluarkan oleh Ahmad (1524) dan teks ini milik beliau, dua syaikh (Bukhari Muslim, dua tambahan diatas adalah milik Muslim dan ash habussunan).

[12] Hadits ini dikeluarkan Ahmad (2029 dan 2076), dua syaikh dan Baihaqi (269/6) dan selain mereka.

[13] Hadits ini dikeluarkan oleh Abu Dawud, At-Tirmidzi dan beliau menilai hasan, Baihaqi dan beliau member isyarat kuatnya hadits ini dan ternyata memang benar, karena sanad hadits ini hasan. Hadits ini memiliki banyak hadits penguat menurut Baihaqi. Lihat Majma’ zawaid (4/212).

[14] Hadits ini dikeluarkan oleh Ad-Daruquthniy (522), Al-Hakim (2/ 57-58) dari Said Al-Khudri dan Imam Adz-dzahabi menyepakati beliau dengan berkata, “Hadits shahih dengan syarat Imam Muslim”. Namun yang benar hadits ini hasan sebagaimana perkataan Imam Nawawi dalam Al-Arba’in dan Ibnu Taimiyyah dalam Al-Fatawa (3/262) karena banyaknya jalan dan hadits penguat. Dan Al-Hafidz Ibnu Rajab menyebutkannya dalam Syarh Al-Arba’in (hal.219-220) kemudian aku (Syaikh Albni-pen) keluarkan dalam Irwaul Ghalil no. 888.

[15] Hadits ini diriwayatkan oleh dua syaikh (Bukhari Muslim -pen) dalam shahih beliau berdua, Ahmad dan selainnya dan lihat di Irwa (88).

[16] Hadits riwayat Ahmad (4/446) dan Muslim semisal ini. Demikian juga Ath-Thahawi, Baihaqi dan selainnya. Dan tambahan tersebut dari Imam Muslim dan salah satu riwayat Imam Ahmad.

[17] Hadits ini dikeluarkan Imam Muslim dan Al-Baihaqi (3/407) dan selain beliau berdua.

[18] Hadits ini dikeluarkan Ahmad (4/397), Baihaqi (3/395) dengan lafal yang lengkap dan Ibnu Majah dengan sanad hasan.Baca selengkapnya https://muslimah.or.id/2091-inilah-yang-seharusnya-dilakukan-orang-sakit.html

Konsep Kesehatan Dalam Islam

Konsep Kesehatan Dalam Islam

Islam sebagai agama yang sempurna dan lengkap. Telah menetapkan prinsip-prinsip dalam penjagaan keseimbangan tubuh manusia. Diantara cara Islam menjaga kesehatan dengan menjaga kebersihan dan melaksanakan syariat wudlu dan mandi secara rutin bagi setiap muslim.

Konsep Kesehatan Dalam Islam
Konsep Kesehatan Dalam Islam

Sehat adalah kondisi fisik di mana semua fungsi berada dalam keadaan sehat. Menjadi sembuh sesudah sakit adalah anugerah terbaik dari Allah kepada manusia. Adalah tak mung­kin untuk bertindak benar dan memberi perhatian yang layak kepada ketaatan kepada Tuhan jika tubuh tidak sehat.

Tidak ada sesuatu yang begitu berharga seperti kesehatan. Karenanya, hamba Allah hendaklah bersyukur atas kesehatan yang dimiltkinya dan tidak bersikap kufur. Nabi saw. bersabda, “Ada dua anugerah yang karenanya banyak manusia tertipu, yaitu kesehatan yang baik dan waktu luang.” (HR. Bukhari)

Abu Darda berkata, “Ya Rasulullah, jika saya sembuh da­ri sakit saya dan bersyukur karenanya, apakah itu lebih baik daripada saya sakit dan menanggungnya dengan sabar?” Nabi saw menjawab, “Sesungguhnya Rasul mencintai kesehatan sama seperti engkau juga menyenanginya.”

Diriwayatkan oleh  at-Tirmidzi bahwa Rasulullah saw bersabda: ‘Barangsiapa bangun di pagi hari dengan badan schat dan jiwa sehat pula, dan rezekinya dijamin, maka dia seperti orang yang memiliki dunia seluruhnya.”            

Di antara ucapan-ucapan bijaksana Nabi Dawud as ada­lah sebagai berikut, “Kesehatan adalah kerajaan yang tersembunyi.” Juga. “Kesedihan sesaat membuat orang Jcbih tua satu tahun.” Juga, “Kesehatan adalah mahkota di kepala orang-orang yang schat, yang hanya bisa dilihac oleh orang-orang yang sakit.” Dan juga, “Kesehatan adalah harta karun yang tak terlihat.”

