Pesan-pesan Rasullullah tentang tata cara mendidik anak menurut Islam

Pesan-pesan Rasullullah tentang tata cara mendidik anak menurut Islam

Sesuai dengan judulnya buku ini berisi tentang tata cara mendidik anak sesuai dengan sabda Rasullullah beserta butir-butir kutipan dari para Imam guna memperjelas sabda Nabi tersebut.

Mengenalkan dan mendidik anak tentang Tauhid

Rasullullah SAW bersabda: “Bukalah lidah anak-anak kalian pertama kali dengan kalimat “Lailaha-illaallah”. Dan saat mereka hendak meninggal dunia maka bacakanlah, “Lailaha-illallah”.

Sesungguhnya barangsiapa awal dan akhir pembicaraannya “Lailah-illallah”, kemudian ia hidup selama seribu tahun, maka dosa apa pun, tidak akan ditanyakan kepadanya.”(sya’bul Iman, juz 6, hal. 398 dari Ibn abbas)

Berdasarkan Hadist Nabi di atas, maka, dalam kitab Al Amali hal.475, Imam Al Baqir dan Imam ash Shadiq ra berkata; tahapan untuk mengenalkan Allah kepada anak adalah:

  1. Pada usia 3 tahun, ajarkan kepadanya kalimah Tauhid, “Laila ha illallah” sebanyak tujuh kali.
  2. Pada usia 3 tahun 7 bulan, ajarkan kepadanya kalimah “Muhammad Rasullullah.”

Baca juga: Parenting Islami: Komik penuh makna tentang cara mengasuh anak

Mendidik anak tentang Salat

Masih dalam kitab yang sama, Imam al Baqir dan Imam ash Shadiq ra menerangkan bagaimana seharusnya kita mengenalkan dan mendidik anak tentang salat.

  1. Setelah anak usia 5 tahun dan telah memahami arah, maka coba tanyakan mana bagian kanan dan kirinya. Lalu ajarkan padanya arah kiblat dan mulailah mengajaknya salat.
  2. Pada usia tujuh tahun ajaklah ia untuk membasuh muka dan kedua telapak tangannya dan minta padanya untuk melakukan salat.
  3. Tata cara berwudhu secara penuh boleh diajarkan pada usia 9 tahun. Kewajiban untuk melakukan salat serta pemberian hukuman bila meninggalkannya sudah dapat diterapkan pada usia ini. Pada usia ini anak biasanya sudah pandai memahami akan urutan, aturan dan tata tertib.

Hak anak dalam pendidikan

Berkaitan dengan pendidikan agama, ada beberapa hal yang harus orang tua lakukan antara lain
1. Memberikan nama yang baik.
2. Diakikahkan dan dipotong rambutnya (akan lebih baik dilakukan pada hari ketujuh).
3. Ada hak anak yang tertambat pada ayahnya yaitu mendapat pengajaran budi pekerti yang luhur, menulis, dan latihan fisik yang menyehatkan badannya serta diwarisi harta yang halal.

Tentang ibadah-ibadah dan amalan lainnya

Saat anak mendekati usia baligh, maka wajib bagi orang tua untuk mengenalkannya dengan puasa serta mewajibkan salat. Selain itu juga memerintahkan padanya untuk mencari ilmu, menghafal Al-Qur’an, dan jika tidak mampu maka perintahkan padanya untuk mencatat.

Subhanallah, betapa indah tuntunan yang telah Nabi berikan untuk mendidik anak kita. Sebagai penutup berikut adalah penjelasan Imam Ali Zainal Abidin dalam kitab Risatul Huquq.

“Adapun hak anakmu adalah, ketahuilah bahwa ia berasal darimu. Dan segala kebaikan dan keburukannya di dunia, dinisbatkan kepadamu. Engkau bertanggung jawab untuk mendidiknya, membimbingnya menuju Allah dan membantunya untuk menaati perintah-Nya.”

“Maka, perlakukanlah anakmu sebagaimana perlakuan seseorang yang mengetahui bahwa andaikan ia berbuat baik pada anaknya, niscaya ia akan mendapatkan pahala dan andaikan ia berbuat buruk niscaya ia akan memperoleh hukuan.”(Al Khislal, hal.568)

Demikian pesan Rasullullah terkait dengan pendidikan anak. Semoga bermanfaat ya, Parents.

Bersumber : https://id.theasianparent.com/pesan-rasullullah-tentang-tata-cara-mendidik-anak/

Subhanallah… Inilah Kemuliaan Ibu dalam Kosa Kata Al Qur’an

Subhanallah… Inilah Kemuliaan Ibu dalam Kosa Kata Al Qur’an

وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (QS. Luqman : 14)

Syahida.com – Ibu, dialah sumber kasih sayang; mengasuh dan memberi tanpa batas. Dialah prajurit malam yang selalu berjaga dan terjaga. Menemani ketidakberdayaan kita. Dia yang selalu mendahulukan anaknya dari dirinya sendiri, mencintai tanpa menuntut balas.

Ibu, sebuah kata yang jujur nan kuat, diucapkan semua makhluk hidup dalam bahasanya masing-masing. Dengan kata ‘ibu’ pada makhluk itu mendapatkan kasih sayang, ketulusan hati, kehangatan, pengorbanan, cinta yang agung, yang dicipta dan ditumbuhkan Allah dalam diri semua ibu terhadap anak-anaknya. Karena itu, Allah SWT berwasiat kepada manusia untuk taat kepadanya, seperti juga Rasul-Nya telah berpesan agar kita senantiasa berbakti kepadanya.

Ada dua kata yang selalu dipakai Al Qur’an untuk menyebutkan ibu: “Umm” dan “Walidah”. Kata “umm”, digunakan Al Qur’an untuk menyebutkan sumber yang baik dan suci untuk hal yang besar dan penting. Maka Makkah Al Mukarramah disebut “Ummul Qura” karena kota ini adalah tempat turunnya risalah yang diberikan Allah azza wa Jalla kepada Islam, yang merupakan inti ajaran para rasul dan semua risalah. Allah berfirman,

وَهَٰذَا كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ مُّصَدِّقُ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَلِتُنذِرَ أُمَّ الْقُرَىٰ وَمَنْ حَوْلَهَا ۚ وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ يُؤْمِنُونَ بِهِ ۖ وَهُمْ عَلَىٰ صَلَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ

Dan ini (Al Quran) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Mekah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya. Orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya (Al Quran) dan mereka selalu memelihara sembahyangnya.” (QS. Al An’am : 92)

Imam As Suddi mengatakan, disebut Ummul Qura’, kerena Makkah rumah yang pertama kali dibangun di tempat itu.

Allah juga menyebutkan kata “umm” untuk sesuatu yang menghimpun ilmu-Nya, yaitu pada lafaz “Ummul Kitab”. Allah berfirman,

يَمْحُو اللَّهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ ۖ وَعِندَهُ أُمُّ الْكِتَابِ

Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nyalah terdapat Ummul Kitab (Lauh Mahfuzh).” (QS. Ar Raad : 39)

Pada kerangka inilah, Al Qur’an kemudian membedakan antara kata “umm” dan “walidah”, di mana Allah menyebut “walidah” kepada perempuan yang melahirkan anak, tanpa melihat karakter dan sifatnya yang baik atau yang buruk. Karena ternyata ada juga segelintir ibu yang tak punya hati terhadap anaknya. Kata “walidah” digunakan hanya karena adanya proses melahirkan, baik bagi manusia maupun makhluk lain, dengan keadaan-keadaan yang menyertainya; hamil dan menyusui, seperti firman Allah,

وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلَادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ ۖ لِمَنْ أَرَادَ أَن يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ ۚ وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَا تُضَارَّ وَالِدَةٌ بِوَلَدِهَا وَلَا مَوْلُودٌ لَّهُ بِوَلَدِهِ ۚ وَعَلَى الْوَارِثِ مِثْلُ ذَٰلِكَ ۗ فَإِنْ أَرَادَا فِصَالًا عَن تَرَاضٍ مِّنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا ۗ وَإِنْ أَرَدتُّمْ أَن تَسْتَرْضِعُوا أَوْلَادَكُمْ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِذَا سَلَّمْتُم مَّا آتَيْتُم بِالْمَعْرُوفِ ۗ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Baqarah : 233)

Ibu yang dibahasakan “walidah” inilah tempat menumpahkan segala bakti, pemuliaan, tanpa membedakan apakah ia baik atau tidak. Allah berfirman,

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS. Al Isra : 23)

Bahkan meskipun si ibu adalah seorang pelaku maksiat dan kafir.

Adapun “umm”, seperti telah disebutkan di atas, Al Qur’an menggunakannya untuk menyebutkan sesuatu yang menjadi sumber kemuliaan, merupakan simbol pengorbanan, penebusan, kesucian, kejernihan, cinta dan kasih sayang. Sumber yang menjadikan seseorang tumbuh menjadi manusia yang terhormat, menemukan kemuliaan dan bangga menisbahkan dirinya kepada ibu yang melahirkannya. Mari kita perhatikan perbedaan  itu ketika Isa alaihissalaam bicara soal kewajiban berbakti dan menghormati ibu, dimana Allah SWT berfirman,

وَبَرًّا بِوَالِدَتِي وَلَمْ يَجْعَلْنِي جَبَّارًا شَقِيًّا

dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.” (QS. Maryam : 32)

Namun ketika Al Qur’an mengisahkan tentang Isa as dan tentang karakter dan sifat ibunya yang mulia, Ia menggunakan kata “umm”. Allah berfirman,

مَّا الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِهِ الرُّسُلُ وَأُمُّهُ صِدِّيقَةٌ ۖ كَانَا يَأْكُلَانِ الطَّعَامَ ۗ انظُرْ كَيْفَ نُبَيِّنُ لَهُمُ الْآيَاتِ ثُمَّ انظُرْ أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ

“Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu).” (QS. Al Maidah : 75)

Pun ketika Al Qur’an hendak menarik perhatian anak-anak agar memperhatikan ibu yang telah melahirkannya dengan segala kendala dan kesulitan, Al Qur’an menggunakan kata “umm”. Karena dari ibu,  memancarkan cahaya kesabaran dan kemuliaan pada hari kiamat, sehingga kita diperintahkan untuk memuliakannya di dunia dengan pemuliaan yang mutlak dan tanpa batas.

Di sini kita bisa melihat betapa indahnya bahasa Al Qur’an. Ketika ia berpesan kepada kita untuk berbakti kepada orang tua, Al Qur’an menggunakan kata “al walidain”, tapi setelah itu ia menyebut ibu dengan kata “umm” karena keutamaannya lebih di atas ayah. Allah berfirman,

وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (QS. Luqman : 14)

Imam Asy Syarbini, seperti juga dikatakan Syaikh Muhammad bin Amin, “Ibu disebutkan secara khusus karena menanggung beban berat dan banyak dari rasa sakit dan kesulitan dalam melahirkan, menyusui, dan mengasuh.” Ar Razi mengatakan, “Karena itu hak ibu lebih agung.”

