Ini 10 Trik Berikan Fast Food pada Anak Agar Tetap Sehat Asupannya (2)

Siapa bilang makan fast food selalu tak sehat. Asal tahu caranya bisa diimbangi dengan beberapa makanan agar asupannya tetap sehat.

Fast food biasanya disajikan dengan beberapa makanan tinggi karbohidrat, berlemak dan tinggi sodium. Sehingga banyak orang tua yang tidak membolehkan anak untuk konsumsi fast food. Jika Anda tahu bagaimana cara menyeimbangkan asupan makanan bergizi, Anda bisa memberikan kebebasan anak untuk menikmati fast food sekali dalam seminggu dengan cara sehat dari CNN ini.

  1. Tetapkan pilihan sebelumnya

Jika Anda tidak ingin memesankan kentang goreng atau Anda ingin anak mengonsumsi sayur dan buah, biarkan anak tahu sebelumnya. “Cara sederhananya adalah orang tua dapat membantu anak membuat pilihan makanan sehat dengan komunikasi dan rencana ingin pesan apa sebelum pergi ke gerai fast food. Mengelola keinginan seorang anak bisa dapat membantu kemungkinan anak mengamuk saat hendak memesan makanan,” ujar Silber.

Itu juga sangat penting bagi orang tua untuk memikirkannya terlebih dahulu, walaupun akan ada keinginan makan yang lain saat memesan. Jika orang tua memiliki masalah dengan beberapa makanan yang disediakan gerai tersebut, Anda bisa membuat solusi lain.

“Jika Anda membawa anak ke restoran cepat saji yang menyajikan burger, dan anak senang akan menikmatinya,” kata Castle. Jika sudah begini, menurut Castle, Anda perlu memahami bahwa Anda sudah masuk dalam zona ini dan jika merasa tidak nyaman dengan pilihan tersebut, Anda perlu membuat alternatif lain seperti membawa bekal sayur dan buah. Tentu ini perlu dipikirkan sebelum Anda pergi.

  1. Tentukan dessert terlebih dahulu

Membuat keputusan tentang memilih makanan penutup atau dessert terlebih dahulu bisa membantu Anda,” kata Castle. Jangan terlalu memposisikan dessert sebagai makanan yang wajib dicoba. Ketika sudah kenyang dengan burger, sebaiknya alihkan dessert dengan pilihan makanan penutup berupa buah.

  1. Duduk bersama

Agar anak bisa dengan tenang saat makan, sebaiknya biasakan mereka duduk bersama. Beberapa restoran cepat saji memiliki arena bermain untuk anak sehingga bisa saja mereka makan sambil bermain. Dengan makan bersama di meja, Anda bisa lebih mudah mengontrol anak-anak dan bisa membuat ia belajar lebih disiplin saat makan.

  1. Ajari kebiasaan sehat

Ajarkan kebiasaan makan sehat untuk anak.Ajarkan kebiasaan makan sehat untuk anak. Foto: Thinkstock

Kebiasaan memilih makanan sehat bisa dimulai sejak dini. Kalaupun ingin menikmati fast food, anak-anak akan langsung secara otomatis memilih bersama dengan paduan salad sayuran. Dan ini akan berlanjut sampai mereka remaja.

  1. Jadilah contoh yang baik

Orang tua bisa menjadi contoh bagi anak-anaknya dengan membuat pilihan makanan sehat untuk keluarga. Seperti memilih ayam panggang dibandingkan dengan menggoreng, Anda sudah dapat memotong kalori dalam makanan.

Walaupun begitu, anak-anak memerlukan konsumsi makanan sehat dan seimbang. Karena diusia ini si kecil perlu mengasup makanan yang kaya akan protein hingga vitamin dan mineral untuk membantu pertumbuhan sel dan otaknya.

Sumber: Detik.com

Ini 10 Trik Berikan Fast Food pada Anak Agar Tetap Sehat Asupannya (1)

fast food

Fast food disukai oleh banyak anak meski tak baik jika dikonsumsi rutin. Saat sibuk dan terpaksa memberi fast food pada si kecil, siasati dengan cara ini.

Makanan cepat saji atau fast food punya rasa gurih enak. Tapi dikenal mengandung cukup banyak kalori, gula dan sodium yang tinggi. Akan tetapi, bukan berarti Anda tidak boleh sama sekali memberikan makanan ini pada anak.