Konsep Islam Dalam Menjaga Kesehatan

 Anjuran Menjaga Kesehatan

Sudah menjadi semacam kesepakatan, bahwa menjaga agar tetap sehat dan tidak terkena penyakit adalah lebih baik daripada mengobati, untuk itu sejak dini diupayakan agar orang tetap sehat. Menjaga kesehatan sewaktu sehat adalah lebih baik daripada meminum obat saat sakit. Dalam kaidah ushuliyyat dinyatakan:

Dari Ibn ‘Abbas, ia berkata, aku pernah datang menghadap Rasulullah SAW, saya bertanya: Ya Rasulullah ajarkan kepadaku sesuatu doa yang akan akan baca dalam doaku, Nabi menjawab: Mintalah kepada Allah ampunan dan kesehatan, kemudian aku menghadap lagipada kesempatan yang lain saya bertanya: Ya Rasulullah ajarkan kepadaku sesuatu doa yang akan akan baca dalam doaku. Nabi menjawab: “Wahai Abbas, wahai paman Rasulullah saw mintalah kesehatan kepada Allah, di dunia dan akhirat.” (HR Ahmad, al-Tumudzi, dan al-Bazzar)

Berbagai upaya yang mesti dilakukan agar orang tetap sehat menurut para pakar kesehatan, antara lain, dengan mengonsumsi gizi yang yang cukup, olahraga cukup, jiwa tenang, serta menjauhkan diri dari berbagai pengaruh yang dapat menjadikannya terjangkit penyakit. Hal-hal tersebut semuanya ada dalam ajaran Islam, bersumber dari hadits-hadits shahih maupun ayat al-Quran.

Nilai Sehat dalam Ajaran Islam

Dengan merujuk konsep sehat yang dewasa ini dipaharm. berdasarkan rumusan WHO yaitu: Health is a state of complete physical, mental and social-being, not merely the absence q; disease on infirmity (Sehat adalah suatu keadaan j^sm rohaniah, dan sosia] yang baik, tidak hanyatidak bt”.*)-esiyal cacat). Dadang Ha\v?ri melaporkan, bahwa s^aK ^hunsehingga rnonjadi -eliat

Menurut penelitian ‘Ali Mu’nis, dokter spesialis internal Fakultas Kedokteran Universitas ‘Ain Syams Cairo, menunjukan bahwa ilmu kedokteran modern menemukan kecocokan terhadap yang disyariatkan Nabi dalam praktek pcngobatan yang berhubungan dengan spesialisasinya.

Sebagaiman disepakati oleh para ulama bahwa di balik pengsyariatan segala sesuatu termasuk ibadah dalam Islam terdapat hikrnah dan manfaat phisik (badaniah) dan psikis (kejiwaan). Pada saat orang-orang Islam menunaikan kewajiban-kewajiban keagamannya, berbagai penyakit lahir dan batin terjaga.

Kesehatan Jasmani

Ajaran Islam sangat menekankan kesehatan jasmani. Agar tetap sehat, hal yang perlu diperhatikan dan dijaga, menurut sementara ulama, disebutkan, ada sepuluh hal, yaitu: dalam hal makan, minum, gerak, diam, tidur, terjaga, hubungan seksual, keinginan-keinginan nafsu, keadaan kejiwaan, dan mengatur anggota badan.

Pertama; Mengatur Pola Makan dan Minum

Dalam ilmu kesehatan atau gizi disebutkan, makanan adalah unsur terpenting untuk menjaga kesehatan. Kalangan ahli kedokteran Islam menyebutkan, makan yang halalan dan thayyiban. Al-Quran berpesan agar manusia memperhatikan yang dimakannya, seperti ditegaskan dalam ayat: “maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya”.(QS. ‘Abasa 80 : 24 ) 

Dalam 27 kali pembicaraan tentang perintah makan, al-Quran selalu menekankan dua sifat, yang halal dan thayyib, di antaranya dalam (Q., s. al-Baqarat (2)1168; al-Maidat (s):88; al-Anfal (8):&9; al-Nahl (16) : 1 14),

Kedua; Keseimbangan Beraktivitas dan Istirahat

Perhatian Islam terhadap masalah kesehatan dimulai sejak bayi, di mana Islam menekankan bagi ibu agar menyusui anaknya, di samping merupakan fitrah juga mengandung nilai kesehatan. Banyak ayat dalam al-Quran menganjurkan hal tersebut.

Al-Quran melarang melakukan sesuatu yang dapat merusak badan. Para pakar di bidang medis memberikan contoh seperti merokok. Alasannya, termasuk dalam larangan membinasakan diri dan mubadzir dan akibatyang ditimbulkan, bau, mengganggu orang lain dan lingkungan.