Begitulah Al Qur’an bicara soal keutamaan ibu. Demikian pula, ketika Al Qur’an hendak memberitakan kepada kita dalamnya cinta ibu kepada anak-anaknya, dan besarnya kasih sayang dan kelembutannya kepada mereka, kembali Al Qur;an menyebutnya dengan kata “umm”. Allah berfirman,

وَأَصْبَحَ فُؤَادُ أُمِّ مُوسَىٰ فَارِغًا ۖ إِن كَادَتْ لَتُبْدِي بِهِ لَوْلَا أَن رَّبَطْنَا عَلَىٰ قَلْبِهَا لِتَكُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

‘Dan menjadi kosonglah hati ibu Musa. Sesungguhnya hampir saja ia menyatakan rahasia tentang Musa, seandainya tidak Kami teguhkan hatinya, supaya ia termasuk orang-orang yang percaya (kepada janji Allah). (QS. Al Qashahs : 10)

Dan ketika Al Qur’an menceritakan betapa bahagianya ibunda Musa setelah bertemu kembali anaknya, Al Qur’an juga menggunakan kata “umm”.  Allah berfirman,

إِذْ تَمْشِي أُخْتُكَ فَتَقُولُ هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَىٰ مَن يَكْفُلُهُ ۖ فَرَجَعْنَاكَ إِلَىٰ أُمِّكَ كَيْ تَقَرَّ عَيْنُهَا وَلَا تَحْزَنَ ۚ وَقَتَلْتَ نَفْسًا فَنَجَّيْنَاكَ مِنَ الْغَمِّ وَفَتَنَّاكَ فُتُونًا ۚ فَلَبِثْتَ سِنِينَ فِي أَهْلِ مَدْيَنَ ثُمَّ جِئْتَ عَلَىٰ قَدَرٍ يَا مُوسَىٰ

“(yaitu) ketika saudaramu yang perempuan berjalan, lalu ia berkata kepada (keluarga Fir’aun): “Bolehkah saya menunjukkan kepadamu orang yang akan memeliharanya?” Maka Kami mengembalikanmu kepada ibumu, agar senang hatinya dan tidak berduka cita. Dan kamu pernah membunuh seorang manusia, lalu Kami selamatkan kamu dari kesusahan dan Kami telah mencobamu dengan beberapa cobaan; maka kamu tinggal beberapa tahun diantara penduduk Madyan, kemudian kamu datang menurut waktu yang ditetapkan hai Musa,” (QS. Thaha : 40)

Ketika menunjukkan kesucian dan kemuliaan para istri Rasulullah SAW, Al Qur’an pun menyebut mereka dengan “al Ummahat”, bukan “al walidat”. Allah berfirman,

النَّبِيُّ أَوْلَىٰ بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنفُسِهِمْ ۖ وَأَزْوَاجُهُ أُمَّهَاتُهُمْ ۗ وَأُولُو الْأَرْحَامِ بَعْضُهُمْ أَوْلَىٰ بِبَعْضٍ فِي كِتَابِ اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ إِلَّا أَن تَفْعَلُوا إِلَىٰ أَوْلِيَائِكُم مَّعْرُوفًا ۚ كَانَ ذَٰلِكَ فِي الْكِتَابِ مَسْطُورًا

“Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri dan isteri-isterinya adalah ibu-ibu mereka. Dan orang-orang yang mempunyai hubungan darah satu sama lain lebih berhak (waris-mewarisi) di dalam Kitab Allah daripada orang-orang mukmim dan orang-orang Muhajirin, kecuali kalau kamu berbuat baik kepada saudara-saudaramu (seagama). Adalah yang demikian itu telah tertulis di dalam Kitab (Allah).” (QS. Al Ahzab : 6)

Al Qur’an yang lafaz-lafaznya kaya makna, begitu dalam menjelaskan kepada kita tentang ibu. Maka selamilah itu, agar kita bisa lebih memahami ibu, keajaiban yang Allah karuniakan kepada kita. [Syahida.com]

Sumber: https://www.syahida.com/2015/05/19/3169/subhanallah-inilah-kemuliaan-ibu-dalam-kosa-kata-al-quran/#ixzz5cHQzGzx1

Mukjizat Nabi Nuh AS yang Luar Biasa

Mukjizat Nabi Nuh AS yang Luar Biasa

Mukjizat Nabi Nuh AS – Sebagaimana nabiyallah lainnya, Nabi Nuh AS juga diberikan beberapa mukjizat yang begitu luar biasa. Nabi Nuh AS merupakan nabiyallah yang ketiga setelah Nabi Adam AS dan Nabi Idris AS dari 25 nabi yang wajib kita pelajari dan ketahui.

Nabi yang diutus oleh Allah SWT di muka bumi ini berjumlah sekitar 124.000 orang. Sejumlah 313 di antaranya merupakan Nabi dan Rasul, yang artinya wajib menyebarluaskan kenabiannya kepada umatnya.

Nabi Nuh AS sendiri merupakan keturunan dari Nabi Adam AS yang kesembilan. Ibnu Katsir juga meriwayatkan bahwa jarak waktu antara Nabi Adam AS dan Nabi Nuh AS adalah 10 abad. Hal tersebut menunjukkan betapa jauhnya jarak waktu yang terbentang antara kenabian Nabi Adam AS dan Nabi Nuh AS.

Dengan jarak waktu yang telah terbentang sangat jauh ini, manusia telah semakin menyimpang dari ajaran agama Islam yang telah dibawa oleh Nabi Adam AS sebagai khalifah dan nabiyallah pertama di muka bumi.

Ajaran agama Islam yakni untuk bertauhid dan bertaqwa kepada Allah SWT telah tersebar luas dari Nabi Adam AS. Namun, seiring berjalannya waktu, memasuki era Nabi Idris AS dan memasuki era Nabi Nuh AS, manusia semakin disesatkan oleh syetan kepada jalan yang salah dan menyekutukan Allah.

Dijelaskan bahwa kaum Nabi Nuh adalah kaum yang menyembah patung-patung yang merekan buat sendiri. Patung ini sebenarnya adalah orang-orang shaleh pewaris Nabi Idris AS yang selalu mengajarkan kebaikan dan mengajak kepada manusia untuk bertaqwa kepada Allah. Namun, karena ulah dan pengaruh syetan, mereka mulai ingkar dan menyembah patung tersebut sebagai tuhan mereka.

Mukjizat Nabi Nuh AS yang Begitu Luar Biasa

Mukjizat Naib Nuh AS yang diberikan oleh Allah kepadanya sangatlah luar biasa. Terdapat beberapa mukjizat Nabi Nuh AS yang seringkali diceritakan dalam Al-Quran dan Al-Hadits. Berikut beberapa mukjizat Nabi Nuh AS:

1. Mukjizat Nabi Nuh AS: Umur Nabi Nuh AS yang Sangat Panjang

Mukjizat Nabi Nuh AS - Umur Nabi Nuh AS yang Sangat Panjang (1)

Salah satu keutamaan atau mukjizat yang diberikan oleh Allah kepada Nabi Nuh AS adalah usianya yang sangat panjang. Diriwayatkan bahwa usia Nabi Nuh AS mencapai 950 tahun. Hal ini menunjukkan umur beliau yang sangat panjang, bahkan bisa puluhan kali lipat bila dibandingkan dengan rerata umur manusia di zaman sekarang ini.

Kaum Nabi Muhammad SAW sendiri telah diterangkan oleh Rasulullah SAW memiliki rerata umur sekitar 60 tahun. Adapun apabila ada umatnya yang hidup lebih dari 60 tahun sangatlah jarang dan merupakan pemberian dari Allah SWT.

Suatu penelitian juga telah menjelaskan bahwa umur dan ukuran tubuh manusia semakin lama akan semakin berkurang. Hal tersebut berkaitan dengan teori bottleneck yang pada intinya adalah menjelaskan bahwa karena pengaruh genetik, umur dan ukuran tubuh manusia semakin lama akan semakin berkurang.

2. Mukjizat Nabi Nuh AS: Mampu Membuat Bahtera yang Begitu Besar dan Kokoh

Mukjizat Nabi Nuh AS - Mampu Membuat Bahtera yang Begitu Besar dan Kokoh (1)

Salah satu mukjizat Nabi Nuh AS yang paling terkenal dan banyak diceritakan di berbagai kitab adalah Allah mengaruniai Nabi Nuh AS dengan kemampuan membangun bahtera dari kayu yang begitu besar dan kokoh. Nabi Nuh AS diberikan keutamaan oleh Allah mampu membangun bahtera yang nantinya akan menyelematkan Nabi Nuh AS beserta kaumnya ketika Allah menurunkan azabnya.

Dalam suatu naskah kuno disebutkan bahwa ukuran bahtera Nabi Nuh AS adalah memiliki panjang 300 hasta, tinggi 50 hasta, dan lebar sebesar 30 hasta. Jika dikonversi ke dalam meter, berarti ukuran kapal Nabi Nuh AS adalah sepanjang 137,1 meter, dengan panjang sebesar 22,86 meter, serta dengan lebar sebesar 13,7 meter.

Ukuran bahtera atau kapal yang begitu besarnya menunjukkan mukjizat Nabi Nuh AS yang telah diberikan oleh Allah SWT kepada beliau. Terlebih lagi, bahtera tersebut tentu saja membutuhkan kayu dan peralatan yang sangat banyak. Nabi Nuh AS juga membangunnya sendiri. Hal ini menunjukkan betapa besarnya mukjizat Nabi Nuh AS.

Nabi Nuh AS membangun bahtera tersebut karena mendapatkan wahyu dari Allah SWT, sehingga meskipun pada saat pembuatannya adalah musim kemarau dan kering kerontang, beliau tetap meyakini wahyu Allah SWT dan membangun bahteranya.

Berbagai rintangan, cacian, dan gangguan yang berasal dari kaum kafir terusberdatangan silih berganti. Namun, Nabi Nuh AS tetap gigih dan percaya atas wahyu Allah SWT kepada dirinya. Nabi Nuh AS akhirnya menyelesaikan pembangunan bahteranya.

3. Mukjizat Nabi Nuh AS: Selamat dari Azab dan Menjadi Nenek Moyang dari Umat Manusia

Dengan mukjizat Nabi Nuh AS yang mampu membangun bahtera yang besar dan kokoh, akhirnya Nabi Nuh AS menyelesaikan pembangunan bahteranya. Selanjutnya, Allah SWT menurunkan wahyu kepada Nabi Nuh AS untuk mengajak umat-umatnya dan memasukkan berbagai jenis hewan dengan berpasang-pasangan.

Umat Nabi Nuh AS sendiri hanya berjumlah sekitar 80 orang. Umat Nabi Nuh AS merupakan orang-orang yang sederhana dan tidak terpandang di kalangan masyarakat kala itu. Kaum kafir pun menjauhi dan tidak mau bergabung dengan Nabi Nuh AS beserta kaumnya yang mereka anggap rendah dan hina.

Allah SWT memerintahkan Nabi Nuh AS untuk mengajak umatnya beserta berbagai jenis hewan yang berpasangan untuk masuk ke dalam bahtera besar yang telah dibuatnya. Allah SWT memerintahkan hal tersebut karena Allah SWT hendak menurunkan azabnya dan membinasakan kaum kafir yang sesat dan hina di seluruh muka bumi.

Azab yang diturunkan oleh Allah ini merupakan azab yang sangat luar biasa. Dijelaskan dalam Al-Quran bahwa azab Allah SWT pada zaman Nabi Nuh AS adalah banjir bandang yang sangat luar biasa besarnya. Meskipun pada saat itu adalah musim kemarau yang begitu kering, namun seketika pada saat itu seluruh dunia disapu dan ditutup oleh air yang begitu dahsyatnya.
Allah menurunkan hujan yang begitu besar, sumber-sumber air yang tiba-tiba memancar dari berbagai tempat menyebabkan munculnya banjir bandang yang luar biasa dan membinasakan seluruh manusia yang ada di seluruh muka bumi, kecuali Nabi Nuh AS beserta kaumnya.

Bahkan ada suatu anggapan bahwa seluruh permukaan bumi pada saat itu tertutup oleh air, sehingga manusia yang tersisa adalah Nabi Nuh AS beserta kaumnya. Hal ini juga memunculkan anggapan bahwa Nabi Nuh AS merupakan nenek moyang dari manusia yang hidup pada saat ini.

Diriwayatkan dalam kitab-kitab Allah bahwa Nabi Nuh AS beserta kaumnya terkatung-katung selama 150 hari di atas air bah yang begitu dahsyat menyapu muka bumi ini. Berdasarkan penelitian yang merujuk pada kitab-kitab Allah, bahtera Nabi Nuh AS berhenti dan berada di atas pegunungan Ararat, Turki.

Berbagai mukjizat Nabi Nuh AS yang telah diberikan oleh Allah merupakan tanda-tanda kebenaran kenabian dan adanya kekuasaan Allah SWT atas segala mahluk ciptaan-Nya. Kita sebagai manusia yang beriman dan taqwa kepada Allah harus bisa mempercayai dan menjadikan kisah-kisah para nabi dan rasul menjadi hikmah bagi kita semua.