“Ketika kita melihat fast food (Makanan Ini Harus Dikonsumsi Setelah Makan Fast Food), ini adalah makanan yang bisa diberikan saat traveling dengan anak. Keluarga perlu untuk menemukan tempat fast food yang dapat dimakan secara masuk akal dan sehat untuk anak-anak,” kata Jill Castle, ahli gizi sekaligus nutrisi anak.

Berikut ini tips, trik dan strategi yang perlu Anda lakukan saat datang ke restoran fast food dengan anak-anak yang dikutip dalam CNN (30/06).

  1. Jangan tinggalkan rumah tanpa camilan

“Ini sangat memungkinkan, Anda berhenti di mini market atau menyetok camilan sehat terlebih dahulu seperti potongan buah segar, potongan keju dan yogurt. Camilan sehat ini bisa mengurangi terlalu banyak memesan makanan dan membuat perut terasa lebih kenyang sambil menunggu makanan di gerai fast food disajikan,” jelas Victoria Stein Feltman, ahli dietetik dan co founder Apple to Zucchini, makanan sehat untuk orang tua dan keluarga.

  1. Pilih porsi makan yang sesuai dengan usia

Kids meal bisa jadi pilihan yang baik, karena memiliki porsi yang lebih kecil. “Porsi makanan biasa di restoran cepat saji cenderung lebih besar dibandingkan dengan porsi untuk anak-anak,” tutur Nicole Silber, Ahli dietetik yang berbasis di New York dan ahli gizi anak.

  1. Tambahkan buah

“Tambahkan buah, sayuran dan produk olahan susu untuk membantu melengkapi nutrisi makanan dan membuatnya seimbang,” jelas Castle, penulis buku “Fearless Feeding: How to Raise Healthy Eaters from High Chair to High School.”

Di Amerika Serikat, sebagai contoh McDonald’s Happy Meals kini menambahkan pilihan lain yaitu buah musiman seperti potongan apel dan jeruk atau produk susu low fat. Happy Meal ditempat ini juga masih menyediakan kentang goreng ukuran kecil untuk anak, tapi Anda dapat memilih buah atau yogurt sebagai gantinya. Pilihan sehat lainnya adalah dengan memilih restoran fast food yang menyediakan pelengkap salad sayuran.

  1. Berbagi makanan

Ini bukan hanya sekedar mengurangi porsi makan anak tapi juga memberikan edukasi mengenai seberapa banyak makanan tinggi kalori yang bisa dikonsumsi. “Orang tua bisa berbagi dengan anak untuk makanan yang minim nutrisi seperti kentang goreng atau onion ring dan juga dessert seperti milkshake dan juga ice cream dan justru bekali anak dengan buah-buahan segar dan sayuran,” jelas Feltman.

  1. Tidak memilih soda

Tidak memilih soda saat makan fast food.Tidak memilih soda saat makan fast food. Foto: Getty Images

Ahli gizi setuju dengan pilihan minuman sehat termasuk susu tanpa rasa atau air mineral. Jus buah bisa jadi plihan, meskipun jumlahnya perlu dibatasi. Menurut New Juice Guidelines, jus untuk anak tidak lebih dari 118 ml per hari untuk anak usia 1-3 tahun dan 118 ml – 177 ml jus per hari untuk anak usia 4-6 tahun. Sedangkan untuk anak-anak berusia 7-18 tahun harus membatasi asupan jus sekitar 236 ml per hari.

Agar tak menambah asupan gula, anak-anak juga dapat diberi jus buah yang dibuat sendiri dengan memanfaatkan 100 persen rasa manis dari buah itu sendiri. Sehingga pemilihan buahnya perlu yang manis seperti jeruk, pisang, mangga ataupun semangka.

Sumber: Detik.com

Waspada Kanker Anak, Dokter: Tidak Ada Pencegahannya

Kanker pada anak bisa terjadi secara tiba-tiba. Sebab, kanker pada anak tidak terjadi karena gen atau makanan pemicu. “Kalau Tuhan bilang ‘kenalah kau kanker’ maka kenalah dia,” ujar Dr Edi Setiawan Tehuteru, SpA(K), MHA, IBCLC, saat ditemui detikHealth, Selasa (4/7/2017), di sela-sela acara peluncuran buku ‘Nama Tengahku Mukjizat’ di Gedung Graha Niaga Thamrin, Jakarta.