Islam juga memberikan hak badan, sesuai dengan fungsi dan daya tahannya, sesuai anjuran Nabi: Bahwa badanmu mempunyai hak

Islam menekankan keteraturan mengatur ritme hidup dengan cara tidur cukup, istirahat cukup, di samping hak-haknya kepada Tuhan melalui ibadah. Islam memberi tuntunan agar mengatur waktu untuk istirahat bagi jasmani. Keteraturan tidur dan berjaga diatur secara proporsional, masing-masing anggota tubuh memiliki hak yang mesti dipenuhi.

Di sisi lain, Islam melarang membebani badan melebihi batas kemampuannya, seperti melakukan begadang sepanjang malam, melaparkan perut berkepanjangan sekalipun maksudnya untuk beribadah, seperti tampak pada tekad sekelompok Sahabat Nabi yang ingin terus menerus shalat malam dengan tidak tidur, sebagian hendak berpuasa terus menerus sepanjang tahun, dan yang lain tidak mau ‘menggauli’ istrinya, sebagaimana disebutkan dalam hadits:

“Nabi pernah berkata kepadaku: Hai hamba Allah, bukankah aku memberitakan bahwa kamu puasa di sz’am? hari dan qiyamul laildimalam hari, maka aku katakan, benarya Rasulullah, Nabi menjawab: Jangan lalukan itu, berpuasa dan berbukalah, bangun malam dan tidurlah, sebab, pada badanmu ada hak dan pada lambungmujuga ada hak” (HR Bukhari dan Muslim).

Ketiga; Olahraga sebagai Upaya Menjaga Kesehatan

Aktivitas terpenting untuk menjaga kesehatan dalam ilmu kesehatan adalah melalui kegiatan berolahraga. Kata olahraga atau sport (bahasa Inggris) berasal dari bahasa Latin Disportorea atau deportore, dalam bahasa Itali disebut ‘deporte’ yang berarti penyenangan, pemeliharaan atau menghibur untuk bergembira. Olahraga atau sport dirumuskan sebagai kesibukan manusia untuk menggembirakan diri sambil memelihara jasmaniah.

Tujuan utama olahraga adalah untuk mempertinggi kesehatan yang positif, daya tahan, tenaga otot, keseimbangan emosional, efisiensi dari fungsi-rungsi alat tubuh, dan daya ekspresif serta daya kreatif. Dengan melakukan olahraga secara bertahap, teratur, dan cukup akan meningkatkan dan memperbaiki kesegaran jasmani, menguatkan dan menyehatkan tubuh. Dengan kesegaran jasmani seseorang akan mampu beraktivitas dengan baik.

Dalam pandangan ulama fikih, olahraga (Bahasa Arab: al-Riyadhat) termasuk bidang ijtihadiyat. Secara umum hokum melakukannya adalah mubah, bahkan bisa bernilai ibadah, jika diniati ibadah atau agar mampu melakukannya melakukan ibadah dengan sempurna dan pelaksanaannyatidakbertentangan dengan norma Islami.

Sumber ajaran Islam tidak mengatur secara rinci masalah yang berhubungan dengan berolahraga, karena termasuk masalah ‘duniawi’ atau ijtihadiyat, maka bentuk, teknik, dan peraturannya diserahkan sepenuhnya kepada manusia atau ahlinya. Islam hanya memberikan prinsip dan landasan umum yang harus dipatuhi dalam kegiatan berolahraga.

Nash al-Quran yang dijadikan sebagai pedoman perlunya berolahraga, dalam konteks perintah jihad agar mempersiapkan kekuatan untuk menghadapi kemungkinan serangan musuh, yaitu ayat:

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu najkahkanpadajalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan). (QS.Al-Anfal :6o):

Nabi menafsirkan kata kekuatan (al-Quwwah) yang dimaksud dalam ayat ini adalah memanah. Nabi pernah menyampaikannya dari atas mimbar disebutkan 3 kali, sebagaimana dinyatakan dalam satu hadits:

Nabi berkata: “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sang gupi” Ingatlah kekuatan itu adalah memanah, Ingatlah kekuatan itu adalah memanah, Ingatlah kekuatan itu adalah memanah, (HR Muslim, al-Turmudzi, Abu Dawud, Ibn Majah, Ahmad, dan al-Darimi) 

Keempat; Anjuran Menjaga Kebersihan

Ajaran Islam sangat memperhatikan masalah kebersihan yang merupakan salah satu aspek penting dalam ilmu kedokteran. Dalam terminologi Islam, masalah yang berhubungan dengan kebersihan disebut dengan al-Thaharat. Dari sisi pandang kebersihan dan kesehatan, al-thaharat merupakan salah satu bentuk upaya preventif, berguna untuk menghindari penyebaran berbagai jenis kuman dan bakteri.