22 Tips dan Cara Cepat Menghafal Al Quran Secara Mudah

22 Tips dan Cara Cepat Menghafal Al Quran Secara Mudah

tips dan cara cepat menghafal al quran – Hikmah menghafal kitab suci Al Quran bisa dirasakan di dunia dan akhirat kelak. Bisa dengan mudah dan cepat menghafal Al Quran tentu saja menjadi dambaan setiap umat muslim. Bagi anda yang merasa kesulitan untuk menghafal Al Quran, anda tak perlu khawatir. Allah SWT sendiri telah mengatakan bahwa menghafal Al Quran itu mudah. Untuk membantu anda, berikut kami bagikan tips dan cara cepat menghafal Al Quran selengkapnya.

Tips dan Cara Cepat Menghafal Al Quran

Berikut adalah beberapa tips dan cara cepat menghafal Al Quran yang bisa anda coba ikuti.

1. Niat

tips dan cara cepat menghafal al quran - Niat

Sebelum anda mulai menghafal Al Quran, pastikan anda sungguh-sungguh memiliki niat. Pastikan niat anda untuk apa menghafal Al Quran? Apakah hanya ingin disebut Hafizh, supaya mendapatkan pekerjaan, mudah melanjutkan pendidikan, menyenangkan hati orangtua, atau memang karena Allah SWT semata. Niat yang tidak semestinya seringkali membawa anda ke dalam kesulitan menghafal. Akan tetapi, jika niat anda benar-benar murni karena ingin memperoleh ridho Allah SWT, maka anda akan mudah menghafal Al Quran dan mendapatkan nikmat dunia akhirat.

Saat anda merasa sudah sepenuhnya niat karena Allah SWT dalam menghafal Al Quran namun masih sulit, maka anda harus bersabar. Selang beberapa waktu kemudian, anda akan benar-benar mendapatkan kemudahan dalam menghafal Al Quran atau Allah SWT akan menghendaki pahala yang banyak untuk anda dengan terus mengulangi dan mencoba menghafal ayat demi ayat dalam kitab suci Al Quran. Untuk itu, anda jangan pernah merasa berputus asa.

2. Ikhlas

Setelah niat, pastikan anda ikhlas dalam menghafal Al Quran. Ikhlaskan secara kuat-kuat menghafal Al Quran karena Allah SWT. Perlu untuk anda ketahui, ikhlas merupakan kunci utama semua ibadah dan muamalah yang anda lakukan. Keikhlasan dalam menghafal Al Quran merupakan motivasi yang kuat dalam mewujudkan cita-cita menghafal Al Quran. Anda bisa mulai membersihkan hati untuk ikhlas, menjauhi sifat ujub (sombong), dan sifat riya’ (ingin dipuji). Saat anda mengikhlaskan jiwa dan raga untuk menghafalkan Al Quran, maka ketika anda bertemu kesulitan apapun itu, anda tetap bisa menjalaninya secara senang hati dan penuh rasa syukur.

3. Mulai Dari Sekarang

Jika anda tak segera mulai untuk menghafal Al Quran, kapan anda bisa menyelesaikan hafalannya. Anda tak perlu menanti momen yang tepat untuk menghafal Al Quran. Pastikan anda mulai menghafal Al Quran sedikit demi sedikit dari sekarang juga. Jangan menunda-nunda waktu sebab hal tersebut hanya akan membuat semangat anda dalam menghafal Al Quran perlahan akan luntur.

4. Menghafal Tak Harus Hafal

Allah SWT memberi kemampuan dalam menghafal dan mengingat pada tiap orang itu berbeda-beda. Ada yang bisa menghafal dan mengingat secara cepat, namun ada pula yang sedikit lambat. Bahkan Imam Asim pun menghafal Al Quran membutuhkan kurun waktu selama 20 tahun. Target menghafal Al Quran sebenarnya bukan ujung ayat, akan tetapi bagaimana anda menghabiskan waktu (durasi) yang telah anda agendakan hanya untuk menghafal Al Quran.

5. Pilih Mushaf Terjemahan Per Kata

Seperti yang kita semua ketahui, Al Quran diturunkan oleh Allah SWT dengan menggunakan bahasa Arab. Melihat realita tersebut, salah satu metode menghafal Al Quran yang terbukti paling efektif ialah memahami arti ayat yang ingin anda hafal terlebih dahulu. Anda bisa belajar menghafal Al Quran dengan menggunakan mushaf yang telah dilengkapi terjemahan per kata. Hal tersebut tentu saja mempermudah anda dalam memahami arti dari kosa kata bahasa Arab ayat Al Quran. Pastikan anda menerapkan tips dan cara cepat menghafal Al Quran yang satu ini.

6. Menghafal Dari Satu Cetakan Mushaf

tips dan cara cepat menghafal al quran - Menghafal Dari Satu Cetakan Mushaf

Kecepatan dalam menghafal bisa dipengaruhi dari kebiasaan menghafal Al Quran dari satu cetakan yang sama. Hafalan Al Quran bisa lebih mudah lengket dalam ingatan anda jika mushaf yang anda pilih berasal dari satu cetakan yang sama. Untuk itu, apabila anda serius dalam menghafal Al Quran, anda sangat tak disarankan untuk bergonta-ganti mushaf. Sudah pasti ingatan anda terhadap hafalan Al Quran akan terpecah belah.

Tak hanya bisa mempengaruhi kecepatan hafalan saja, melainkan juga berpengaruh pada kekuatan hafalan Al Quran yang anda lakukan. Selain berasal dari satu cetakan yang sama, ada baiknya anda juga gunakan Al Quran yang lebih mudah anda baca. Anda dapat membeli Al Quran dari cetakan-cetakan yang sudah terkenal. Setelah itu, anda bisa konsisten menggunakan mushaf tersebut, baik ketika masih menghafal, selesai menghafal, maupun masuk tahap murojaah.

7. Jangan Buru-Buru dan Bukan Ditunda-Tunda

Jika anda telah menetapkan durasi, misalnya jam 6 sampai 7 merupakan waktu khusus untuk menghafal Al Quran, maka berapapun ayat Al Quran yang bisa anda hafal bukan menjadi masalah. Anda jangan buru-buru untuk pindah ke ayat selanjutnya apabila ayat sebelumnya belum benar-benar anda hafal. Alangkah baiknya anda nikmati saja saat-saat tersebut. Oleh karena itu, jangan buru-buru. Akan tetapi, perlu anda ingat, hal tersebut juga bukan untuk ditunda-tunda. Anda bisa menghabiskan durasi menghafal Al Quran secara pas.

8. Pilih Surah Favorit Anda

Tips dan cara cepat menghafal Al Quran selanjutnya ialah memilih surah yang menjadi favorit anda. Perlu untuk anda ketahui, kesukaan terhadap surah tertentu mampu menstimulasi semangat anda dalam menghafal Al Quran. Maka dari itu, anda bisa mulai menghafal Al Quran dengan surah yang telah biasa anda dengar melalui murrotal terlebih dahulu. Langkah yang satu ini adalah jurus paling ampuh. Hal ini dikarenakan lantunan surah pilihan tersebut telah tersimpan sebelumnya di ingatan anda. Anda hanya perlu mengulangnya kembali. Dalam waktu singkat, anda bisa menghafal surah Al Quran tersebut.

9. Baca Berulang-Ulang

Orang yang tak akan bisa menghafal Al Quran apabila malas membaca dan mengulang-ulang ayat yang akan dihafalkan. Perlu diketahui, orang yang memiliki kecepatan dalam menghafal Al Quran ialah orang yang mau membaca dan mengulang-ulang ayat yang ingin dihafalkannya. Maka dari itu, semakin sering anda mengulangi ayat yang anda hafalkan, maka anda akan merasa lebih mudah dalam mengingatnya.

10. Menghafal Bukan Untuk Khatam

Kondisi hati yang pas untuk menghafal Al Quran ialah bersabar dan bersyukur. Anda jangan sampai berpikiran bahwa ayat Al Quran adalah beban di pundak yang harus segera dipindahkan. Pikiran tersebut hanya akan membuat anda bergegas mengkhatamkan Al Quran tanpa mengulang atau bahkan menghafalkannya. Padahal, Allah SWT berfirman bahwa Al Quran diturunkan bukanlah sebagai beban. Untuk itu, pastikan anda setia bersama Al Quran.

11. Menyetorkan Hafalan Kepada Qori

tips dan cara cepat menghafal al quran - Menyetorkan Hafalan Kepada Qori

Tips dan cara cepat menghafal Al Quran lainnya ialah dengan menyetorkan hafalan kepada qori. Berapa pun ayat yang sudah bisa anda hafal sebaiknya disetorkan kepada qori yang memiliki kemampuan membaca Al Quran lebih bagus. Selain itu, sebaiknya anda juga memilih qori yang paham mengenai ilmu tajwid. Pastikan anda menyetorkan hafalan Al Quran minimal sekali dalam setiap harinya. Supaya anda bisa lebih cepat dalam menyelesaikan hafalan Al Quran secara sempurna, maka pastikan anda disiplin dalam menyetorkan hafalan Al Quran. Jangan sampai anda melewatkan satu hari pun tanpa menyetorkan hafalan Al Quran.

Jika anda ingin menyetor hafalan Al Quran, maka anda tak harus menunggu sampai satu lembar atau bahkan satu halaman baru untuk menyetorkannya. Jika dalam satu hari, meski anda hanya bisa hafal satu ayat Al Quran, pastikan anda menyetorkannya pada hari itu juga. Dengan rutin menyetorkan hafalan Al Quran, anda bisa motivasi diri sendiri untuk menambah hafalan baru sehingga kemampuan anda dalam menghafal bisa lebih meningkat.

Pastikan anda menyetorkan hafalan Al Quran kepada qori yang bacaannya bagus dan mengerti mengenai ilmu tajwid. Hindari menyetorkan hafalan Al Quran kepada orang yang bacaannya kurang baik. Terlebih jika ia tak paham tentang ilmu tajwid. Hal tersebut justru akan mempengaruhi bagus tidaknya hafalan Al Quran yang anda lakukan. Jika anda menyetorkan hafalan Al Quran kepada orang yang tak ahli, boleh jadi ia melewatkan kesalahan yang sebenarnya anda lakukan dalam menghafal Al Quran. Anda pun tak bisa mengetahui kesalahan tersebut sehingga tetap melakukannya.

12. Bahagia Dirindukan Ayat

Perlu anda pahami dan berpikiran positif bahwa ayat-ayat yang telah anda baca secara berulang-ulang, akan tetapi belum juga kuat untuk diingat, sebenarnya ayat tersebut lagi rindu dengan anda. Untuk itu, anda tak perlu putus asa dan sedih saat anda belum cukup mampu untuk menghafalkannya. Anda bisa sapa ayat tersebut dengan membaca dan mencoba menghafalkannya kembali. Bahagialah hati yang dirindukan ayat Al Quran.

13. Perbanyak Lembar Surah Hafalan

Saat awal-awal anda menghafal Al Quran, anda bisa memperbanyak bagian surah yang ingin anda hafal. Untuk mencoba tips dan cara cepat menghafal Al Quran yang satu ini, anda bisa memfotocopy bagian surah tersebut. Dijamin kesulitan anda dalam menghafal Al Quran akan hilang. Dengan anda memfotocopy bagian surah Al Quran tersebut, anda juga bisa menandainya dengan pensil ataupun highlight warna-warni. Setelah itu, anda bisa menempelkannya di tempat yang mudah terlihat.

14. Menghafal Kala Waktu Terbaik

Perlu untuk anda ketahui bahwa waktu terbaik untuk menghafal ialah sebelum dan sesudah fajar. Hal ini tak terkecuali untuk menghafal Al Quran. Pada waktu tersebut, otak masih segar dan kondisinya juga tenang. Dengan begitu, hafalan Al Quran akan lebih cepat masuk ketika menghafal pada waktu tersebut. Hal tersebut bukan berarti anda menghafal Al Quran hanya pada waktu itu saja. Pasalnya, sebagian orang merasa hafalan Al Quran yang dilakukan lebih mudah masuk ketika waktu Dhuha, ada juga yang mengatakan lebih suka hafalan Al Quran usai Dhuhur, sesudah Ashar, dan lain sebagainya. Tiap orang memang mempunyai perbedaan dalam hal ini.