Kanker jenis apapun bisa saja menghampiri tubuh anak. “Jenis kanker terbanyak yang menyerang anak adalah leukemia, di Indonesia nomor kedua terbanyak adalah retinoblastoma (kanker bola mata), tapi kanker jenis lainnya bisa saja menyerang,” terang dokter yang akrab disapa dr Edi ini.

dr Edi mengungkapkan belum ada langkah untuk mencegah kanker pada anak. Selain itu, deteksi dini pun hanya bisa dilakukan untuk satu jenis kanker yakni retinoblastoma. “Nama pemeriksaannya itu ‘lihat merah’ atau ‘see red’, itu setara sama pap smear, dan cuma itu saja,” tuturnya.

Gejala yang dialami oleh pasien kanker memang seringkali menyerupai gejala seperti penyakit lain. Seperti halnya demam yang dicurigai karena penyakit tifus justru bisa jadi penanda kanker. Akibatnya, orang tua seringkali kurang sigap dalam mendeteksi penyakit yang menyerang si kecil.

Menurut keterangannya, hampir 50 persen pasien datang pada stadium lanjut. Oleh karenanya, penting sekali untuk orang tua memahami gejala-gejala yang bisa mengarah pada kanker.

“Kanker itu dibagi menjadi dua kelompok besar, kanker cair dan yang padat. Yang padatnya bisa berupa benjolan, kalau seandainya menemukan benjolan cepat konfirmasi ke dokter, ini ganas apa nggak,” imbuhnya.

Sedangkan untuk kanker cair seperti leukemia, gejala yang harus diwaspadai jika sudah ditemukan tiga hal; pucat, demam, pendarahan. “Jika kita temukan dua dari tiga gejala ini dalam waktu yang bersamaan, cepat hubungi dokter,” imbau dr Edi.

Sumber: Detik.com

8 Hal yang Tidak Boleh Anda Katakan pada Anak Anda (2)

Berikut adalah beberapa kesalahan ucapan yang paling umum yang dilakukan ibu dan ayah, dan juga alternatif yang lebih ramah dan lembut.

“Mengapa Kamu Tidak Bisa Lebih Seperti….?”

Mungkin terlihat membantu untuk membandingkan saudara kandung atau teman sebagai contoh yang bersinar. “Lihat seberapa baik Sam merapikan mantelnya,” Anda bisa mengatakannya. Tapi perbandingan hampir selalu menjadi bumerang. Anakmu itu menjadi dirinya sendiri, bukan Sam.

Membandingkan anak-anak mereka adalah hal yang wajar bagi orang tua, kata para ahli. Tapi jangan biarkan anak Anda mendengar Anda melakukannya. Anak-anak berkembang dengan kecepatan mereka sendiri dan memiliki temperamen dan kepribadian mereka sendiri. Membandingkan anak Anda dengan orang lain berarti menginginkan anak yang berbeda dengan anak anda yang sekarang.

Membuat perbandingan juga tidak membantu mengubah perilaku anak. Hal itu malah membuat anak tertekan untuk melakukan sesuatu yang tidak dia siapkan (atau tidak suka dilakukan) bisa membingungkan anak kecil dan bisa merusak kepercayaan dirinya. Hal itu juga cenderung membuat anak membenci Anda dan memutuskan untuk tidak melakukan apa yang Anda inginkan.

Sebagai gantinya, dorong prestasi dan pencapaiannya saat ini seperti: “Wow, kamu berhasil memasukkan kedua lenganmu ke dalam bajumu sendirian!”

“Kamu Tahu Lebih Baik Dari Itu!”

Seperti perbandingan, mencemooh dapat membuat anak sakit hati dengan cara yang tidak pernah dibayangkan oleh orang tua. Dalam suatu hal, seorang anak mungkin sebenarnya tidak tahu mana yang lebih baik. Belajar adalah proses dari percobaan dan kegagalan.

Bahkan jika dia membuat kesalahan yang sama seperti kemarin, komentar Anda tidak produktif dan tidak mendukung. Berikan anak Anda keuntungan dari keraguannya, dan bicara secara spesifik. Katakan “Akan lebih baik jika kamu melakukannya dengan cara seperti ini, terima kasih.”

“Berhenti Atau Kamu Akan Dihukum!”

Ancaman, biasanya terjadi disaat orang tua mulai frustrasi menghadapi anak, dan jarang efektif. Kita sering memberi peringatan seperti “Lakukan ini atau yang lain!” Atau “Jika kamu melakukannya sekali lagi, ibu akan menghukummu!” Masalahnya, cepat atau lambat Anda harus memanfaatkan ancaman itu atau kehilangan kekuatannya. Ancaman memukul telah menyebabkan pukulan yang lebih banyak – yang telah terbukti menjadi cara yang tidak efektif untuk mengubah perilaku.