Imam al-Suyuthi, ‘Abd al-Hamid al-Qudhat, dan ulama yang lain menyatakan, dalam Islam menjaga kesucian dan kebersihan termasuk bagian ibadah sebagai bentuk qurbat, bagian dari ta’abbudi, merupakan kewajiban, sebagai kunci ibadah, Nabi bersabda: “Dari ‘Ali ra., dari Nabi saw, beliau berkata: “Kunci shalat adalah bersuci” (HR Ibnu Majah, al-Turmudzi, Ahmad, dan al-Darimi)

Berbagai ritual Islam mengharuskan seseorang melakukan thaharat dari najis, mutanajjis, dan hadats. Demikian pentingnya kedudukan menjaga kesucian dalam Islam, sehingga dalam buku-buku fikih dan sebagian besar buku hadits selalu dimulai dengan mengupas masalah thaharat, dan dapat dinyatakan bahwa ‘fikih pertama yang dipelajari umat Islam adalah masalah kesucian’.

‘Abd al-Mun’im Qandil dalam bukunya al-Tadaivi bi al-Quran seperti halnya kebanyakan ulama membagi thaharat menjadi dua, yaitu lahiriah dan rohani. Kesucian lahiriah meliputi kebersihan badan, pakaian, tempat tinggal, jalan dan segala sesuatu yang dipergunakan manusia dalam urusan kehidupan. Sedangkan kesucian rohani meliputi kebersihan hati, jiwa, akidah, akhlak, dan pikiran.

Terakhir, semoga pemaparan di atas semakin menambah pengetahuan kita tentang korelasi antara Islam dan kesehatan dan menguatkan azam kita untuk menekuni pengobatan yang telah diajarkan oleh Nabi agung kita Muhammad saw, amin….

5 TIPS SEHAT MENURUT PANDANGAN ISLAM

banyak sekali yang beredar saat ini, hampir semua informasi yang dibutuhkan oleh manusia dapat dengan mudah dicari melalui berbagai media seperti lewat internet, buku, koran atau majalah. Menambah wawasan mengenai berbagai hal memang sangat bagus terutama masalah kesehatan. Dalam Islam, anjuran membaca sangat jelas dengan adanya sebuah ayat yang berbunyi iqro yang berarti “baca”. Dengan membaca, manusia akan terus bertambah pengetahuannya sehingga mampu meningkatkan kualitas diri. Lalu, bagaimana pendangan sehat dalam agama Islam? berikut ini telah dirangkum beberapa tips kesehatan menurut ajaran Islam yang mungkin bisa sangat bermanfaat untuk anda. Oot sejenak berikut artikel menarik kami sebelumnya: Seven Knight Tips Menilik Rahasia Terselubung di Dalam Game Seven Knight

Update Pengetahuan Dengan Banyak Membaca Artikel Kesehatan

Untuk mengetahui apa saja hal terkait kesehatan, maka anda tentu perlu meng-update pengetahuan? salah satu cara efektif dalam memperbaharuinya adalah dengan banyak membaca. Dan www.DuniaTips.com membantu anda mendapatkan banyak artikel kesehatan terbaru. Seiring perkembangan zaman, ilmu pengetahuan juga turut berkembang dan semakin maju sehingga banyak ilmu baru yang bermunculan, untuk dapat mengetahui informasi kesehatan terbaru, anda bisa membaca sejumlah artikel kesehatan yang ada. Membaca tidak hanya dapat menambah wawasan tetapi dalam pandangan Islam, membaca dapat menambah pahala terutama jika membaca sesuatu yang dapat mendatangkan kebaikan.

Ubah Kebiasaan Buruk Sebagai Salah Satu Upaya Menjaga Titipan Tuhan

Sudah tentu kebiasaan buruk adalah sesuatu yang tidak disenangi oleh Tuhan karena hal ini berpotensi merusak tubuh, bukankan kita dianjurkan untuk menjaga apa yang telah Tuhan titipkan termasuk tubuh dengan segala organ didalamnya. Hal inilah yang sering tidak disadari oleh orang. Jika anda benar-benar ingin mensyukuri nikmat sehat, maka mulailah untuk mengubah berbagai kebiasaan buruk yang selama ini sering anda lakukan dengan kebiasaan baik secara bertahap. Jika anda bingung ingin mulai dari mana, maka anda bisa memulainya dengan hal yang sederhana dan mudah dilakukan. Banyak cara atau tips yang disajikan dalam bentuk artikel kesehatan, juga artikel kesehatan lingkungan, mengenai bagaimana cara merubah pola hidup menjadi lebih sehat, anda bisa memilihnya untuk diterapkan terlebih dahulu.