15. Menghafal Sedikit Demi Sedikit

Makanan akan terasa nikmat apabila anda sedang memakannya. Hal ini juga akan dirasakan ketika anda menghafal Al Quran. Nikmat dalam menghafal Al Quran akan terasa apabila anda membacanya secara berulang-ulang. Saat makan, anda pastinya memperhatikan besarnya suapan yang harus disesuaikan dengan volume mulut anda. Menghafal juga demikian. Sesuaikan dengan kemampuan ingatan anda dalam menghafal. Jangan memaksakan diri untuk menghafal ayat Al Quran secara banyak sekaligus. Alangkah baiknya anda menghafal Al Quran sedikit demi sedikit namun mudah dihafal dan diingat.

16. Dengarkan Murrotal Al Quran

Menghafal Al Quran juga bisa dilakukan dengan mudah apabila anda mendengarkan murrotal Al Quran. Seperti yang kita semua ketahui, Al Quran merupakan firman Allah SWT yang di dalamnya mengandung hikmah kisah nyata yang terjadi di masa lalu, kisah nyata masa kini, dan juga kisah nyata yang akan terjadi di masa depan. Mendengarkan murrotal surah Al Quran yang ingin anda hafalkan sembari melihat kopian lembaran surahnya menjadi langkah terbaik dalam menghafal Al Quran. Hal ini memiliki tujuan supaya anda bisa ikut melebur dalam alur cerita surah yang anda hafalkan. Anda pun bisa lebih menghayati arti yang ada di dalamnya.

17. Menghafal Dengan Metode yang Sesuai

Tiap orang memiliki metode mudah untuk menghafal Al Quran. Anda jangan memaksakan diri untuk mengikuti metode menghafal orang lain hanya karena orang tersebut bisa menghafal Al Quran secara cepat. Anda sebenarnya boleh mencobanya, jika sesuai dengan diri anda, maka ikuti. Akan tetapi, jika anda merasa metode tersebut justru membuat anda merasa semakin sulit dalam menghafal Al Quran, maka sebaiknya gunakan metode yang lain.

18. Pastikan Ayatnya Bertajwid

Tips dan cara cepat menghafal Al Quran lainnya ialah dengan memastikan ayatnya bertajwid. Anda bisa mencari guru yang mampu mengoreksi bacaan anda dalam menghafal Al Quran. Bacaan tak bertajwid yang terlanjur anda hafalkan akan sulit dirubah atau diperbaiki di kemudian hari setelah anda mengetahui hukum bacaan yang sebenarnya. Jangan biasakan otodidak dalam hal apapun yang berhubungan dengan Al Quran, baik itu membaca, mentadabburi, mempelajari, terlebih mengambil hukum dari Al Quran.

19. Mengulangi Hafalan Tiap Waktu Sholat

tips dan cara cepat menghafal al quran - Mengulangi Hafalan Tiap Waktu Sholat

Anda bisa memanfaatkan waktu sebelum dan sesudah sholat dengan menghafal ataupun mengulangi hafalan Al Quran. Sebaiknya anda sisihkan waktu minimal 15 menit untuk konsisten menghafal Al Quran. Anda dapat memanfaatkan waktu dalam menunggu waktu sholat sembari mengulangi hafalan Al Quran. Dengan begitu, anda juga dapat sholat tepat waktu. Jika anda konsisten mengulangi hafalan Al Quran selama 15 atau 20 menit sebelum dan sesudah sholat, maka hafalan Al Quran anda bisa tetap terjaga tanpa akan membebani anda mengenai waktu menghafal.

20. Kurangi Makan, Bicara, dan Tidur

Tanpa anda sadari, makan, bicara, dan tidur sangat mempengaruhi kecepatan hafalan dan kemampuan anda mengingat hafalan Al Quran. Banyak makan, bicara, dan tidur bisa membuat otak anda menjadi lemah dalam menghafal, khususnya dalam menghafal Al Quran.

21. Banyak Berdoa

Sebagai manusia, anda hanya bisa berusaha menghafal Al Quran, Allah SWT yang menentukan dengan segala kehendak-Nya. Maka dari itu, perbanyak doa untuk memohon kekuatan hafalan Al Quran. Pastikan anda memanfaatkan waktu-waktu doa mustajab untuk meminta supaya Allah SWT memberikan anda semangat dan kemudahan dalam menghafal Al Quran. Tips dan cara cepat menghafal Al Quran ini benar-benar ampuh.

22. Fokus pada Perbedaan, Baikan Persamaan

Tips dan cara cepat menghafal Al Quran lainnya ialah dengan memfokuskan diri pada perbedaan dan baikan persamaan. Misalnya, ayat “Fabi ayyi alaa’i rabbikuma tukadz dziban”. Apabila anda menghafal 1 ayat tersebut, anda sebenarnya sudah menghafal sebanyak 31 ayat dari 78 ayat yang ada di surah Ar-Rahman. Anda sudah hampir menghafal separuh surah tersebut.

Cara Belajar Membaca Alquran Sendiri Dengan Mudah dan Cepat

Cara Belajar Membaca Alquran Sendiri Dengan Mudah dan Cepat

Cara Belajar Membaca Alquran Sendiri – Alquran merupakan kitab suci orang islam. Sebagai orang islam, sebaiknya kita tidak hanya memiliki dan menyimpan Alquran saja, akan tetapi harus bisa membaca Alquran. Belajar Alquran memang wajib untuk dilakukan, akan tetapi banyak orang yang ingin mengetahui bagaimana cara belajar membaca Alquran sendiri dengan cepat. Belajar membaca Alquran ini memang harus dilakukan sejak dini. Jika mulai kecil seseorang sudah terbiasa belajar membaca Alquran, pastinya lama kelamaan seseorang akan bisa menjadi lebih mudah membaca Alquran.

Belajar membaca alquran serta memahami kandungan yang terdapat dalam ayat Alquran pastinya akan jauh lebih sulit lagi.Terkadang banyak orang yang merasa kesulitan di dalam membaca Alquran karena berbagai macam alasan. Namun, perlu anda ketahui jika belajar membaca Alquran ternyata tidak sesulit yang kita fikirkan. Apabila kita benar-benar belum bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar yang sesuai dengan tajwid,maka anda semua tidak perlu merasa malu. Sebab untuk membaca ayat-ayat Al-Qur’an ini bisa dipelajari dengan mudah dan cepat.

Cara Belajar Membaca Alquran Sendiri

Apabila anda semua sedang berusaha ingin belajar Alquran atau anda ingin belajar membaca Alquran sendiri, atau belajar membaca iqro alquran, memahami tajwid yang terdapat dalam alquran, hal pertama yang penting untuk anda miliki adalah niat atau anda sudah memiliki motivasi yang benar. Anda harus belajar membaca Alquran untuk mengharapkan ridho dari Allah SWT dan diniati untuk beribadah kepada Alloh. Niat yang benar pada saat anda akan belajar Alquran pastinya bisa melahirkan tekad yang kuat. Maka dari itu, kita perlu sedikit menyiapkan niat dan juga motivasi kita. Sebab, untuk menerapkan cara belajar membaca Alquran sendiri atau belajar alquran secara otodidak ini butuh motivasi yang ekstra. Nah, berikut ini adalah cara belajar membaca Alquran sendiri dengan mudah.

1. Meluangkan Waktu Untuk Membaca Kitab Suci AlQuran

Cara Belajar Membaca Alquran Sendiri

Untuk cara belajar membaca AlQuran sendiri anda perlu meluangkan waktu untuk membaca AlQuram. Anda harus benar-benar bisa meluangkan waktu terbaik untuk belajar membaca Al-Qur’an hingga lancar. Kesungguhan anda yang meluangkan waktu khusus untuk belajar membaca Al-Qur’an ini merupakan salah satu kunci supaya anda bisa baca AlQuran dengan cepat dan mudah. Sebagian besar orang mungkin hanya memberikan waktu sisa dalam belajar membaca membaca AlQuran ini. Apabila seperti itu, maka bisa menyebabkan kita tidak akan pernah bisa belajar AlQuran. Sehingga, jika anda benar-benar memiliki niat yang kuat untuk bisa membaca AlQuran ini, maka anda harus bisa meluangkan waktu yang cukup untuk focus berlatih membaca AlQuran.

2. Harus Mampu Membaca Huruf Hijaiyah

Bahasa AlQuran merupakan bahasa Arab, dan huruf-huruf yang ada dalam AlQuran itu dikenal dengan huruf hijaiyah. Sebelum belajar membaca AlQuran, sebaiknya anda terlebih dahulu harus bisa membaca huruf hijaiyyah yang berjumlah 28 huruf. Sebab, mempelajari huruf hijaiyah ini merupakan suatu hal yang mendasar. Sama halnya apabila kita akan belajar membaca bahasa indonesia. Jadi untuk belajar membaca AlQuran pada tahap ini sebaiknya anda mempunyai buku iqro AlQuran.

Apabila kita mengetahui serta dapat membaca 28 huruf hijaiyyah dengan benar, ini merupakan modal utama anda yang ingin dapat segera bisa membaca Al-Qur’an. Sebab, untuk isi Al-Qur’an ini merupakan suatu bacaan yang tersusun dari 28 huruf hijaiyyah tersebut. Dengan anda semua mengetahui huruf dan tau tentang cara membaca hijaiyah tersebut, maka akan memudahkan kita dalam belajar pada tahap tahap yang selanjutnya.

3. Memahami Tanda Baca Dalam AlQuran

Cara Belajar Membaca Alquran Sendiri

Sesudah anda semua faham dan mengetahui huruf hijaiyyah dan juga mampu membaca huruf hijaiyyah dengan benar, hal yang harus anda lakukan selanjutnya yaitu mempelajari tanda baca. DIantaranya yaitu fathah, kasrah, sukun, tanwin, dan dhommah. Kunci dalam membaca huruh hijaiyyah yang ada dalam AlQuran tersebut yaitu tahu tanda baca ini.

4. Memahami Dasar Tajwid

Cara Belajar Membaca Alquran Sendiri

Untuk anda semua yang baru belajar AlQuran, untuk memahami tajwid kadang menjadi kendala terberat untuk anda semua yang sedang dalam belajar baca AlQuran. Akan tetapi, anda juga bisa mempelajarinya dengan mudah. Di dalam tata cara membaca Al-Quran ternyata banyak sekali tanda tanda baca. Di dalam AlQuran, ada huruf yang dibaca panjang, mendengung, tebal dan dibaca tipis. Dasar tajwid yang perlu untuk anda pelajari diantaranya seperti Mad Arid Lissukun, Mad Wajib Muttasil, dan lain sebagainya.

Tanda-tanda baca AlQuran ini akan sering anda jumpai di dalam Al-Qur’an, untuk memudahkannya, sebaiknya anda memiliki AlQuran tajwid. Sebab, di dalam AlQuran tajwid ini tanda tanda baca yang ada dibedakan dengan warna warna yang terlihat berbeda juga. Oleh sebab itu, menggunakan AlQuran tajwid ini sangat cocok untuk belajar dalam membaca AlQuran.

5. Memahami Teknik Membaca AlQuran

Cara Belajar Membaca Alquran

Kemudian, untuk cara belajar membaca AlQuran sendiri juga diperlukan mengetahui dan menguasai teknik membacanya Al-Qur’an. Diantaranya seperti Idgham, Qalqolah, dan lain sebagainya. Idgham merupakan salah satu teknik membaca AlQuran dengan cara dengung. Misalnya saja apabila ada huruf hijaiyyah “nun” mati yang bertemu dengan “Mim”. Maka dalam membaca ayat AlQuran tersebut harus dibaca dengan mendengung.

6. Rajin Membaca AlQuran

Cara Belajar Membaca Alquran Sendiri

Jika anda sudah mengetahui bagaimana cara membaca AlQuran tersebut, maka praktekan sekarang juga. Anda bisa membaca Alquran secara rutin, sebelum masuk waktu subuh, atau bisa juga setelah subuh atau setelah maghrib. Jika anda setiap hari bisa rutin membaca AlQuran, maka anda akan bisa terbiasa membaca AlQuran dengan benar dan mudah.