Semakin mudanya anak, semakin lama pembelajaran yang dibutuhkan untuk meresap. “Penelitian telah menunjukkan bahwa kemungkinan anak berusia dua tahun yang mengulangi kelakuan yang salah pada hari yang sama adalah delapan puluh persen tidak peduli motede disiplin macam apa yang Anda gunakan. , “Kata Murray Straus, Ph.D., seorang sosiolog di Laboratorium Penelitian Keluarga Universitas New Hampshire.

Bahkan dengan anak-anak yang lebih tua, tidak ada strategi disiplin yang memberikan hasil yang pasti dari pemukulan setiap saat. Jadi, lebih efektif mengembangkan dengan taktik konstruktif, seperti pengalihan, menyingkirkan anak dari situasi tersebut, daripada mengandalkan pada konsekuensi negatif yang akan dibuktikan, termasuk ancaman verbal dan pukulan keras.

“Tunggu Sampai Ayah Pulang!”

Pola asuh klise yang akrab ini bukan hanya seperti ancaman yang lain, tapi juga disiplin yang terdilusi. Anda perlu segera mengurus situasi dengan sendirinya agar efektif. Disiplin yang ditunda tidak berhubungan dengan konsekuensi atas tindakan anak Anda. Pada saat orang tua lainnya sampai di rumah, kemungkinan anak Anda akan benar-benar lupa apa yang dia lakukan salah. Bergantian, penderitaan dari hukuman yang dinantikan mungkin lebih buruk daripada kejahatan yang sudah dilakukan.

“Percepat!”

Pastinya setiap orang tua yang memiliki balita yang tidak dapat menemukan sepatunya atau selimutnya atau yang tidak menyadari apa pun selain mengenakan kaus kakinya “sendirian?”. Perhatikan juga nada suara saat Anda meminta anak untuk bergegas, dan seberapa sering Anda mengatakannya.

Jika Anda mulai merengek, memekik atau mendesah kesal setiap hari, dengan tangan di pinggul dan jari kaki Anda mengetuk, hati-hati. Ada kecenderungan saat kita terburu-buru membuat anak-anak kita merasa bersalah karena membuat kita terburu-buru. Itu tidak memotivasi mereka untuk bergerak lebih cepat, tetapi rasa bersalahnya membuat mereka merasa tidak enak.

“Rumah saya sangat sibuk di pagi hari, saya membenci gambaran terakhir tentang saya yang sedang marah yang dimiliki anak-anak saya,” kata terapis keluarga Paul Coleman, penulis How to Say It to Your Kids. “Jadi saya membuat sebuah perjanjian dengan diri saya sendiri, tidak peduli apa, saya tidak akan berteriak atau bahkan memutar mataku jika seseorang menumpahkan Cheerios mereka atau meminta saya untuk menemukan sesuatu saat kita akan pergi keluar.” Alih-alih mereda (“Sudah kubilang untuk mematikan TV itu lima menit yang lalu!”), Dia mencari cara yang tenang untuk mempercepatnya (dia mematikan TV itu sendiri).

 

Sumber: Parenting.com

Diterjemahkan ulang oleh: Fathia. Z

Seberapa besar pengaruh teman sebaya pada anak usia dini?? Hal ini harus anda perhatikan!!

pertumbuhan fisik anak

Sosok teman anak sangat penting karena... Membuat hidup anak lebih menarik dan menyenangkan. Menurut Robert Hughes, Jr., Ph.D, dari Ohio State University, AS, teman membantu anak menumbuhkan rasa kasih sayang, mengatasi & masalah, berbagi dan memupuk rasa saling memiliki Anak yang pandai berteman akan tumbuh menjadi anak yang lebih bahagia. Dr. Sarghi Sharma, MD’ asisten profesor di tJniversity of Texas Medical Branch, Galveston, AS, mengatakan aktivitas berteman & yang sesungguhnya terjadi di usia 3 tahun, ketika pertemanan telah diwarnai ketertarikan, interaksi, memberi dan menerima, mendengar dan merespon, untuk berkerja sama serta bergantian. Sejak itulah teman memiliki peran penting bagi anak balita. Doronglah ia untuk berteman sebanyak mungkin guna menemukan teman sejatinya.