Rutin Melakukan Chek Up Untuk Mencegah Timbulnya Penyakit Sejak Dini

Nabi pernah berkata, “Hisablah dirimu!” jika ditinjau dari segi kesehatan, ucapan ini bisa bermakna untuk memperhatikan kondisi kesehatan. Khusus untuk anda yang berumur 40 tahun ke atas, ada baiknya melakukan check up rutin meskipun anda merasa baik-baik saja. Struktur dan fungsi organ tubuh memiliki batas keamanan sehingga jika adanya gangguan fungsi akan diketahui hanya pada saat penyakit sudah benar-benar muncul. Memasuki usia tua, organ tubuh tentu mengalami penurunan fungsi sehingga lebih rentan terserang penyakit. Untuk mencegah terjadinya penyakit lebih awal, tak ada salahnya melakukan cek terlebih dahulu.

Berkumpul Dengan Orang-orang Yang Dapat Memotivasi Hidup Sehat

Jika setelah banyak membaca berbagai artikel kesehatan, anda masih merasa kurang puas untuk membuat anda bersemangat menerapkan gaya hidup sehat, maka anda bisa berkumpul dengan orang-orang yang memiliki semangat atau hikmah dalam hal kesehatan. Kini, banyak komunitas sehat yang bisa diikuti.

Petik Hikmah Sehat Dengan Menjenguk Teman Yang Sakit atau berkunjung Ke Rumah Sakit

Seringkali kita merasa lupa akan nikmat sehat yang selama ini sudah Tuhan berikan, agar hal tersebut tidak terulang maka cobalah lakukan kunjungan rutin ke Rumah Sakit untuk melihat betapa banyak orang yang tidak seberuntung anda saat ini. Anda juga bisa menjenguk teman atau saudara yang kini sedang sakit untuk dapat mengambil hikmah tentang sehat. Terkadang cara seperti ini lebih ampuh membuat kita sadar pentingnya sehat serta lebih memotivasi kita dalam menjaga kesehatan.

Bersumber : http://www.duniatips.com/kesehatan/artikel-kesehatan

Tips Menggunakan Obat Tetes Mata

tips menggunakan obat tetes mata

tips menggunakan obat tetes mata – Pasien yang pernah menjalani operasi mata tentu diwajibkan menggunakan tetes mata. Dan juga, menjadi suatu keharusan bagi mereka yang menderita infeksi mata atau iritasi. Bahkan beberapa orang seringkali menggunakan tetes mata untuk mengobati atau mengurangi kekeringan pada mata.Selain itu, tetes mata terkadang digunakan juga untuk mengobati glaukoma. Botol kecil tetes mata sering kita temukan di lemari obat, namun seberapa jauh anda mengetahui bagaimana merawat dan menggunakannya?

tips menggunakan obat tetes mata

Dan berikut adalah beberapa hal yang wajib anda ketahui sebelum menggunakan obat tetes mata.

 

1.        Cek tanggal kadaluarsa

Sebenarnya, para ahli menyarankan setiap orang agar tidak terburu-buru menggunakan obat tetes mata, terlebih jika tidak diresepkan oleh dokter spesialis. Dan yang tidak boleh anda lupakan adalah tanggal kadaluarsanya. Selalu cek tanggal kadaluarsa obat tersebut sebelum menggunakannya. Karena apabila digunakan setelah tanggal kadaluarsa, bukannya menyembuhkan, justru sebaliknya, obat tersebut bisa saja yang menyebabkan berbagai komplikasi.

 

2.        Apa yang dibutuhkan oleh mata?

Jika anda menerapkan tetes mata sendiri, anda harus memiringkan kepala ke arah belakang dan membuka kedua mata. Kemudian lihatlah ke satu titikdi langit-langit. Setelah itu, teteskan satu kali.Kemudian, hindari menggosok mata setelah mengaplikasikannya. Tutup mata anda beberapa saat kemudian terapkan dengan cara yang sama dimata sebelahnya.

 

3.        Jangan menerapkan terlalu banyak

Saat menggunakan tetes mata, disarankan untuk tidak menggunakan terlalu banyak atau meneteskan terlalu banyak obat ke dalam mata. Pastikan anda menggunakan satu tetes kemudian menunggu reaksinya, dibandingkan dengan langsung memberikan dua tetes.