7. Belajar Secara Sunguh – Sungguh dan Rajin Membacanya

Cara belajar membaca AlQuran sendiri agar bisa cepat lancar selain langkah langkah diatas yaitu anda tetap harus belajar dengan sungguh sungguh. Kemudian anda juga harus bisa rajin dan juga tidak putus asa di dalam belajar membaca AlQuran ini. Sebab, perlu anda ketahui jika di dalam belajar membaca Al Qur’an, anda semua bisa mendapatkan pahala yang sangat banyak. Sebab membaca AlQuran ini masuk kedalam Ibadah yang pahalanya sangat banyak.

Oleh karena itu, sudah bisa dipastikan jika di dalam kita belajar dan berusaha membaca AlQuran tersebut pastinya akan ada gangguan. Yaitu selalu diganggu oleh Setan dan pasti akan selalu ada halangannya yang anda rasakan saat itu. Pada umunya setan akan mempengaruhi hamba Alloh yang sedang beribadah. Diantaranya seperti rasa malas, mengantuk dan lain lain. Akan tetapi, harus selalu anda ingat sekali lagi, bahwa belajar membaca AlQuran ini merupakan salah satu jenis Ibadah dan akan mendapatkan pahala. Oleh sebab itu, anda harus belajar secara ikhlas dan rajin dan tidak lupa niatnya untuk mengharapkan ridho Alloh SWT.

Mudah mudahan setelah anda menjalankan dan menerapkan cara belajar membaca AlQuran sendiri dengan ikhlas dan sungguh-sungguh, maka anda bisa lebih cepat dan lancar di dalam membaca AlQuran ini.

Niat, Tata Cara, dan Doa Mandi Junub yang Sesuai dengan Tuntunan

Niat, Tata Cara, dan Doa Mandi Junub yang Sesuai dengan Tuntunan

Doa Mandi Junub – Niat, tata cara, serta doa mandi junub sangatlah penting untuk diketahui dan dipahami, khususnya bagi kaum muslim. Mandi junub merupakan salah satu cara yang digunakan untuk membersihkan dan mensucikan diri dari najis dan hadats besar.

Mandi junub atau mandi besar ini dilakukan untuk membersihkan dan mensucikan diri setelah seseorang bersenggama dan mengeluarkan air mani, mimpi basah, haid, wiladah dan nifas.

Orang yang setelah melakukan atau mengalami hal tersebut wajib mensucikan diri dengan cara mandi junub atau mandi besar.

Bagi umat Islam, mandi junub merupakan hal yang sudah tidak asing lagi. Sebab umat Islam harus melakukannya untuk membersihkan diri dan mensucikan diri. Berbagai kajian telah banyak dilakukan untuk mengajarkan bagaimana niat, tata cara, dan doa mandi junub.

Mulai dari orang tua yang mengajarkan anak-anaknya, dari lingkungan pendidikan formal dan non-formal, serta dari pengajian-pengajian, sudah banyak diajarkan menganai niat, tata cara, dan doa mandi junub.

Mandi junub juga harus dipahami bahwa hal ini juga termasuk salah satu ibadah yang harus dilakukan sesuai dengan tuntunan. Sebagaimana ibadah lainnya, mandi junub juga telah dijelaskan dalam berbagai hadits.

Mulai dari hal-hal yang mengharuskan seseorang mandi junub, niatan, bagaimana tata cara melakukanannya, serta doa mandi junub telah dijelaskan secara panjang lebar dalam hadits-hadits.

Niat, Tata Cara, dan Doa Mandi Junub yang Sesuai dengan Al-Hadits

Niat, Tata Cara, dan Doa Mandi Junub yang Sesuai dengan Tuntunan

Berikut merupakan niat, tata cara, dan doa mandi junub yang sesuai dengan tuntunan Al-Hadits:

Niat atau Doa Mandi Junub

Niat dalam mandi junub telah dijelaskan dalam Al-Hadits sebagai berikut:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Artinya:

“Saya niat melakukan mandi junub untuk membersihkan diri dari hadats besar wajib, karena Allah Yang Maha Luhur”

Niat harus dilakukan oleh seseorang yang akan melakukan mandi junub sebelum melaksanakan mandi junub, sehingga apa yang ia niati akan sampai kepada Allah SWT.

Tata Cara Mandi Junub

Niat, Tata Cara, dan Doa Mandi Junub yang Sesuai dengan Tuntunan

1. Niat karena Allah SWT

Sebelum mandi junub, harus dilandasi dengan niat yang murni karena Allah SWT untuk melaksanakan dan mensucikan diri dari hadats besar dengan cara mandi junub.

2. Mencuci Kedua Tangan

Mandi junub diawali dengan mencuci atau membasuh kedua tangan dengan air sampai bersih. Hal ini ditujukan untuk membersihkan dan mensucikan tangan dari kotoran dan najis.

3. Membersihkan Bagian Tubuh yang Kotor dan Najis

Setelah membersihkan kedua tangan, dilanjutkan dengan membersihkan seluruh bagian tubuh yang kotor dan najis. Anda dapat melakukannya dengan menggososk bagian tubuh dengan tangan agar benar-benar bersih kemudian membasuhnya dengan air.

4. Kembali Mencuci Kedua Tangan

Setelah tangan digunakan untuk membantu membersihkan bagian-bagian tubuh yang kotor dan najis, tangan kembali dibasuh dan dicuci sampai bersih dan suci.

5. Berwudhu

Setelah tangan dibasuh dan dipastikan bahwa seluruh anggota tubuh telah bersih, yang dilakukan adalah berwudlu. Wudlu yang dilakukan dalam mandi junub ini sama halnya dengan wudlu biasa sebelum sholat.

6. Membasahi Kepala

Setelah berwudlu, hal yang harus dilakukan dalam mandi junub adalah membasahi kepala dengan air sampai terasa air telah menembus rambut dan membasahi kulit kepala.

Hal ini juga dilakukan dengan mencelupkan tangan ke dalam air dan menyisirkan jari pada kulit kepala. Hal tersebut terus dilakukan dengan memisahkan rambut-rambut dan kulit kepala tersasa basah.

7. Mengguyur dan Membasahi Seluruh Bagian Tubuh

Setelah membasahi rambut dan kepala, yang harus dilakukan adalah dengan mengguyur dan membasahi seluruh bagian tubuh dengan air.

Mulai dari ujung rambut sampai dengan ujung kaki harus diguyur dan basah oleh air. Hal ini dilakukan mulai dari bagian tubuh kanan dan dilanjutkan kepada bagian tubuh sebelah kiri.

8. Membasahi Telapak Kaki Sampai Mata Kaki

Setelah selesai membasahi seluruh bagian tubuh, terakhir membasahi atau membilas telapak kaki sampai mata kaki serta dapat ditambahkan dengan menggunakan pembersih lainnya seperti shampo dan sabun mandi. Hal ini bertujuan agar tubuh semakin bersih dan wangi. Kemudian dilanjutkan dengan membilas seluruh bagian tubuh sampai bersih.

Dalam suatu hal yang menyebabkan seseorang tidak mampu atau dilarang mandi, seperti ketika sakit, lumpuh, dan lain sebagainya, seseorang yang akan melakukan mandi junub cukup dengan melakukan dengan tayamum menggunakan debu yang suci.

Hal tersebut menjadi ruhsah atau kemurahan bagi seseorang yang berada dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk melakukan mandi junub sesuai dengan tuntunan Al-Hadits. Yang tidak kalah penting adalah doa mandi junub atau niat mandi junub.

Doa mandi junub atau niat mandi junub agar selalu diamalkan sebelum mandi junub, sehingga ibadah mandi junub bisa menjadi sempurna dan menjadi pahala yang sampai kepada Allah SWT, serta membersihkan tubuh dari hadats besar.

Macam Macam Sholat Sunnah Lengkap Dengan Lafadznya

Macam Macam Sholat Sunnah Lengkap Dengan Lafadznya

Macam Macam Sholat Sunnah – Sholat Sunnah adalah sholat yang boleh dikerjakan dan boleh juga tidak dikerjakan yang apabila kita mengerjakan sholat tersebut maka akan mendapatkan kebaikan serta pahala.

Namun jika kita tidak mengerjakan sholat sunnah maka tidak akan berdosa. Akan tetapi, anda banyak berbagai manfaat yang akan kita dapatkan jika kita melaksanakan sholat sunnah ini.

Islam terdiri dari lima tiang yang salah satunya yaitu sholat. Sehingga barang siapa yang mendirikan sholat maka ia mendirikan agama islam. Namun jika barang siapa yang meninggalkan sholat maka ia meruntuhkan agama islam.

Sholat juga harus didirikan dalam satu waktu hingga sebanyak lima kali dengan jumlah 17 rakaat. Sholat merupakan kewajiban bagi setiam muslim tanpa kecuali muslim mukallaf.

Macam Macam Sholat Sunnah

Macam Macam Sholat Sunnah Lengkap Dengan Lafadznya

Berikut ini adalah macam-macam sholat sunnah yang harus anda ketahui manfaatnya:

Shalat Sunnah Wudhu

Shalat wudhu ini merupakan sholat sunnah yang dapat dilakukan setelah berwudhu. Sebelum kita mendirikan sholat maka terlebih dahulu mendirikan sholat wudhu.

Setelah kita berwudhu maka kita dapat mendirikan sholat sunnah ini sebanya 2 rakaat kemudian baru melakukan sholat 5 waktu misalnya shilat maghrib. Rasulullah bersabda:

“Barang siapa yang berwudhu, lalu mengerjakan shalat dua raka’at tidak lalai (dengan khusyu) dalam keduanya, maka diampuni dosa-dosa yang sudah lewat”. (HR. Abu Dawud).

Niatnya:

Ushalli sunnatal wudlu-i rak’ataini lillahi Ta’aalaa

Artinya:

“Aku niat shalat sunnah wudhu 2 rakaat karena Allah”

Macam macam Sholat Sunnah Tahiyatul Masjid

Macam Macam Sholat Sunnah Lengkap Dengan Lafadznya

Shalat Tahiyatul Masjid adalah sholat sunnah yang dapat dilakukan untuk tujuan memberikan suatu penghormatan kepada masjid sebagai rumah Allah SWT.

Shalat sunnah ini dapat dilakukan kapan pun bagi mereka yang ketika berada di masjid. Shalat ini juga baik dikerjakan ketika sebelum melakukan sholat berjamaan di dalam masjid.

  • Tata Cara Shalat Sunnat Tahiyatul Masjid

Dilakukan 2 rakaat dan pelaksanaannya seperti sholat sunnah lainnya hanya saja berbeda pada lafadz niatnya. Adapun lafadznya sebagai berikut:

“Ushalli sunnata tahiyyatal masjidi rak’ataini lillaahi ta’aala. Allaahu akbar.”, yang artinya

“Saya berniat shalat Tahiyyat Masjid dua raka’at karena Allah Ta’ala. Allahu Akbar”.

  • Doa Sesudah Shalat Sunnat Tahiyatul Masjid

“Allaahumma sho\lli wasallim ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shohbihi ajma’in. allaahumma robbanaa aatina fiid dun-yaa ‘adzaaban naari. Walhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin.”

Artinya:

“Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad teriring keluarga, sahabat beliau semuanya. Ya Allah, ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat nanti, serta peliharalah kami dari azab neraka. Dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam”.

Shalat Sunnah Dhuha

Shalat Dhuha merupakan sholat sunnah yang dapat dikerjakan pada saat pukul 7 pagi. Waktu dimana matahari akan terbit kemudian naik sekitar pukul 7 hasta hingga menjelang Dzuhur. Sebaiknya sholat sunnah ini dilakukan pada seperempat keduah hari atau pukul 9 pagi.

Dari Anas berkata Rasulullah: “Barang siapa shalat Dhuha 12rakaat, Allah akan membuatkan utknya istana disurga” (H.R.Tarmiji&Abu Majah).

Niatnya:

Ushalli sunnatal Dhuha rak’ataini lillahi Ta’aalaa

Artinya:

“Aku niat shalat sunnah Dhuha 2 rakaat krn Allah”

Doa Sesudah Shalat Sunnah Dhuha

“Allahumma innaddhuhaa-a dhuhaa-uka wal bahaa-a bahaa-uka waljamaala jamaaluka wal quwwata quwwaatuka wal qudrata qudratuka wal’ishmata ‘ishmatuka. Allahumma inkaana rizqii fissamaa-i faandzilhu wa inkaana fil ardhi faakhrijhu wa inkaana mu’assaraanfayassirhu wa inkaana haraamawwaquwwatika waqudratika aatinii maa aataita ‘ibaadakasshaalihiin.”