Orang tua teman anak juga sangat penting karena..untuk memastikan si kecil senantiasa dalam pengawasan orang dewasa saat bermain, di lingkungan yang juga baik. Mengenal orangtua teman anak memudahkan Anda meminta bantuan untuk turut mengawasi anak bermain bahkan memonitor pengasuh yang Anda pekerjakan. Bila ia orangtua teman anak di preschool, pertukaran informasi seputar sekolah bisa dilakukan dengannya. Kepentingan yang sama di dunia parenting membuat Anda dapat bekerja sama dengan orangtua teman anak demi kesejahteraan si kecil.

Teman main berupa tokoh karakter penting karena.. Tokoh kartun favorit dapat menjadi media belajar nilai-nilai kehidupan yang baik seperti persahabatan, kejujuran dan keberanian. Juga dapat dimanfaatkan untuk memotivasi si kecil misalnya supaya ia mau makan sayur atau tidak takut gelap. Anak pra sekolah sering mengasosiasikan diri dengan tokoh kartun favorit sehingga semua perilaku idolanya ditiru.

Tugas Anda… Dukung kesukaannya pada tokoh kartun yang memang mempromosikan nilai-nilai baik seperti pantang menyerah, setia kawan, rajin bekerja dan selalu semangat. Sosok Winnie The Pooh, Peter Rabbrit, Dora The Expiorer, adalah
contohnya. Mengidolakan actian figure yang kerap berperilaku agresif -memukul, menendang, berkelahi sebaiknya dikurangi kadarnya dengan menyeleksi kembali film yang ditonton anak. Bicarakan dengannya adegan kekerasan yang dilihat, misalnya, Tidak baik memukul kepala teman seperti yang dilakukan Jerry kepada Tom. Iya kan?”

Majalah Ayahbunda

Bagaimana jika rambut anak telat tumbuh?? wajarkah??

Rambut anak telat tumbuh – Cepat atau lambatnya pertumbuhan rambut anak sangat tergantung faktor genetik. Namun, Anda perlu mencari tahu, apakah rambut si kecil memang benar-benar tidak tumbuh sama sekali atau tumbuh tipis. Menurut Mary Gail Mercurio, MD, spesialis kesehatan rambut dan kulit di University of Rochester School of Medicine and Dentistry, AS, rambut sudah tumbuh sejak bayi dan sifatnya tidak permanen. Rambut yang sangat halus dan lebih tipis itu, kelak akan rontok sendiri, umumnya sebelum usia 1 tahun.

PERLU KHAWATIR jika rambut anak terus rontok lebih dari 100 helai per hari. Atau tidak tumbuh sama sekali alias botak. Bisa jadi ia mengalami penyakit genetik akibat faktor autoimun, ketika tubuh menghasilkan antibodi terhadap akar rambut, sehingga rambut tak bisa tumbuh.

TIDAK PERLU KHAWATIR bila kecepatan tumbuh rambut 0,3 mm per hari. Rambut tipis jangan pesimis, sebab itu rambut sementara yang belum rontok dan berganti permanen. Selama kulit kepala dan rambut anak sehat, pertumbuhan rambutnya akan sesuai dengan faktor genetik. Jika orangtuanya memiliki rambut tipis, jangan harap anak berambut tebal.

SOLUSINYA Keramas menggunakan air hangat. Basahi rambut, bubuhkan sampo anak, gosok kulit kepala dengan Iembut, bilas dan keringkan rambut dengan handuk lembut. Berikan makanan yang kaya vitamin B: asparagus, bayam, ayam, keju, brokoli, salmon, alpukat, wortel, mangga, kentang. Vitamin A juga dapat menjaga kesehatan rambut. Oleskan minyak dari kemiri yang dibakar untuk merangsang tumbuhnya rambut.

Majalah Ayahbunda

cara mengatasi anak terlambat tumbuh gigi

cara mengatasi anak terlambat tumbuh gigi – Menurut spesialis gigi anak dari Alabama Pediatric Dental Associates and Orthodontics, AS, dr. Dean Brandon, salah satu yang mempengaruhi cepat lambatnya kemunculan gigi adalah asupan kalsium ibu hamil. Bukan berarti ibu yang lebih banyak mengonsumsi kalsium akan melahirkan bayi dengan pertumbuhan gigi lebih cepat, karena daya serap kalsium setiap janin berbeda-beda. Biasanya gigi susu tumbuh lebih lambat dari semustinya, dan umumnya terjadi pada anak yang lahir prematur. Ratarata gigi susu tumbuh pertama kali pada usia 6 bulan.