 

4.        Jika diresepkan lebih dari satu tetes

Jika dokter meresepkan lebih dari satu tetes untuk satu mata, maka disarankan menunggu sekitar 6 jam sebelum anda menerapkan tetes berikutnya. Karena apabila terlalu berlebihan obat tetes mata bisa menyebabkan reaksi tertentu pada mata.

 

5.        Perhatikan dosisnya

Pastikan anda mengetahui dosis yang dianjurkan untuk penggunaan tetes mata tersebut. Dosis yang terlalu banyak atau berlebihan bisa mempengaruhi pengobatan dan bisa membahayakan mata.

 

6.        Jauhkan tetes mata dari sinar matahari

Perlu anda ketahui bahwa obat tetes mata tidak boleh terkena sinar matahari.Sehingga apabila anda membeli di toko yang kebanyakan memajang obat-obatan mereka di etalase yang terkena langsung sinar matahari, anda harus segera menghindarinya.

 

7.        Periksa mata secara rutin

Memeriksa mata sendiri di rumah tidak dianjurkan. Sebaliknya, dianjurkan untuk rutin berkonsultasi ke dokter spesialis mata untuk membantu melacak masalah yang anda hadapi dan untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

 

8.        Dilarang mendiagnosa sendiri

Jika anda menemukan masalah pada mata anda, sangat penting untuk tidak mengambil kesimpulan apapun sebelum anda menanyakannya dengan dokter. Kunjungilah spesialis mata terdekat untuk mencari tahu apa yang terjadi dengan mata anda.

 

Cara Tepat Meneteskan Obat Mata

Saat anda meneteskan obat mata, pastikan anda menitikkannya tepat di tengah-tengah dan bukannya di sudut mata anda.Setelah menerapkan tetes mata, tidak dianjurkan berkedip secara berlebihan atau terlalu cepat. Dengan demikian anda tidak akan menumpahkan kembali atau tidak akan menumpahkan keluar obat dari mata anda.

Dan, setelah meneteskan obat mata, dianjurkan untuk menggerak-gerakkan bola mata sambil dalam keadaan terbuka atau tertutup.

Manfaat Teh Kembang Sepatu Untuk Kesehatan

manfaat teh kembang sepatu untuk kesehatan

Manfaat teh kembang sepatu untuk kesehatan – Pernahkah anda mendengar tentang teh kembang sepatu atau hibiscus tea? Teh kembang sepatu merupakan salah satu minuman herbal untuk kesehatan yang sangat banyak manfaatnya. Teh ini dibuat dari kelopak bunga kembang sepatu dan bisa dikonsumsi dalam keadaan panas atau dingin. Teh bunga sepatu kaya akan vitamin C, memiliki kandungan antioksidan dan mineral. Kembang sepatu biasanya berwarna merah dan memiliki rasa yang sedikit asam. Sehingga tidak jarang orang menyebutnya sebagai teh asam atau malic acid. Teh ini rendah kalori dan bebas kafein.

Sejak bertahun-tahun yang lalu, teh ini dikenal sebagai obat tradisional untuk menyembuhkan berbagai penyakit karena mengandung asam organik seperti asam malat, asam tartrat dan asam sitrat. Asam tersebut biasanya ditemukan di dalam buah anggur.

Asam organik tersebut bisa meningkatkan kekebalan tubuh, meningkatkan kualitas kulit menjadi lebih baik, menurunkan tekanan darah, menurunkan kadar kolesterol, membantu mengatasi peradangan dan dapat meningkatkan kesehatan pencernaan.

Teh kembang sepatu merupakan diuretik alami yang bisa digunakan untuk mengendalikan viskositas darah dan bisa juga bertindak untuk menipiskan darah sehingga tekanannya bisa turun.

Manfaat Teh Kembang Sepatu untuk Kesehatan

Untuk mengetahui lebih banyak mengenai manfaat yang dimiliki oleh teh ini, berikut adalah beberapa diantaranya.

1. Mengatasi sembelit

Secara khusus, teh kembang sepatu bisa memperlancar pencernaan karena memiliki kandungan diuretik untuk mengobati sembelit dan meningkatkan kesehatan pencernaan secara umum serta mengurangi resiko kanker kolorektal.

2. Meredakan nyeri haid

Bagi anda, wanita yang sering merasa sakit saat haid,teh kembang sepatu juga dikenal bisa membantu meredakan rasa sakit tersebut terutama saat menstruasi (kram).Teh kembang sepatu bisa membantu memulihkan keseimbangan hormon dan meringankan gejala tertentu seperti depresi dan lain-lain.