Artinya:

“Ya Allah, sesungguhnya Dhha adalah waktu Dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu. Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran Dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hamba-Mu yang shaleh.”

Macam macam Sholat Sunnah Rawatib

Macam Macam Sholat Sunnah Lengkap Dengan Lafadznya

Shalat Rawatib adalah shalat sunnah yang biasa dikerjakan pada saat sebelum atau sesudah melakukan shalat wajib. Seluruhnya sholat ini berjumlah hingga 22 rakaat.

  • Niat Shalat Rawatib 2 raka’at sebelum Shalat Dzuhur:

“Ushalli sunnatazh zhuhri rak’ataini qabliyatan lillaahi ta’aala.” yang artinya: “Aku niat shalat sunnat sebelum dzuhur 2 raka’at karena Allah Ta’ala.”

  • Niat Shalat Rawatib 2 raka’at sesudah Shalat Dzuhur:

“Ushalli sunnatazh zhuhri rak’ataini ba’diyatan lillaahi ta’aala.” yang artinya: “Aku niat shalat sunnat sesudah dzuhur 2 raka’at karena Allah Ta’ala.”

  • Niat Shalat Rawatib 2 raka’at sebelum Shalat Shubuh:

“Ushalli sunnatazh shubhi rak’ataini qabliyatan lillaahi ta’aala.” yang artinya: “Aku niat shalat sunnat sebelum subuh 2 raka’at karena Allah Ta’ala.”

  • Niat Shalat Rawatib 2 raka’at sebelum Shalat Ashar:

“Ushalli sunnatazh ‘ashri rak’ataini qabliyatan lillaahi ta’aala.” yang artinya: “Aku niat shalat sunnat sebelum ashar 2 raka’at karena Allah Ta’ala.”

  • Niat Shalat Rawatib 2 raka’at sesudah Shalat Maghrib

“Ushalli sunnatazh maghribi rak’ataini ba’diyatan lillaahi ta’aala.” yang artinya: “Aku niat shalat sunnat sesudah maghrib 2 raka’at karena Allah Ta’ala.”

  • Niat Shalat Rawatib 2 raka’at sebelum Shalat ‘Isya:

“Ushalli sunnatazh ‘isyaa-i rak’ataini qabliyatan lillaahi ta’aala.” yang artinya: “Aku niat shalat sunnat sebelum ‘isya 2 raka’at karena Allah Ta’ala.”

  • Niat Shalat Rawatib 2 raka’at sesudah Shalat ‘Isya

“Ushalli sunnatazh ‘isyaa-i rak’ataini ba’diyatan lillaahi ta’aala.” yang artinya: “Aku niat shalat sunnat sesudah ‘isya 2 raka’at karena Allah Ta’ala.”

Shalat Sunnah Tahajud

Shalat tahajud adalah shalat sunnah yang dapat dikerjakan pada saat malam hari. Sholat ini dikerjakan pada satuan 2 rakaat untuk satu kali salam. Dalam mendirikan sholat tahajud ini apabila sudah terbangun dari tidur setelah melakukan sholat isya.

Sholat ini dilakukan sampai pukul 10 malam. atau dapat dikerjakan dalam 10 malam hingga 1 pagi atau sepertiga dini hari.

Keutamaan shalat ini, diterangkan dalam Al-Qur’an:

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا

“Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji” (QS. Al-Isra’ : 79).

Niatnya:
Ushalli sunnatal tahajjudi rak’ataini lillahi Ta’aalaa

Artinya:
“Aku niat shalat sunnah tahajjud 2 rakaat karena Allah”

Doa Sesudah Shalat Tahajjud

“Allaahumma lakal hamdu anta qayyimus samaa waati wal ardhi wa man fiihinna. wa lakal hamdu anta malikus samaa waati wal ardhi wa man fiihinna. wa lakal hamdu anta nuurus samaawaati wal ardhi wa man fiihinna. wa lakal hamdu antal haqqu, wa wa’dukal haqqu, wa liqaa’uka haqqun, wa qauluka haqqun, wal jannatu haqqun, wannaaru haqqun, wannabiyyuuna haqqun, wa muhammadun shallallaahu ‘alaihi wasallama haqqun wassaa’atu haqqun. allaahumma laka aslamtu, wa bika aamantu, wa ‘alaika tawakkaltu, wa ilaika anabtu, wa bika khaashamtu, wa ilaika haakamtu, faghfirlii maa qaddamtu, wa maa akh-khartu, wa maa asrartu, wa maa a’lantu, wa maa anta a’lamu bihiminnii. antal muqaddimu, wa antal mu’akhkhiru, laa ilaaha illaa anta, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah.”

Shalat Sunnah Istikharah

Shalat istikharah ini dilakukan untuk tujuan memperoleh petunjung dari Allah. Sholat ini dilakukan pada saat dalam keadaan kebingungan atau ragu dalam memilih satu keputusan diantara banyak pilihan. Dapat dikerjakan kapan saja.

Niatnya:

Ushalli sunnatal Istikharah rak’ataini lillahi Ta’aalaa

Artinya:

“Aku niat shalat sunnah Istikharah 2 rakaat karena Allah”

Shalat Sunnah Hajat

Shalat hajat ini merupakan sholat jika kita mempunyai keperluan, maksud atau tujuan serta berharap agar yang kita inginkan dapat tercapai dan di kabulkan Allah. Sholat ini tidak hanya terbatas untuk keinginan saja namun juga dapat untuk hubungan atar sesama manusia.

Niatnya:

Ushalli sunnatal Haajati rak’ataini lillahi Ta’aalaa

Artinya:

“Aku niat shalat sunnah hajat 2 rakaat karena Allah”

Doa Selesai Mengerjakan Shalat Hajat

“Laa ilaha illallohul haliimul kariimu subhaanallohi robbil ‘arsyil ‘azhiim. Alhamdu lillaahi robbil ‘aalamiin. As `aluka muujibaari rohmatika wa ‘azaaima maghfirotika wal ghoniimata ming kulli birri wassalaamata ming kulli itsmin Laa tada’ lii dzamban illa ghofartahu walaa hamman illaa farojtahu walaa haajatan hiya laka ridhon illa qodhoitahaa yaa arhamar roohimiin.”

Artinya:

“Tidak ada Tuhan melainkan Allah Yang Maha Lembut dan Maha Penyantun. Maha Suci Allah, Tuhan pemelihara Arsy yang Maha Agung. Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Kepada-Mu-lah aku memohon sesuatu yang mewajibkan rahmat-Mu, dan sesuatu yang mendatangkan ampunan-Mu dan memperoleh keuntungan pada tiap-tiap dosa. Janganlah Engkau biarkan dosa daripada diriku, melainkan Engkau ampuni dan tidak ada sesuatu kepentingan, melainkan Engkau beri jalan keluar, dan tidak pula sesuatu hajat yang mendapat kerelaan-Mu, melainkan Engkau kabulkan. Wahai Tuhan Yang Paling Pengasih dan Penyayang.”

Macam macam Shalat Sunnah Taubat

Shalat taubat ini dikerjakan pada saat kita meminta ampunan kehadirat Allah atas segala dosa yang telah diperbuat serta kemudian sadar. Jika apa yang telah dilakukan itu merupakan hal yang salah sehingga kita harus meminta ampunan.

Minimal dikerjakan 2 rakaat serta maksimal 4-6 rakaat dengan ketentuan satu kali salam pada setia 2 rakaat.

Shalat itu suatu perkara yang baik, banyak/sedikit (AlHadis).

Niatnya:

Ushalli sunnatal rak’ataini lillahi Ta’aalaa

Artinya:

“Aku niat shalat sunnah 2 rakaat karena Allah”

Shalat Sunnah Gerhana

Seperti namanya, sholat gerhana ini merupakan sholat yang dilakukan pada saat terjadi gerhana. Baik gerhana matahari atau bulan yang dikerjakan 2 rakaat. Waktu mengerjakannya yaitu pada saat terjadinya gerhana tersebut hingga terbit lagi.

Shalat Sunnah Tasbih

Shalat tasbih ini dianjurkan oleh Rasulullah jika mampu melakukan setiap hari, satu minggu sekali, sebulan sekali, setahun sekali atau bahkan sekali dalam seumur hidup.

Cara mengerjakannya:

  • Niat
    Ushalli sunnatan tasbihi raka’ataini lilllahi ta’aalaa
    (Aku niat shalat sunnah tasbih 2 rakaat karena Allah)
  • Usai baca surat Al Fatehah, baca tasbih 15x
  • Ruku’, usai baca do’a ruku’, baca tasbih 10x
  • Itidal, usai membaca do’a ‘itidal, baca tasbih 10x
  • Sujud, usai baca doa sujud, baca tasbih 10x
  • Usai baca do’a duduk diantara 2 sujud, baca tasbi 10x
  • Usai baca doa sujud kedua, baca tasbih 10x

Jumlah keseluruhan tasbih yang dibaca pada tiap rakaatnya sebnyk 75x. Lafadz bacaan tasbih yang dimaksud adalah sebagai berikut:

Subhanallah wal hamdu lillahi walaa ilaaha illallahu wallahu akbar

Artinya:
“Maha suci Allah yang Maha Esa. Segala puji bagi Allah, Dzat yang Maha Agung”

Itulah macam macam sholat sunnah yang bisa menambah amalan sunnah. Dengan melaksanakan amalan ini tentunya Anda bisa menambah amal ibadah.

Tata Cara Khutbah Jumat | Syarat, Rukun dan Sunnahnya

Tata Cara Khutbah Jumat | Syarat, Rukun dan Sunnahnya

Tata Cara Khutbah Jumat – Khutbah adalah salah satu rukun dari sholat jumat yang dapat disebut dengan khutbah jumat. Sebelum para jamaan melakukan sholat jumat, maka sebelumnya diwajibkan untuk mendengarkan dua jenis khutbah yang akan dikumandangan oleh seorang khatib pada saat setelah adzan sholat jumat dikumandangkan.

Arti daru Khutbah Jumat sediri merupakan perkataan yang akan disampaikan oleh seorang khatib di atas mimbar pada saat sholat jumat akan dilangsungkan yang berisi mengenai berbagai nasihat islami kepada para jamaah yang hadir dalam sholat jumat tersebut.

Yang ada di dalam khutbah jumat tersebut telah terdapat beberapa syarat serta rukunnya. Apabila dalam khutbah jumat ini tidak memenuhi rukun dan syaratnya maka khutbah jumat tidak sah dan shilat pun juga tidak sah. Tata cara khutbah jumat juga harus penuhi agar sholat jumat dapat menjadi sah.

Khutbah dalam sholat jumat ini adalah salah satu bagian rukun yang sangat penting serta tidak dapat di pisahkan dengan tata cara pelaksanaannya. Seorang khatib akan melakukan tugasnya ketika diberi tugas dalam mengisi khutbah jumat.

Hal pertama yang harus dilakukan yaitu mencari berbagai pembahasan untuk khutbah tersebut kemudian disampaikan kepada para jamaah. Tentunya isi dalam khutbah tersebut bermanfaat bagi para jamaah.

Berikut ini syarat, rukun dan tata cara khutbah jumat yang harus anda ketahui.

Ketentuan Khutbah Jumat

tata cara khutbah jumat

Khutbah Jumat ini harus disampaikan oleh seorang khatib dengan monolog. Khatib tersebut harus menyampaikan beberapa materi khutbah kepada para jamaa. Sedangkan para jamaah hanya cukup mendengarkan dengan hidmat tanpa diberikan kesempatan dalam tanya jawab.

Pada saat khutbah tersebut disampaikan, para jamaah jumat harus hidmat serta tenang agar materi khutbah tersebut dapat didengarkan secara baik oleh para jamaah.

Dalil yang menyebutkan tata cara khutbah jumat yaitu ditulis oleh Jabir bun Samurah di dalam hadis.