PERLU KHAWATIR jika hingga usia 14 bulan giginya belum tumbuh satu pun. Bisa jadi anak mengalami displasia ektodermal, kelainan yang berhubungan dengan faktor keturunan. Gejala lainnya adalah anak tidak bisa berkeringat, demam
tinggi dan wajah tanpa ekpresi. Periksa ke dokter jika hal ini dialami si kecill

TAK PERLU KHAWATIR saat giginya belum juga tumbuh di usia 1 tahun. Dr. Evan Shaw, spesialis gigi anak dari Childrens Hospital, Boston, AS, mengatakan cukup banyak anak yang baru tumbuh gigi pertama di usia 1 tahun. Sering gigi yang baru muncul itu tumbuh lebih dari satu atau tumbuh bersamaan.

SOLUSINYA
Latih anak menggigitln gerfood atau teether. Gigitan akan menekan gusi sehingga mempercepat proses kemunculan gigi. Berikan makanan sesuai aturan pemberian makan, yaitu semi padat di usia 6 bulan, padat di usia 1 tahun.

Majalah Ayahbunda

Olahraga yang cocok untuk ibu setelah melahirkan

Olahraga yang cocok untuk ibu setelah melahirkan – Keindahan tubuh akan kembali hadir sesudah melahirkan. Asal hati-hati dengan prosesnya.

Selama hamil, otot-otot tubuh cenderung menjadi lebih elastis. Ada gerakan-gerakan yang dibatasi untuk mengurangi risiko cidera. Saat mendekati persalinan, otomatis semua bentuk olah raga dihentikan. Sayangnya, penghentian olah fisik itu berisiko mengurangi massa otot dan mengurangi kekuatan kardio -organ dan jaringan yang berkaitan dengan sirkulasi darah dan jantung. Menurut fisiolog dari Queensland, Australia, Brodie Cambourne, kekuatan kardio pada umumnya menurun pada trimester ketiga kehamilan dan selama 8 minggu setelah persalinan. Itu sebabnya, jika ingin otot-otot tubuh kembali kencang dan bentuk tubuh ramping seperti sebelum melahirkan, olah raga harus dilakukan bertahap, tidak perlu buru-buru atau terlalu memaksakan Ini juga berkaitan dengan pemulihan kekuatan kardio yang tidak boleh dilakukan secara tiba-tiba. Ada caranya!

Olahraga yang cocok untuk ibu setelah melahirkan

Bila Anda tetap berlatih fisik selama hamil
Anda yang cukup rajin melakukan latihan fisik selama hamil, kekencangan otot-otot tubuh akan cepat kembali karena polanya sudah terbentuk. Untuk mendapatkan tubuh kembali ramping pun tidak begitu sulit. Cukup disiplinkan diri untuk berolah raga setidaknya tiga kali seminggu dan jangan terlalu bernapsu. Lakukan sedikit demi sedikit secara rutin.

1.Hindari gerakan crunches
atau gerakan menyerupai sit up tapi hanya mengangkat sedikit bahu dan kepala. Otot perut dan dasar panggul Anda sebenarnya akan kembali fit dalam enam minggu. Namun untuk mengembalikannya ke keadaan semula, crunches tidak menolong, malah akan memperburuk kondisi otot, karena gerakan yang Anda lakukan akan memberikan tekanan pada bagian yang salah.

Lakukan duduk tegak di kursi dan tariklah otot transverses abdominis -otot perut yang melintang- ke arah dalam. Tahan beberapa saat dan lepaskan. Ulangi gerakan hingga 100 kali. Lakukan lima kali sehari.

2.Tunda olah raga high impact
Melakukan latihan high impact terlalu dini, seperti jogging dan aerobik akan membuat otot panggul Anda lebih melar seperti halnya trampolin.

Lakukan latihan low impact seperti bersepeda, berenang, berjalan dan gerakan dasar senam lantai, selama enam bulan pertama.

Olahraga yang cocok untuk ibu setelah melahirkan

3. Gunakan alat bantu tali (band)
Otot-otot Anda. terutama bagian perurt dan panggul, melemah selama beberapa bulan dan belum begitu siap menerima beban. Latihan dengan menggunakan alat bantu tali bisa menolong Anda mendapatkan kekuatan Anda kembali tanpa berisiko cidera. Anda bisa melatih bagian atas dan bawah.