3. Antidepresan

Manfaat lain yang bisa didapatkan dari teh ini adalah, bisa berfungsi sebagai antidepresan karena mengandung vitamin serta mineral yang kaya metabolit seperti flavonoid. Kandungan tersebut memiliki sifat antidepresan sehingga apabila dikonsumsi dapat menenangkan sistem saraf dan mengurangi kecemasan.

4. Manajemen tekanan darah

Ada kandungan anti inflamasi yang terdapat di dalam teh tersebut. Apabila anda ingin menurunkan tekanan darah dan menjaganya dalam keadaan normal.

Bagi anda para penderita hipertensitidak akan beresiko terkena penyakit kardiovaskular apabila mengkonsumsi minuman ini secara teratur.

5. Mencegah kanker

Dalam sebuah studi ditemukan bahwa mengkonsumsi secara rutin teh kembang sepatu dapat memperlambat pertumbuhan sel kanker.

6. Melindungi liver

Kandungan antioksidan di dalam teh juga dapat berfungsi untuk mengobati penyakit hati atau liver. Antioksidan tersebut akan menetralisir radikal bebas sekaligus membantu menjaga kesehatan sistem organ di dalam tubuh kita.

7. Menurunkan kolesterol

Manfaat lain dari antioksidan yang ada di dalam teh kembang sepatu adalah untuk menurunkan kolesterol jahat di dalam tubuh. Secara langsung antioksidan akan melindungi jantung dari berbagai penyakit dan mencegah pembuluh darah dari kerusakan.

Secara khusus apabila dikonsumsi berapa kali dalam sehari,teh kembang sepatu bisa bermanfaat untuk mengelola kadar gula darah secara efektif.

 

TERIMA KASIH SEMOGA BERMANFAAT

Makanan Yang Mengandung Vitamin D Paling Tinggi

Makanan Yang Mengandung Vitamin D Paling Tinggi

Makanan Yang Mengandung Vitamin D Paling Tinggi – Apakah anda sudah mendapatkan vitamin D dalam jumlah yang cukup? Menurut penelitian, setengah dari populasi manusia tidak mendapatkan vitamin D dalam jumlah yang dibutuhkan. Ternyata kekurangan vitamin D juga bisa berbahaya karena meningkatkan berbagai resiko penyakit seperti, obesitas, penyakit jantung, diabetes, depresi dan osteoporosis.

Kekurangan vitamin D jarang terjadi pada mereka yang masih berusia muda karena kulit mereka biasanya lebih mudah menerima sinar matahari untuk membantu mengolah vitamin D di dalam

tubuh. Namun sebagian orang kesulitan untuk mendapatkan vitamin D dalam jumlah yang cukup karena kulit mereka tidak dapat melakukan konversi dengan mudah.Diantara orang yang rentan kekurangan vitamin D adalah, mereka yang memiliki kulit hitam atau berwarna gelap serta orang yang sudah lanjut usia, misalnya berusia diatas 40 atau 50 tahun.

Orang-orang yang rentan kekurangan vitamin D sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi banyak makanan yang mengandung vitamin D atau suplemen.

Walaupun vitamin D bisa kita dapatkan dari sinar matahari, akan tetapi, terkadang sinar matahari saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan harian kita. Oleh sebab itu, ada beberapa makanan yang bisa membantu karena makanan kaya vitamin D. Dan berikut adalah beberapa diantaranya.

Makanan Yang Mengandung Vitamin D Paling Tinggi

1. Jamur

Diantara makanan-makanan yang ada, jamur merupakan sumber vitamin D paling tinggi. Saat jamur terkena sinar matahari, mereka biasanya akan memproduksi vitamin D. Jamur juga kaya zinc dan protein. Mengkonsumsinya dalam jumlah cukup akan mengurangi hipertensi dan membantu menurunkan berat badan.

2. Susu

Susu merupakan sumber vitamin D yang sangat baik. Satu gelas susu mengandung nutrisi penting yang diperlukan oleh tubuh. Disamping itu, susu juga memiliki manfaat untuk melawan penuaan dini.

3. Kuning telur

Kuning telur bisa menjadi sumber vitamin D sekitar sepersepuluh dari dosis harian yang kita butuhkan. Selain itu, kuning telur juga bermanfaat untuk mengatur sistem saraf agar bisa bekerja dengan maksimal serta baik juga untuk jantung.
Bahkan, kuning telur sangat bermanfaat terutama untuk balitayang sedang dalam masa pertumbuhan. Selain memiliki manfaat untuk tulang, kuning telur juga banyak mengandung kolin yang membuat otak menjadi cerdas.