Seorang khatib dapat menyampaikan khutbahnya apabila memenuhi syarat serta rukunnya sebagai berikut:

Syarat Khotib Jumat

Tata Cara Khutbah Jumat

Khutbah merupakan salah satu hal yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan khutbah jumat. Syarat bagi khotib yaitu muslim, telah balig, laki-laki, rajin beribadah, berakal sehat, tidak suka berbuat tercela serta berbuat dosa, suvi, baik badan hingga pakaiannya serta menutup aurat.

Syarat Khutbah Jumat

Seorang khatib yang sudah memenuhi persyaratannya, dapat menyampaikan materi khutbah jumat. Khutbah Jumat tersebut kemudian disampaikan dalan dua bagian diantaranya yaitu khutbah pertama serta khutbah kedua.

Kedua khutbah tersebut dapat dilakukan dengan cara berangkai. Syarat khutbah jumat yaitu sebagai berikut.

  • Waktu Khutbah Jumat tersebut dimulai pada saat setelah memasuki waktu zuhur, yaitu setelah tergelincirnya matahari.
  • Khutbah Jumat tersebut disampaikan secara berdiri apabila seorang khatib mampu.
  • Duduk di antara dua khutbah.
  • Khutbah harus disampaikan dengan menggunakan suara yang keras serta jelas agar dapat didengar oleh para jamaah sholat jumat.
  • Khutbah tersebut harus disampaikan dengan cara tertib.

Rukun Khutbah Jumat

Rukun khutbah adalah salah satu ketentuan untuk dipenuhi oleh seorang khatib pada saat khutbah jumat tersebut berlangsung agar khutbahnya dianggap sah. Rukun khutbah diantaranya yaitu:

  • Khatib membaca bacaan Hamdalah atau memuji Allah pada khutbah yang pertama serta kedua.
  • Khatib kemudian membacakan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW pada saat khutbah pertama dan kedua.
  • Selanjutnya khatib berwasiat kepadi diri sendiri dan para jamaah jumat supaya bertaqwa kepada Allha, baik saat khutbah pertama dan kedua.
  • Khatib kemudian membaca ayat Al-Quran dalam salah satu dari dua khutbah jumat tersebut.
  • Khatib mendoakah seluruh para kaum muslimin dalam khutbah yang kedua.

Agar khutbah tersebut dapat sah, maka harus memenuhi berbagai macam rukun di atas. Jika agar lebih sempura, maka harus memperhatikan amalan sunah berikut ini:

Sunah Khutbah

Sunah Khutbah yaitu diantaranya :

  • Khatib terlebih dahulu duduk pada saat setelah salam pembuka sampai muazin selesai mengumandangkan azan.
  • Khutbah sebaiknya dilakukan di atas mimbar atau sebuah tempat yang lebih tinggi.
  • Memulai khutbah dengan mengucapkan salam.
  • Khutbah tersebut disampaikan menggunakan bahasa jelas, singkat, sederhana dan jangan terlalu pendek atau panjang.
  • Khatib sebaiknya menghadap ke arah para jamaah.
  • Membaca Surah Al-Ikhalas pada saat duduk antara dua khutbah.
  • Tertib dalam mejalankan semua rukun khutbah.
  • Khatib kemudian segera turun pada saat sesudah membacakan khutbah dan baru kemudian ikamat.

Tata Cara Khutbah Jumat

Tata cara khutbah jumat yang harus dipersiapkan pada saat akan pelaksanaan yaitu sebagai berikut :

Persiapan Khutbah

Kita sering menemukan pada saat khatib tersebut akan menyampaikan khutbah maka para jamaah tidak hidmat pada saat mendengarkan materi tersebut. Oleh karena itu, seorang khatib harus melakukan berbagai persiapan sebagai berikut:

1. Persiapan Jasmaniah

Khatib sebaiknya tetap menjaga kondisi tubuhnya agar khutbah tersebut dapat disampaikan dengan baik dan lancar. Kondisi yang tidak sehat dapat mengakibatkan penampilan serta penyampaian khutbah tidak maksimal.

2. Persiapan Rohaniah

Persiapan ini yaitu menyiapkan kondisi mentalnya. Seorang khatib harus mempunyai mental yang bagus pada saat berkhutbah. Kondisi tersebut sangat berpengaruh terhadap kesempurnaan dalam penyampaian khutbah.

3. Persiapan Materi Khutbah

Untuk mendukung penampilan pada saat melakukan khutbah, maka seorang khatib harus dapat mempersiapkan materi khutbah. Siapkan materi dengan baik dan memenuhi sistematika dalam khutbah. Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyusun materi khutbah:

  • Menentukan serta membuat sebuah tema atau topik untuk khutbah. Topik tersebut sebaiknya mempunyai sifat yang aktual supaya dalam menarik perhatian para jamaah jumat.
  • Membuat sistematika materi khutbah jumat.
  • Membahas mengenai meteri khutbah jumat dengan kontekstual serta disesuaikan dengan sebuah situasi serta kondisi jenis waktu yang bersangkutan.
  • Penguasaan materi yang cukup oleh khatib.
  • Menghimpun berbagai macam dalil sesuai dengan jenis materi khutbah jumat.
  • Menggunakan bahasa yang dapat dipahami dan bahasa yang jelas.

Pelaksanaan Khutbah

Dalam meningkatkan sebuah pemahaman mengenai ketentuan dalam khutbah jumat ini, maka perlu diketahui beberapa urutan khutbah jumat berikut :

  • Khatib harus berdiri serta mengucapkan salam terlebih dahulu.
  • Pada saat azan dikumandangkan, maka khatib duduk dan mendengarkannya.
  • Khutbah Jumat dimulai dengan mengucapkan kalimat hamdalah.
  • Membaca dua kalimat syahadat.
  • Membaca shalawat Nabi Muhammad.
  • Menyampaikan wasiat takwa.
  • Menjelaskan materi khutbah anda dan membacakan ayat atau dalil Al-Quran dan hadis Rasulullah.
  • Mengakhiri khutbah dengan kesimpulan serta mengajak dalam meningkatkan ketakwaan.

Setelah khutbah yang pertama di tutup kemudian khatib duduk sejenak. Selanjutnya khatib berdiri kembali untuk melakukan atau menyampaikan khutbah yang kedua.

  • Khutbah kedua khatib membaca hamdalah dan melanjutkan khutbah kedua. Hukum membacanya wajip pada saat khutbah yang pertama belum sempat dibacakan. Jika saat khutbah yang pertama sudah dibacakan maka hukumnya menjadi sunnah.
  • Khatib membacakan doa bagi umat islam.
  • Khatib turun mimbar kemudian muadzin mengumandangkan iqamah sholat jumat.
  • Melakukan sholat jumat dua rakaat dengan berjamaah dan mengeraskan bacaan sholatnya.
Nama Lain Al Quran Yang Perlu Anda Ketahui

Nama Lain Al Quran Yang Perlu Anda Ketahui

Nama Lain Al Quran – Al-Qur’an adalah salah satu Firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dengan perantara malaikat Jibril, yang ditulis dengan menggunakan berbagai mushaf serta disampaikan dengan jalan Mutawattir.

Al-Quran menurut bahasa yaitu Mashdar yang berarti kata benda dari Qoro yang artinya Talaa yang keduanya berarti membaca atau juga dapat diartikan Jama’a yang mempunyai arti mengumpulkan atau mengoleksi.

Sedangkan dalam menurut istilah yaitu Al-Quran adan salah satu Kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad yang diawali dengan surat Al-Fatihah serta diakhiri surat An-Naas.

Nama Lain Al Quran

nama lain al quran

Tujuan dari Al-Quran diturunkan yaitu sebagai penyempurna kitab yang terdahulu yaitu Taurat, Zabur dan Injil. Sehingga Al-Quran ini juga telah sempurna untuk di jadikan sebagai sebuah pedoman hidup bagi Umat Manusia. Al-Quran juga mempunyai nama lain yang sangat banyak.

Berikut ini nama lain dari Al-Quran yang harus anda ketahui:

Al-Quran

Alqur’an artinya bacaan. Nama Al-qur’an Allah sebutkan dalam Al-qur’an surah Alisra’ ayat  9:

“Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih Lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.” (QS. Al-Isra’:9)

Al-Kitab

Alkitab adalah nama lain Al quran yang artinya Buku. Nama Al Kitab Allah sebutkan dalam Al-qur’an surah Al Baqarah ayat 2: “Inilah Al Kitab yang tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.” (QS. Al-Baqarah: 2)

Ad-Dzikru

Adzikru adalah nama lain Al quran yang artinya pemberi peringatan. Nama Adzikru Allah sebutkan dalam Al-qur’an surah Al-hijr ayat 9:

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adzikru, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (QS. Al Hijr: 9)

Al-Furqan

Alfurqan adalah nama lain Al quran yang artinya pembeda antara yang hak dan yang batil. Nama Alfurqan Allah sebutkan dalam Al-qur’an surah Al-furqan ayat 1:

 “Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqan kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam.” (QS. Al Furqaan: 1)

At-Tanzil

Attanzil adalah nama lain Al quran yang artinya yang diturunakan. Nama Attanzil Allah sebutkan dalam Al-qur’an surah Asysyuara’ ayat 192:

 “Dan sesungguhnya Al Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam” (QS. Asysyuara’: 192)

Al-Huda

Alhuda adalah nama lain Al quran yang artinya petunjuk. Nama Alhuda Allah sebutkan dalam Al-qur’an surah Al-jin ayat 13:

“ Dan sesungguhnya kami tatkala mendengar petunjuk (Al-Qur’an), kami beriman kepadanya. Barangsiapa beriman kepada Tuhannya, maka ia tidak takut akan pengurangan pahala dan tidak (takut pula) akan penambahan dosa dan kesalahan.” (QS. Al-Jin:13)

Al-Mau’idhah

Almau’idhah adalah nama lain Al quran yang artinya  pelajaran atau nasihat. Nama Al-mauidhaha Allah sebutkan dalam Al-qur’an surah yunus ayat 57:

“ Hai manusia sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman”. (QS. Yunus 57)

Al-Hukum

Al hukum adalah nama lain Al quran yang artinya hukum atau peraturan. Nama Al hukum Allah sebutkan dalam Al-qur’an surah Ar-ra’du ayat 37:

“ Dan demikianlah  Kami telah menurunkan Al-Qur’an itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab. Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah.” (QS. Ar Ra’du:37)

Al-Hikmah

Alhikmah adalah nama lain Al quran yang artinya kebijaksanaan. Nama Al hikmah Allah sebutkan dalam Al-qur’an surah Al-isra’ ayat 39:

“ Itulah sebagian hikmah yang diwahyukan Tuhanmu kepadamu,  Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela lagi dijauhkan (dari rahmat Allah).” (QS. Al Isra’:39)

Asy-Syifa’

Asy syifa’ adalah nama lain Al quran yang artinya oabat atau penyembuh. namaAsysyifa’ Allah sebutkan dalam Al-qur’an surah yunus ayat 57:

“ Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Yunus :57)

Al-Bayan (penerang)

Albayan artinya penerang. Nama Al bayan Allah sebutkan dalam Al-qur’an surah Ali imran ayat 138:

 “Al-Qur’an ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa”. (QS. Ali Imran:138)

An-Nur

An nur adalah nama lain Al quran yang artinya cahaya. Nama An nur Allah sebutkan dalam Al-qur’an surah Annisa’ ayat 174:

“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al-Qur’an)”. (QS. An- Nisa’:174)

Ar-Rahmah

Ar rahmah artinya karunia. Nama Arrahmah Allah sebutkan dalam Al-qur’an surah An-Namlu ayat 77:

 “Dan sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. An Namlu:77)

Al-Kalam

Al kalam adalah nama lain Al quran yang artinya ucapan atau firman. Nama Al kalam Allah sebutkan dalam Al-quran surah At taubah ayat 6:

 “Dan jika seorang di antara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui.” (QS. At-Taubah:6)

Al-Busyra

Albusyra adalah nama lain Al quran yang artinya kabar gembira. Nama Al busyra Allah sebutkan dalam Alqur’an surah An nahlu ayat 102:

“ Katakanlah Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al-Qur’an itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. (QS. An Nahlu:102)

Al-Balagh

Al-balagh artinya penyampaian atau kabar. Nama Al balagh Allah sebutkan dalam Al-qur’an surah Ibrahim ayat 52:

“(Al-Qur’an) ini adalah kabar yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengan-Nya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.” (QS. Ibrahim:52)

Ar-Ruh

Ar ruh adalah nama lain Al quran yang artinya Ruh. Nama Ar ruh Allah sebutkan dalam Al-qur’an surah Asy syura ayat 52:

“Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu ruh (Al-Qur’an) dengan perintah Kami,  Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al-Qur’an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al-Qur’an itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami, Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” (QS. Asy Syuura:52)

Al-Qaul

Al qaul adalah nama lain Al quran yang artinya perkataan. Nama Al qaul Allah sebutkan dalam Alqur’an surah Al qashash ayat 51:

“Dan sesungguhnya telah Kami turunkan berturut-turut perkataan ini (Al-Qur’an) kepada mereka agar mereka mendapat pelajaran.” (QS. Al Qashash:51)

Al-Basha’ir

Al bashair artinya pedoman. Nama Al bashair Allah sebutkan dalam Al-qur’an surah Al jasiyah ayat 20:

“Al-Qur’an ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini.” (QS. Al Jasiyah:20).