Lakukan kaitkan tali pada pintu dan tarik tali sambil Anda melangkah mundur ke belakang. Berjongkoklah menghadap ke pintu. Ketika Anda merendahkan tubuh Anda, tarik tali ke sisi
kanan dan kiri juga ke belakang.

4.Push Up
Setelah meiahirkan, otot dada dan tangan Anda melemah. Jika Anda melakukan latihan fisik, kedua bagian ini paling beresiko cidera.

Lakukan mula-mula buatlah modifikasi gerakan push up semampu Anda, misalnya dengan bertumpu pada lutut. Lakukan tiga kali seminggu. Begitu Anda mampu melakukan push up sebanyak 3o kali, lakukan push up biasa- bertumpu pada jari kaki. Jika belum mencapai 30, jangan buru-buru mengubah tumpuan.

5. Setengah berjongkok
Jika Anda melakukan latihan fisik untuk melatih otot paha dan lutut, Anda melatih dua otot yang berbeda – bagian luar dan dalam. Anda akan mengalami masalah lutut jika tidak berhati-hati.

Lakukan pada dua minggu pertama, lakukan gerakan setengah berjongkok dengan bertumpu pada kaki
yang dibuka selebar bahu. Tekuk lutut Anda 45 derajat, tahan, kemudian berdiri lagi. Lakukan berulang-ulang.

Majalah Ayahbunda

Tips agar kembali langsing setelah melahirkan

Tips agar kembali langsing setelah melahirkan – Setelah absen berolah raga selama berbulan-bulan, otot-otot Anda menyusut. Beban seberat 5 kg akan terasa seperti 15 kg. Ide bagus untuk kembali berolah raga, meski awalnya mungkin terasa berat. Latihan kali ini bukan untuk membentuk otot baru, tetapi mengembalikan kebugaran. Ini butuh waktu kurang lebih satu bulan.

1. Bangkitkan motivasi diri
Memulai olah raga kembali setelah lama absen, bukan perkara mudah. Psikolog olahraga Jim Taylor dari University of Denver, Cdorado, AS, menyarankan untuk menyewa personal trainer guna memotivasi Anda.

Lakukan Ambil beberapa sesi sekaligus di muka, jadi jika malas latihan, Anda bukan saja akan menambah tumpukan lemak di perut dan pinggul, tapi juga rugi karena sudah bayar.

2. Jalan kaki
Jalan kaki adalah latihan fisik paling ringan yang dapat dilakukan untuk mengembalikan sistem kardiovaskular atau peredaran darah yang berkaitan dengan jantung pulih seperti semula.

Lakukan berjalan kaki 3 sampai 4 km, tiga kali seminggu selama sebulan. Setelah itu selang-seling dengan berlari untuk penyesuaian tubuh kembali. Di bulan-bulan berikutnya, Anda bisa melakukan jogging.

3. Latih core Anda
Core yang penting untuk dilatih di antaranya otot bagian tengah dan bawah punggung, otot di sekitar area perut, otot pinggul, sampai otot paha. berbaringlah dengan posisi telentang dengan tulang belakang tetap lurus, tidak bengkok. Angkat kaki hingga membentuk sudut 9oº antara lutut dengan pinggul dan tahan. Pada hari pertama, lakukan selama 10 detik, Kemudian tambahkan 10 detik setiap harinya hingga
mencapai dua menit. Untuk gerakan yang lebih menantang, letakkan kaki Anda pada pijakan, kemudian angkat panggul setinggi 10 cm dan tahan selama 10 detik.

4. Bentuk grup
Dengan grup, Anda bisa termotivasi berlatih. Ajak juga anak Anda, untuk membiasakannya berolah raga
sejak dini. lni akan menjadikan olahraga sebagai aktivitas bonding antara dia dengan Anda.

Lakukan cari teman untuk berenang bersama, berjalan atau fitness untuk mengembalikan bentuk tubuh dan berat badan, secara teratur.