4. Keju

Produk susu yang lain dan banyak mengandung vitamin D adalah keju. Manfaatnya bisa untuk kesehatan tulang dan mencegah osteoporosis. Wanita hamil harus memilih keju yang sudah dipasteurisasi agar tidak terinfeksi berbagai bakteri berbahaya.

5. Hati

Hati juga banyak mengandung vitamin D. Secara khusus vitamin D banyak ditemukan pada hati sapi. Mengkonsumsi hati dalam jumlah cukup akan membuat kulit menjadi lebih sehat, rambut menjadi lebih kuat dan lebih lambat serta baik juga untuk memperkuat tulang.

6. Ikan Tuna

Ikan tuna kaya akan vitamin D dan bisa juga bermanfaat untuk melindungi kulit dari sengatan sinar matahari serta melindunginya dari kanker.

Demikian artikel mengenai makanan yang mengandung vitamin d paling tinggi. Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk kita semua 😀

Cara Sederhana Menurunkan Risiko Stroke

Cara Sederhana Menurunkan Risiko Stroke

Cara Sederhana Menurunkan Risiko Stroke – Stroke adalah jenis penyakit yang berbahaya dan dapat mengancam jiwa. Ketika aliran darah terputus sehingga tidak dapat mengalir ke otak, sel-sel di otak akan mulai sekarat. Itulah alasan mengapa sangat penting bagi setiap orang untuk mengetahui resiko stroke dan mengetahui cara meminimalkannya. Setiap penyakit pasti ada obatnya, begitupun dengan cara menanggulanginya. Namun, tentu saja mencegah lebih baik daripada mengobati.Dengan mengetahui berbagai jenis resiko yang kita miliki, maka akan dengan mudah kita mengantisipasinya.

Biasanya, dokter akan dengan mudah mengidentifikasi faktor resiko yang tepat dan apa saja yang harus kita lakukan. Dokter akan menyarankan cara-cara meminimalkan resiko stroke tersebut. Beberapa faktor resiko ada juga yang tidak dapat ditangani namun beberapa diantaranya masih bisa dikendalikan. Faktor yang tidak bisa ditangani diantaranya adalah faktor genetik dan faktor usia. Akan tetapi, gaya hidup, pilihan makanan yang anda konsumsi, kebiasaan merokok dan lain-lain adalah sesuatuyang ada ditangan anda.

 

Cara Sederhana Menurunkan Risiko Stroke

 

1.        Luangkan 20 menit untuk berolahraga

Melakukan latihan sederhana, atau olahraga yang sederhana selama setidaknya 20 hingga 25 menit dan lakukanlah lima kali dalam seminggu atau jika bisa, akan lebih baik apabila dilakukan setiap hari. Kegiatan tersebut akan meminimalkan resiko stroke.

 

 

2.        Hati-hati dalam memilih makanan

Setiap orang harus mengetahui bahwa kolesterol adalah musuh mereka. Jadi selalulah berhati-hati dengan pilihan makanan yang akan anda konsumsi. Beberapa makanan hadir dengan kolesterol tinggi yang dapat merusak pembuluh darah. Jadi, hindarilah.

 

3.        Hindari yang merusak arteri

Tahukah anda bahwa merokok tidak hanya dapat menyebabkan serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan serta janin?Melainkan juga dapat membahayakan arteri dan pembuluh darah.

 

4.        Kurangi berat badan

Dengan rutin berolahraga seperti yang tertera pada poin pertama akan membantu anda menurunkan berat badan atau menjaganya pada kondisi ideal. Apabila kadar lemak di dalam tubuh tinggi, maka hal tersebut akan berkontribusi cukup besar terhadap resiko stroke yang diakibatkan oleh obesitas. Selain itu, obesitas juga memperburuk tekanan darah dan memicu serangan jantung. Jadi, pastikan anda menjaga berat badan pada kondisi ideal.

 

5.        Hipertensi

Selalu periksa tekanan darah anda. Karena hipertensi atau tekanan darah yang tinggi adalah salah satu faktor penyebab stroke. Anda bisa membeli alat pengukur tekanan darah tinggi sehingga secara rutin bisa mengecek kondisi tekanan darah sendiri.

 

6.        Hindari makanan olahan

Cara sederhana dan mudah lainnya untuk menurunkan dan meminimalkan resiko stroke adalah dengan memilih makanan-makanan sehat seperti sayur-sayuran dan buah-buahan. Sebaliknya, jauhkan diri anda dari makanan asin, makanan yang digoreng, minuman bersoda, serta berbagai jenis makanan olahan seperti keripik kentang dan lain-lain.

 

semoga bermanfaat ya teman teman