Isi Kandungan Dalam Al-Quran

nama lain al quran

Berikut ini isi kandungan dalam Al-Quran yang harus anda ketahui.

Tahuhid-Keimanan terhadap Allah

Tauhid merupakan mengESAkan Tuhan yang tidak ada sekutu bagiNya. Seorang hamba Allah menyakini serta mengakui jika Allah merupakan Robb dengan segala sesuatu serta rajanya.Sesungguhnya hanya Dia yang mempunyai sifat Maha Pencipta, serta Maha Pengatur dari alam semesta di bumi ini.

Ibadah-Pengabdian terhadap Allah

Ibadah merupakan tunduk, taat, nurut atau ikut dari berbagai segi bahasa. Dari pengertian fuqaha ibadah merupakan segala macam bentuk ketaatan yang harus dijalankan atau dikerjakan agar mendapatkan rindho dari Allah.

Dalam bentuk ibadah dasar dalan sebuah ajaran agama islam yaitu terdapat dalam lima butir rukun islam.

Itulah beberapa nama lain Al quran beserta arti dan penjelasannya. Semoga bisa menambah wawasan kita semua.

Mengenal Pengertian Asbabun Nuzul, Fungsi dan Macamnya

Mengenal Pengertian Asbabun Nuzul, Fungsi dan Macamnya

Asbabun Nuzul – Dalam dunia Islam terdapat ilmu asbabun nuzul. Ini merupakan salah satu ilmu yang membahas mengenai sebab-sebab diturunkannya ayat Al-qur’an.

Akan tetapi, beberapa ulama berbeda pendapat tentang ilmu ini. Ada ulama yang menyatakan bahwa di dalam Al-qur’an terdapat ayat yang diturunkan dikarenakan suatu sebab atau permasalahan.

Seperti yang kita tahu, untuk memahami Alquran memang tidak semudah sebagai membalikan telapak tangan. Kesulitan ini bukan hanya dirasakan kalangan non-Arab yang notabene bahasa ibunya bukan bahasa Arab.

Namun masalah ini juga melanda masyarakat Arab sendiri yang pada kesehariannya telah menggunakan bahasa Arab. Asbabun nuzul sendiri menjadi sebab-sebab ayat Al quran turun, tetapi memang tidak semua ayat Al-quran ada asbabun nuzul nya.

Pengertian Asbabun Nuzul

Asbabun Nuzul

Jika diartikan menurut bahasa, asbabun nuzul berasal dari dua kata yakni asbabun dan nuzul. Asbabun yang memiliki arti sebab atau karena dan nuzul yang berarti turun. Sehingga jika diartikan, asbabun nuzul merupakan sebab-sebab turunnya ayat Alquran.

Jika diartikan menurut istilah syara’ asbabun nuzul merupakan suatu hal yang melatarbelakangi Alquran diturunkan. Untuk menerangkan sebuah hukum dalam pada waktu atau masa hal itu terjadi baik berupa pertanyaan atau pun peristiwa.

Dari pengertian yang diuraikan diatas, bisa diartikan bahwa turunnya sebuah ayat dalam al-quran berkisar dalam dua hal. Yang pertama, jika terjadi sebuah peristiwa, maka ayat Al quran turun mengenai peristiwa tersebut. Misalnya kisah turunnya surat Al-Lahab.

Yang kedua, Jika Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ditanya mengenai suatu hal, maka ayat Alquran turun untuk menerangkan hukumnya.

Seperti saat Khaulah binti Tsa’labah dikenakan zihar suaminya Aus bin Shamit. Khaulah bertanya pada Rasulullah SAW tentang hukumnya. Maka selanjutnya turunlah surat Al-Mujadalah ayat 3.

Meskipun demikian, tidak semua ayat Al quran turun berdasarkan karena peristiwa atau pertanyaan. Ada ayat alquran yang turun sebagai permulaan tanpa sebab. Misalnya tentang aqidah dan syariah Allah dalam kehidupan umat manusia. Ada juga ayat Alquran yang turun tentang kewajiban seorang muslim.

Fungsi Asbabun Nuzul

Asbabun Nuzul

Ada banyak sekali fungsi atau manfaat untuk kita mengetahui sebab turun al-quran. Diantaranya akan kami jelaskan di bawah ini.

Asbabun nuzul bisa membantu kita untuk memahami ayat-ayat Alquran. Selain itu bisa juga menghilangkan keraguan tentangnya. Bsa mengetahui hikmah rahasia yang ada di dalam persyaratan hukum pada suatu ayat yang berada di dalam Al-quran.

Bagi orang mukmin dan bukan mukmin, asbabun nuzul sangat bermanfaat. Adapun manfaat untuk orang mukmin bisa semakin kuat keimanan nya dan jelas baginya mengenai hikmah yang disyariatkan dari suatu hukum oleh Aallah Subhanahu Wa Ta’ala.

Sementara itu, untuk yang bukan mukmin dengan mengetahui melalui hal ini mereka bisa mengetahui, syariat Islam sesungguhnya mendatangkan manfaat dan menolak yang namanya kemudharatan bagi setiap pemeluknya.

Dengan mengetahui asbabun nuzul, kita juga bisa menentukan hukum dengan sebab. Mengetahui kelompok atau orang yang menjadi kasus dari turunnya ayat dan memberikan ketegasan jika ada keragu-raguan.

Sebab bila kita tidak tahu tentang sebab turunnya al-quran, maka kemungkinan kita bisa menafsirkan ayat yang seharusnya ‘amm atau sebaliknya.

Saat seseorang mengetahui asbabun nuzul maka bisa memudahkan untuk memahami Alquran dan menguatkan ingatan pada hukum dari sebuah ayat. Hal ini karena kita mengetahui sebab dan akibatnya, kepada siapa ayat tersebut diturunkan dan kapan waktu turunnya ayat tersebut serta masih banyak lagi yang lainnya.

Manfaat Memahami Asbabun Nuzul Dalam Kehidupan

Asbabun Nuzul

Mengetahui asbabun nuzul ternyata memberikan manfaat yang sangat besar bagi seseorang yang hendak mempelajari Al quran secara lebih dalam.

Termasuk dengan makna yang terkandung di dalamnya. Manfaat yang utama yaitu memberikan manfaat menuntut ilmu serta manfaat lain yang kami jelaskan di bawah ini:

Tahu hikmah dan hukum turunnya ayat Alquran

Hadirnya asbabun nuzul menjelaskan bagaimana sebuah ayat Alquran turun dan hukum serta syariat yang terkandung didalamnya. Bukti bahwa seseorang mempelajari asbabun nuzul maka bisa memahami alasan mengapa hukum islam diberlakukan.

Apa tujuan hukum tersebut yang terkandung dalam Alquran. Sehingga bisa melengkapi ilmu yang didapat dan dapat memahami lebih banyak lagi lebih dari sekedar membaca Al-quran beserta artinya.

Hikmah dari hukum islam yang ada dalam sebuah ayat Al-qur’an bisa membuka hati kita bahwa dalam setiap aturan yang ada pada Al-quran ada kebaikan untuk kehidupan manusia.

Mengetahui sasaran objek ayat Alquran

Salah satu manfaat saat kita bisa mengetahui asbabun nuzul untuk seorang muslim adalah, kita bisa tahu sasaran ayat Alquran yang turun. Supaya tidak terjadi keraguan dalam pengertian.

Disamping memberikan ilmu dan hukum islam, ayat Alquran juga memuat sejarah mengenai peradaban islam pada zaman nabi. Jadi ayat Alquran yang ditujukan pada orang tertentu di zaman nabi sering kita temui.

Di sinilah peran asbabun nuzul diperlukan supaya tidak terjadi salah tafsir yang menyangkut isi kandungan ayat dan seseorang yang dimaksud.

Memudahkan untuk mentafsir

Bagi orang yang belajar menafsirkan ayat Alquran, jika mengetahui asbabun nuzul itu akan lebih mudah. Karena bisa membantu untuk menemukan tafsir setiap arti ayat Al-quran dan mempermudah mencari tahu serta memahami makna dari kisah yang terdapat dalam Alquran.

Kemudahan ini bisa diperoleh setelah proses belajar dan tahu mengenai sebab turunnya ayat tersebut. Dengan kemudahan ini bisa membantu dan menghindarkan kesalahan makna.

Selain itu juga ada pendapat tidak mungkin mengetahui tafsir sebuah ayat tanpa bersandar dari riwayat dan penjelasan turunnya Al-quran.

Memudahkan belajar Al-quran

Ketika seseorang mengetahui tentang asbabun nuzul, maka ini akan membantu dalam memudahkan mempelajari isi ataupun makna Al-quran. Sebab di dalam memahami isi Al-quran perlu adanya pengetahuan mengenai sebab-sebab permasalahan yang dikaji Alquran.

Baik berupa kisah-kisah terdahulu yang didalamnya memuat banyak sekali petunjuk, serta hukum islam yang berlaku. Tanpa mempunyai dasar pengetahuan dari sebab turunnya suatu ayat, seseorang bisa saja mengalami kesulitan untuk mengartikan isi Al-quran.

Dengan tahu asbabun nuzul, itu bisa mengantarkan seseorang untuk menyelami makna Alquran dengan baik.

Macam-Macam Asbabun Nuzul

Asbabun nuzul terdapat dalam dua macam yaitu dalam bentuk peristiwa dan pertanyaan.

Bentuk peristiwa dibedakan menjadi 3 bentuk, yang pertama peristiwa berupa pertengkaran seperti perselisihan golongan suku Aus dan golongan dari suku Khasraj. Peristiwa ini muncul karena adanya intrik-intrik yang ditiupkan orang Yahudi. Sehingga peristiwa tersebut menyebabkan turunnya surat Ali Imran ayat 100.

Selanjutnya ada peristiwa yang berupa kesalahan serius seperti peristiwa dari seorang seseorang yang menjadi imam salat sedang dalam keadaan mabuk. Sehingga dirinya salah dalam membaca surah Al-kafirun. Peristiwa tersebut menyebabkan ayat Al-quran surah An-nisa ayat 43 diturunkan.

Peristiwa selanjutnya adalah berupa cita-cita dan keinginan. Seperti peristiwa persesuaian Umar Bin Khattab dengan ketentuan ayat Alquran.

Selain itu juga beberapa harapan Umar Bin Khattab yang dikemukakan pada nabi Muhammad SAW. Lalu turun ayat yang dikandungnya sesuai dengan harapan dari umar tersebut.

Asbabun nuzul dalam bentuk pertanyaan terdapat tiga macam yaitu pertanyaan yang berhubungan dengan sesuatu hal yang telah berlalu. Seperti pertanyaan Zulkarnain sehingga turunlah ayat Al quran surat Al kahfi ayat 82.

Selain itu ada pula pertanyaan yang berhubungan dengan sesuatu yang berlangsung pada waktu itu. Seperti pertanyaan mengenai ruh. Maka ayat Al quran surat Al Isra ayat 85 diturunkan.

Yang ketiga Asbabun nuzul pertanyaan yang berkaitan dengan masa yang akan datang. Seperti pertanyaan mengenai hari kiamat yang menyebabkan turunnya Aal-quran surah An-nazi’at ayat 42.