Bila melahirkan secara Caesar
Kondisi tubuh Anda berbeda dengan ibu yang melahirkan norrnal. ibu dengan persaiinan normal bisa segera melakukan latihan frsik tanpa harus menunggu enam minggu. Operasi Cesar tergolong operasi Cesar. Dengan bekas operasi pada Anda, berjalan pun bisa menyebabkan tekanan pada bagian perut yang terisiko.
Lakukan ikuti nasihat dokter anda Untuk bisa melakukan latihan fisik, Anda harus menunggu sampai enam minggu setelah melahirkan. Setelah itu, segala bentuk Iatihan fisik yang disebutkan sebelumnya, bisa Anda lakukan, dengan catatan konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Majalah Ayahbunda

5 Cara diet yang aman untuk ibu setelah melahirkan

Ini dia Cara diet yang aman untuk ibu menyusui setelah melahirkan:

1.MAKAN SEDIKIT TAPI SERING
Ibu baru disarankan untuk makan tiga kali sehari ditambah dengan dua sampai tiga kali camilan sehat per hari. Makan dengan frekuensi sering penting karena jika menyusui, Anda membutuhkan kalori yang cukup untuk memproduksi ASI. Untuk memastikan produksi ASI cukup, Anda juga membutuhkan minum air yang cukup.

Anda butuh ‘bahan bakar’. Ketika Anda melewatkan makan, nilai gula dalam darah Anda bisa turun. Makan sering akan membantu tubuh Anda untuk mengisi energi kembali yang mungkin saja saat itu nilainya sudah cukup rendah.

2. PERHATIKAN APA YANG TUBUH ANDA KATAKAN
Debra Waterhouse, RD, MPH, seorang ahli gizi dari California, AS dan penulis buku “Outsmarting the Femqle Fat Cell-After Pregnanclt” , menyarankan Anda untuk menanyakan pada diri Anda beberapa pertanyaan berikut

Apakah saya lapar? Jika Anda memang lapar, maka makanlah. Namun jika Anda tidak merasa lapar apakah Anda merasa lelah atau bosan? Maka jawabannya bukanlah makan, tapi istirahat, meneiepon teman, jalan jalan ke luar rumah atau bermain dengan bayi Anda.

Bolehkah saya makan? Ketika Anda sangat menginginkan makanan seperti es krim cokelat dan ketika Anda mendapatkannya bisa saja menghabiskannya dalam porsi besar. Anda bisa menyiasatinya dengan memilih makanan sehat yang iain terlebih dulu ketimbang menghabiskan porsi besar es krim cokelat. Cobalah makan yogurt atau kacang dulu, setelah itu makan es
krim dengan porsi yang lebih sedikit.

Apakah saya sudah cukup kenyang? Jika jawabannya ya, saya merasa kenyang, maka berhentilah makan. Kebanyakan orang tidak mengecek apa yang mereka makan. Mereka menghabiskan semua makanan yang ada di piring dan bisa tambah lagi dan iagi. Coba untuk berhenti sejenak setlap gigitan ke 5 atau ke 10. Jika Anda merasa cukup kenyang dan perut terasa penuh maka berhentilah makan.

Cara diet untuk ibu setelah melahirkan

3.HATI-HATI DENGAN UKURAN PORSI MAKAN
Jika Anda memilih untuk membeli makanan, hati-hati dengan porsinya. Para penjual makanan sekarang cenderung menawarkan makanan dengan porsi besar mulai dari salad hingga minuman bersoda. Bijaksanalah ketika Anda memesan makanan. Sesuaikan dengan kebutuhan tubuh, bukan karena merasa dirugikan ketika mendapatkan porsi yang normal.

4.JAUHI DIET KETAT
Mengurangi kebutuhan kalori dengan drastis dengan tujuan menurunkan berat badan dengan cepat merupakan cara yang tidak disarankan oleh para ahli gizi. Cara ini merugikan tubuh karena dapat mengakibatkan penurunan kadar gula dalam darah. Selain itu tubuh masih membutuhkan kalori untuk metabolisme dan beraktivitas. Jika Anda berniat untuk menjalani diet, konsultasikan pada ahli gizi atau dokter gizi, terutama jika Anda menyusui.

5.BUATLAH MENJADI MUDAH
Membutuhkan waktu lama untuk menurunkan berat badan usai melahirkan. Maka, nikmati saja. Mengandung selama 9 bulan dan persalinan meraberi banyak pengalaman baru dalam hidup. Anda memiliki bayi baru, menyusui, dan tubuh Anda juga berusaha kembali ke bentuk semula. Tubuh Anda berusaha menyesuaikan diri. Jadi jangan terlalu menyalahkan diri sendiri jika “Anda tidak kembali langsing, secepat yang Anda inginkan.

Majalah Ayahbunda